
Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..
Happy Reading 😊😊
💕💕💕
"Welcome home my lovely wife" Abi mempersilahkan Hana dengan gerakan seakan tengah menyambut kedatangan seorang Puteri.
Hana sendiri hanya terkekeh melihat tingkah suaminya tersebut, sedangkan Daniel yang berada di belakang Hana hanya memandang jengah sahabatnya.
"Rumahnya cantik banget Kak, sayang banget gak ditempati ya!" sahut Hana memandangi setiap sudut ruangan yang ia lewati.
"Kamu udah siap belum kalo aku ajak tinggal di sini?" sungguh Abi sangat berharap untuk tinggal bersama di rumah impian mereka.
"Kasih waktu aku sebentar lagi ya Kak!" pinta Hana yang diangguki oleh suaminya.
"Nginep aja di sini semalem, itung-itung glade resik sebelum resmi tinggal selamanya di sini!" celetuk Daniel yang langsung disambut senyuman oleh Abi, sedang Hana terlihat seperti tengah berpikir untuk menyetujui ide Daniel atau tidak.
"Cuma semalem Hana, gak masalah bukan. Apalagi kamu di Mansion pun udah tidur bareng sama suami kamu, siapa tau di rumah ini Abi bisa buka puasa. Kasihan udah lama juga, apalagi tadi ketunda. Pusing pasti dia!" Hana langsung menatap tajam Daniel merespon ucapan blak-blakan sahabat suaminya tersebut, akan tetapi Hana juga tak bisa menyembunyikan semburat merah di pipi cantiknya.
Meski kesal mendengar ucapan frontal sahabatnya, tetapi hati Abi mengharapkan apa yang diucapkan oleh sang sahabat menjadi kenyataannya.
"Lagian aku juga pengen banget istirahat Hana, capek banget seharian ini ngikutin suami kamu yang kalo nyuruh-nyuruh suka kelewatan!" lanjut Daniel dengan wajah yang kesal dan capek dibuat-buat.
"Ya, yaudah deh kita nginep semalem di sini. Telpon orang rumah dulu buat ngasih tau kalo kita malam ini tidur di sini" sahut Hana tanpa berani menatap kedua laki-laki dihadapannya.
Abi langsung tersenyum penuh kemenangan mendengar persetujuan Hana, ia pun dengan tanpa bersuara mengucap kan terima kasih pada Daniel yang dibalas dengan anggukan.
"Ya udah gue gue mau tidur dulu, ntar bangunin gue ya pas makan malem!" titah Daniel tanpa memperdulikan wajah kesal Abi.
__ADS_1
"Kita ke kamar!" ajak Abi pada istrinya.
"Aku mau keliling-keliling sama Kak Abi, mau ya nemenin aku?" jawaban Hana sungguh teramat sangat membuat Abi kecewa, karena sesungguhnya saat ini dia ingin langsung melepas kerinduan pada istrinya.
Akan tetapi Abi tetap menuruti keinginan istrinya, karena dia sendiri berjanji sebisa mungkin memberikan apa yang istrinya inginkan selagi ia mampu dan apa yang diinginkan sang istri membuat bahagia.
Abi pun dengan setia menemani istrinya berkeliling rumah yang hanya sekali mereka tempati, malam dimana ia memberikan rumah tersebut sebagai hadiah ulang tahun Hana dan malam selanjutan justru kejadian naas terjadi diantara mereka.
"Kamu suka dapur ini?" tanya Abi saat mereka berada di dapur dan Hana begitu lama mengamatinya dibanding ruangan lainnya.
"Suka, aku kan hobi masak pasti bakal sering ngabisin waktu di sini. Dan menurut aku dapur ini keren banget, bikin betah lama-lama di sini!" jawab Hana tersenyum simpul.
"Oh iya gimana kalo aku masak buat makan malem kita, perdana nyobain dapur keren ini. Kebetulan aku sama Mamah kemarin sempet beberapa kali ikut kelas masak makanan Korea. Mau ya Kak?" usul Hana berbinar, tapi tidak dengan Abi karena jika Hana harus memasak itu artinya dia harus mengulur waktu untuk menyalurkan kerinduan nya.
Hana sendiri memang sengaja mengulur waktu untuk berduaan di dalam kamar dengan suaminya, bukannya ia tak siap hanya saja masih ada rasa canggung karena sesungguhnya ia ingin mempersembahkan yang terbaik dalam melayani suaminya untuk pertama kali setelah sekian lama.
