
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Abi menatap dari balkon kamarnya ketika mereka hendak pergi ke mall sore ini, Hana terlihat cantik dengan jeans abu-abu dan mantel senada yang ia kenakan.
Hatinya begitu bahagia melihat keceriaan Hana saat ini, tak pernah menyangka jika ia bisa melihat senyum keceriaan wajah istrinya lagi.
Meskipun jalan terjal masih ia harus lewati untuk kembali bersatu dengan istrinya, rasa trauma hebat yang mebayangi diri istrinya membuat dirinya tak semudah dulu mendekati sang istri.
"Kak Abi mana?" Tanya Hana yang tak melihat sosok suaminya sama sekali.
"Noh di balkon kamarnya, ngelihatin elo Bie!" Jawab Juna menunjuk arah Abi.
Hana langsung melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Juna, ia tersenyum kikuk ketika pandangannya bertemu dengan pandangan suaminya.
Hana : "Mantel kita warnanya sama ya Kak, kamu sengaja pilih warna yang sama biar couple an sama aku?".
Hana langsung mengirimi suaminya pesan ketika sadar bahwa mereka mengenakan mantel dengan warna senada. Abi yang baru sadar pun memperhatikan mantelnya dan mantel sang istri yang ternayata memang senada membuatnya tertawa.
Abi : "Jodoh pasti nih, aku gak sama sekali sengajain pake mantel warna yang sama kayak kamu".
Hana yang membaca balasan pesan suaminya langsung tertawa. Tanpa membahas mantel lagi, Hana langsung masuk ke dalam mobil karena hanya dirinya lah yang masih di luar, sedangkan lainnya sudah bersiap di dalam mobil.
Hana : "Aku duluan ya Kak, kamu hati-hati bawa mobilnya. Jalanan pasti licin karena hujan salju semalem".
Abi : " Kamu juga ya Sayang, bilang sama Juna hati-hati bawa mobilnya. See you there Sayang!".
Balasan pesan suaminya benar-benar membuat hati Hana menghangat.
Selepas kepergian istri dan adik-adiknya, Abi kemudian bergegas turun menuju mobilnya untuk menyusul mereka.
Abi berhasil melajukan mobilnya tepat di belakang Juna, berharap jika dia bisa mendapatkan tempat parkir yang sama dengan mobil adiknya.
Sesampainya di salah satu mall ternama di kota itu, beruntung ia bisa mendapatkan tempat parkir tepat di sebelah mobil adiknya.
Ia pun memilih menunggu sejenak agar rombongan sang adik berjalan terlebih dulu, baru ia menyusul mereka kemudian.
__ADS_1
Ia terus mengikuti langkah rombongan adiknya dari jarak beberapa meter di belakang, sesekali Abi melihat Hana menengok ke arahnya yang selalu disambutnya dengan senyuman.
"Aku pengen banget beliin hadiah buat Kak Abi, hadiah apa ya kira-kira yang lagi dipengen sama Kak Abi?" Tanya Hana pada adik-adiknya.
"Lo pengen tau dia lagi pengen apaan?"Hana menganggukan kepalanya penuh semangat dengan pertanyaan adik iparnya itu.
"Lingere..!" Sontak jawaban nyeleneh Juna membuat Hana salah tingkah serta membuat wajah cantik itu memerah, bahkan bukan hanya Hana, Nara dan Hanum pun dibuatnya salah tingkah.
"Kamu apa-apaan sih?" Celetuk Hana salah tingkah.
"Serius Bie, lo pake lingere ke kamarnya aja udah jadi hadiah yang paling diidam-idamin sama Mas Abi tau. Bayangin aja setahun lho Bie, Mas Abi puasa nahan hasratnya ke elo?" Sahut Juna frontal membuat Hana dan kedua gadis lainnya semakin salah tingkah.
"Ak, aku belum siap!" Ucap Hana mulai panik.
"Tenang Bie, tenang. Gak ada yang maksa lo buat kalian berhubungan sampe sejauh itu, tapi gue minta lo semangat terus buat ngikis rasa takut lo ke Mas Abi. Gue kasihan sama kalian berdua!" Sahut Juna mendekap tubuh Hana, kebiasaannya jika melihat sang kakak ipar mulai terlihat down.
"Tau ihh Mas Juna, pake ngabahas hal sejauh itu. Kita ke mall kan mau seneng-seneng sebelum Kak Hana balik ke Jakarta!" Gertak Nara.
