
Sejak menerima kiriman foto suaminya menggandeng mesra tubuh Raya, Hana bergegas untuk menuju ke apartemen Raya yang sebelumnya telah diberikan alamatnya oleh Raya sendiri.
Perasaannya benar-benar tak enak, jantungnya terus saja berdegup dengan kencang. Ia tahu ada sesuatu yang buruk tengah terjadi, bahkan saat di mobil ia tak berhenti-berhentinya merapalkan doa untuk mengikis firasat buruknya.
Sesampainya di basement apartemen mantan kekasihnya, jantung Hana seakan ingin keluar dari tempatnya saat mendapati mobil sang suami tengah terparkir di sana.
"Ya Allah semoga dugaanku salah, semoga firasat aku salah!" Lirih Hana penuh harap dengan mata berkaca-kaca.
Ia pun bergegas menuju ke lantai unit apartemen Raya, jantungnya benar-benar dibuat berkejaran. Doa-doa tak hentinya ia panjatkan, harapan agar fikiran buruknya salah besar ia terus teguhkan di dalam hatinya.
Hingga saat ia tiba di depan pintu unit apartemen Raya, Hana terus menerus mengambil nafas dalam untuk menetralkan ketakutannya dan entah mengapa air matanya langsung luruh meski belum mengetahui ada apa gerangan di dalam sana.
Sambil terus mengumpulkan kekuatan dan dzikir yang tak berhenti dari mulutnya untuk menetralkan ketakutannya, Hana menekan kode akses apartemen Raya dan membuka pintu tersebut.
Ia melangkahkan kakinya semakin dalam, apartemen mewah berlantai satu tersebut terlihat begitu nyaman untuk ditinggali tapi tidak untuk Hana yang kini tubuhnya bergetar hebat saat ia telah berada dekat dengan sebuah pintu yang tak tertutup rapat.
Ia mendengar suara desah*an milik seorang wanita dan seorang pria yang saling bersahutan dan ia mengenali betul suara pria tersebut adalah suara suaminya.
"Gak mungkin, gak mungkin itu Kak Abi. Kak Abi gak mungkin nyakitin aku dengan cara begini!" Hana berusaha menguatkan dirinya sendiri meskipun semakin ia mendekat, semakin jelas suara yang ditangkap indera pendengarannya adalah milik suaminya.
Dengan sisa keberanian serta kekuatan yang dimiliki, Hana pun mendorong pintu kamar tersebut agar semakin terbuka lebar.
Dan saat kakinya melangkah ke dalam, ribuan bahkan jutaan belati seakan menerjang tubuhnya bersamaan ketika ia menyaksiakan sendiri sang suami yang tengah bercinta dengan mantan kekasihnya dengan sangat brutal dan menjijikan.
Hana hanya mampu terpaku sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya menyaksikan persetub*han antara suaminya dan Raya, hatinya hancur sehancur-hancurnya, tak pernah menyangka jika ia harus mengalami kesakitan yang teramat sangat seperti saat ini.
"Aahh.. Han..nnnaaaa !" Desah Abi menyebutkan nama sang istri ketika ia telah sampai ke pelepasannya, membuat perasaan Hana semakin hancur, Abi tak menyadari kehadiran istrinya, ia masih tetap mengungkung tubuh mantan kekasihnya dengan wajah tertunduk dan air mata yang mengucur deras mengingat pengkhiatannya saat ini.
"KALIAN JAHAT, KALIAN MENJIJIKAN. AKU BENCI KALIAN, AKU BENCI KAKAK..!" Teriak Hana histeris setelah mengatasi keterkejutannya.
__ADS_1
Jantung Abi seakan ingin berhenti saat itu juga mendengar teriakan istrinya, ia pun langsung menoleh ke belakang dan mendapati istrinya yang tengah berdiri dengan tubuh bergetar hebat serta tangis yang teramat pilu.
"Hana, sayang..!" Ucap Abi dengan suara tercekat, ia pun langsung bangkit dari atas tubuh mantan kekasihnya yang baru saja ia nikmati.
"AKU BENCI KAKAK, AKU BENCI..!" Teriak Hana memundurkan langkahnya ketika Abi ingin mendekatinya dengan masih dalam keadaan telanjang.
"KAKAK MENJIJIKAN!" Teriak Hana kemudian berbalik berlari meninggalkan kamar terkutuk tersebut.
Hana terus berlari dengan tangis yang teramat pilu, beberapa kali bahkan ia sempat terjatuh karena tubuhnya yang seakan begitu ringan dan melayang. Hana mulai kebingungan, mentalnya mulai ambruk.
Hana terus melangkahkan kakinya, bahkan ia langsung menerobos pintu lift yang akan menutup mengakibatkan bahunya menabrak keras pintu lift tersebut.
"Nona kamu gak apa-apa?" Tanya seorang laki-laki khawatir saat ia berjongkok sambil memegang bahunya. Lelaki tersebut terlihat sangat mengkhawatirkan Hana, bagaimana tidak dengan kondisi berantakan dan sangat kacau Hana terus menerus menangis dengan isakan yang terdengar sangat menyayat hati.
