
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
"Gimana di kantor?" tanya Hana saat menyiapkan piyama tidur suaminya.
"Yaa, begitu. Mau enggak mau kita harus ngelepas project acara yang udah dijiplak sama kompetitor, kacau sih. Bukti udah kita lihatin kalo project itu punya kita, tetapi mereka Keukeh itu konsep rancangan acara murni mereka yang buat. Kita sih curiganya ada penyusup di kantor kita, karena semua rancangan mereka sama persis sama apa yang kita punya dari konsepnya, tempat acara, ide acara, bintang tamu yang bakal kita undang. Yang beda paling pembawa acaranya!" Abi terlihat kesal ketika menceritakan semuanya.
"Jadi Kakak rugi dong?" tanya Hana penasaran.
"Rugi sih belum, karena project-project itu masih kita simpan. Rencananya Minggu depan baru kita proses untuk untuk ngontrak kru, pembawa acaranya sama bintang-bintang tamunya, tapi sayang udah diserobot duluan!" jawab Abi mulai merebahkan tubuhnya di sebelah sang istri.
"Projectnya keren banget Sayang, yakin banget aku kalo nanti tayang bakal banyak viewers nya. Cuma mau gimana lagi, udah kalah start, jadi mau enggak mau staff bagian ide acara mulai kerja keras lagi nyari konsep yang lebih keren daripada yang udah dibajak!" Abi memejamkan matanya selama berbicara.
"Boleh tau enggak salah satu konsepnya apa?" tanya Hana penasaran.
"Yang udah di klaim pihak sana ya? Emhh, jadi tuh konsepnya kita mau bikin acara sahur dan buka puasa antara penggemar dan artis idola mereka. Macem mengabulkan salah satu keinginan seorang fan di bulan Ramadhan gitu deh!" Abi menatap lekat-lekat wajah istrinya yang terus fokus memperhatikannya berbicara.
"Keren juga ya!" puji Hana.
"Makanya kita kesel diserobot gitu aja sama mereka!" geram Abi.
"Kalo gitu Kakak bikin acara buat mengabulkan impian orang-orang kurang beruntung aja yang mungkin cuma menginginkan untuk sahur dan berbuka dengan makanan yang layak atau yang mereka inginkan tapi enggak kesampaian terus didampingi sama artis yang lagi in sebagai bintang tamunya supaya makin menarik minat penonton. Hitung-hitung saling berbagi rezeki dan kebahagiaan di bulan Ramadhan" usul Hana berbinar.
"Ishhh, pinter banget sih istri aku ini. Boleh juga ide nya, besok coba aku rapatin di kantor. Yakin sih mereka pasti setuju sama konsep keren kamu ini!" puji Abi menarik tubuh istrinya agar duduk di atas pangkuannya.
"Ada budget yang harus dibayarkan ke saya Pak Direktur buat ide yang saya usulkan" seloroh Hana menangkup wajah tegas suaminya dengan kedua telapak tangan mungilnya.
"Saya bayar DP dulunya ya Bu!" balas Abi dengan tangan yang aktif membuka kancing piyama istrinya dan juga ciuman lembut di bibir istrinya.
__ADS_1
"Mana ada bayar DP begini?" cibir Hana yang kini tubuhnya telah berada di bawah Kungkungan suaminya.
"DP dari Pak Direktur ke Ibu Direktur mah spesial Sayang, jadi mari kita nikmati aja proses pembayarannya!" seloroh Abi mulai memancing gairah istrinya.
Tubuh Hana terus berguncang di bawah kendali suaminya, tangannya pun mencengkram erat otot bisep lengan suaminya saat sang suami terus saja mempersembahkan rasa yang begitu luar biasa.
Hingga saat Hana akan mencapai puncaknya, ia menarik tengkuk suaminya untuk memperdalam ciuman mereka.
Mereka sama-sama melenguh menikmati pelepasan yang mereka dapatkan bersamaan, bahkan tubuh Abi langsung tersungkur di atas tubuh istrinya dan penuh dengan kasih sayang Hana mengusap-usap punggung lebar suaminya.