"Iya, sorry-sorry tadinya gue mau nyemangatin si Barbie aja!" Sesal Juna terlebih saat melihat tatapan tajam kekasihnya, Hanum.
"Aku mau beliin Kak Hana baju ahh. Ayo Kak!" Nara langsung menarik tangan Kakak iparnya memasuki salah satu toko pakaian ternama dunia.
"Aku banyak baju kok..!" Hana mencoba menolak pemberian adiknya itu, karena memang ia memiliki begitu banyak baju di rumah Omma. Terkadang Omma, GrandPa, Juna dan Nara sering membelikannya baju.
"Atau Kak Hana mau yang lain selain baju, sepatu mungkin?" Tawar Nara lagi.
"Sepatu aku juga banyak, kan tiap kalian jalan-jalan kalian pasti beliin aku!" Jawab Hana lagi.
"Kayaknya yang belum beneran cuma lingere deh?" Goda Nara yang langsung dihadiahi capitan di perutnya oleh Hana.
Sedang Juna kini tengah sibuk dengan Hanum yang juga sedang memilih-milih pakaian tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.
"Kak Abi kemana, kok gak kelihatan? Jangan-jangan dia kehilangan jejak kita lagi?" Tanya Hana khawatir.
"Tenang, dia tau kok kita dimana. Tadi dia wa aku katanya lagi mampir dulu ke suatu tempat, ada yang mau dibeli katanya. Nanti kita ketemuan di restauran yang biasa kita makan-makan sekeluarga!" Jawab Nara untuk kemudian kembali memilih pakaian.
Cukup lama mereka bertiga menghabiskan waktu di butik ternama itu, kini mereka beralih ke toko parfum.
Hana memang meminta untuk diantar ke toko parfum untuk membeli parfum yang akan diberikan pada suaminya.
__ADS_1
"Kayaknya ini cocok buat Kak Abi, pas sama karakter dia. Wanginya juga enak banget, aku suka!" Pilihan Hana jatuh pada parfum pria dengan merk ternama, yang baru saja di launching.
"Lo enggak sekalian Bie?" Tanya Juna dengan tatapan yang tak sama sekali terbaca oleh Hana.
"Aku udah punya parfum kok!" Jawabnya polos.
"Beli yang beda lah lagi, yang bisa membangkitkan gairah!" Goda Juna kembali membuat Hana salah tingkah dengan wajah yang memerah.
"Emang ada?" Tanya Hana akhirnya membuat Juna bersorak dalam hati.
"Ada lah, lo mau?" Hana mengangguk malu-malu menjawab tawaran adik iparnya itu.
"Good girl..!" Ucap Juna senang.
"Nanti kalo suatu saat aku siap melayani Kak Abi, aku bakal persembahin semua yang terbaik!" Sahut Hana tertunduk malu.
"Siap, siap Kakak ipar ku yang cantik!".
Setelah menanyakan pada pegawai toko tentang parfum yang Juna maksud, sang pegawai memberikan beberapa pilihan pada Hana membuat Hana bingung dalam memilihnya.
"Lo pasti fahamlah selera Mas Abi yang kayak gimana?" Tanya Juna.
Pada akhirnya Hana menjatuhkan satu botol cantik yang harumnya memang cukup menggoda.
"Pinter juga Kakak ipar gue!" Goda Juna membuat Hana tertunduk malu, sedangkan Nara dan Hanum tertawa.
Kini setelah selesai dengan semua kegiatan mereka, mereka menuju ke restauran Turkey yang biasa keluarga mereka sambangi.
Hana melihat Abi telah duduk di salah satu kursi yang berada di sudut restauran seorang diri dengan beberapa hidangan yang tersaji di atas mejanya menandakan jika Abi telah menunggu di sana dari tadi.
Abi pun tersenyum saat melihat Hana dan adik-adiknya melewati mejanya.
Setelah mendapat tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat Abi dan pesanan yang sudah datang, mereka berempat mulai makan dengan diselingi obrolan.
Sedang Hana lebih banyak menyimak obrolan ketiga lainnya sambil terus memperhatikan suaminya yang tengah menikmati makanannya seorang diri.
Hati Hana langsung terasa sakit dengan keadaan saat sekarang ini, melihat sang suami begitu sabar menunggu kesembuhannya hingga rela melakukan apapun seorang diri padahal mereka sedang berada di tempat yang sama.
"Aku mau pulang, aku udah enggak sanggup lagi..!" Ucap Hana tiba-tiba dengan air mata yang sudah menganak sungai membuat yang lainnya langsung dilanda kebingungan.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=