
Hana terus menatap suaminya disela makan malam di apartement mereka membuat Abi mengernyitkan dahinya bingung.
"Sebulan lagi ulang tahun aku lho, kamu mau kasih apa suamiku sayang?" Tanya Hana penuh harap.
"Ya ampun, masih sebulan lagi aja udah diomongin" jawab Abi terkekeh lucu dengan tingkah istrinya.
"Ya gak apa-apa, kamu kan sekarang udah mulai sibuk banget jadi mending aku berisik dari sekarang takut-takut kamu lupa sama hari ulang tahunku!" Sahut Hana.
"Enggak mungkinlah aku lupa, kamu tenang aja aku udah punya hadiah buat kamu pokoknya tinggal nunggu hari H nya nanti. Sabar!" Ucap Abi yakin.
"Hadiahnya apa?" Tanya Hana penasaran.
"Ada deh pokoknya. Kejutan!" Jawab Abi dengan wajah misterius yang dibuat-buat.
"Aku enggak suka kejutan, bikin gak tenang! Kasih tau aja sih Kak hadiahnya apa?" Rengek Hana mengerucutkan bibirnya.
"Sabarlah! Itu pipi makin hari makin chubby aja, bikin tambah gemes tau gak sih!" Abi benar-benar dibuat gemas dengan perubahan fisik Hana. Terlebih pipi Hana yang mulai berisi dan tak setirus beberapa bulan kemarin.
***** makan Hana pun semakin hari semakin baik, membuat Abi tersenyum puas dengan perubahan Hana yang bukan hanya kejiwaannya tetapi juga secara fisik Hana semakin terlihat membaik dari waktu ke waktu.
"Aku seneng kamu banyak berubah, makasih yaa kamu mau ngejalanin terapi kamu tanpa mengeluh!" Ucap Abi tulus.
"Kakak seneng?" Tanya Hana tersenyum.
"Seneng, ngelihat istri hebatku makin bahagia, makin gemesin, makin montok dan makin nafsuin!" Jawab Abi dengan tatapan genitnya, membuat Hana langsung mendelikan matanya.
"Kak Abi omes banget deh ah, ngerusak suasana aja!" Gerutu Hana yang disambut gelak tawa suaminya.
__ADS_1
***
Sepertinya Hana tak sama sekali menyerah, terbukti saat mereka sudah di atas ranjang mereka Hana masih terus saja merengek agar Abi memberitahukan kado yang akan diberikannya ketika Hana berulang tahun nanti.
Abi benar-benar membuat blunder besar saat mengatakan jika ia telah menyiapkan kado untuk ulang tahun Hana bulan depan, ia benar-benar dibuat pengang dengan rengekan istrinya sekarang.
"Sabar dong sayang, bukan kejutan dong kalo aku kasih tau kamu sekarang hadiahnya apa!" Ucap Abi kesal bercampur gemas.
"Aku gak suka kejutan!" Salak Hana kesal.
"Oke, anggap aja bukan kejutan tapi kan aku mau ngasihnya pas ulang tahun kamu. Kalo sekarang kamu tau hadiah aku apa sekarang berarti itu bukan lagi kado ulang tahun lah!" Protes Abi.
"Ya udah deh, tapi kasih tau aku petunjuk hadiahnya kira-kira apa!" Pinta Hana.
Melihat Hana merajuk dihadapannya, Abi langsung menarik tubuh Hana ke atas pangkuannya kemudian mencium pipi Hana gemas.
"Hadiah yang aku kasih itu sesuai apa yang kamu mau selama ini, pokoknya aku udah siapin hadiah ulang tahun kamu udah lama banget. Jadi kamu sabar sampe hari ulang tahun kamu dateng ya!" Pinta Abi membelai lembut rambut panjang istrinya.
"Ya udah bagus kalo kamu lupa, biar tambah seneng nanti pas nerimanya. Udah malem, mending sekarang kita tidur atau kamu mau aku bikin lembur?" Goda Abi dengan tatapan genitnya.
Mengerti apa yang dimaksud dengan ucapan suaminya, Hana dengan gerak cepat turun dari pangkuan sang suami, ia pun langsung mengambil posisi tidur favoritnya. Membelakangi sang suami sambil memeluk guling.
Abi tertawa gemas melihat tingkah istrinya, ia yang memang tau kebiasaan tidur sang istri tak pernah ambil pusing setiap dibelakangi istrinya.
