My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Pendekatan


__ADS_3

Hana dan Hanum sudah tiba di apartemen, Hanum berdecak kagum ketika memasuki apartemen mewah Abi.


"Bener-bener mendadak kaya lo Han!" Seloroh Hanum, Hana hanya menimpalinya dengan senyuman.


"Bie...!" Siapa lagi kalo bukan Juna yang menyapa, ia langsung menghampiri Kaka iparnya, memeluk dan menciumi pipi Hana berulang-ulang kali. Hanum yang melihat adegan itu hanya ternganga.


"Ihhh.. Jangan cium-cium kenapa, Ka Abi lihat aku dimarahin nanti!" Ketus Hana, namun tak diindahkan Juna.


"Dia siapa Bie?" Tunjuk Juna pada Hanum.


"Kenalin Juna, ini Hanum sahabat aku!" Sahut Hana memperkenalkan mereka, mereka pun saling berjabat tangan dan mengucapkan nama masing-masing.


"Bi Imah sama Mbak Dewi mana?" Tanya Hana.


"Ada di belakang, lagi pada masak!" Jawab Juna, sesekali ia melirik ke arah Hanum. Begitu juga sebaliknya.


"Ya udah aku ke atas dulu yaa, kalian ngobrol-ngobrol dulu. Nanti kita makan siang bareng!" Ucap Hana kemudian meninggalkan Juna dan Hanum.


"Duduk Hanum!" Juna mempersilahkan.


"Mau minum apa?" Tawar Juna lagi.


"Apa aja yang seger-seger!" Jawab Hanum.


Juna kemudian ke dapur untuk meminta salah satu asisten rumah tangga membuat minuman dingin dan membawakan beberapa makanan ringan. Setelah itu kembali lagi ke ruang tamu.


"Udah lama sahabatan sama si Barbie, emh.. maksud gue Hana?" Tanya Juna basa basi.


"Oohh dari tadi kamu manggil Bie itu maksudnya Barbie? Hehehe.. unik juga panggilan sayangnya. Emh.. aku dari awal SMA udah sahabatan sama Hana, belum lama, tapi emang udah deket banget, udah kayak kaka adik!" Jawab Hamum.


"Bisa gue lihat sih, ig dia banyak foto-foto kalian. Gue juga udah follow lo!" Ucap Juna membuat Hanum ternganga tak percaya.


"Oh yaa kapan?" Tanyanya kemudian membuka aplikasi ig nya.


"Baru aja sih, tadi pas nunggu Hana pulang, gue iseng buka-buka ig dia. Dia sering nge-tag nama lo, jadi gue buka profil lo. Cantik makanya gue follow!" Lagi sifat frontal Juna membuat Hanum terkejut namun juga senang atas pujian laki-laki yang sepertinya sudah mengalihkan dunianya .


"Aku follback yaaa Ka!" Ucap Hanum dengan muka yang sudah merona, Juna pun mengangguk mengizinkan. Mereka pun terlibat obrolan yang menyenangkan, ada desiran aneh di hati Juna ketika berbicara dengan Hanum begitu pula Hanum. Mereka yang sama-sama memiliki sifat menyenangkan dengan cepat langsung akrab satu sama lain.

__ADS_1


"Ihh seru banget ngobrolin apa sih?" Tanya Hana ketika menghampiri mereka.


"Gue lagi melakukan pendekatan sama sahabat lo Bie, boleh kan?" Dan untuk kesekian kalinya Hana dan Hanum dibuat kagum dengan tingkah ajaib laki-laki yang sama tampannya dengan sang Kaka.


"Gayung bersambut kayaknya!" Ucap Hana, membuat Hanum membelalakan matanya.


"Apa?" Tanya Juna yang tidak mengerti maksud ucapan Hana.


"Jadi gini..........mmpphh!" Hanum yang tau sahabatnya akan membocorkan ketertarikannya terhadap ipar sang sahabat langsung membekap mulut Hana, sedang Juna melihat mereka dengan tatapan bingung.


"Gue laper Han, udah mateng belum? Gue mau numpang makan!" Ucap Hanum mengalihkan pembicaraan mereka.


"Bentar gue lihat dulu!" Sahut Hana yang seketika lupa dengan apa yang ingin ia bicarakan. Hana pun bangun dari duduknya untuk mengecek apakah makanannya sudah siap atau belum.


"Udah mateng, makan yukkk!" Teriak Hana dari arah meja makan. Juna dan Hanum pun beranjak menghampirinya.


