My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
All Done Well, Boss!!


__ADS_3

"All done well, Boss!!"


Abi tersenyum puas ketika mendapatkan pesan dari anak buahnya, merasa tak sabar untuk menikmati kehancuran mantan kekasihnya.


Ia hanya tinggal menunggu semua teruak satu per satu di publik, meskipun ia sendiri juga tengah mempersiapkan diri untuk memberitahukan ke publik tentang kondisi sang istri akibat perbuatannya. Siap tak siap ia akan menerima konsekuensi ulahnya.


Abi menerima semua laporan yang baru saja dikirimkan oleh orang-orangnya termasuk kiriman video panas mantan kekasihnya. Senyum kepuasan terbit di bibir Abi tak kala membayangkan betapa hancurnya Raya sebentar lagi.


Setelah sedikit melakukan brifing dengan para anak buahnya, Abi memutuskan untuk beristirahat mengingat waktu hampir menjelang pagi.


Ia pun menaiki tangga untuk menuju kamarnya, membersihkan diri untuk kemudian melaksanakan kewajibannya.


Meski baru saja melakukan perbuatan keji, Abi tetap melaksanakan kewajibannya. Paling tidak ia bersujud memohon ampun untuk setiap perbuatannya karena ia manusia biasa yang belum mampu menjadi seorang pemaaf dan masih diliputi aura gelap penuh dendam.


Juga mengadahkan permohonan pada Sang Pemilik Hidup untuk kesembuhan sang istri.


Selesai melaksanakan kewajibannya, seperti biasa ia akan meletakan sembarang perlengkapan shalatnya, membuatnya teringat gerutuan sang istri yang acap kali dibuat kesal karena harus mengingatkannya untuk merapikan perlengkapan shalatnya.


"Kakak bisa enggak sih rapiin sendiri perlengkapan shalatnya, kan gak enak dilihat kalo berantakan gitu. Masa semua-semua harus aku sih? Males banget!".


Sambil tersenyum getir Abi pun merapikan perlengkapannya, mengingat betapa kesalnya sang istri setiap dirinya tak pernah mengikuti aturan istrinya.


Hingga matanya menangkap mukenah milik Hana yang tersampir rapi di stand hanger. Abi kemudian mengambilnya, mendekap serta menghirup dalam mukenah tersebut yang masih tertinggal aroma manis tubuh istrinya.


Tangisnya pun tak mampu lagi ia bendung ketika bayangan wajah cantik istrinya yang terbalut mukenah tersebut, ya kini Abi tengah dilanda kerinduan yang teramat sangat sosok sang istri.

__ADS_1


"Bangun Sayang, aku kangen sama kamu. Kangen banget..!" Isak Abi masih terus memeluk mukenah sang istri.


Cukup lama Abi menangis dalam posisi meringkuk di atas karper sajadah sambil memeluk mukenah Hana, hingga membuat mata tajam Abi kini sembab.


Merasa sedikit lega melepas sesak di dadanya dengan menangis, Abi pun beranjak hendak ke atas tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya. Namun pandangannya tiba-tiba tertuju pada kertas catatan ucapan ulang tahun darinya untuk Hana yang tertempel di cermin meja rias. Ia pun langsung mengambilnya, dilihatnya tulisan Hana di bawah tulisan ucapan ulang tahunnya. Abi pun mendudukan diri untuk membaca tulisan istrinya tersebut.


"Dear My Mesum Hubby yang super nyebelin ..


Makasih untuk tiap ucapan yang kamu berikan, gak pernah nyangka kalo aku bakal dilimpahkan kebahagiaan dan cinta dari kamu sebesar ini. Aku gak pernah minta apa-apa di ulang tahunku, tulus dari hati aku cuma minta kamu gak akan pernah berhenti mencintai aku karena kamu alasan aku buat bahagia. Beruntung aku gak pernah nyerah buat mencintai kamu karena kini aku berhasil merasakan manisnya kesabaran dan ketulusanku selama ini karena kamu telah mempersilahkan aku menjadi penghuni singgasana hati kamu. Aku sayang sama Kak Abi, sayang sekali..".


Sontak tulisan Hana membuat Abi berkali-kali lipat merasakan penyesalan.


"HANAAAAA, SAYAAAANG. MAAFIN AKU SAYAAANGG, MAAF..!!" Tubuh tegap itu langsung merosot dan terlihat lemah. Perasaan Abi hancur oleh penyesalan yang tak terkira.


