My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Rencana Kuliah


__ADS_3

"Ka Daniel, ngapain di sini?" Tanya Hana ketus setibanya mereka di apartemen sedikit membuat Daniel mengerutkan dahinya.


"Mau ngomongin kerjaan sama suami kamu?" Jawab Daniel terlihat bingung dengan sikap Hana yang tiba-tiba menjadi ketus.


Mendengar jawaban Hana membuat suasana hatinya semakin kacau, ia kemudian menghentak-hentakkan kakinya sambil menatap tajam ke arah suaminya kemudian meninggalkan kedua lelaki yang menurutnya sangat menyebalkan saat ini menuju kamarnya.


Dan lagi, Hana membanting pintu kamarnya dengan kencang membuat kedua pria itu terlonjak kaget.


"Kenapa sih Nyonya?" Tanya Daniel pada Abi bingung.


"Ngambek dia gue mau tinggal ke luar kota lagi!" Jawab Abi dengan cengiran khasnya.


"Horor juga marahnya!" Sindir Daniel membuat mereka berdua tergelak.


"Udah ah, lanjut di ruang kantor aja yuk. Tapi bentar gue naro box-box punya nyonya di kulkas dulu, lo duluan aja ke ruang kantor!" Perintah Abi yang langsung diangguki oleh Daniel.


Sedang di dalam kamar, dengan suasana hati yang kesal Hana tetap membuka buku pelajarannya, mempelajari materi ujian untuk esok hari.


Hana yang memang sangat senang belajar mulai larut dalam keasyikannya mengerjakan soal-soal yang mungkin esok akan keluar hingga melupakan kekesalannya pada sang suami.


Hingga saat adzan maghrib Hana menghentikan, ditunggunya sang suami beberapa saat tapi tak kunjung datang juga. Ia pun memutuskan untuk melaksanakan sholat maghrib seorang diri.


Selesai melaksanakan sholat, Hana yang sudah lelah belajar memutuskan untuk menonton tv sambil bermain ponsel, berselancar di dunia mayanya atau sekedar berbalas pesan di grup yang terdiri dari dia, Hanum, Nara dan Juna.


Saat selesai Adzan Isya pun, Hana menunggu sebentar berharap suaminya akan naik dan melaksanakan sholat bersamanya, tapi ternyata yang ditunggu tak kunjung datang.


"Sebanyak apa sih kerjaan yang dibahas, sampe gak sholat, gak nengokin aku!" Gerutu Hana kesal. Hana kemudian memutuskan untuk melaksanakan sholat seorang diri.


"Ya Allah, kaget aku!" Hana terkejut saat baru menyelesaikan doanya ia mendapati Abi duduk di ranjang sedang menatapnya.


"Udah sholatnya, kan? Makan yuk!" Ajak Abi saat menerima uluran tangan Hana yang ingin mencium punggung tangannya.


"Kaka gak sholat?" Tanya Hana sambil melipat mukenahnya.


"Udah tadi di kamar bawah!" Abi menarik tubuh istrinya, memeluknya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Masih marah, hm? Sayang dengerin aku, aku bukannya gak kangen sama kamu, gak mau ngabisin waktu lebih lama sama kamu. Tapi aku harus profesional, kamu harus ngerti begini lah profesi aku yang gak setiap hari bisa terus sama kamu biar pun sebenernya aku pengen banget!" Abi mencoba memberi pengertian pada Hana dengan hati-hati.


"Maafin Hana Ka..!" Ucap Hana penuh sesal dengan sikapnya tadi.


"Gak apa-apa, aku ngerti kok!" Sahut Abi yang terus mengelus rambut panjang Hana.


"Kaka kapan kerja di kantor Papa aja, aku pengen Kaka kayak Papa, kerja pagi pulang sore atau malem. Jarang pergi ke luar kota. Bisa kumpul tiap akhir minggu!" Pinta Hana lirih masih di dalam pelukan suaminya.


"Kamu mau begitu?" Abi begitu tersentuh dengan permintaan istrinya.


"Iya..!" Jawab Hana singkat.


"Kasih aku waktu setahun yaa, tadi juga aku udah omongin sama Daniel. Dalam setahun Insya Allah kontrak kerjaku yang udah aku tanda tangani udah selesai. Mulai sekarang aku udah gak ambil job apa-apa lagi, kalo nanti aku ada waktu secepatnya aku ngomong sama Papa sama Kakek buat ngajarin aku sedikit-sedikit kerjaan kantor!" Ucap Abi membuat Hana mendongakan kepalanya untuk menatap suaminya.


"Beneran Ka? Kamu serius?" Tanya Hana dengan tatapan berbinar.


"Iya, sekarang turun yuk kita makan malem. Kasihan Daniel nungguin di bawah, udah kelaperan dia!" Ajak Abi menggandeng tangan Hana.


***


Mereka pun langsung asyik menikmati makan malam mereka dengan obrolan dan candaan.


"Kamu sakit Han, kok pucet?" Tanya Daniel saat memperhatikan ke arah wajah Hana yang memang agak pucat.


