My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Menepis Perasaan Itu


__ADS_3

Selesai Abi mengurusi Raya, ia meminta izin untuk pergi ke cafetaria sekedar untuk meminum secangkir kopi. Raya pun mengizinnya.


Abi memilih duduk disudut untuk menikmati kopi juga untuk menghubungi istrinya, ia benar-benar merindukan sosok menggemaskan yang sudah berhasil meluluh lantahkan perasaannya. Rasa bersalahnya teramat besar terhadap istrinya, saat ini yang diinginkannya hanyalah memeluk tubuh istrinya, namun tak mungkin bisa dan satu-satunya yang bisa dilakukan hanya melihat dan mendengar suara istrinya melalui video call.


Panggilan pertama tak terjawab, yaa mungkin saja Hana sudah terlelap dari tidurnya mengingat perbedaan waktu antara Paris dan Jakarta sekitar 5 jam an.


Saat ini Paris jam 9 malam, itu berarti di Jakarta jam 2 pagi, jam dimana sang istri sedang pulas dalam tidurnya. Abi pun memutuskan untuk tak lagi mencoba menghubungi istrinya.


Namum setelah beberapa saat, ponselnya berdering. Ia pun langsung melihat layar ponselnya. Senyumnya merekah saat nama sang istri dan foto pernikahan mereka sebagai profil pic istrinya terpampang di layar ponselnya.


"Assalamualaikum, Kaka telepon tadi? Ada apa?" Tanya perempuan cantik dengan kepala yang masih terbalut tudung mukenah berwarna cokelat.


"Wa'alaikumsalam., iya tiba-tiba kangen!" Jawab Abi sambil terus menyentuh layar ponsel yang menampakan wajah cantik Hana seakan ia sedang membelai lembut wajah istrinya.


"Sama aku juga kangen, hampa gak ada Kaka di sebelah aku!" Ucap Hana tulus terlihat dari matanya yang mulai berkaca-kaca.


"Kamu kok belum tidur?" Tanya Abi mengalihkan kesedihan yang sebenarnya juga sama sedang ia rasakan.


"Tadi aku mimpi gak enak banget, jadi kebangun. Pas aku lihat jam 2 an kurang ya udah aku sholat tahajud aja. Kaka di sana jangan lupa sholat ya, biar dijagain terus sama Allah, dijauhin dari hal-hal yang gak ngenakin!" Jawab Hana dengan senyum yang selalu Abi rindukan.


Sedang Abi mendengar ocehan sang istri bagaikan tersindir. Lihat, bahkan Hana pun bisa merasakan jika sesuatu hal yang tidak baik sedang terjadi dengannya.


"Kamu ngedoain aku apa?" Tanya Abi demi untuk memperpanjang durasi obrolan mereka.


"Banyak, semua yang baik aku doain buat Ka Abi. Di sini mungkin aku gak bisa jagain Ka Abi, tapi doa ku Insya Allah bisa menjaga Ka Abi di sana, Aamiin!" Entah sebuah jawaban atas pertanyaan Abi atau untaian doa yang sedang Hana ucapkan saat ini.


"Aku kangen sama kamu sayang!" Lagi Abi seakan ingin memberitahukan betapa beratnya hidup berjauhan dengan istrinya saat ini.


Hana sendiri bukan tak rindu, bahkan ia sangat merindukan suaminya. Namun saat ini Hana dapat menangkap ada yang lain dari tatapan suaminya, sepertinya sang suami baru saja melakukan suatu kesalahan. Tetapi Hana mencoba menepis perasaan itu dengan mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ini hanya sekedar kecurigaannya saja karena suaminya sedang berada di dekat mantan kekasihnya saat ini.


"Kaka lagi dimana?" Tanya Hana melihat sepertinya Abi sedang berada di cafe atau semacamnya.


"Aku lagi ngopi di cafetaria rumah sakit tempat Raya dirawat!" Jawab Abi kemudiam menyesap kopinya.

__ADS_1


"Ka Abi nungguin Mbak Raya di sana?" Ada sesak saat Hana mempertanyakan hal ini.


"Tadi dia ngedrop, gak mau makan, gak mau minum obat terpaksa aku ke sini!" Jawab Abi.


