
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
Hana dibuat kesal karena semakin hari, Abi semakin sibuk dengan pekerjaannya. Meskipun Abi masih memenuhi keinginan ngidam sang istri, tetapi memang waktu diantara mereka tak banyak.
Hingga fikiran buruk pun terlintas di otak Hana, apakah mungkin sang sudah tak tertarik lagi dengan dirinya yang kini memiliki tubuh tak sebagus sebelum hamil.
Terlebih mengingat pekerjaan sang suami yang dikelilingi wanita-wanita cantik dan bertubuh sexy membuat Hana semakin berburuk sangka saja dengan sang suami.
Hana juga teringat jika sudah cukup sering sang suami tak menjamah dirinya makin jelek saja fikiran Ibu hamil yang terlihat semakin cantik itu.
"Pasti Kak Abi ada udah enggak tertarik lagi sama aku, lihat aja sekarang aku bulet gini! Pasti Kak Abi sumpek ngeliatin aku!" keluh Hana di depan cermin memutar-mutar tubuhnya.
"Atau jangan-jangan Kak Abi tertarik sama salah satu artis atau model di salah satu rumah produksinya!" lirih Hana lagi terdengar begitu sedih.
Segala pikiran buruk yang berputar di otaknya, membuat Hana akhirnya memutuskan untuk mengunjungi suaminya di kantor.
***
Sesampainya di kantor suaminya, Hana melihat meja tempat Irene bekerja kosong hingga ia pun memutuskan untuk langsung masuk ke dalam ruangan suaminya.
"Assalamualaikum Kak!" sapa Hana ketika sudah berada di dalam ruangan sang suami.
Benar saja Hana langsung disajikan tumpukan file di atas meja sang suami, dengan sosok yang begitu sibuk memainkan tuts laptopnya.
Mendengar sapaan salam dari suara sang istri, Abi langsung menghentikan kegiatannya dan membalas salam sang istri dengan tersenyum lebar.
"Wa'alayikumsalam Sayang, tumben dateng enggak ngabarin dulu. Sini masuk!".
"Sibuk banget ya kayaknya?" tanya Hana yang sudah mendudukan dirinnya di kursi seberang singgasana sang suami.
__ADS_1
"Ya seperti yang kamu lihat nih. Tumben ke sini enggak bilang-bilang?" tanya Abi yang menghampiri istrinya kemudian memberi ciuman sekilas pada bibir merah muda istrinya.
"Aku kangen sama Kakak, udah beberapa hari terakhir ini Kakak sibuk terus!" jawab Hana mendengus kesal.
"Maaf ya Sayang, aku beneran sibuk banget akhir-akhir ini!" Abi tahu betul mood istrinya saat ini tengah tak baik.
"Bukan karena Kakak bosen sama aku?" sindir Hana membuat Abi mengernyitkan dahinya bingung dengan ucapan sang istri.
"Aku sekarang udah enggak enak dipandang ya kan Kak?" lanjut Hana lagi kali ini dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Enggak enak dipandang gimana? Kamu cantik kok, cantik banget malah!" Abi benar-benar dibuat bingung dengan apa yang sebenarnya ada di dalam fikiran sang istri.
"Iya aku tau, aku cantik. Makin cantik malahan semenjak hamil, semua orang juga bilang begitu. Tapi lihat nih body aku sekarang!" Hana langsung berdiri dan memutar-mutar tubuhnya di hadapan sang suami.
"Kenapa emang sama body kamu?" tanya Abi heran menelisik penampilan keseluruhan sang istri.
Hana yang mendengar pertanyaan sang suami justru dibuat berdecih kesal, "Kamu pura-pura enggak tau apa beneran enggak tau sih hah?" sembur Hana, sedang Abi hanya terdiam sambil terus menatap bingung istrinya.
"Lihat nih baik-baik, badan aku tuh makin bulet. Makin gembul, pasti kamu sekarang udah jengah kan ngeliat aku?" tuduh Hana menatap tajam suaminya.
"Iya emang wajar, tapi kamu jadi males sama aku!" sembur Hana penuh kekesalan.
"Males gimana?" tanya Abi makin bingung dengan isi kepala istrinya.
"Siapa sih yang betah ngelihat perempuan yang badannya kayak aku gini? Apalagi kamu setiap hari disuguhin perempuan yang cantik dan sexy-sexy!" cibir Hana.
