My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Mimpi Buruk Lagi


__ADS_3

Hana memandang lekat wajah lelap suaminya, ia merasa ada yang berbeda dengan sang suami semenjak mimpi buruk yang Abi alami, seakan suaminya itu benar-benar takut kehilangan dirinya.


"Untung sebelum pulang ke apartemen aku paksa sholat dzuhur dulu, benerkan tebakan aku pasti aku diapa-apain sampe sini!" Hana terkekeh mengingat dugaannya itu.


Karena hanya merasa lelah sedikit namun tak mengantuk, Hana memutuskan untuk membersihkan diri setelahnya menuju dapur untuk makan siang karena perutnya sudah meronta-ronta kelaparan.


"Bi Imah, Mbak Dewi masak gak?" Tanya Hana saat tiba di dapur.


"Masak Non Hana, kan tau Non Hana mau ke sini!" Jawab Bi Imah dengan mimik jenaka.


"Masak apa?" Tanya Hana yang langsung menggelayut manja di lengan Imah.


"Ada opor ayam, sambel goreng hati, capcai udang sama kerupuk udang. Non Hana mau makan?" Tawar Bi Imah.


"Mau Bi, Hana laper!" Jawab Hana semangat.


"Den Abi nya mana? Enggak sekalian diajak makan siang?" Tanya Imah celingak celinguk mencari sosok tuan mudanya itu.


"Masih tidur Bi, kecapekan!" Jawab Hana polos.


"Kecapekan?" Imah langsung menelisik penampilan Nona mudanya, rambut setengah basah, terlihat beberapa tanda kepemilikan di sela leher yang mungkin tak Hana sadari dan tentu wajah merona Nona mudanya membuat Imah tersenyum sendiri.


"Kemarin Kak Abi ada pemotretan seharian, malemnya ngurus kerjaan kantor yang numpuk banget. Jadi Kak Abi jam tidurnya kurang!" Hana mencoba menjelaskan secara logis karena pasti sangat memalukan jika ada yang tau jika mereka baru saja melakukan petualangan yang melelahkan namun juga menyenangkan.


"Iya Non Hana, Bibi ngerti, Bibi ngerti. Sekarang dimakan dulu mumpung masih hangat!" Goda Bi Imah mengusap-usap pundak Hana.


"Ihh, Bibi ihh..!" Hana yang faham jika Imah mengetahui kebohongannya hanya mampu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya untuk menyembunyikan guratan merah yang pasti memenuhi seluruh wajah cantiknya.


***

__ADS_1


" Hana Sayang, kamu kenapa?" Tanya Abi khawatir melihat Hana menangis tersedu-sedu sambil menutup wajahnya.


"Sakit Kak, sakit. Lepas!" Jawab Hana mengadahkan wajahnya yang penuh air mata.


"Mana yang sakit?" Tanya Abi semakin khawatir, ia pun memutar-mutar tubuh Hana perlahan untuk mencari-cari luka yang mungkin ada di tubuh Hana hingga membuat istrinya mengerang kesakitan bersimbah air mata.


"Semua Kak, semua sakit! Lepasin Hana..!" Isak Hana semakin pilu.


"Kamu mau kemana Sayang, ayo kita ke dokter kita periksa mana yang sakit?" Abi semakin takut sekaligus heran melihat istrinya justru berjalan cepat menjauhinya, mau tak mau Abi mengejar dan meneriaki nama Hana yang semakin menjauh darinya, tetapi Hana tak sama sekali merespon panggilannya.


"HAANAAAAAAAA...!!" Teriak Abi sekencang mungkin, ia langsung terduduk bangun dari tidurnya. Wajahnya pucat, nafasnya tersengal-sengal dan keringat dingin membasahi wajah dan tubuh polosnya.


Hana yang baru saja menyelesaikan shalat Asharnya dan sedang berdoa terlonjak kaget mendengar teriakan yang cukup kencang dari suaminya.


Hana langsung menengok ke arah ranjang, ia melihat suaminya tengah menjambak rambutnya frustasi. Bahkan semakin membuat hatinya sedih ketika melihat kondisi sang suami yang pucat dengan nafas tersengal dan keringat mengucur deras.


"Kakak kenapa? Mimpi buruk lagi?" Tanya Hana duduk dihadapan suaminya, Abi yang melihat sosok istrinya langsung menarik Hana dalam dekapannya dan memeluknya sangat erat.