Hana berjalan menuju ke kulkas besar, melihat apakah ada stok untuk memasak masakan yang ia inginkan. Dan Hana harus menelan kekecewaan melihat tak banyak yang tersedia di dalam kulkas besar tersebut.
Sungguh saat ini rasanya Abi ingin menarik paksa istrinya untuk ia bawa ke kamar dan ia bawa mengarungi arwana, tapi rasanya itu tak mungkin karena Abi memang bertekad menjadi sosok yang lebih sabar.
"Mau kan Kak nganter aku belanja?" sekali lagi Hana bertanya membuat Abi tersadar dari lamunan kotornya.
"Maulah Sayang, ayo kita berangkat!" sahut Abi tergagap.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam berbelanja dan usai melaksanakan shalat Maghrib satu jam ia harus habiskan untuk berkutat di dapur memasak makanan Korea, akhirnya semua telah tersaji di atas meja makan. Hana begitu puas dengan hasil yang kerjanya.
"Selesai juga akhirnya, ayo Kak kita bangunin Kak Daniel kita ajak makan malem. Mumpung baru mateng masih panas!" ajak Hana mengapit lengan suaminya yang sedari tadi setia menemani istrinya berjibaku dengan kegiatan nya.
"Kok aku ngerasa Daniel ngelunjak ya? Enak bener dia dari sampe langsung tidur, ehh pas makan malem kita juga yang harus bangunin!" gerutu Abi, namun tetap melangkah ke kamar tamu yang ditempati sahabatnya.
__ADS_1
Abi langsung menggedor-gedor dengan keras pintu kamar ketika mereka tiba, " Woi Niel, bangun makan malem udah siap! Mau makan bareng apa nunggu sisaan kita berdua?".
Tak lama Daniel pun keluar dengan tampilan wajah yang sudah segar dan tentu dengan cengiran menyebalkannya.
"Gue udah bangun dari tadi, baru selesai mandi nih gue! Gue tadi sempet ke dapur ehh ngeliat kalian masak aja peluk-pelukan, gak berani gangguin gue!" ledek Daniel karena memang beberapa kali tadi Abi sempat memeluk Hana dari belakang ketika Hana tengah sibuk mengolah masakannya.
Mendengar ledekan dari sahabat suaminya seperti biasa Hana akan selalu salah tingkah dan merona.
"Bi, pinjem baju santai elo dong, ribet gue pake baju kerja gini!" pinta Daniel.
"Ambil sendiri di kamar, abis itu langsung ke ruang makan kita tunggu elo di sana. Jangan lama-lama, gue udah laper!" titah Abi.
"Beres Bisa!!".
***
Seusai makan malam, Hana dan Abi juga sudah selesai melaksanakan kewajiban mereka. Kini mereka bertiga tengah berkumpul di ruang tengah untuk sekedar mengobrol dan menonton siaran televisi.
"Aku ambil Snack sama minuman dingin dulu ya buat nemenin kita ngobrol!" izin Hana yang diangguki keduanya, Hana pun lantas beranjak meninggalkan mereka.
"Bi, tadi pas gue ke kamar elo kok ranjang kalian masih rapi? Emang elo langsung rapiin?" tanya Daniel dengan suara pelan, ia sungguh menahan rasa penasarannya dari tadi.
"Emang rapi ranjang gue mah, maksudnya langsung dirapiin apaan sih?" Abi benar-benar tak mengerti arah pembicaraan sahabatnya itu.
"Ishh, bloon Lo! Maksud gue tuh, emang kalian tadi belum buka puasa kok ranjang kalian enggak berantakan? Apa udah buka puasa tapi langsung kalian rapiin ranjangnya?" Daniel menoyor kepala Abi dengan kesal.
"Boro-boro, maunya sih gue tadi langsung temu kangen. Ehh pas elo masuk kamar, dia malah ngajak keliling-keliling rumah. Udah gitu pas sampe dapur, dia malah punya ide buat masak makan malem. Paling ngenesnya lagi di kulkas bahan yang dia butuhin buat masak makanan Korea enggak ada, akhirnya pergi belanja dulu tadi!" keluh Abi dengan wajah kusut, berbanding terbalik dengan wajah Daniel yang terlihat menikmati kesusahan sahabatnya tersebut.
"Tenang Bro, malem ini gue yakin kalian pasti bisa temu kangen!" ucap Daniel menyemangati, meskipun terlihat senyum mengejek ke arah Abi yang membuat Abi justru berdecih kesal.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=