My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Nyaman, Sesak..


__ADS_3

Pagi ini Hana telah selesai dengan serangkaian pemeriksaan kondisi tubuhnya keseluruhan pasca koma untuk mengetahui apa-apa saja perawatan selanjutnya yang dibutuhkan agar Hana segera pulih dan sembuh total.


Sebelum melakukan serangkaian pemeriksaan, Hana menolak keras ketika ia akan dibersihkan oleh suaminya dan memilih perawat wanita yang membersihkannya. Hana yang masih bingung merasa canggung ketika Abi harus membiarkan suaminya mengekspos tubuhnya untuk dibersihkan.


Meski dengan gerakan sebatas menggeleng ketika Abi hendak membersihkannya, namun tangisan yang dilakukan Hana menjadi penanda penolakan dirinya ketika akan disentuh suaminya.


Abi mencoba mengerti ke engganan sang istri pun mengalah dan membiarkan perawat wanita yang mengurusi tubuh istrinya, sedangkan dirinya memilih keluar selama Hana dibersihkan.


***


Seminggu sudah Hana sudah bangun dari komanya, bahkan kini ia sudah menempati kamar perawatan, bukan ICU lagi dan seperti di ruang ICU, di kamar perawatan pun Abi merombaknya seperti kamar tidur pribadi. Menambahkan beberapa barang pribadi miliknya agar ia bisa cukup nyaman menemani istrinya.


Dan setelah berkonsultasi dengan Dokter Bedah Syaraf, pelan-pelan Hana telah mulai melakukan fisioterapi dan terapi okupasi guna untuk memulihkan fungsi organ yang menurun.


Dan selama seminggu ini juga Abi masih disajikan wajah kebingungan dari istrinya ketika menatapnya meskipun Hana tetap membiarkan Abi tinggal di ruang perawatannya.


Juga Hana yang tetap tak mau suaminya membersihkan dirinya dan memilih untuk dibersihkan oleh perawat membuat Abi semakin bertanya-tanya apa yang tengah istrinya fikirkan tentang dirinya.


Terlebih Hana akan selalu tersenyum jika ada yang datang mengunjunginya, bahkan dengan Angga dan Daniel pun ia akan tersenyum. Tapi jika berhadapan dengan suaminya kembali ekspresi bingung yang Abi dapatkan, meskipun Hana juga tak menolak jika Abi menyuapi atau sekedar duduk di sisinya.


Hana juga tersenyum saat Nara, Juna dan Hanum melakukan sambungan video call dengan dirinya.


Abi yang awalnya bisa memaklumi perilaku istrinya yang mungkin tengah kebingungan pasca tidur panjang yang dialaminya, kini justru mulai mencurigai jika sang istri memandangnya berbeda.


Seperti malam ini, Abi yang tengah sibuk dengan laptopnya terus dipandangi oleh Hana yang berbaring di ranjang dengan posisi miring menghadap Abi yang duduk di sofa.


Sesekali ketika Abi menengok ke arah istrinya, Abi akan selalu memberikan senyuman pada Hana meskipun Hana tak pernah membalas senyumnya.


Dan untuk kesekian kali Abi melirik Hana yang masih memandanginya membuat Abi menghentikan pekerjaannya, membuka kacamata kemudian menghampiri ranjang istrinya.


"Kenapa ngelihatin aku terus, Sayang? Kamu butuh seuatu atau mau sesuatu?" Tanya Abi penuh kelembutan, dengan tangan yang juga begitu lembut membelai wajah istrinya, namun Hana menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Udah jam satu malem, kamu kenapa belum tidur? Gak bisa tidur? Mau aku bantu biar bisa tidur?" Tawar Abi, selama berbicara mereka sama sekali tak memutus pandangan mata mereka satu sama lain dan kali ini Hana menganguk.


Melihat anggukan Hana, dengan perlahan Abi merubah posisi tidur Hana menjadi telentang. Dan selama Abi memperbaiki posisi tidurnya, wajah Hana bisa sangat dekat dengan dada bidang Abi dan ia bisa dengan jelas mencium aroma maskulin tubuh suaminya.


Perasaan Hana begitu nyaman ketika mencium aroma tubuh suaminya, namun juga bersamaan dengan rasa nyaman yang datang, hati Hana seakan berdenyut nyeri berdekatan dengan sang suami seperti saat ini.


Hal tersebut membuat Hana sedikit bingung, mengapa dua hal bertentangan bisa terjadi dalam waktu bersamaan. Apakah benar sosok dihadapannya saat ini benar-benar suami yang tulus menyayanginya? Tapi kenapa hatinya juga sakit seakan seperti laki-laki dihadapannya ini pernah menorehkan luka pada dirinya?


Sejak Abi datang ketika awal ia bangun dari koma, Hana memang tak mengenali Abi sama sekali. Bahkan ketika Abi datang mendekatinya dan menciuminya, ia juga masih tidak bisa mengingat sosok Abi.