Dan seperti biasa Abi akan langsung memeluk istrinya dari belakang, menciumi kepala serta pundak istrinya berkali-kali. Dan terakhir meletakan hidungnya di tengkuk sang istri untuk menghirup dalam-dalam aroma vanila dari tubuh sang istri yang selama ini menjadi candunya karena selalu berhasil memberinya ketenangan.
***
__ADS_1
Seminggu menjelang ulang tahun sang istri, Abi benar-benar mempersiapkan kejutan untuk istrinya. Ia yang tak pernah tertarik dengan perayaan-perayaan semacam ini entah mengapa begitu ingin memberikan perayaan ulang tahun yang diharapkan akan berkesan untuk istrinya.
Abi sudah meminta adik-adiknya untuk kembali ke Indonesia, juga Hanum. Beberapa teman dan kenalan dekat pun secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan sang istri telah ia undang untuk menghadiri perayaan ulang tahun istrinya di hari kedua, karena di hari pertama Abi ingin hanya keluarga, saudara dan teman sangat dekat yang merayakan ulang tahun sang istri.
Bagitu pula hadiah yang ingin ia berikan sebuah rumah impian istrinya yang selama ini diminta sang istri hampir selesai dan siap ditempati. Beberapa kali Abi sempatkan waktu untuk mengecek rumah tersebut agar saat pas di hari ulang tahun Hana, rumah itu siap ia persembahkan untuk sang istri.
Sedang Hana sendiri, ia tetap melalui hari-harinya seperti biasa. Tak lagi merengek ingin tahu hadiah yang akan suaminya berikan, bahkan Hana tak pernah tahu persiapan apa saja yang kini dilakukan sang suami di hari ulang tahunnya.
Saat ini di kantor Abi tengah menerima tamu penting, pemilik brand baju olah raga yang ia bintangi dengan Raya yang berniat mengadakan reunian serta perpisahan karena tahun ini tahun terakhir Abi bekerja sama dengan brand tersebut setelah bertahun-tahun menjadi brand ambasadornya.
"Jadi Bi, bagaimana dengan undangan saya ini?" Tanya Arthur sang pemilik yang kemungkinan seusia dengan Rendra, papanya.
"Maaf Pak, tapi ditanggal tersebut istri saya berulang tahun. Saya sudah punya rencana sendiri dengan keluarga saya!" Tolak Abi sopan.
"Baiklah, bagaimana jika esoknya. Ayolah Abimanyu untuk yang terakhir kalinya, terima lah undangan saya sebagai bentuk ucapan terima kasih saya karena selama bertahun-tahun saya terbantu dengan kamu sebagai brand ambasador nya sehingga merk saya ini selalu jadi laku keras di pasar Indonesia!" Bujuk Arthur tak mau menyerah.
"Ahh Bapak Arthur berlebihan, semua memang karena kualitas serta prand yang sudah mempunyai nama cukup tersohor bukan karena saya!" Abi dibuat terkekeh dengan pujian sang pemilik.
"Hari kedua ulang tahun istri saya, saya juga sudah punya acara sendiri Pak dengan keluarga dan teman-teman. Bapak pun saya sudah berikan undangannya, bukan?" Abi mengingatkan kembali Arthur.
"Saya tahu Abi, acaranya jam sepuluh malamkan? Sedang acara saya jam tujuh malam, saya janji sebelum jam sepuluh kita sudah ada di acara kamu. Ayolah Bi, untuk perpisahan kita!" Rayu Arthur lagi membuat Abi mendesah berat.
"Apa Soraya juga akan hadir?" Tanya Abi berat.
"Semua tim masa kamu hadir tak terkecuali Soraya Evelyn. Dia juga sudah berada di Indonesia dua hari ini untuk memenuhi undangan saya!" Jawab Arthur pasti.
"Baiklah saya akan memenuhi undangan Bapak, tapi tak lebih dari satu jam dan saya tak mau bertegur sapa dengan Raya!" Akhirnya Abi mengalah dan menyetujui untuk memenuhi undangan Arthur dengan syarat mengabulkan keinginannya.
__ADS_1
"Sebegitu burukkah hubungan kalian sekarang? Baiklah sesuai keinginan kamu, yang terpenting kamu hadir!" Sahut Arthur tersenyum puas karena telah berhasil membujuk Abi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=