My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Ceraikan Dia


__ADS_3

"Kenapa Ibu gak mau melakukan visum pada Hana? Saya layak mendapatkan hukuman atas perbuatan saya Bu dan saya siap meskipun saya tak mau jauh dari Hana. Saya ingin menebus kesalahan saya yang mungkin saja Hana tak akan bisa memaafkannya!" Ucap Abi saat mereka berbicara berdua di taman atas permintaan Irma sendiri.


"Saya menjamin kebebasanmu, untuk meminta kebebasan puteri saya. Bebaskan dia, lepaskan dia!" Sahut Irma tanpa tendeng aling-aling.


Hatinya terlampau sakit menyaksikan puteri semata wayangnya, puteri yang selama ini ia perjuangkan kebahagiaannya, puteri yang mati-matian ia lindungi justru mendapat perlakukan menyakitkan seperti ini, bahkan dilakukan oleh orang yang sangat dia percaya dapat melindungi serta membahagiakan puterinya. Hal tersebut menambah rasa sakit pada Irma.


"Maksud Ibu?" Tanya Abi gugup.


"Jika umur puteriku panjang setelah kejadian ini dan kelak dia bangun, tolong ceraikan dia, kembalikan dia padaku!" Jawab Irma tegas dengan mata penuh amarah, rasa kecewa serta kesedihan menjadi satu dalam tatapannya.


Abi langsung terlonjak mendengar jawaban Ibu mertuanya tersebut, hatinya tak akan pernah siap untuk berpisah dari istrinya. Meskipun ia sangat menyadari kesalahan-keaalahannya terlampau fatal tak termaafkan tapi ia akan berjuang untuk menyembuhkan luka istrinya, untuk mendapatkan maaf dari sang istri.


"Enggak, sampai kapan pun aku tak akan pernah menceraikan Hana. Lebih baik Ibu tuntut aku, penjarakan aku, hukum mati aku, tapi jangan pernah memintaku untuk menceraikan istriku!" Tegas Abi dengan suara bergetar.


"Untuk apa kamu tetap memperistri Hana, untuk menambahkan luka baru kelak jika ia sembuh? Karena orang seperti kamu tak akan pernah berubah!" Geram Irma menatap benci ke arah menantunya.


"Bu__??" Desah Abi.


"Dari awal pernikahan kalian, Hana selalu terlihat sedih, selalu tertekan tapi aku, aku orang yang selalu menyakinkannya untuk terus bertahan mendampingi kamu disaat dia menyatakan menyerah. Dan kali ini aku tak akan pernah memintanya untuk lagi-lagi bertahan di sisimu, bahkan aku sendirilah yang akan memintanya untuk melepas dirimu! Aku tak mau merasa bersalah padanya karena memintanya terus bersamamu hanya untuk menerima kesakitan-kesakitan lainnya darimu!" Cecar Irma penuh kecewa dan air mata yang sudah deras mengalir di pipi tuanya.


"Sampai kapan pun aku tak akan menceraikannya Bu, aku akan terus memohon maaf padanya seumur hidupku, agar ia memberikan maafnya padaku. Dan akan aku terima kebencian Ibu serta kebenciaan Hana kelak jika ia sudah sadar, karena aku pantas mendapatkannya!" Lirih Abi menatap penuh sesal Ibu mertuanya.


"Kamu egois Abimanyu, kamu hanya mementingkan dirimu sendiri. Kamu fikir setelah Hana bangun, ia akan menerimamu dengan senang hati hah? Kamu sudah menorehkan luka yang teramat dalam di hidup puteriku!" Sindir Hana, kemudian membalikkan kursi rodanya hendak meninggalkan Abi.

__ADS_1


"Aku mencintai Hana Bu, sangat! Meskipun apa yang telah aku lakukan padanya mungkin membuat Ibu ragu. Aku mohon Bu, beri aku kesempatan lagi untuk menebus dosaku, izinkan aku terus mendampingi Hana seumur hidupku. Aku berjanji akan memperlakukan dia lebih baik lagi!" Pinta Abi menghalangi kursi roda Irma, ia pun bersujud di hadapan Irma dengan dahi yang ia letakan di lutut sang mertua, bahkan Abi meminta kesempatan untuk dirinya dengan derai air mata penyesalan.


"Kesalahan apa yang telah Hana lakukan sampai kamu tega berlaku kejam pada Hana?" Tanya Irma sesak.


Abi kemudian menceritakan semua tanpa menutupi satu kesalahan pun, termasuk saat Hana memergoki dirinya tengah bercinta dengan Raya, membuat hati seorang Ibu semakin hancur mengetahui kesakitan yang dialami puterinya.


"Memohon ampunlah pada Allah Bi! Dan aku tegaskan sekali lagi, Hana tidak mungkin membalas perbuatan kamu dengan melakukan perbuatan yang sama. Saya Ibunya menjamin sendiri bahwa saya telah mendidik puteriku dengan sebaik mungkin!" Tegas Irma ditengah isakannya.


