
Selesai ganti baju, makan dan sholat Dzuhur. Hana dan Hanum menghampiri Ibu Irma untuk membantunya.
Mereka sangat bersemangat.
"Kita bantu apa nih Bu?", tanya Hana.
"Kamu potong dadu wortel sama kentangnya ya, tadi Ibu udah kupas kulitnya. Ini buat isian pastel besok".
"Kalo Hanum ngapain Bu?", tanya Hanum.
"Kamu kupasin bawang merah sama bawang putih ya Num, biar besok pas masak gampang gak perlu repot ngupas-ngupas lagi".
"Ahh, Hanum gak mau ahh Bu ngupasin bawang, perih, bau", ucap Hanum sambil memasang wajah ngeri yang menggemaskan.
"Jangan bilang Lo mau tuker kerjaan?", sahut Hana melotot. Hanum pun tersenyum lebar sambil mengatupkan kedua tangannya dan memasang wajah memelas, "pleaseeeee...."
"Iihh rese deh Lo Num", ucap Hana dengan mimik sebal. Hanum hanya tertawa cekikikan melihat wajah sahabatnya yang menurutnya sangat lah lucu.
Meskipun sebal, tapi Hana tetap mau bertukar pekerjaan dengan Hanum.
__ADS_1
Suasana dapur sangat ramai saat ini, terdengar obrolan, candaan, celotehan dari mereka bertiga.
Malam hari Hana dan Hanum sudah berada di kamar Hana. Setiap menginap Hanum memang selalu tidur di kamar Hana karena memang di rumah itu hanya terdapat dua kamar saja.
Meski tidak seluas dan senyaman kamarnya, Hanum merasa senang sekali setiap menginap di rumah Hana, tidur bersama dengan sahabatnya serasa obat untuk hatinya yang sepi.
"Makin banyak aja poster si Abi, sampe ke langit-langit kamar Lo pasangin juga", ucap Hanum setelah merebahkan tubuhnya.
"Iya, biar tiap bangun subuh mood gw langsung enak. Beda kalo gw pasang foto Lo, mood gw pasti langsung berantakan", goda Hana yang langsung mendapatkan toyoran di kepalanya oleh Hanum.
"Jahat banget mulut Lo, balajar dari siapa sih hah?", kesal Hanum.
"Dari Lo lah, selama ini gw meng-copy kelakuan sombong bin belagu Lo tau", sahut Hana makin menggoda sahabatnya itu.
Hanum pun segera menutup tubuhnya dengan selimut nya juga, menyusul Hana untuk bermimpi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di tempat lain Abi yang tengah asik memainkan ponselnya di kamar, terkejut dengan kedatangan Soraya yang tidak mengabari sebelumnya.
__ADS_1
"Selamat malam pacar aku yang lagi ngambek", ucapnya kemudian menghampiri Abi yang duduk di ranjang besar nya.
"Kamu tumben ke sini gak ngabarin? Gak ada kerjaan lagi emang bisa sempet ke sini?", tanya Abi masih dengan mode ngambeknya.
"Kerjaan sih banyak yank, tapi gimana ya aku tuh gak tenang kerjanya habis pacar aku seharian ini ngambek terus", sindir Soraya dengan suara yang dibuat manja. Kemudian menciumi wajah Abi berkali-kali.
Mendapat perlakuan dari sang pacar, Abi pun kemudian mencium bibir Raya, awal hanya kecupan-kecupan ringan, makin lama menjadi ciuman yang penuh gairah. Ya Abi menuntut lebih.
Setelah puas menciumi bibir kekasihnya, Abi mengarahkan bibirnya ke leher jenjang kekasihnya, saat akan membuat tanda kepemilikan cepat-cepat Soraya menahan Abi agar berhenti melakukannya.
"Besok aku ada pemotretan, jangan dibikin merah".
Abi mengangguk mengerti.
Dia kemudian berbisik ke telinga Raya, "aku mau kamu".
Soraya mengangguk pasrah dengan keinginan Abi. Dia tau hanya dengan cara ini kekasihnya tersebut akan kembali luluh.
Perlahan tapi pasti kedua insan tersebut sudah asik dalam kegiatan untuk merengkuh kenikmatan malam itu, des*ahan mereka berdua begitu kencang terdengar dan hanya mereka yang mampu menikmati suara-suara itu, karena memang apartemen Abi pun kamarnya kedap suara.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, comment dan votenya ya, terima kasih untuk terus membaca karya aku. Maaf juga kalo masih belum sempurna tulisan yang aku buat. 🙏🙏😘😘