My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Menarik Perhatianmu ..


__ADS_3

"Hari ini aku gak anterin gak apa-apa ya? Nanti pulangnya aku jemput!" Abi masih asyik merebahkan dirinya di atas ranjang seusai sama-sama melaksanakan shalat subuh.


"Gak apa-apa kok, gak jemput juga gak apa-apa. Kaka istirahat aja, pasti capek banget!" Sahut Hana yang tengah asyik merapikan keperluan sekolahnya.


"Iya nih capek banget, apalagi...!" Goda Abi dengan kata-kata yang sengaja ia gantungkan.


"Udah sih ah jangan dibahas terus, gak malu apa!" Keluh Hana dengan wajah yang sudah memerah.


"Bahas apa?" Kembali jiwa iseng sang superstar keluar.


"Enggak bukan apa-apa!" Sungut Hana membuat Abi tergelak.


"Aku tuh paling suka kalo muka kamu malu-malu gitu, gemesin!" Abi menghampiri Hana yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer di depan meja rias.


"Sini aku bantu ngeringin rambut kamu!" dia pun mengambil alih hairdryer dari tangan istrinya dan mulai membantu istrinya untuk mengeringkan rambut.


Terlihat Hana mencuri pandang ke arah suaminya melalui pantulan kaca, wajahnya memerah mengingat apa yang sudah mereka lakukan beberapa jam lalu. Entahlah, Hana masih seperti mimpi dengan kehidupannya saat ini.


"Done..!" Ucap Abi, lalu mengacak-acak rambut istrinya yang sudah kering kemudian meletakan dagunya di pundak sang istri.


"Geli ihh Ka, awas ahh aku mau ganti baju!" Protes Hana saat suaminya mulai menyesap lehernya dan tangan yang mulai tak bisa dikontrol bermain di dadanya. Hana yang masih menggunakan jubah mandinya, sangat mudah untuk diekspos oleh tangan jahil sang suami.


Bukannya melepaskan istrinya, Abi justru mendudukan istrinya di atas meja rias. Menciumi bibir Hana dengan penuh nafsu, bahkan satu tangannya saat ini sudah berhasil membuka ikatan tali jubah mandi Hana.


"Udah Ka, aku mau berangkat. Nanti aku telat ini ahh!" Protes Hana mendorong tubuh suaminya saat mereka menghentikan ciuman mereka.


Selama berpakaian Hana terus menggerutu dengan tingkah sang suami, sedang Abi hanya terkekeh mendengar omelan istrinya.


"Nanti pulang jam berapa?" Tanya Abi di sela gerutuan istrinya.


"Jam 10..!" Jawab Hana tanpa menoleh ke arah suaminya karena saat ini ia sedang mengikat rambut panjangnya.


"Nanti aku jemput jam 10 ya!" Ucap Abi.


"Jangan jam 10 pas, jam 11 an aja aku mau ngebakso sama Hanum di kantin. Dari semalem udah pengen banget makan bakso di kantin atau Ka Abi mau ikut? Ehh, tapi jangan deh bukannya asyik ngebakso malah riweh sama fans-fans Kaka!" Hana sudah bisa menebak jika saja suaminya ikut bergabung nanti karena setiap harinya di sekolah ada aja penggemar suami yang mengekorinya, menitipkan hadian untuk suaminya, bahkan terus menerus bertanya-tanya tentang suaminya.

__ADS_1


"Ngidam?" Celetuk Abi membuat Hana menghentikan langkahnya saat ingin mengambil ransel dan ponselnya, ia pun menatap ke arah suaminya yang masih asyik menyandarkan bokongnya di meja rias kemudian menggeleng dan tersenyum.


"Mau ikut sarapan sama aku ke bawah?" Ajak Hana menghampiri suaminya.


"Aku belum laper, kamu sarapan aja. Aku mau lanjut tidur sebentar!" Sahut Abi menarik pinggang ramping istrinya.


"Kalo gitu aku berangkat ya, nanti jangan lupa jemput. Kaka udah janji mau jemput lho!" Ucap Hana kemudian mencium punggung tangan suaminya.


Saat ingin melepaskan rengkuhan tangan suaminya, Abi justru menarik Hana ke dalam pelukannya.


"Kapan-kapan kita main kamu pake seragam ya, kamu sexy pake seragam gini bikin aku ...!" Belum sempat Abi melanjutkan kata-katanya, jari-jari lentik Hana berhasil menjambak rambut suaminya.


"Bukannya bisikin doa, nyemangatin aku ujian malah mikir mesum gini. Ngeselin banget sih?" Omel Hana tanpa menghentikan jambakan di rambut suaminya meski Abi mengaduh-aduh di sela tawanya melihat kekesalan sang istri.