"Maaf Bu, aku mohon maafin aku. Beri aku kesempatan sekali lagi, aku gak bisa menceraikan Hana Bu, aku cinta sama Hana!" Isak Abi masih terus berlutut memohon pada sang Ibu mertua.


"Hana kehilangan masa kecilnya, itu yang membuat dirinya mempunyai sifat dan sikap kenakanak-kanakan yang teramat lekat. Buatnya membalas sakit hati dengan mengatakan bahwa dirinya juga bisa melakukan hal tersebut agar siapa pun yang menyakitinya juga merasakan hal yang sama. Mungkin itulah yang membuat Hana mengatakan jika dirinya juga melakukan perbuatan yang sama dengan perbuatanmu, tapi Hana telah aku didik dengan sebaik mungkin dan aku percaya dia enggak akan mampu berbuat sekotor itu. Harusnya kamu pun sudah mengenali istri mu, dengan sikap kekanak-kanakannya apa dia mampu berbuat semenjijikan itu?" Jelas Irma tanpa mampu menutupi rasa kecewanya.


***


Yang mereka inginkan sebatas menghancurkan rumah tangga Abi serta karier Abi, tidak lebih. Namun naas Hana menjadi korban nyata keegoisan orang-orang berhati busuk penuh dendam.


"Aku senang sekali Daddy rencana kita berhasil. Mungkin saat ini mereka tengah bertengkar hebat di sana. Terima kasih Dad sudah membantuku sejauh ini!" Ucap Raya kemudian menyesap wine nya.


"Tapi saya yakin Abi tak akan tinggal diam, dia akan mencari kita dan membalaskan dendamnya pada kita. Apalagi tadi manajernya mendengar obrolan saya tentang penjebakan Abi, cepat atau lambat kita akan menghadapi kemarahan Abimanyu!" Sahut Arthur dengan nafas berat.


"Ya aku tau itu, lebih baik sekarang kita pergi dari Indonesia dulu, menghindari Abimanyu. Aku tau dia pasti membalaskan dendamnya!" Raya mulai terlihat takut dengan ancaman yang sempat diterima olehnya dari Abi tadi.


"Apa kamu tetap menyebarkan foto perselingkuhan kalian ke media?" Tanya Arthur.

__ADS_1


"Harus, aku ingin menghancurkan Abi sehancur-hancurnya!" Jawab Raya yakin.


"Tapi bukankah itu artinya karier mu ikut terancam?" Selidik Arthur.


"Aku sudah membuat cerita sedemikian rupa agar aku terkesan menjadi korbannya!" Jawab Raya penuh kelicikan.


***


Meskipun dalam keadaan marah, Irma tetap mengizinkan Abi untuk bebas melihat puterinya. Seperti saat ini, Abi tengah berdiri beberapa langkah di belakangnya saat Dokter yang menangani Hana sedang memeriksa kondisi Hana.


"Apa yang menyebabkan anak saya koma Dok? Apa ada luka dalam sehingga Hana bisa koma seperti sekarang ini?" Tanya Irma khawatir.


"Sejauh kami periksa tak ada luka dalam Bu, hanya saja kami bisa simpulkan jika Hana koma akibat kejang yang terus menerus dia alami karena kejang yang terus berulang terjadi mengakibatkan oksigen yang mengalir menuju otak cenderung berkurang, sehingga menurunkan tingkat kesadaran pada Hana!" Jawab Dokter menjelaskan.


"Kapan Hana akan bangun dari koma Dok?" Tanya Irma penuh harap.


"Semoga saat ia sudah melewati fase kritisnya, karena kemungkinan koma yang dialami Hana akibat ia tak mampu menahan rasa sakit yang teramat sangat. Kita doakan saja bersama ya Bu!" Dokter tersebut mencoba memberikan jawaban yang menenangkan.


"Yaa, Hana memang selalu memilih tidur disaat dia sakit atau merasa tidak nyaman. Mungkin saat ini pun sama dia lebih memilih tidur panjang agar tak merasakan sakit di tubuhnya!" Ucap Irma mulai terisak, begitu pula Abi karena ingatannya kembali pada Hana yang selalu memilih terus tidur ketika ia merasa sedang sakit.


"Ibu yang sabar ya, kita doakan sama-sama agar Hana lekas sadar. Saya percaya Hana gadis yang kuat!" Hibur Dokter tersebut kemudian meminta izim keluar karena telah selesai memeriksa Hana.


"Tidurlah Nak, tidurlah sampai rasa sakitmu hilang. Ibu akan selalu di sini, nemenin kamu, nungguin kamu sampai kamu siap bangun!" Ucap Irma dengan suara tercekat sambil terus membelai tangan Hana.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2