"drama queen!" Cibir Hana dalam hati.


"Ya udah kamu sekarang istirahat ya, biar besok gak pusing pas di sekolah gara-gara kamu kurang istirahat!" Perintah Abi lembut, kemudian seperti biasa mengecup ponselnya seakan ia sedang mengecup istrinya dan tentunya juga dibalas Hana dengan melakukan hal yang sama.


***


Pagi hari Hana sudah bersiap untuk pergi ke sekolahnya. Selesai melakukan video call an dengan sang suami ternyata Hana tak bisa melanjutkan tidurnya lagi hingga pagi ini membuat kepalanya terasa pusing.


"Bi aku mau minum susu aja, sarapannya bisa tolong di taroin di lunch box aku mau sarapan di mobil aja!" Pinta Hana dengan sopan.


Sesampainya di sekolah senyum Hana begitu lepas melihat sang sahabat sudah duduk manis di bangkunya, ia pun berlari kecil menghampiri sahabatnya.


"Hanuuummmm kangen..!" Ucapnya kemudian memeluk erat tubuh sahabatnya.


"Ada, ambil di apartemen yaa!" Sahut Hana membuat Hanum berdecih kesal.


"Kenapa gak dibawa aja sih?" Tanya Hanum kesal.


"Gue takut lo gak masuk lagi, abis wa gue dari kemaren gak lo bales-bales!" Sindir Hana.


"Sorry, rempong banget gue kalo lagi ada acara keluarga. Kalo gue bales ntar malah keterusan chattingan, badan gue capek banget!" Seperti biasa Hanum selalu mengatakan apapun tanpa ditutupi.


"Lo boleh nginep gak di apartemen gue sampe Ka Abi balik?" Tanya Hana.


"Laki lo jadi nemuin si Triplek di Paris?" Hanum terlihat tak suka dengan dugaannya jika Abi memilih menemani mantan kekasih suami sahabatnya itu.


"Iya.." Jawab Hana singkat, tapi Hanum bisa melihat aura kesedihan sahabatnya.


"Kok lo ngizinin sih?" Tanya Hanum berdecak kesal.

__ADS_1


"Entahlah, Nanti di apartemen gue ceritain semua deh. Gak enak kalo ngobrol di kelas gini!" Jawab Hana.


"Pagi cantik..!" Sapa Nugie menghampiri kedua perempuan cantik Hana dan Hanum.


"Pagi..!" Sahut keduanya berbarengan.


"So..?" Nugie langsung menagih jawaban atas permintaannya pada Hana kemarin.


"Deal, Okay..!" Jawab Hana membuat Nugie berteriak kegirangan, ia pun spontan mengecup pipi Hana sekilas membuat Hana terkejut.


Plakk..


Sebuah pukulan dengan buku berhasil Hanum layangkan ke kepala Nugie.


"Ehh bibit Pebinor, maen cap cup cap cup aja lo. Bini orang ini!" Gertak Hanum kesal membuat Nugie meringis menahan sakit di kepalanya akibat perbuatan Hanum.


"Sorry, sorry kelepasan gue saking senengnya. Swear deh gak maksud apa-apa tadi tuh!" Ucap Nugie masih terus memegang kepalanya.


"Udah sana lo, gue mau kengen-kangenan sama sohib gue!" Usir Hanum mengibas-ibaskan tangannya.


"Ya udah nanti kita bahas ya project kita!" Ucap Nugie.


"Iya nanti dibahas kalo ada waktu sekalian sama Mas Angga, manajer lo juga. Kita atur waktunya yang pas buat ketemuan!" Sahut Hana.


"Okeh siap. Kabarin aja!" Ucap Nugie kemudian berlalu dari meja Hana.


"Mau ngapain sih?" Tanya Hanum.


"Biasa, bisnis. Hehehe.. Nanti mau ya Num nginep, minta izin bokap lo gih sana!".


"Iya, iya nanti jam istirahat gue minta izin ke Bokap. Lo juga bilang ke laki lo dulu, boleh gak gue tinggal di apartemen kalian!" Ucap Hanum, yang dijawab anggukan oleh Hana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2