
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
PRAAAAANNNNGGGG
Hana tanpa sengaja menjatuhkan bingkai foto suaminya ketika hendak menyimpannya di atas nakas.
"Kenapa Nak?" Tanya Irma yang awalnya sudah terlelap.
"Hana enggak sengaja jatuhin bingkai foto Kak Abi, Bu!" Jawab Hana turun dari tempat tidurnya untuk membereskan pecahan kaca serta mengambil foto sang suami, ia sempat melirik ke arah jam yang menunjukan pukul setengah sebelas malam yang artinya seharusnya sudah dari satu setengah jam yang lalu suaminya sampai di mansion.
"Perasaan aku enggak enak Bu!" Keluh Hana dengan wajah dipenuhi kekhawatiran, ia pun lantas mengambil ponselnya biasanya sang suami akan menelfon atau paling tidak ia mengiriminya pesan jika sudah sampai.
"Gak ada pesan atau telfon dari Kak Abi Bu, apa Kak Abi belum sampe ya?" Hana semakin terlihat khawatir.
"Mungkin belum sampai kali Sayang atau bisa jadi langsung tidur, kecapekan" Sahut Irma mencoba menenangkan.
"Aku coba telfon aja deh Bu, harusnya dari satu setengah jam yang lalu Kak Abi udah sampe!" Ucap Hana sambil mendial nomor suaminya.
"Makanya punya suami tidurnya di kamar, jangan malah tidur sama Ibu terus jadi bingung kan suaminya udah pulang kerja apa belum?" Goda Irma yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Hana.
"Assalamualaikum!" Sapa Hana ketika sambungan telfonnya terhubung.
"Wa'alaikumsalam Hana!" Hana mengernyitkan dahinya ketika mendengar suara yang membalas salamnya bukanlah suara suaminya.
"Kak Daniel?" Terka Hana.
"Iya!" Jawab Daniel singkat.
"Kok hape Kak Abi sama Kakak? Kak Abinya mana?" Tanya Hana.
"Sebentar ya Hana, nanti aku telfon balik!" Ucap Daniel yang langsung memutus sambungan telfon.
__ADS_1
FLASHBACK ON
Saat kecelakaan menimpa Abi, kebetulan Daniel hendak kembali ke kantor untuk mengambil berkas yang tertinggal.
Dan ketika melewati tempat terjadinya kecelakaan, Daniel kenal betul mobil yang dikendarai sahabatnya. Saat itu belum banyak orang yang mengerubungi mobil Abi, jadi Daniel tahu jika mobil yang kecelakaan tersebut adalah milik sahabatnya.
Tanpa fikir panjang, Daniel langsung menepikan mobilnya dan menghampiri mobil sahabatnya yang sudah dikerumuni beberapa orang yang hendak menolong sahabatnya tersebut.
Cukup lama orang-orang termasuk Daniel mencoba mengeluarkan Abi dari dalam mobilnya, bahkan sebuah mobil ambulance pun telah tiba dan para petugasnya turut membantu mengeluarkan Abi dari dalam mobil yang sebelah kiri sudah ringsek.
Setelah berhasil dikeluarkan, Abi langsung dibopong dan direbahkan di atas brankar. Dia juga sempat sadar dan menatap Daniel.
"Jangan kasih tau Hana, gue enggak mau dia khawatir!" Pinta Abi sebelum kembali tak sadarkan diri.
FLASHBACK OFF
"Bi,,!" Sapa Daniel ketika memasuki ruang perawatan sahabatnya.
"Apa kata Dokter?" Tanya Abi dengan suara lemah.
"Enggak ada luka yang serius, cuma memar sama shock aja!" Jawab Daniel.
"Padahal mobil lo rusak parah, tapi untungnya lo enggak apa-apa!" Ucap Daniel tak kalah lega dan penuh syukur.
"Iya Alhamdulillah!".
"Hmm, Hana telfon Bi" Ucap Daniel memberitahukan.
"Terus lo bilang apa?" Tanya Abi dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Belum bilang apa-apa, gue cuma bilang ntar gue telfon dia lagi. Keluarga lo juga belum ada yang gue kabarin kalo lo kecelakaan!" Jawab Daniel.
Saat mereka berbincang, kembali dering ponsel Abi berbunyi.
"Hana telpon lagi, lo aja yang angkat!" Daniel langsung menyerahkan ponsel tersebut pada si pemilik.
__ADS_1
"Assalamualaikum Sayang..!" Sapa Abi sedikit tergagap.
"Wa'alaikumsalam, Kak Abi dimana?" Abi bisa merasakan kekhawatiran istrinya saat ini.
"Aku, aku lagi di apartemennya Daniel. Aku mutusin buat nginep di apartemen dia aja malem ini. Aku capek banget, gak sanggup balik ke mansion!" Jawab Abi berbohong.
"BOHONGG!! Kak Abi kecelakaan kan? Aku sama yang lain lagi pada nonton berita Kakak di tivi!" Salak Hana terisak.
"I,, iyaa maaf. Tapi aku gak kenapa-kenapa kok, cuma luka-luka dikit aja!".
"Bohong lagi kan? Mobil kamu ringsek parah gitu kok?" Cecar Hana.
"Kalo kondisi aku parah, aku enggak mungkin bisa ngobrol sama kamu sekarang Sayang" Sahut Abi.
"Mampus gue!" Tapi bukannya membalas ucapan suaminya, Hana justru mengalihkan panggilan telfonnya ke panggilan video, membuat Abi panik seketika.
"Kenapa?" Tanya Daniel penasaran.
Abi langsung menunjukkan ponselnya pada Daniel, membuat Daniel terkekeh melihat wajah panik sahabatnya.
"Angkatlah, bukannya lo pengen video call an sama Hana?!" Perintah Daniel menantang.
"Pengen, tapi enggak pas muka gue bonyok gini kali!" Salak Abi kesal.
"Istri lo tuh ya kalo udah penasaran, sampe belum bener-bener nuntasin penasarannya gak bakal pernah berhenti ngorek-ngorek!" Cibir Daniel terbahak-bahak.
Dengan berat hati, Abi pun mengangkat panggilan video istrinya.
"Kamu enggak bakal panik kita tatap muka?" Tanya Abi langsung ketika panggilan video mereka terhubung.
"Muka Kakak parah gitu, sakit pasti ya?" Hana meringis saat melihat wajah penuh luka suaminya.
"Sempet kena benturan, makanya agak parah!" Sahut Abi berusaha tersenyum.
"But over all i'm fine, don't worried!" Ucap Abi lagi berusaha menenangkan istrinya yang mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Aku tadinya enggak berani lihat berita Kakak, keinget kecelakaanku dulu. Tapi aku penasaran, separah apa kondisi mobil Kakak, jadi aku bisa memperkirakan kondisi Kakak. Aku fikir Kakak bakal terluka parah, tapi sekarang aku lega kondisi Kakak gak separah yang aku kira!" Sahut Hana tanpa bisa menutupi rasa leganya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=