My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
I Love You More ..


__ADS_3

Pagi hari Hafidz dan Hana berjalan-jalan di taman belakang rumah yang luas dan indah, Hana sangat mengagumi keindahan taman yang sangat terawat itu. Rasanya berada di taman itu membuat pikiran dan hati Hana tenang.


"Tamannya indah banget ya Kek, aku kalo tinggal di sini pasti gak akan bosen-bosen ke taman ini. Bikin perasaan sama hati kita damai, mata juga dimanjain banget rasanya. Udaranya sejuk", puji Hana.


"Benar banget, Kakek juga paling suka menghabiskan waktu di sini. Selain seperti apa yang kamu ucapkan tadi Kakek juga bisa melepas rindu pada Almarhumah Nenek. Taman ini dulu yang ngurus yaa Nenek, semua dia yang atur. Beliau banyak menghabiskan waktu di sini, dari awal kami menikah sampai akhir hayatnya Nenek seorang istri yang benar-benar baik, nurut yang betah di rumah. Aaahhh rasanya Kakek ingin memutar waktu lagi, menghabiskan lebih banyak waktu bersama Nenek", kenang Hafidz menatap ke depan.


"Nenek pasti jadi perempuan yang paling bahagia, paling beruntung yang pernah hidup di dunia ini karena dia dicintai oleh Kakek hingga saat ini. Hana yakin Nenek pasti orang yang saaaaangaaaaat baik karena dipertemukan oleh lelaki baik seperti Kakek", ucap Hana dengan haru.


"Kamu bisa mengenal sosok Nenek dari Rendra Papanya Abi, mereka benar-benar mirip. Ayoo Kakek ajak ke kolam ikan, kita kasih mereka makan!", ajak Hafidz mengulurkan tangannya. Hana yang memang cepat sekali mengakrabkan diri dengan orang lain tidak ragu menyambut uluran tangan Hafidz dan menggandengnya. Bagi Hana Hafidz seperti Kakeknya sendiri.


Mereka kemudian duduk di tepi kolam, memberi makan ikan-ikan koi yang ukurannya besar-besar. Hana begitu menikmati waktu berasama Hafidz, mereka berdua saling melempar candaan dan tawa. Hafidz yang dikenal sosok yang diam, dingin dan tegas begitu berbeda saat ini. Dia lebih lepas bersama Hana selayaknya saat dulu Hafidz bersama istrinya.


Kinan yang menyaksikan interaksi mereka begitu senang, dia begitu bahagia setelah lama tak melihat tawa lepas sang Papi kini dengan hadirnya Hana, Hafidz kembali menjadi sosok Ayah yang hangat dan ceria, meskipun baru bertemu beberapa kali Kinan tau Hana sudah bisa mengambil hati ayahnya dan membuat nyaman ayahnya.


"Seru banget kayanya..!", ucap Kinan saat menghampiri mereka.


"Eehh pagi Tante..", sapa Hana.


"Pagi juga Sayang. Selamat pagi Pih..", sapa Kinan pada sang Papi.


"Pagi sayang..", sahut Hafidz.


"Ayo kita sarapan, Mas Rendra udah nunggu di meja makan", ajak Kinan. Kakek dan Hana pun bangkit dari duduknya, mereka bertiga kemudian berjalan beriringan menuju ruang makan.


Di ruang makan kehadiran mereka disambut oleh senyum dan sapaan ramah Rendra, ini membuat Hana tidak canggung lagi. Mereka kemudian sama-sama menikmati sarapan pagi mereka dengan suasana yang hangat.


***


Di apartemen Abi, dia masih setia tinggal di kamarnya. Dia berusaha menghubungi Raya yang sama sekali tidak menghiraukan panggilan telepon darinya.

__ADS_1


Setelah beberapa kali mencoba tanpa menyerah akhirnya sambungan ponselnya diangkat.


"Pagi Sayang..", sapa Abi setelah sambungannya diangkat.


"Pagi, ada apa?", sahut Raya ketus.


"Judes amat masih pagi sih Yank, nanti cantiknya luntur lho", goda Abi.


"Ada apa?", tanya Raya kini suaranya sudah lebih lembut.


"Hari ini sibuk gak?", tanya Abi.


"Aku cuma ada satu pemotretan nanti siang, mungkin sore udah selesai. Kenapa?".


"Nanti malem dinner yuk, tapi gak berdua".


