
Abi seakan sudah terbiasa bangun sebelum adzan subuh berkumadang di ponselnya yang sengaja ia pasangi aplikasi pengingat sholat.
Hal pertama yang ia lakukan tentu mencari posisi tidur sang istri karena memang Hana selalu tidur berantakan, tak pernah kalem.
Dan benar saja, ia mendapati tubuh sang istri terlentang di bawah kakinya membuatnya tertawa kecil melihat tingkah konyol tidur istrinya.
Karena tau sang istri sedang tidak melaksanakan kewajibannya, Abi memutuskan untuk membiarkan Hana pulas dalam tidurnya dan ia mulai membersihkan diri untuk kemudian melaksanakan sholat subuh dan bersiap-siap bekerja.
Pukul setengah delapan pagi Abi telah rapi dan siap untuk berangkat, sebelumnya ia sempat mengecek pekerjaan di balkon kamarnya sambil menikmati kopi buatan Imah.
"Bangun Nyonya, diketawain matahari tuh istri soleha jam segini masih pules di tempat tidur, suami gak diurusin!" Ucap Abi sambil terus menghujani wajah sang istri dengan kecupan-kecupan.
Mendapat gangguan manis ulah suaminya, Hana pun mulai membuka matanya perlahan. Senyumnya langsung mengembang mendapati sang suami yang telah rapi dengan kemeja biru muda dan tengah tersenyum padanya, sangat tampan.
"Pagi Kak ..!" Sapa Hana menggeliatkan tangannya ke atas.
"Kesempatan nih kalo lagi dateng bulan buat males-malesan gak ngurusin suami!" Sindir Abi merapikan rambut istrinya.
"Ngantuk..!" Jawab Hana sekenanya.
"Hari ini ada acara apa?" Tanya Abi.
"Syuting iklan skin care waradah jam 10 aku berangkat sama ada acara talkshow di studio F gedung kantor kamu nanti sore. Hari ini Kak Abi lembur lagi? Keluar kantor gak?".
" Harusnya enggak lembur, paling nanti siang ada pertemuan sama klien pas makan siang. Jadi aku keluar kantor pas makan siang sama klien aja!" Jawab Abi yang masih asyik merapikan rambut istrinya.
"Nanti abis acara talkshow, aku mampir ya!" Izin Hana.
"Ditunggu..!" Sahut Abi senang.
***
Di kantor Abi langsung disibukan dengan meeting pagi yang memakan waktu lumayan lama, dari jam sembilan hingga jam sebelasan. Selama menunggu jam makan siang yang juga pertemuan dengan klien di luar kantor, Abi meminta pada sekretarisnya untuk tidak mengganggunya dulu karena ingin memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk sebentar saja tidur.
Dan entah berapa lama dia sudah tertidur karena suara seseorang yang berkali-kali memanggil namanya sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya membuatnya membuka mata.
__ADS_1
"Lo mimpi apa sampe teriak-teriakin nama istri lo terus sih Bi?" Tanya Daniel ketika Abi telah duduk di sofa yang ia tiduri.
"Gue mimpiin Hana nangis kesakitan lagi" jawab Abi masih mengatur nafasnya yang memburu.
"Lagi?" Tanya Daniel, ia tau Abi sering bermimpi buruk tentang istrinya berkali-kali karena sahabatnya itu sering bercerita.
"Hmm, dan gue takut mimpi gue selama ini tuh sebuah pertanda buruk. Bodohnya lagi gue malah ngizinin Hana buat ke Bandung!" Keluh Abi memejamkan matanya.
"Ke Bandung? Ngapain?" Tanya Daniel bingung.
"Syuting video klip temennya, kalo gue larang pasti dia marah. Gue mau ikut nemenin gak bisa karena Jum'at dia berangkat pas banget kita ketemu kolega penting sampe hari Sabtu pun kita masih ketemu kolega penting lainnya. Bingung gue!" Desah Abi.
"Doain aja mudah-mudahan gak ada apa-apa, bini lo bakal baik-baik aja. Banyak yang bakal jagain dia!" Ucap Daniel menyemangati.
***
Pukul lima sore, benar saja Hana datang menemui suaminya yang masih asyik berkutat di depan laptop. Ia begitu cantik mengenakan jins cokelat dengan blouse cream yang pas ditubuh mungilnya.
"Assalamualaikum suamikuuuhhh..!" Sapa Hana manja menyembulkan kepalanya di pintu ruangan suaminya, seperti biasa.