"Enggak, cuma kecapekan aja" Jawab Hana jujur karena memang tubuhnya sangat lelah semenjak kedatangan suaminya.


"Tanya aja pelakunya!" Tunjuk Hana pada Abi yang saat ini sedang terkekeh mendengar jawaban istrinya.


"Kasihan amat bini ujian, digempur terus lo Bi!" Sindir Daniel membuat Abi tertawa.


Selesai makan malam Hana dan Abi memutuskan mengobrol di kamar mereka setelah Daniel berpamitan untuk pulang.


Abi yang juga melihat wajah pucat istrinya memutuskan untuk tak menggaulinya, meskipun ia sangat berhasrat setiap berdekatan dengan Hana.


Sambil terus mendekap tubuh mungil istrinya, Abi terus mendengar celoteh istrinya yang menceritakan masa kecilnya, makanan favorit sampai dengan persahabatannya dengan Hanum, semua Hana ceritakan kecuali kecelakaan yang pernah menimpanya, Hana seakan enggan untuk kembali mengingat kenangan menyakitkan masa kecilnya itu.

__ADS_1


"Setelah lulus kamu mau kuliah?" Tanya Abi yang penasaran dengan rencana istrinya apa setelah lulus nanti.


"Belum tau Ka, mungkin!" Jawab Hana yang selama di dekapan suaminya selalu menghirup aroma tubuh suaminya membuat Abi sedikit aneh, tapi juga lucu.


"Kenapa gak yakin gitu?" Abi heran, menurutnya Hana termasuk cerdas dan pasti ia punya cita-cita atau bermimpi untuk melanjutkan jenjang pendidikannya yang lebih tinggi.


"Aku masih belum tau mau kuliah ambil jurusan apa!" Jawab Hana.


"Kamu gak punya keinginan jadi apa gitu atau kamu gak punya cita-cita yang kamu pengen wujudkan?" Abi sungguh heran dengan kebingungan istrinya.


"Enggak, dulu tuh Ka sebelum aku kayak sekarang aku cuma pengen lulus dengan nilai yang bagus terus cari kerja buat bantu Ibu. Kuliah sama sekali gak ada dalam rencana aku, meskipun aku bisa aja dapat beasiswa tapi hal pertama yang aku pengen cuma kerja buat bantu Ibu. Nantinya kalo aku dapat kerjaan yang bagus baru rencananya aku kuliah ambil kelas karyawan, aku gak mau bebani Ibu lagi sama urusan pendidikan aku!" Jawab Hana yang kini telah duduk menghadap suaminya.


"Kamu gak punya cita-cita masa kecil?" Tanya Abi lagi.


"Waktu kecil ya, emh.. waktu Ayah masih ada sih aku pengen banget jadi desainer interior kayak Ayah. Suka sama karya-karya Ayah, apalagi semangat Ayah yang kuliah sambil kerja, kayaknya Ayah itu inspirasi aku banget. Cuma pas Ayah gak ada, gak tau kenapa aku juga gak minat lagi sama cita-cita aku. Apalagi pas ngeliat Ibu sendirian banting tulang, aku cuma pengen lulus dan kerja!" Jawab Hana dengan tatapan sendu.


"Sekarang kamu udah ada aku, hidup kamu udah jauh lebih baik juga kenapa kamu gak coba raih cita-cita kamu lagi?" Abi kembali menarik tubuh istrinya ke dalam dekapannya.


"Terus kerjaan aku yang sekarang? Capek lho ternyata selama ini kerja sambil sekolah, kepala aku juga sering pusing buat mikir terus, ngafalin dialog terus!" Jawab Hana jujur membuat Abi terkekeh lucu.


"Ya gak usah syuting-syuting lagi lah, fokus aja kuliah sama jadi istri yang baik!" Ucap Abi.


"Hmmm.. boleh juga tawarannya, nanti coba aku fikirin deh!" Sahut Hana kembali menghirup aroma tubuh suaminya dengan rakus.


Entah mengapa semenjak kedatangan Abi, Hana begitu candu terhadap aroma tubuh suaminya. Ia seakan menemukan kedamaian dan kenyamanan di sana. Sedang Abi meski merasa aneh dengan tingkah istrinya, ia membiarkan saja kelakuan istrinya itu.


"Tidur yuk udah malem, besok kamu ngantuk lagi pas unjian!" Ajak Abi yang langsung memposisikan tubuh Hana dan tubuhnya berbaring.


"Kaka berangkat jam berapa besok?" Tanya Hana.


"Sore kayaknya, besok aku masih bisa anter jemput kamu sebelum berangkat!" Jawab Abi dengan suara yang mulai melemah.


"Pulang sekolah jalan-jalan sebentar ya!" Ajak Hana yang diangguki oleh Abi.


"Ya udah sekarang tidur ya!" Abi mulai memejamkan matanya, melihat suaminya sudah akan terlelap Hana mencium sekilah bibir Abi kemudian langsung menelusupkan wajahnya ke dalam dada bidang suaminya, sedang Abi yang tak mau terpancing gairah hanya mencium puncak kepala sang istri.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2