My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Tersiksanya ..


__ADS_3

Sudah sebulan usia pernikahan mereka. Tak ada yang spesial di hari-hari yang mereka jalani. Namun satu hal yang pasti bahwa mereka saat ini sudah semakin dekat, meskipun belum terikat secara batin satu sama lain karena Hana masih enggan menyerahkan diri sepenuhnya pada sang suami.


"Besok kita nginep di mansion!" Ucap Abi ketika mereka berada di dalam kamar.


"Beneran Ka?" Hana yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya sangat bersemangat ketika mendengar ucapan suaminya.


"Hmmm.. Soalnya lusa Juna dan Nara balik ke Amrik!". Hana tak kaget sama sekali ketika mendengar jika adik-adik iparnya akan kembali ke negeri Paman Sam karena dia selalu berkomunikasi dengan mereka.


"Kaka udah pernah ke Amerika belum?" Tanya Hana mendudukan dirinya, karena sedari tadi dia mengerjakan tugas sekolahnya di atas ranjang sambil telungkup, sedang Abi sendiri asyik menonton televisi sambil setengah merebahkan badannya.


"Seringlah! Kalo gak sibuk gue pasti ke sana. Yang jelas sih setiap tahunnya gue ke sana. Kakek dan Nenek gue kan menetap di sana!" Jawab Abi tetap fokus pada film action yang ia tonton.


"Oohh aku inget. Kaka mirip banget lho sama Kakek Ka Abi yang bule itu, ganteng!" Puji Hana membuat Abi menaikan bibirnya.


"Lo lagi ngerjain apa?" Tanya Abi melihat tumpukan buku-buku Hana.


"Fisika sama Kimia, tapi udah selesai kok. Bentar aku rapiin ya Ka!" Sahut Hana, ia pun memasukan buku-bukunya ke dalam tas ranselnya dan kembali ke atas ranjang.


"Besok kan libur, ngapain lo kerjain sekarang?" Tanya Abi.


"Gak apa-apa. Daripada gak ngapa-ngapain, aku bosen!" Jawab Hana kemudian ikut asyik menatap layar kaca.


"Masih jam delapan, jalan yuk! Cari makan di luar!" Ajak Abi.


"Yeeee... Kalo gitu aku ganti baju ya!" Sahut Hana kegirangan. Ia kemudian berlari mengambil pakaiannya dan berganti di kamar mandi.


"Seseneng itu di ajak keluar aja dasar bocah!" Ucap Abi membatin.


Setelah siap mereka berdua langsung keluar bergandengan tangan, Hana begitu senang. Setelah hampir satu bulan ia menjalani rutinitas yang membosankan akhirnya suaminya berinisiatif mengajaknya keluar.


"Den Abi sama Non Hana mau kemana? Baru aja saya mau panggil, makan malam udah siap!" Sapa Dewi ketika mereka bertemu di tengah tangga.


"Mau jalan-jalan dong!" Sahut Hana senang.


"Kita mau makan di luar Mbak, makanannya di simpen lagi aja!" Ucap Abi, Dewi pun mengangguk.


"Kita mau kemana?" Hana begitu bersemangat.


"Hotel!" Jawab Abi kemudian mulai menjalankan mobilnya.

__ADS_1


"Hotel? Ngapain? Ohh kita mau makan di restauran yang ada di hotel gitu maksudnya ya Ka?" Tanya Hana.


"Iya, tapi kita check in dulu!" Jawab Abi tetap fokus mengendalikan mobil mewahnya.


"Check in? Buat apa?" Hana mulai bingung dengan setiap jawaban yang Abi berikan.


"Cowok sama cewek kalo check in di hotel buat ngapain?" Kini Abi balik bertanya pada Hana.


"Aku gak ngerti!" Jawab Hana polos.


"Gue bikin lo ngerti ok!" Ucap Abi dengan mimik wajah yang sulit diartikan, sedang Hana hanya bisa terdiam.


"Apa Kaka minta hak Kaka sekarang?" Pertanyaan Hana berhasil lolos dari mulutnya dengan suara gemetar, karena sejatinya dia bukan tidak mengerti. Dia faham sekali apa tujuan Abi membawanya ke hotel kalo bukan untuk melakukan kewajibannya, tetapi yang membuatnya bingung adalah untuk apa harus di hotel jika mereka memiliki kamar yang tak kalah mewah dengan kamar room suite hotel.


"Hahahhaa.. Lah itu lo ngerti!" Abi terlihat begitu senang dengan pertanyaan sang istri.


"Maaf Hana belum siap Ka, jangan dulu!" Ucap Hana membuat Abi seketika mengeremkan mobilnya mendadak membuat Hana terkejut.