Setelah mampu menormalkan nafasnya, Abi langsung bangkit dari atas tubuh istrinya. Ia yang sudah merebahkan diri di samping Hana langsung membawa tubuh Hana ke dalam dekapannya dan juga menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya.
"Kak!" panggil Hana menatap wajah tampan suaminya yang penuh dengan keringat.
"Kenapa? Mau lagi?" goda Abi yang langsung dihadiahi capitan di perutnya oleh Hana.
"Kak, aku mau minta izin sama kamu kalo besok aku mau pergi keluar sama Mamah!" Hana mengusap keringat di wajah kokoh suaminya.
"Dihhh kepo, pokoknya besok aku sama Mamah mau women's day out seharian. Kakak enggak boleh ganggu!" cibir Hana membuat Abi tergelak.
"Ya udah yang penting hati-hati dan juga jangan sampe kecapekan, jadi malemnya kalo aku kerjain bisa?" goda Abi dengan tatapan mesumnya.
"Ishhh, Kak Abi omes banget deh!".
"Apa mau di dobel sekarang, biar besok total istirahat!" mendengar godaan suaminya, Hana langsung memilih membelakangi sang suami.
"Tidur Kak, aku tau Kakak capek jangan maksain diri. Inget umur!" ejek Hana langsung membuat Abi tergelak untuk kemudian memeluk istrinya dari belakang.
Dirasa Hana telah lelap dalam tidurnya, Abi melepaskan dekapannya untuk melihat punggung Hana lebih seksama.
Abi kembali meneteskan air mata tatkala melihat kulit Hana sudah tak secantik dulu, ia telah membuat cacat sang istri dengan tangannya sendiri dan penyesalan pun kembali menyeruak di dadanya.
__ADS_1
"Enggak heran trauma kamu begitu dalam Sayang, entah kebaikan apa yang pernah aku lakukan dulu bisa mendapatkan perempuan sehebat kamu yang sudah aku perlakuan sangat buruk tetapi tetap saja mencintaiku setulus ini!" lirih Abi menciumi punggung Hana perlahan.
***
Hana dan Kinan kini sudah berada di ruang praktek Dokter Riana, sempat berbasa-basi sebentar kini Hana tengah menceritakan tujuannya menemui sang Dokter.
Setelah mendengar Hana menceritakan keinginannya, Dokter Riana pun melakukan pemeriksaan pada diri Hana. Dan benar saja, Hana terlihat santai dan tidak tegang menghadapi berbagai alat medis.
Dokter Riana pun terlihat tersenyum melihat Hana saat ini, dan dia bisa mengambil kesimpulan jika secara mental Hana siap dengan sebuah kehamilan.
"Setelah saya melakukan pemeriksaan, secara keseluruhan tubuh Hana sehat dan juga saya rasa secara mental pun Hana siap untuk sebuah kehamilan. Jadi tak masalah jika memang Hana mulai ingin merencanakan program kehamilan mulai sekarang!" ucap Riana menjelaskan membuat Hana dan Kinan begitu bahagia mendengarnya.
"Jadi, Hana siap melepas IUD nya. Akan sedikit terasa sakit, apa tidak masalah?" tanya Riana mencoba menyakinkan sekali lagi.
"Hana siap Bu Dokter!" jawab Hana penuh keyakinan.
"Baik, kalo begitu kita lakukan sekarang ya!" Riana mengajak Hana ke ruangan khusus yang memang diperuntukan untuk memasang atau pun melepas alat kontrasepsi tersebut.
Tak sampai lima belas menit, proses pelepasan alat pencegah kehamilan itu pun selesai.
"Masih sakit?" tanya Dokter Riana sambil menuliskan beberapa resep vitamin untuk Hana.
"Cuma sedikit ngilu Bu Dokter" jawab Hana jujur.
"Enggak apa-apa, wajar kok. Ini beberapa vitamin untuk diminum ya, semoga Hana cepat diberi kepercayaan oleh Allah dan kalo sudah hamil nanti, kehamilan yang Hana jalani lancar dan sehat!".
"Aamiin, terima kasih Bu Dokter!" ucap Hana dan Kinan berbarengan.
Sebelum meninggalkan ruangan Dokter Riana, sang Dokter memberikan beberapa nasehat dan saran agar Hana cepat dikaruniai momongan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1