Hana pun membalas pelukan suaminya, tangannya mengusap-usap punggung lebar suaminya seakan ingin menyalurkan ketenangan pada sang suami.


"Minum ya?" Tawar Hana saat Abi telah mengendurkan pelukannya, namun bukannya membiarkan Hana untuk mengambil gelas di nakas sebelah ranjangnya, Abi justru bertubi-tubi menciumi wajah istrinya.


"Minum dulu Kak, biar agak tenangan!" Perintah Hana yang langsung memberikan gelas saat ia berhasil lepas dari kecupan-kecupan suaminya.


"Kak Abi mimpi apa lagi sekarang, mimpiin aku lagi?" Tanya Hana membelai wajah suaminya.


"Janji ya Hana, sampe kapan pun kamu gak akan pernah ninggalin aku. Semarah apapun kamu, kamu tetep akan maafin aku dan enggak pernah ninggalin aku! Aku gak pernah sanggup ngebayangin hidup tanpa kamu!" Ucap Abi dengan suara bergetar.


"Kakak ngomong apa sih? Udah sana mandi, terus makan. Kak Abi kan belum makan dari siang, mungkin mimpi buruk Kak Abi karena perut Kakak kosong minta diisi. Abis makan nanti, langsung sholat biar lebih tenang perasaannya ya!" Ucap Hana mencoba menenangkan suaminya, bahkan ia menempelkan ujung hidung bangirnya dengan ujung hidung runcing suaminya.

__ADS_1


***


Dua minggu sudah waktu berjalan dan mimpi buruk Abi seakan seperti sebuah peringatan masih sering datang dalam tidurnya, membuat Abi semakin protektif dan posesif secara bersamaan terhadap istrinya.


Malam minggu kali ini seperti biasa, mereka akan menghabiskan waktu berkencan ala-ala mereka di salah satu mall termewah di Jakarta.


Setiap libur kantor Abi akan selalu setia menemani istrinya bekerja, selesai bekerja ia akan mengajak sang istri untuk menikmati kencan mereka yang terlambat karena sebelum menikah Abi hanya sekali mengencani Hana itu pun pada akhirnya menjadi masalah antaran Hana, Abi dan Raya. Sungguh kencan yang tak mengenakan untuk Hana, makan dari itu Abi berjanji akan memenuhi semua yang istrinya inginkan untuk mengganti masa lalu yang tak mengenakan untuk Hana, istrinya.


Seperti saat ini, usai makan malam dengan Danu untuk mengucapkan terima kasih dan bentuk perkenalan Abi dengan Danu usai, Abi dan Hana sedikit memutari mall tersebut untuk sekedar cuci mata atau kalo tidak membeli sesuatu yang menarik.


"Idihhh nemplok banget, kesempatan banget tuh perempuan ngeglendotin kamu!" Cibir Hana saat melewati toko pakaian olahraga ternama dimana suami dan mantan dari suaminya tersebut menjadi modelnya.


"Kamu pasti juga kesenengan tuh dapet kesempatan glendat glendotan begitu. Ihh najis tau gak!" Salak Hana menatap sebal arah suaminya, sedang Abi hanya terkikik mendengar gerutuan istrinya.


"Ya ampun Sayang, itu kan yang ngarahin penata gayanya, aku cuma ngikutin aja padahal mah males banget!" Ucap Abi masih dengan tawa yang tertahan.


Bukannya pergi dari toko tersebut Hana justru malah memasukinya hanya sekedar penasaran dengan foto-foto sang suami dengan Raya.


Semakin masuk ke dalam, Hana semakin mencibir dengan kesal tiap melihat foto yang terpampang di setiap sudut toko. Terlebih ketika sampai pada stand baju renang, mulut Hana semakin mengerucut.


"Idih najis nemplok amat pose nya, sengaja ya kalian? Lihat itu sok mesra banget, ihh!" Hana semakin mencibir membuat Abi semakin tergelak.


"Kan aku bilang ikut, biar si Raya gak berani masang pose semesra itu sama aku" Ejek Abi.


"Dihh ngaruh gitu kalo aku ikut dia bakal tau diri, enggak mungkin malah bisa jadi makin-makin dia pose nya biar aku makin cemburu!" Elak Hana makin mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah yukk, kita keluar dari sini. Bilangnya mau makan Mcd, hayoo aku udah laper berat nih. Nanti kelamaan di sini bisa berasep kepala kamu!" Ledek Abi merengkuh bahu Hana membimbingnya keluar area toko perlengkapan olahraga tersebut.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2