***


Seperti janjinya, Abi menjemput Hana tepat pada pukul 11 siang. Dilihatnya sang istri berjalan ke arah mobilnya dengan ceria, membuatnya ikut tersenyum dari dalam mobil.


Setelah makin dekat, Abi membuka kaca mobil mewahnya dan disambut oleh wajah cantik istrinya yang menyembul ke dalam mobil.


"Udah dong, Hanum masih sama yang lain di kantin. Aku kira Kaka gak jadi jemput, masih bobo ganteng di apartemen!" Jawab Hana, kemudian masuk ke dalam mobil dan memasang seatbeltnya. Melihat Hana sudah duduk manis di dalam mobil, Abi mulai melajukan mobilnya.


"Gimana ujiannya?" Tanya Abi tetap fokus pada kemudinya.


"Lancar, Alhamdulillah!" Jawab Hana.


"Mau jalan kemana gitu atau mau ke mansion?" Tawar Abi membuat Hana langsung berbinar.


"Mansion!" Ia pun tanpa ragu langsung meminta suaminya untuk pergi ke mansion orang tua mereka.


Seperti biasa, sesampainya mereka di mansion Hana langsung berlari masuk ke dalam meninggalkan suaminya. Abi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang terkadang seperti anak-anak.


"Assalamualaikum Kakek..!" Sapa Hana saat melihat Hafidz yang sedang bersantai menonton tv di ruang keluarga.


"Wa'alaikumsalam cantik, ke sini sama siapa sayang?" Tanya Hafidz menyambut pelukan Hana.

__ADS_1


"Tuh sama Ka Abi" jawab Hana sambil menunjuk Abi yang baru saja masuk ke dalam mansion. Abi pun menghampiri Hafidz untuk menyalaminya.


"Kapan kamu kembali dari Paris?" Tanya Hafidz saat mereka sudah duduk di sofa.


"Semalem Kek!" Jawab Abi.


"Lama juga kamu di Paris, hampir tiga mingguan ya. Ada kerjaan apa sampe selama itu?" Bukan tak tau, hanya saja Hafidz lebih memilih menjaga perasaan cucu menantunya.


"Biasa Kek, iklan produk!" Jawab Abi bohong.


"Emhh.. Aku mau ketemu Mamah sama Ibu Kek, dimana ya?" Tanya Hana saat melihat keseriusan dua lelaki beda generasi kesayangannya itu.


"Di dapur sayang, nyiapin makan siang!" Mendengar jawaban Kakeknya, Hana langsung permisi untuk menghampiri kedua perempuan kesayangannya.


"Jadi ada yang mau jelaskan ke Kakek?" Tanya Hafidz saat melihat Hana sudah menjauh.


"Kakek tau semuanya, gak ada yang bisa aku sembunyiin dari Kakek bukan?" jawab Abi tenang.


"Kenapa kamu terus-menerus menemui perempuan itu?" Hafidz pun tak kalah santai menghadapi cucunya.


"Harusnya Kakek juga tau alesannya!" Jawab Abi tanpa mau menjelaskan apapun lagi.


"Hentikan, apapun yang perempuan itu lakukan untuk menarik perhatianmu lagi Kakek harap kamu tidak terpancing. Hargai istrimu, jika kamu tidak tegas rumah tanggamu jadi taruhannya!" Tegas Hafidz kemudian meninggalkan Abi yang terdiam.


Sedang di dapur, Hana, Kinan dan Irma tengah asyik melepas rindu sambil menyiapkan makan siang. Abi yang melihat kehangatan mereka bertiga ikut mengulum senyum, terlebih melihat wajah bahagia istrinya membuat hatinya ikut bahagia. Ia sengaja menghampiri istrinya setelah berbincang dengan Kakeknya.


"Kak, makan siang siap. Makan yuk, aku panggil Kakek dulu ya!" Ucap Hana saat melihat Abi tengah memperhatikannya.


"Kamu bukannya abis ngebakso, masih laper?" Sindir Abi seketika membuat Hana menekuk wajahnya kesal.


"Kalo iya emang kenapa? Kan enak kalo aku doyan makan badan aku makin semok, kamunya juga makin seneng ngekepin akunya!" Sahut Hana membuat Abi dan kedua Ibunya ternganga tak percaya, terlebih Irma bahkan wajahnya memanas menahan malu akibat ucapan putrinya.


Hana yang kesal akibat ucapan suaminya langsung melenggang pergi untuk memanggil Hafidz agar ikut bergabung untuk makan siang.


"Kamu ngajarin apa aja sama menantu Mamah Bi, kok Hana yang pemalu bisa sefrontal itu?" Selidik Kinan pada Abi yang saat ini sedang menggaruk tengkuknya sambil tersenyum malu karena ia sendiri pun terkejut dengan ulah istrinya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2