
"Kaka hari ini ada acara di luar juga?" Sudah hampir seminggu mereka di Bali untuk menyelesaikan syuting film mereka. Selama itu pula Hana sering ditinggal oleh Abi untuk menyelesaikan pekerjaannya di luar syuting film mereka.
Terkadang Abi kembali ke hotel sudah sangat larut, menjelang pagi bahkan tak pulang ke suite room mereka dan langsung menuju ke lokasi syuting.
"Iya, maaf ya selama di sini aku gak bisa nemenin kamu jalan-jalan. Aku udah terlanjur tanda tangan kontrak bahkan sebelum kita mulai syuting waktu itu!" Ada raut kecewa di wajah Hana mendengar jawaban suaminya.
"Tapi aku udah atur perpanjangan waktu di sini buat kita sekalian honeymoon. Daniel juga udah nyari villa khusus buat kita selama di sini!" Mendengar ucapan suaminya, Hana langsung sumringah.
"Tapi jadwal aku di Jakarta sama izin aku dari sekolah gimana?" Lagi Hana kembali murung mengingat dua hal tersebut.
"Kan aku udah bilang, udah aku atur. Angga udah re-schedule jadwal kamu sekalian minta perpanjang izin absen sekolah kamu!" Jawab Abi.
Semua memang sudah diselesaikan oleh Angga, karena Angga sudah kembali ke Jakarta lebih dahulu.
"Gercep ya Ka..!" Ledek Hana namun tak dipungkiri hatinya begitu berbunga-bunga dengan apa yang sudah dilakukan oleh suaminya.
"Harus dong, aku mau malem pertama kita berkesan manis tak terlupakan. Bikin kita keinget-inget terus! Bagus-bagus kalo langsung jadi dede!" Goda Abi membuat Hana ternganga.
"Hana masih sekolah, gak mau hamil dulu!" Protes Hana.
"Tinggal beberapa bulan ini sekolah kamu, takut amat!" Sahut Abi menghampiri istrinya yang dari tadi duduk di sisi ranjang, kemudian mengecup pucuk kepala sang istri.
"Aku masih terlalu muda buat punya bayi, takut gak bisa ngurusnya!" Lagi Hana mencoba untuk protes.
"Tapi aku terlalu tua buat nunggu kamu siap punya bayi. Lagian tenang aja sih, ada Mamah ada Ibu yang pasti ngajarin kita ngurus bayi!" Abi masih mencoba merayu istrinya.
"Kok berat banget sih Ka pembahasan kita?" Rungut Hana membuat Abi terkekeh.
"Yaudah kamu tidur ya, besok biar lancar syuting terakhir kita. Mau aku minta salah satu kru cewek buat nemenin kamu?" Tawar Abi mengecup pipi Hana.
"Emang Kaka gak balik lagi ke hotel?" Tanya Hana dengan nada kecewa.
"Enggak, maaf ya. Aku mau kelarin urusan aku biar nanti pas puncak acara akunya tenang gak kepikiran kerjaan!" Jawab Abi mengelus puncak kepala istrinya.
"Puncak acara apa Ka?" Tanya Hana bingung.
"Bikin dede bayi!" Jawab Abi dengan tatapan mesumnya membuat Hana merona.
***
__ADS_1
Benar saja semalaman Abi tak kembali ke kamar mereka, bahkan saat ini pun dia belum menampakan batang hidungnya di lokasi syuting.
"Ternyata sesibuk ini jadi aktor besar!" Keluh Hana menghembuskan nafas beratnya.
Setelah menyelesaikan beberapa adegan seorang diri dan dengan beberapa pemain lain, kini Hana tinggal menunggu adegan terakhirnya bersama Abi. Namun hingga sore ini Abi belum juga menampakan dirinya membuat Hana benar-benar dilanda kekhawatiran.
Hana yang tak biasa menghubungi Abi ketika suaminya bekerja mau tak mau nekat menghubunginya karena rasa khawatir yang begitu besar, ditambah Hana juga tidak melihat sosok Daniel seharian ini.
Beberapa kali bunyi nada sambung, namun tak juga diangkat Abi seketika merubah mood Hana saat itu juga.
Hingga..
"Worried ya?" Tanya seseorang di belakangnya dengan suara bariton yang sangat ia kenal.
"Kaka dari mana aja? Kenapa baru dateng? Seharian juga gak ngabarin aku, bikin aku worried aja!" Serentet pertanyaan Hana langsung terucap ketika menoleh ke belakang, matanya pun sudah terlihat berkaca-kaca.
"Maaf Sayang, ada urusan mendadak. Tadi juga sebenernya aku mampir ke hotel sebentar, isi daya hape aku sama tidur sebentaran!" Jawab Abi membungkukkan tubuhnya untuk memeluk Hana dari belakang yang saat itu sedang duduk di kursi istirahatnya.
"Kabarin kenapa sih Ka, aku kan khawatir!" Keluh Hana kesal.
"Iya maaf, aku lupa", sahut Abi kemudian menciumi pipi dan leher istrinya.
Setelah beristirahat, Hana dan Abi pun mulai dengan adegan terakhir syuting mereka, sebelum take sekali lagi sutradara mengarahkan keduanya agar sesuai dangan apa yang dimau oleh sang sutradara.
Hana sedikit malu untuk melakukan adegan tersebut, tapi sayangnya ia harus profesional. Satu hal yang disyukurinya adalah adegan tersebut ia mainkan dengan suaminya sendiri bukan orang lain.
"Rilex, jangan tegang! Gak beneran sampe... cuma kisi-kisi doang!" Ucap Abi melihat ketegangan dan rona merah wajah istrinya.