Bahkan ketika semua orang menyebut laki-laki ini adalah suaminya, Hana sama sekali tak bisa mengingat momen apapun dengan Abi, sang suami hingga saat ini.


Hana ingat semuanya, Ibunya, Angga, Hanum, Kinan, Rendra, Hafidz, Juna dan Nara. Tapi mengapa hanya memori kebersamaan dengan suaminya lah yang justru ia tak mampu mengingatnya. Semakin ia berusaha mengingat, namun semakin sakit kepalanya.


Abi tersenyum lebar ketika Hana yang telah berubah posisinya masih terus memandangi sang suami dan tentu masih dengan dahi yang mengernyit kebingungan.


"Apa kurang nyaman posisinya?" Tanya Abi, namun Hana hanya menggeleng.


"Kalo begitu sekarang pejamin matanya ya, kamu harus tidur. Enggak baik tidur selarut ini buat masa pemulihan kamu!" Bujuk Abi.


"Aku masih ada yang harus dikerjain, setelah selesai aku bakal langsung tidur!" Jawab Abi masih dengan senyum hangatnya, membuat Hana memgangguk.


"Kep-a-la sak-it" Ucap Hana.


"Kepala kamu sakit? Pusing?" Tanya Abi khawatir, terlebih ketika Hana menganggukan kepalanya.


"Mau aku panggilin Dokter?" Usul Abi, namun Hana menggeleng.


"Pij-at!" Sahut Hana membuat Abi tertawa.


"Kamu mau aku pijat kepalanya?" Tanya Abi memastikan, Hana pun mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Okay, anything for you my lovely wife!" Ucap Abi kemudian memulai memijat kepalanya, namun sebelumnya seperti biasa Abi akan menghujami kecupan-kecupan pada wajah cantik istrinya.


***


Sebulan sudah Hana dalam masa pemulihan di rumah sakit, serangkaian perawatan yang dia jalani di rumah sakit sudah memperlihatkan hasilnya, hanya saja ia belum bisa berjalan dan memang butuh waktu lebih lama untuknya bisa berjalan seperti dulu lagi.


Dan dalam waktu tersebut Hana masih belum bisa mengingat memori kebersamaan dengan suaminya, meskipun begitu ia tetap membiarkan sang suami selalu berada di sisinya, mengurusi dirinya.


Hana memang belum mengatakan pada semuanya jika ia sama sekali tak mengingat Abi, melihat semua orang terdekatnya begitu peduli pada Abi dan dirinya maka dari itu ia belum mau mengungkapkan keresahannya tentang suami yang sama sekali tak diingatnya.


Namun tidak Minggu pagi ini ketika semua tengah berkumpul di ruang perawatannya, karena rencananya nanti sore Hana akan pulang ke mansion dan mulai menjalani rawat jalan dan melatih jalannya di rumah dengan memanggil fisioterapis ke kediamannya.


Abi seperti biasa saat ini sedang menyuapi Hana sarapan yang disediakan oleh pihak rumah sakit dengan sangat telaten, begitu juga Hana yang dengan senang hati menerima suapan yang diberikan oleh suaminya.


"Udah, kenyang!" Ucap Hana ketika makanannya tersisa sekitar empat suapan lagi


"Tinggal empat suap lagi Sayang, abisin sekalian ya!" Bujuk Abi.


"Enggak mau, aku udah kenyang!" Tolak Hana kemudian meminum air putihnya.


Selama berinteraksi dengan Hana, Abi sadar sekali Hana belum pernah memanggil namanya membuatnya merasa sedih karena dirinya lah yang diperlakukan berbeda oleh istrinya. Bahkan Imah serta Dewi sudah pernah Hana panggil nama mereka.


"Kalo gitu aku keluar dulu ya, aku lapar mau cari sarapan dulu sama mau belikan yang lain juga!" Pamit Abi beranjak dari sisi ranjang istrinya yang ia duduki.


"Aku mau tanya sesuatu sama kamu, boleh di sini sebentar?" Pinta Hana menggenggam telapak tangan suaminya.


"Tanya apa?" Abi kembali mendudukan dirinya di sebelah istrinya.


"Sebelumnya aku minta maaf, tapi aku udah gak busa nahannya lagi..!" Ucap Hana menatap dalam ke mata Abi.


Seketika jantung Abi langsung berdegup kencang mendengar Hana berbicara dengan nada serius untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Emhh.. Dari awal kamu datang waktu aku baru aja sadar, sebenernya aku bingung kamu ini siapa. Anehnya aku cuma gak inget sama kamu aja, aku tau kalo kamu suami aku karena semua bilang ke aku kamu suami aku tapi aku memori tentang kita gak sama sekali aku inget, draft tentang kita seakan menghilang begitu aja. Aku, aku coba buat nginget tentang kita, tapi gak pernah bisa dan malah ngebuat kepala aku sakit! Pernikahan yang kita jalani itu seperti apa sebenarnya? Kenapa aku ngerasa nyaman sekaligus sesak berada di dekat kamu?" Sontak ucapan Hana membuat semua orang yang berada di sana terkejut, terlebih Abi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2