Jam menunjukan pukul 7 malam, mereka bertiga masih asyik menghabiskan waktu di balkon kamar Hana, balkon yang cukup luas. Menikmati udara malam dan lampu-lampu yang gemerlap di bawah sana.


"Udah malem Han, gue balik ya!" Izin Hanum.


"Biar gue anter, gue juga mau pulang" ucap Juna, membuat Hanum senang yang teramat sangat.


Dan lagi, sebelum pergi Juna menghadiahi ciuman bertubi-tubi ke wajah Hana kecuali bibir.


"Bae-bae yaaaa Kaka ipar gue yang cantiknya gak ketulungan, cepet-cepet bikinin gue ponakan-ponakan yang lucu. Gue gak sabar menyadang gelar 'Om Tampan' !" Goda Juna membuat Hana seketika merona.


"Makasih ya Han, gue udah boleh maen ke apartemen mevvah lo!" Hanum menimpali.


***


"Makan dulu yukk!" Ajak Juna saat mereka di mobil.


"Boleh..!" Sahut Hanum, dia benar-benar bahagia bisa menghabiskan waktu dengan Juna.


"Suka makanan pinggir jalan gak? Gue lagi kangen makan pecel ayam. Tapi kalo gak suka kita cari restauran aja!" Tawar Juna tetap masih fokus dengan kemudinya.


"Aku sama Hana sering kok makan di pinggir jalan, yang penting tempatnya bersih aja!" Sahut Hanum.

__ADS_1


"Ya udah gue ajak lo makan di tempat langganan gue yaa, tempatnya bersih kok dan makanannya juga enak. Gak jauh dari sini, moga aja masih ada. Udah lama banget gue gak kesana soalnya!" Juna melirik sekilas gadis di sampingnya yang sedang asyik menikmati perjalanan mereka.


"Alhamdulillah masih ada, kangen banget gue makan di sini!" Juna begitu senang ketika melihat kedai pecel ayam masa ia SMA masih buka.


Kedai yang dimaksud Juna memang sedarhana, tak terlalu besar. Tapi pengunjungnya benar-benar ramai.


"Kayaknya rame banget Num, gue pesenin aja yaa, kita makan di mobil. Gak masalah kan?" Tawar Juna, Hanum mengangguk.


"Mau apa?" Tanya Juna lagi.


"Aku mau ayam goreng bagian paha Ka sama nasi uduk. Sambelnya yang banyak ya Ka!" Jawab Hanum, setelah mendengarnya Juna langsung menuju ke kedai itu untuk memesan pesanannya dan juga pesanan Hanum.


"Nanti pesenan kita dianter Mas-masnya ke sini!" Juna langsung menekan tombol untuk membuat kap mobilnya terbuka, Hanum yang terbiasa dengan kemewahan tidak begitu kaget dengan mobil yang dibawa oleh Juna.


"Makasih yaa Ka, udah neraktir makan aku!" Ucap Hanum.


"Enggak gratis sayang!" Sahut Juna membuat Hanum bingung.


"Jadi kita bayar sendiri-sendiri nih!" Sewot Hanum, ia merasa kesal bukan karena harus mengeluarkan uang tetapi kesal ulah Juna yang dia kira bahwa Juna termasuk cowok pelit.


"Cihh.. ganteng, tajir. Ngajak makan cewek di pinggir jalan aja nyuruh bayar sendiri-sendiri. Ngedrop gw!" Begitulah iso fikiran Hanum sambil terus menatap sebal ke arah Juna.


"Yang bilang siapa bayar sendiri-sendiri, kalo lo mau sama kedai-kedainya gue beli buat lo?" Pongah Juna.


"Lah itu tadi Ka Juna bilang gak gratis!" Kesal Hanum.


"Emang gak gratis, sebagai gantinya gue minta nomor wa lho!" Jawab Juna.


"Blushhhh".


Seketika wajah Hanum merona mendengar permintaan Juna, sang pujaan hati.


"Kalo itu sih, Hanum juga dari tadi pengen kita tukeran nomor WA!" Ucap Hanum kelepasan.


"Apa?" Bukan tidak dengar, Juna hanya memastikan kalo apa yang dia dengar barusan tidak salah


"Oohh.. Hehhehe.. Bu.. bukan apa-apa kok! Ini nomor aku, Kaka simpen yaa!" Sahut Hana sembari mengeluarkan ponselnya dan menunjukan nomor ponselnya kepada Juna. Juna pun langsung menyimpan nomor Hana kemudian mengirimi Hanum pesan agar Hanum juga menyimpan nomornya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2