Bahkan wanita yang menemani lelaki tersebut ikut berjongkok kemudian menarik tubuh Hana ke dalam pelukannya.
"Udah puas kan lo hah? Lo udah berhasil bikin hancur gue sama Hana, tapi inget Ray gue gak bakal diem. Gue akan jauh lebih menghancurkan lo, lihat aja nanti!" Ancam Abi dengan mata menyalang.
Bahkan saat ini sebenarnya Abi ingin menghabisi Raya, namun ia lebih memilih untuk mengejar istrinya terlebih dahulu.
Bukan tak takut dengan ancaman mantan kekasihnya tersebut, namun saat ini kepuasannya karena telah berhasil membalaskan dendamnya pada Abi dan Hana membuat Raya begitu senang hingga tak mengindahkan ancaman dari sang mantan kekasih.
"Kamu masih bahkan jauh lebih hebat sekarang sayang, aku benar-benar puas bercinta dengan kamu. Jika memang pernikahan kamu tak terselamatkan, kamu masih bisa dateng ke aku dan dengan senang hati aku akan menerima kamu lagi!" Ucapan Raya tak ayal langsung membuat darah Abi semakin mendidih, ia pun langsung mendekati Raya kemudian menampar sekeras mungkin wajah Raya.
"Gue akan berjuang menyelamatkan pernikahan gue dan buat lo, lo tunggu aja pembalasan dari gue Ray!" Abi terus mengancam sambil mencekik leher Raya.
Meski belum puas menyakiti Raya, Abi memilih untuk pergi mengejar istrinya. Ia berlari menyusuri lorong-lorong apartemen berharap masih bisa mengejar sang istri.
Namun sayang Abi tak menemukan sosok istrinya, ia kemudian berlari menuju lift yang langsung menuju ke parkiran, berbeda dengan Hana yang menggunakan lift yang langsung menuju lobby utama. Dalam keadaan shock dan hancur Hana lupa jika ia datang bersama supirnya.
__ADS_1
Hana terus melangkahkan kakinya keluar dari tempat yang membuatnya sesak, dengan tangisan yang tak sama sekali berhenti hingga menyita perhatian orang-orang yang dilaluinya, Hana terus berjalan cepat tanpa memperdulikan tatapan penuh tanda tanya orang-orang yang dilewatinya.
Hana terus berjalan tak tentu arah, difikirannya hanyalah ia ingin segera menjauh dari tempat terkutuk itu, berlari dan sembunyi dari sang suami. Ia benar-benar tak ingin melihat suaminya lagi.
"Sial, kayaknya gue terlambat!" Geram Daniel dari dalam mobil ketika melihat sosok Hana yang tengah berjalan tek tentu arah dengan keadaan paling kacau dan menyedihkan.
FLASHBACK ON
Abi yang merasa tak nyaman berada di satu tempat bersama Raya sempat menghubungi Daniel agar datang menemui dan menemaninya, namun karena ada hal yang harus dikerjakan Daniel meminta waktu beberapa saat untuk ke pesta tersebut.
Rencananya setelah Daniel datang, ia dan Abi akan langsung bersama-sama keluar dari pesta tersebut dan bersama-sama pergi ke pesta ulang tahun istri sahabatnya tersebut.
Namun sayang, sebelum Daniel datang, Abi sudah terlebih dahulu pergi karena mendapat telfon dari Hana yang meminta Abi untuk segera pulang.
Saat Daniel hendak menanyakan keberadaan sahabatnya, tak sengaja ia mendengar Arthur sang boss besar tengah berbicara dengan beberapa orangnya dengan perasaan puas karena telah berhasil menjebak sang superstar yang mungkin kini tengah bercinta dengan Raya dan disaksikan oleh Hana di apartemen Raya.
Daniel juga sempat mendengar jika Arthur sakit hati karena Abi menolak untuk terus bekerja sama dengan dirinya, ia juga ingin melampiaskan kekesalannya karena telah merebut Raya dari dirinya dulu.
Daniel sempat menghadiahi pukulan telak pada wajah Arthur sebelum ia pergi mencari sang sahabat dan sangat berharap semuanya belum terlambat.
FLASHBACK OFF
Namun semuanya sepertinya telah terlambat ketika tanpa sengaja Daniel melihat sosok Hana yang teramat sangat menyedihkan tengah berjalan cepat tak tentu arah.
Dan saat ia hendak turun menghampiri istri sahabatnya tersebut sebuah mobil hampir saja menabrak tubuh kecil Hana. Beruntung mobil tersebut berhenti sebelum menabrak tubuh Hana.
Daniel yang syok sempat terdiam beberapa saat dengan mata yang terpejam dan ketika membuka matanya seseorang yang cukup familiar tengah memeluk tubuh Hana dan menggiring tubuh mungil tersebut memasuki mobil yang tadi hampir menabrak Hana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1