"Betah-betah aja, malah makin betah ngelihat kamu makin semok gini!" goda Abi menarik Hana ke dalam pelukannya, tapi langsung ditolak Hana mentah-mentah dan memilih menghindar.
"Bohong amat sih? Bilang betah, tapi enggak pernah nyentuh aku! Coba deh kamu inget-inget terakhir kamu nyentuh aku kapan? Udah gitu sebentar banget lagi!" salak Hana kesal, bersamaan dengan masuknya Irene dan Daniel ke dalam ruangannya dengan mimik menahan tawa karena mendengar ucapan istri atasannya mereka yang tengah mengomel.
Belum sempat Abi meminta Hana berhenti mengomel, Hana lagi-lagi mengeluarkan uneg-uneg nya tanpa menyadari kehadiran Irene dan Daniel, karena posisi Hana memang membelakangi pintu masuk.
"Dulu-dulu kamu setiap minta jatah dari aku pasti selalu nambah, enggak pernah seronde doang. 'Once again please', 'sekali lagi ya', 'aku masih pengen'!" ucapan Hana berpura-pura menirukan suara suaminya, sontak Irene dan Daniel semakin menahan tawa mereka mendengar perkataan Hana.
__ADS_1
Melihat Irene dan Daniel begitu menikmati perdebatan antara dirinya dan Hana, membuat Abi langsung memasang wajah galaknya dan menatap nyalang pada mereka berdua.
"KELUAARRR!!" teriak Abi pada keduanya justru membuat Hana menjadi semakin marah.
"Kamu teriakin aku, ngusir aku?" gertak Hana memelotot pada sang suami.
Melihat akan ada perdebatan sengit, Irene langsung mendorong tubuh Daniel keluar ruangan Abi.
"Keluar Niel, keluar!" perintah Irene masih menahan tawanya, begitu pula Daniel.
Sesampainya mereka di meja kerja Irene, tawa menggelegar pun langsung terdengar dari mulut mereka tanpa mereka bisa tahan-tahan lagi.
Sedang di ruangan Abi, Abi semakin dibuat frustasi atas kesalahan fahaman yang terjadi antara dirinya dan sang istri.
"Bukan kamu Sayang yang aku suruh keluar, tapi Irene sama Daniel!" ucap Abi mencobar meredam kemarahan sang istri.
"Alasan! Mana Kak Daniel sama Kak Irene? Enggak ada tuh!" cibir Hana kesal.
"Tadi sayang, mereka ada di sini lagi nguping in obrolan kita!" sahut Abi cepat-cepat, akan tetapi istrinya sepertinya enggan percaya apa yang dikatakan oleh Abi.
"Mana? Kak Abi banyak berubah tau enggak, selama aku hamil, makin ke sini tuh Kak Abi makin cuek sama aku. Sering lembur, sampe pulang aja aku enggak pernah tau, hari libur pun Kakak masih aja ambil kerja!" Hana mulai terisak.
"Kakak pernah mikir enggak sih kalo aku butuh Kakak, pengen ngabisin banyak waktu sama Kakak. Aku gak mau punya suami yang gila kerja tapi cuek ke anak istrinya!" protes Hana di sela isakannya.
"Maafin aku ya Sayang, aku enggak bermaksud bikin kamu mikir kayak gitu. Aku cuma pengen pas kamu lahiran nanti, aku bisa nemenin kamu tanpa kepikiran sama kerjaan yang aku tinggalin. Kamu ngerti kan tangung jawab aku besar di sini!" sahut Abi menjelaskan.
"Iya aku ngerti, tapi kalo cara kamu begini mah sama aja malah bikin aku sedih! Anak-anak tuh kangen Ayahnya, pengen ngumpul!" rengek Hana yang langsung ditangkap salah oleh otak Abi.
"Ya udah kita check in di hotel seberang kantor ya!" ajak Abi dengan tatapan menggoda.
"Kok check in sih?" tanya Hana bingung.
"Lah tadi kamu bilang, anak-anak mau kita ngumpul. Maksud kamu anak-anak minta aku tengokin kan?".
__ADS_1
"Idihh, bukan itu maksudnya!" cibir Hana, Hana pun langsung menatap sebal ke arah suaminya, "aku tuh pengen kita ngabisin waktu sama-sama, kamu jangan sibuk kerja terus, perhatiin aku dan calon anak-anak kamu lah!".
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=