My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Hana, apa kabar?


__ADS_3

Sebelum baca please jangan lupa like, komen and votenya ya, supaya aku semangat terus ngelanjutin ceritanya 🙏🙏..


Happy Reading 😊😊


💕💕💕


"Hana sudah tidur belum Mah? Aku ada di luar sekarang!" Isi pesan Abi pada Kinan saat ia baru saja tiba di rumah sakit.


"Sudah, masuk saja!" Balas Kinan


Setelah menerima pesan balasan dari Kinan, dengan perlahan Abi yang masih mengenakan kemeja kerjanya membuka pintu kamar sang istri.


Ia langsung mencium punggung tangan Kinan sebelum menghampiri ranjang Hana, senyum Abi mengembang saat melihat wajah lelap istrinya yang tertidur memeluk guling sesuai kebiasaannya.


Dan dengan pergerakan sangat perlahan Abi mendaratkan kecupan ke puncak kepala istrinya.


"Aku kangen!" Bisiknya lirih.


"Tadi dia sempet cemberut waktu Mamah bilang kamu belum pulang kerja!" Kinan menceritakan semua pada Abi yang ditanggapi dengan tawa lirih.


"Dia sebenernya kangen sama kamu, tadi Bi Imah juga cerita ke Mamah kalo Hana sering nanyain kamu. Sayangnya dia masih terlalu takut sama kamu!" Lanjut Kinan mengakhiri ceritanya.


"Iya aku ngerti, wajar Mah Hana takut sama aku. Aku sendiri enggak tau harus mulai dari mana buat kembali mengambil kepercayaannya lagi ke aku?" Tanya Abi getir.


"Bersabarlah, terus berdoa semoga Allah berikan jalan supaya kamu bisa memperbaiki hubungan kalian lagi. Mamah percaya sebenarnya Hana itu sangat mencintai kamu, hanya saja keadaan memaksanya untuk menolak kehadiran kamu!" Abi terus memandangi wajah sang istri selama Kinan berbicara.


"Iya Mah semoga..! Aku pun berharap hal yang sama, kalo gitu aku mau tidur dulu ya Mah, hari ini lelah banget rasanya..!" Pamit Abi kemudian mencium pelan pipi istrinya.


"Kamu mau tidur dimana?" Tanya Kinan.


"Di sofa luar Mah, gak mungkin aku tidur satu ruangan sama Hana!" Jawab Abi miris.

__ADS_1


"Tidurlah di sini, nanti jam 3 pagi baru kamu pindah ke sofa depan. Lumayan dari pada semalaman tidur di sofa, pasti badan kamu bakal sakit semua!" Pinta Kinan, namun Abi terlihat ragu untuk mengiyakannya. Ia sama sekali tak mau ambil resiko dengan nekat tidur di dalam kamar rawat istrinya.


"Hana selalu terbangun pukul 4 pagi kan akhir-akhir ini, itu artinya dia tak akan melihat kamu di sini jika kamu bisa bangun pukul 3 pagi!" Jelas Kinan yang mengerti keraguan Abi.


Abi pun dengan tersenyum senang menyetujui usulan sang Mamah, ia segera membersihkan dirinya dan mengganti pakiannya dengan pakaian santai agar lebih nyaman digunakan untuk tidur.


"Besok pagi Mamah akan mengajak Hana ke taman yang biasa kalian kunjungi!" Ucap Kinan saat Abi sudah membaringkan tubuh di sofabed.


"Dibolehin emang Mah?" Tanya Abi yang berbaring miring hanya untuk menatap wajah istrinya.


"Boleh, tapi enggak lama. Menghindari kemungkinan yang gak enak aja, tau sendiri kan mental Hana masih labil takut kalo ada sesuatu yang buat dia down lagi!" Jawab Kinan yang juga sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang biasa Abi gunakan sebelum Hana mengingatnya.


***


Pagi ini Abi memutuskan untuk sedikit terlambat ke kantor, demi mengikuti Hana secara diam-diam ke taman bersama Kinan.


Abi terlebih dahulu tiba di taman, duduk di sudut tempat yang tak terlihat oleh Hana ditemani satu cup kopi hitam dengan sandwich tuna yang sebelumnya ia telah beli dari kantin rumah sakit.