"Gimana aku bisa lupa kamu perempuan yang punya hati paling tulus? Gimana aku bisa lupa perjuangan kamu buat ngambil hati aku? Maafin aku sayang, aku gak pantes dapetin rasa sayang yang begitu tulus dari kamu. Aku cuma bajingan, cuma seorang pengecut yang melampiaskan ketakutan aku dengan menyiksa kamu! Aku manusia menjijikan Hana, sangat menjijikan!" Isak Abi penuh sesal.


Saking rindunya dengan sang istri, Abi pun membuka ponselnya untuk melihat foto-foto juga video yang ia ambil jika berkesempatan.


Seperti terakhir ketika ia ambil saat ulang tahun sang istri, ia memperhatikan dengan seksama gambar sang istri. Binar bahagia raut wajah istrinya saat itu membuatnya mengulas senyum, juga video yang dikirimkan adiknya ketika ia memberi tahukan jika rumah tersebut adalah hadiah ulang tahunnya membuatnya tertawa ketika dengan polosnya sang istri memastikan sertifikat kepemilikan rumahnya atas namanya.


"Berarti sertifikat rumahnya atas nama aku dong?".


Abi benar-benar tergelak mengingat pertanyaan polos yang terlontar dari mulut istrinya, namun sejurus kemudian air matanya kembali menetes saat menyadari dia tidak membawa sang istri ke rumah tersebut, namun justru ke rumah sakit tempat yang paling istrinya takuti.


Ingatannya kembali melayang ketika terakhir mereka bercinta, hati Abi dibuat semakin sesak mengingat ucapan terakhirnya pada sang istri.

__ADS_1


"Next, aku pastiin kamu aku bikin sampe gak bisa turun dari tempat tidur!".


"Bukan Sayang, bukan seperti ini maksudku? Tapi nyatanya memang aku sudah membuat kamu gak bisa turun dari tempat tidur kamu. Maafin aku?" Lirih Abi terisak.


Semua ucapan istrinya seperti kembali menjadi pengingat dirinya, seperti saat mereka bertengkar di Bandung beberapa bulan lalu, saat sang istri dengan kesal memperingatinya.


"Kelak kalo kamu selalu nyelesaiin masalah dengan asal pukul akan ada saatnya kamu menyesali cara kamu itu!".


Dan ucapan istrinya tersebut terbukti sekarang, Abi begitu menyesal caranya dalam menyelesaikan masalah, menyesali sikapnya yang pemarah, menyesali dirinya yang tak mau mencari kebenarannya terlebih dahulu namun justru langsung bertindak.


Tetapi penyesalannya sia-sia, saat ini ia hanya ingin berubah menjadi sosok yang lebih baik lagi, terlepas dari apa yang nanti akan diputuskan sang istri setelah sembuh, meski pun harapan Abi begitu besar agar diberi kesempatan sekali lagi.


Abi yang larut dalam kenangan-kenangan serta rasa rindu terhadap istrinya yang begitu menggebu membawanya perlahan lelap dalam tidurnya di hari yang sudah menjelang pagi tersebut.


Entah berapa lama Abi tertidur, ia harus memaksakan dirinya agar terbangun karena dering ponsel yang terus menerus berbunyi.


Mamah Calling ..


Perasaan Abi langsung tak karuan ketika membaca nama yang tertera di ponselnya.


"Bi kamu dimana? Masih sibuk sama kerjaan kamu?" Tanya Kinan dengan suara panik.


"Ada apa Mah?" Abi tahu ada sesuatu yang terjadi mengingat ini kali pertama sang Mamah mau menghubunginya, terlebih Abi bisa merasakan kepanikan pada suara Kinan.


"Hana drop Bi, sempat sesak nafas. Sekarang panas tinggi. Dari tadi Dokter masih sibuk menstabilkan kondisi Hana! Bi kalo memang kerjaan kamu bisa kamu tinggal, tolong datang ke sini, Mamah takut, semua juga khawatir banget!" Abi bisa mendengar dengan jelas bahwa Kinan mulai menangis.

__ADS_1


"Aku jalan ke rumah sakit sekarang Mah..!!" Abi pun langsung bergegas mengambil kunci mobilnya untuk langsung menuju rumah sakit, menemui istrinya dengan perasaan kalut.


__ADS_2