"Masih sibuk aja sih? Tadi aku ketemu Kak Daniel di bawah, boleh pulang dia sebelum kamu?" Tanya Hana yang kini sudah duduk di pangkuan suaminya.
"Iya, udah aku kasih izin pulang dia. Aku nya juga udah selesai sebenernya, sengaja ngerjain yang lain sambil nungguin kamu dateng. Bentar aku rapiin dulu ya, kita pulang!"
Jawab Abi, Hana langsung berdiri dari pangkuan suaminya menuju sofa untuk menunggu suaminya.
"Sebenernya aku masih ada satu acara lagi, aku lupa kasih taunya. Kak Abi mau anter aku atau aku pergi sama Pak supir lagi?" Tanya Hana yang sudah membuka majalah yang bersampul foto suaminya.
"Aku aja yang anterin kamu, jam berapa acaranya? Dimana?" Abi yang selesai merapikan mejanya langsung menghampiri sang istri dan bersimpuh di depan istrinya.
"Nanti jam tujuh malam, di gedung D kantor saingan kamu OneTv entertainment. Gak apa-apa gitu kamu ke tempat saingan kamu?" Selidik Hana menatap wajah Abi yang tengah bersimpuh di hadapannya.
"Ehh lihat, ada foto kamu di sampul utama majalah ini. Alexander Abimanyu Raffan, mantan artis pewaris Rising Star Entertainment yang digadang-gadang menjadi pengusaha bermasa depan cemerlang. Wahhh bangganya aku..!" Puji Hana bangga dengan tersenyum lebar.
Abi enggan menanggapi pujian istrinya, ia lebih memilih mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri dan mulai mencium bibir istri yang sangat ia rindukan seharian ini.
__ADS_1
Ciuman Abi begitu lembut, lama dan dalam seakan ingin mengikis kekhawatirannya akibat mimpi buruk yang akhir-akhir ini terkadang bahkan sering datang dalam tidurnya.
"I love you..!" Ucap Abi ketika telah mengakhiri ciuman manis mereka membuat Hana merona dan tersenyum bahagia.
"I love you more..!" Sahut Hana mengecup sekilas bibir suaminya kemudian memeluk suaminya yang masih bersimpuh di hadapannya.
***
Benar saja apa yang dijelaskan suaminya di dalam mobil saat perjalanan menuju OneTv entertainment jika mereka bersaing tentang pekerjaan bukan di luar pekerjaan, jadi tidak masalah jika Abi harus menyambangi kantor saingannya itu, terlebih sang istri yang bekerja sebagai artis selalu berkemungkinan diundang oleh perusahan-perusahaan hiburan saingannya, seperti saat ini.
Selama sesi acara , Abi terus asyik berbincang dengan pemilik OneTv Entertainment yang kebetulan berada di sana. Hana melihat Abi begitu bisa membawa diri saat berbincang oleh orang yang lebih tua darinya.
Tak ada aura bersaing antara suaminya dan pemilik OneTv Entertainment, mereka justru terlihat begitu menikmati obrolan mereka dengan wajah yang menyenangkan.
Selesai dengan pekerjaannya, kini Hana dan Abi sudah berada di dalam mobil untuk kembali ke apartemen mereka.
"Mau makan malam dulu di luar?" Tawar Abi yang tetap fokus dibalik kemudinya.
"Langsung pulang aja yuk Kak, aku capek! Makan masakan Bibi aja deh di apartemen!" Tolak Hana yang diangguki oleh suaminya.
***
Benar saja, sesampainya di apartemen mereka langsung membersihkan diri kemudian makan malam.
Selesai makan malam seperti biasa kini mereka saling berpelukan dan mengobrol di atas ranjang mereka dengan tv yang saat ini sedang menayangkan film romantis meski sebenarnya tidak ditonton karena mereka lebih menikmati obrolan mereka.
"Nanti saat kamu pergi ke Bandung hati-hati, sampe langsung kabarin aku jangan lupa!" Pesan Abi memainkan rambut istrinya.
"Iya Kak, nanti kamu nyusul kan?" Tanya Hana.
"Enggak tau, gak bisa janji. Jum'at sama Sabtu ada pertemuan penting, Minggu mungkin aku bisa nyusul tapi enggak janji toh kamu Minggu malam udah pulang kan kata Angga?".
"Padahal aku pengen ditemenin kamu!" Lirih Hana.
"Aku usahain Minggu pagi ke Bandung ya kalo gitu?" Hana langsung berbinar mendengar ucapan suaminya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=