"Yaa kalo beneran sampe begituan mah namanya film p*rno lah. Gimana sih?" Cebik Hana kesal, membuat Abi tertawa.
"Nah kalo benerannya cuma kita berdua doang nanti yaa!" Goda Abi langsung membuat Hana menatap tajam ke arah suaminya yang saat ini malah cengengesan.
"Kaka ihh aku kan tambah gugup ini!" Kesal Hana dengan muka yang semakin memerah.
"Sekali take yaaa, jangan sampe ada kesalahan sampe harus diulang-ulang lagi. Takutnya aku khilaf jadi keterusan!" Lagi sepertinya Abi enggan untuk berhenti menggoda istrinya.
"KAKAAAAAAA..!" Gertak Hana, membuat semua yang berada di sana menoleh. Sedang Abi justru terbahak-bahak.
Hana saat ini menggunakan gaun malam berwarna hitam yang elegan, sedang Abi mengenakan setelan tuxedo yang sangat pas ditubuhnya.
__ADS_1
Setelah dirasa siap, Hana dan Abi sudah berada di posisinya. Terlihat beberapa kali Hana mengambil nafas dalam dan mengeluarkannya berharap agar dapat mengurangi kegugupan dan rasa malunya.
Abi menatap Hana penuh senyuman, ia bersyukur mendapatkan seorang istri yang belum pernah dijamah orang lain, yang benar-benar tabu berhubungan dengan hal-hal dewasa.
"Santai aja Sayang, anggap semua orang gak ada dan cuma kita berdua aja yang ada di kamar ini! Gladi resik buat nanti acara kita!" Goda Abi dengan tatapan genit membuat Hana menaikan bola matanya ke atas.
"Okay siap, camera rolling.... Action!" Teriak sutradara memberi aba-aba.
Abi langsung menarik pinggang ramping istrinya, beruntung sang istri memakai heels yang cukup tinggi hingga tak memerlukan alat untuk digunakan sebagai pijakan agar dapat mengimbangi tinggi Abi.
Abi dan Hana melakukan ciuman, mereka cukup profesional untuk melakukan adegan ciuman tersebut sewajarnya sesuai kebutuhan skenario.
Adegan selanjutanya Abi dan Hana masih tetap melakukan adegan ciuman tersebut, namun kali ini mereka diharuskan sambil berjalan menuju ke tempat tidur. Saat menuju ke tempat tidur, Hana membuka pakaian yang dikenakan suaminya hingga tubuh bagian atas suaminya tak mengenakan apapun.
Setelahnya, Abi mengungkung istrinya di bawah tubuhnya. Hana bisa benar-benar melihat sorot mata Abi yang sayu, yang seakan mengatakan bahwa dia benar-benar menginginkan Hana saat ini.
Adegan ciuman pun berlanjut, Abi menciumi wajah Hana dengan lembut. Mengecup bibir Hana, kemudian menyesap sebentar bibir istrinya.
Entah tuntutan skenario atau memang hasrat Abi tiba-tiba ia menciumi istrinya dengan sedikit bernafsu, bahkan Hana sendiri terkejut karena suaminya seakan lupa jika mereka sedang berakting.
Bukan Hana saja, sutradara dan beberapa kru dibuat melongo dengan adegan yang mereka tonton saat ini. Terlebih saat Abi mulai turun menciumi rahang dan celah leher istrinya, bahkan menggigitnya untuk memberikan tanda kepemilikan di sana.
"Ahh.. Ka!" Desah Hana lirih memanggil panggilan suaminya untuk menyadarkan sang suami jika ia sudah berlebihan, namun Abi sekali lagi mengindahkan peringatan istrinya. Ia justru terus asik bermain di sela leher istrinya membuat Hana reflek mengeluarkan desahannya lirih.
Otak Hana masih bekerja dengan baik, ia menancapkan kukunya di lengan kekar sang suami agar suaminya sadar jika ia sudah berlebihan, namun nihil. Hingga satu-satunya cara Hana melihat ke arah sang sutradara berharap agar menghentikan proses pengambilan gambar mereka.
"CUT!!" Sutradara pun mengerti kode yang diberikan Hana, ia lantas langsung berteriak menggunakan megaphone nya.
Mendengar teriakan CUT , Abi pun tersadar. Ia langsung menghentikan kegiatannya, menjatuhkan kepalanya di sisi kepala istrinya.
Gelak tawa dan sorak sorai bergemuruh di kamar hotel yang mereka sewa untuk syuting tersebut. Hana benar-benar dibuat malu, sedang Abi masih saja mengungkung dirinya.
"Lanjut entar Bi, syuting ini! Ditahan napa!" Goda sang sutradara membuat suasana semakin riuh.
Hana yang masih terkungkung di bawah tubuh suaminya pun mencubit keras perut suaminya agar dapat melepaskan dirinya dari tubuh suaminya.
"Kaka mah malu-maluin aja!" Rengek Hana dengan wajah yang teramat sangat memerah.
"Aduuuuhhh.. sakit Hana!" Keluh Abi saat mendapatkan capitan panas tangan istrinya, ia pun menjatuhkan tubuhnya ke samping tubuh Hana.
__ADS_1
Hana yang lepas dari kungkungan suaminya langsung duduk dan merapikan pakaian yang berantakan akibat ulah suaminya. Setelah rapi ia berjalan menuju ruangan lain untuk menghindari godaan-godaan para kru dan pemain. Hana benar-benar dibuat malu, sedang sang tersangka hanya ikut menertawakan kebodohan yang dia buat sendiri bersama yang lain.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=