Wajah Abi terlihat kesal, terlihat kilatan kemarahan saat Abi memandang Hana. Ia pun meminggirkan mobilnya di sisi jalan.


"Sampe kapan Han? Lo tau gak betapa tersiksanya gue setiap malem? Gue laki-laki normal Han dan lo udah sah jadi istri gue. Kenapa gue harus terus nunggu hah?" Gertak Abi menatap tajam ke arah Hana yang terus menunduk.


"Gue kurang menghargai apa lagi sih Han hah? Jengah Abi.


"Kaka gak sadar?" Tanya Hana kesal.


"Maksud lo?" Abi pun bingung dengan ucapan istrinya.


"Apa ada seorang suami yang terang-terangan menghubungi perempuan lain selain istrinya? Dimana letak Kaka menghargai Hana sebagai istri Kaka? Kaka mau tubuh Hana kalo gitu lepasin Mbak Raya. Bisa?" Tantang Hana.


"Jangan mimpi!" Ucap Abi dengan senyum yang seakan merendahkan Hana.


"Kalo gitu jangan pernah berharap aku nyerahin diri aku sepenuhnya ke Kaka!" Meski sakit Hana memantapkan dirinya untuk tetap mempertahankan dirinya.


Sejenak hanya kesunyian diantara mereka. Hana hanya melemparkan pandangannya keluar mobil, ia benar-benar sekuat tenaga untuk menahan tangisnya.


"Aku mau balik ke apartemen. Kita pulang aja!" Pinta Hana lirih, Abi tidak sama sekali menanggapi omongan istrinya tetapi tetap menjalankan mobilnya untuk kembali ke apartemennya.


Sebenarnya Abi sendiri bingung dengan apa yang ia sudah dia lakukan. Dia benar-benar tak berniat untuk memaksa Hana memenuhi kewajibannya sampai Hana sendiri yang siap untuk menyerahkan dirinya sendiri dengan suka rela.

__ADS_1


Sepanjang perjalan mereka saling diam, Hana memilih untuk berjalan terlebih dahulu meninggalkan sang suami. Bahkan saat menaiki lift pun Hana sengaja tidak menunggu suaminya.


"Bibi masak apa tadi?" Tanya Hana saat menghampiri Bi Imah yang masih sibuk di dapur.


"Ayam bakar madu Non sama tumis kangkung!" Jawab Bi Imah.


"Aku mau makan Bi, laper!" Pinta Hana.


"Gak jadi makan di luar Non? Tadi Dewi bilang bukannya mau makan di luar sama Den Abi?" Tanya Bi Imah tapi tetap menyiapkan makanannya di atas meja makan. Sedang Hana hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan asisten rumah tangganya.


Tak berapa lama Abi tiba saat Hana tengah menikmati makan malamnya. Ia langsung duduk di sebelah Hana berharap Hana mau menawarinya makan juga.


"Kaka mau makan juga?" Akhirnya setelah menunggu beberapa saat apa yang diharapkan Abi pun terwujud.


"Hmmm.. suapin aja, makan dari piring lo!" Jawab Abi.


Hana kemudian menambahkan nasi di atas piringnya dan menyuapkannya ke mulut suaminya dengan tangannya.


"Maaf" ucap Abi saat makanannya sudah ia telan.


"Sesuai kesepakatan, jutaan maaf yang Kaka minta waktu itu masih banyak kok stoknya! That's okay!" Sahut Hana kemudian menyuapkan makanannya lagi ke mulut sang suami.


Selesai makan dan menyuapi suaminya, Hana kemudian merapikan meja makannya dibantu oleh Bi Imah.


Hana beranjak ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan piyama tidur, selesai mengganti pakaiannya Hana langsung berniat turun ke bawah untuk tidur di kamar tamu.


"Mau kemana?" Abi yang melihat Hana hendak keluar kamar pun menanyainya.


"Mulai malam ini Hana tidur di kamar tamu aja!" Jawab Hana menghentikan langkahnya masih memegang handle pintu kamarnya.


"Kenapa? Lo masih marah?" Tanya Abi bingung.


"Enggak, cuma kesel doang. Udah seneng-seneng mau diajak keluar malah gak jadi!" Keluh Hana.


"Jadi lo pindah kamar cuma gara-gara masih kesel gak jadi jalan?" Gerutu Abi.


"Bukan, aku tadi mikir Kaka gak sepenuhnya salah. Pasti berat banget selama ini nahan nafsu Kaka setiap deket sama aku, jadi aku fikir kita mending pisah kamar aja sampe Kaka ada perasaan sama aku!" Ucap Hana kemudian keluar dari kamarnya, Abi hanya ternganga tak percaya akibat perbuatannya justru membuat sang istri menjauh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2