Abi tersenyum ketika melihat wajah ceria Hana yang begitu memancarkan kebahagiaan, bahkan siapapun yang melihat Hana tak akan menyangka jika Hana tengah sakit jiwanya.


"Hana mau sarapan buburnya di sini?" Tanya Kinan membuka kotak berisikan bubur ayam yang memang Hana request untuk sarapan pagi ini.


"Iya Mah, di sini aja. Pasti makin sedap makan di sini Mah, udaranya seger gak bau obat-obatan Hana suka!" Jawab Hana begitu bahagia.


"Mau Mamah suapin?" Tanya Kinan lagi, namun Hana menggeleng sambil tersenyum.


"Hana bisa makan sendiri kok..!".


Hana begitu lahap memakan bubur ayam kesukaannya, meskipun kebiasaannya tak pernah hilang yaitu butuh waktu cukup lama untuk Hana menghabiskan makanannya, namun Kinan begitu sabar menemani menantu kesayangannya itu.


Juga Abi yang tak jenuh berdiam diri hanya untuk melihat wajah cantik istrinya yang pagi ini berkali-kali lipat terlihat bersinar.

__ADS_1


"Kak Abi gak suka bubur ayam kan Mah?" Tanya Hana setelah menyuapkan sendokan terakhir bubur ayamnya.


"Iya, dia gak suka!" Jawab Kinan yang langsung membantu membereskan bekas makan menantunya itu.


"Tapi pernah lho Kak Abi makan bubur ayam sisaan Hana waktu Hana gak bisa ngabisinnya!" Cerita Hana.


"Iya, karena Abi lebih tak suka membuang-buang makanan. Jadi biarpun dia enggak suka makanan tersebut, dia pasti memilih memakannya dibanding membuangnya. Entahlah dari kecil sudah kebiasaannya seperti itu!" Sahut Kinan penuh kelembutan.


"Masa sih Mah?" Tanya Hana tak percaya.


"Bener Sayang, pernah waktu kecil Juna main-main dengan makanannya, dibuang ke sana ke sini Abi marah sekali, bahkan dia sampe menangis melihat makanan yang dibuang-buang oleh Juna!" Kinan terkekeh mengingat moment tersebut.


"Tapi Kak Abi juga pernah buang-buang makanan kok Mah, waktu aku berantem sama dia, dia sampe balikin meja makannya!" Sahut Hana berubah sedih mengingat pertengkaran hebat mereka dulu.


"Maafin Abimanyu ya Nak, satu sifat buruk dia dari dulu tak bisa mengontrol emosinya, terlalu pemarah. Selalu bertindak tanpa difikirkan terlebih dahulu akibat dari tindakannya!" Kinan lebih memilih meminta maaf atas apa yang telah puteranya lakukan tersebut, sedang Hana hanya menanggapinya dengan tersenyum.


"Kamu kangen sama suami kamu?" Tanya Kinan.


"Kangen, tapi Hana takut. Hati Hana juga masih sakit, sakit banget!" Jawaban Hana dapat dimengerti oleh Kinan, ia hanya membelai lembut rambut panjang Hana yang dibiarkan tergerai.


"Hana mau potong rambut? Rambut Hana udah panjang banget ini, mau coba sesuatu yang baru, biar lebih terlihat fresh?" Tawar Kinan karena memang rambut Hana sudah sangat panjang.


"Hana jelek ya Mah kalo rambutnya panjang?" Tanya Hana dengan mimik sedih.


"Enggak kok, cantik banget. Cuma mungkin Hana mau dipendekkan sedikit supaya terlihat lebih segar?".


"Iya deh, Hana mau dipotong rambutnya. Ribet juga kalo rambutnya kepanjangan kayak gini!" Cengir Hana membuat Kinan begitu gemas, tentunya juga Abi yang terus memandang dari sudut yang tak bisa Hana lihat.


Hingga keceriaan Hana tiba-tiba menghilang berganti ketakutan luar biasa ketika sosok pria yang begitu ia kenal berdiri di hadapannya dan menyapanya.


"Hana, apa kabar? Kamu udah sembuh?".

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2