"Gak berdua? Maksudnya kamu mau ngajak orang lain, siapa?", tanya Raya.


"Dia lagi, dia lagi. Tau begitu enggak aku angkat aja tadi panggilan kamu!", geram Raya kesal.


"Eeitt, eitt.. Tunggu dulu jangan dimatiin. Denger aku dulu kenapa sih!".


"Ngomong cepet!", perintah Raya dengan suara kesal.


"Nanti juga ada Daniel kok...", belum sempat Abi menjelaskan lagi-lagi Raya mengomel.


"Ditambah dia lagi. Mau kamu apa sih Bi hah? Pengen bikin aku cepet kelihatan tua ya? Ketemu sama Hana aja udah kesal banget aku ditambah lagi sama Daniel. Ini mau kamu apa sih hah?".


"Bukan begitu Sayang, denger aku dulu. Aku cuma mau ngeyakinin kamu kalo aku tuh gak bakal tertarik sama Hana, Daniel juga mau kenal sama Hana jadi aku pikir gak ada salah nya kita berempat ketemuan. Hana emang penggemar aku, tapi aku rasa dia tau lah batasannya apalagi aku udah bawa kamu dia pasti gak akan macam-macam. Walaupun aku yakin Hana bukan seperti perempuan yang kamu pikirkan tapi aku mau ngeyakinin kamu lagi aja. Mau ya Sayang?".

__ADS_1


"Terserah kamu aja. Gak usah jemput aku, kamu kirimin aja restauran mana kita ketemuan. Nanti aku ke sana sendiri", ucap Raya.


"Siaaapppp cantikku!! Yaudah aku mau siap-siap berangkat syuting dulu. Bentar lagi Daniel jemput. Kangen aku sama kamu, jangan ngambek terus yaa Sayang. Percaya deh aku tuh udah cinta mati sama kamu, gak akan mudah berpaling ke lain hati", rayu Abi.


"Pinter banget ngegombalnya sih. Ya udah aku mau lanjut tidur lagi. Jangan lupa kirimin nama restonya. I love you..", ucap Raya.


"I love you more Honey ..", sahut Abi kemudian mematikan sambungan ponselnya. Abi kemudian mengetikkan nama restauran yang akan dikunjunginya nanti malam dan mengirimkannya ke Raya.


Setelah terkirim, kini Abi mencari kontak mamahnya ia ingin meminta nomor ponsel Hana.


"Mah... kirimin nomor Hana dong!", ketiknya. Tak lama kemudian suara notifikasi ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Ia pun membuka pesan balasan dari Kinan yang berisikan nomor ponsel Hana, Abi segera meng save nomor Hana kemudian bergegas mandi dan bersiap diri sebelum Daniel datang.


***


"Kamu udah siap sayang?", sapa Kinan saat berada di kamar tamu yang ditempati Hana.


"Udah Tante. Emhh.. Ini Hana gak apa-apa Tante pakai baju punya anak Tante, bajunya bagus-bagus banget soalnya. Hana gak enak", ucap Hana.


"Gak apa-apa Hana sayang, toh Danara gak ada di sini, gak dipake juga bajunya. Pakaian dia banyak kok, jadi tenang aja!", sahut Kinan menenangkan.


"Iya Tante, mudah-mudahan Danara gak keberatan ya bajunya aku pinjam".


"Yaudah yuk kita berangkat. Tadi dokter bilang ada yang mau dibicarakan, dia juga bilang sama Tante kalo gak besok mungkin lusa Ibu kamu bisa pulang ke rumah dan melakukan rawat jalan", ucap Kinan.


Mendengar Ibunya akan pulang, Hana begitu senang.


"Bener Tante? Alhamdulillah ya Allah, seneng banget Hana dengernya. Berarti nanti Hana harus pulang ke rumah ya Tan, Hana mau bersih-bersih rumah dulu. Nanti pas Ibu pulang tinggal langsung istirahat".


"Ya udah kalo begitu ayo kita berangkat, takut kesiangan. Jalanan pasti udah macet sekarang!", ajak Kinan. Hana pun mengangguk. Mereka kemudian berjalan menuju mobil untuk berangkat ke rumah sakit.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa like, comment sama vote nya. biar aku terus semangat nulisnya. Gak bosen juga aku buat minta maaf kalau masih banyak kekurangannya, maklum masih belajar menulis. Semoga syukaaaas yaaaa.. 🙏🙏😘😘


__ADS_2