My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)

My SuperStar SuperArogan ( Hasrat Sang Superstar)
Patah Hati


__ADS_3

Selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang keluarga begitu pula dengan Hana. Meskipun ia tak enak hati ikut berkumpul dengan mereka karena bukan termasuk anggota keluarga dan pun Hana baru pertama kali bertamu ke rumah Tante Kinan Hana tetap ikut duduk di seblah Tante Kinan.


Hana hanya menyimak setiap pembicaraan, terkadang menjawab seperlunya jika salah satu keluarga bertanya padanya. Hana pun kini mengerti wanita yang selalu di sebelah Abi adalah kekasih Abi. Kakek meminta agar Abi juga Soraya meresmikan hubungan mereka ke jenjang ke pernikahan jika memang mereka serius dengan hubungan mereka. Namun Abi menyatakan belum siap dengan pernikahan, dia atau pun kekasihnya masih ingin berkarier. Kakek nampak kecewa dengan keputusan yang Abi buat, meskipun Kakek juga mencoba menyakinkan keinginan terakhirnya terhadap Abi, namun Abi tetap pada keputusannya bahwa dia akan menikah jika memang dia atau pun Soraya benar-benar siap.


"Kalian berdua terlalu egois, jika memang kalian masih fokus dengan karier kalian buat apa kalian menjalin hubungan? Mamah tau sebenarnya Abi siap menikahi Soraya, tapi kamu Raya apa yang membuat kamu begitu berat menikah dengan Abi? Toh setelah menikah pun kamu masih bisa berkarier, meskipun saya dan keluarga tidak setuju tapi lebih baik kami yang mengalah asalkan kamu mau dinikahi Abi. Yang jelas hanya satu permintaan kami terlebih ini juga keinginan kakek, kamu mengandung anak Abi", ucap Kinan mulai kesal.


"Maaf Tante, untuk saat ini Raya belum siap menikah apalagi untuk hamil Raya benar-benar belum mau Tante. Raya pengen mewujudkan impian Raya dulu Tante, jadi dalam waktu dekat ini Raya benar-benar belum bisa mengabulkan permintaan Kaket dan keluarga", sahut Raya berusaha menjelaskan.


"Kamu yakin Raya setelah impian kamu terwujud kamu bisa memenuhi permintaan keluarga kami? Tante rasa tidak, jika kelak kamu bisa mewujudkan impian kamu bukankah kamu akan lebih sibuk dari sekarang? Begini saja Raya Tante dan keluarga memberikan kalian waktu tiga bulan. Jika dalam waktu tiga bulan kalian berdua belum mengambil keputusan. Maaf lebih baik kalian mengakhiri hubungan kalian dan ingat saya atau pun keluarga tidak pernah melarang kalian untuk berhenti berkarier asalkan kalian bisa membagi waktu antara karier kalian dan juga keluarga kalian nantinya", perintah Kinan tegas.


"Serumit inikah hubungan orang dewasa? kalo gw jadi Raya sih enggak mikir dua kali toh restu udah didapet, Ka Abi juga kaya nya tulus banget sayang sama si Raya. Ya Allah patah hati gw", gerutu Hana dalam hati sambil terus menatap ke arah Abi.


"Iya kan Hana?", ucap Kinan mengejutkan lamunan Hana. Hana yang tidak mengerti mulai gelapan bingung dengan apa yang harus diiyakan.


"Iya, iya apanya ya Tante? Maaf Hana bengong tadi", sahut Hana malu-malu.


"Kamu mau bantu Tante jadi bintang iklan produk shampo Tante kan?", tanya Kinan sekali lagi.

__ADS_1


"Ohhh itu ya Tan, iya Hana mau kalo nanti Hana dapet izin dari Ibu, Hana pasti mau bantu Tante", jawab Hana bersemangat.


"Iya tenang aja pasti nanti Ibu kamu kasih izin kok. Nah rencana Tante nanti kamu dipasangkan sama Abi di iklan itu, kamu mau kan?".


Mendengar nama Abi disebutkan Hana langsung meloncat bersemangat, namun sejenak dia terdiam setelah melihat raut muka ketidak sukaan yang diperlihatkan oleh Abi terlebih Soraya.


Kinan yang menyadari perubahan raut wajah Hana pun mengerti.


"Kamu bisa kan Bi bantuin Mamah?", Tanya Kinan kepada anaknya.


"Bi..bisa Mah. Nanti biar Daniel yang cari waktunya. Jadwal Abi padat soalnya, tapi nanti biar Abi bilang ke Daniel supaya bisa ngatur jadwal buat bikin iklan produk Mamah".


"Ooh gak usah Tante.. gak apa-apa lagian beberapa hari lagi Raya ada pemotretan di luar kota jadi maaf Raya gak bisa bantuin Tante", jawab Raya beralasan meskipun hatinya cukup dibuat panas. Dalam pikiran Raya, Kinan pasti sengaja mendekatkan Abi dengan Hana. Dia pun menatap tajam ke arah Hana, Hana yang sadar ditatap Raya berusaha tidak memperdulikannya.


"Maaf semua, Hana mau minta izin buat sholat Isya dulu boleh?" pinta Hana.


"Boleh sayang, sholat lah setelah itu beristirahatlah nanti biar diantar asisten rumah ini ke Mushola dan ke kamar kamu. Kamu pasti udah capek banget yaa?", sahut Kinan mempersilahkan.

__ADS_1


Hana tersenyum mengangguk, setelah Kinan meminta salah satu asisten rumah tangganya, Hana pun mengekori sang asisten yang sedang menunjukan jalan ke Mushola yang berada di taman belakang.


"Mbaknya namanya siapa?" tanya Hana memecah keheningan saat mereka berjalan berdua.


"Nama saya Dewi Non", jawab sang asisten ramah.


"Oh Mbak Dewi, kenalin nama aku Hana", ucap Hana memperkenalkan diri sambil menngulurkan tangannya. Asisten bernama Dewi pun manyambut uluran tangan Hana dengan sedikit kikuk. Pasalnya tak seorang kenalan keluarga ini pun yang pernah mau berkenalan dengan seorang asisten.


"Mbak Dewi rumah Tante Kinan gede banget yaa, Mbak Dewi gak pernah gitu kesasar? Aku kalo sekarang Mbak Dewi tinggal aja udah pasti gak tau arah balik ke ruang keluarga", tanya Hana.


Merasa lucu Dewi sedikit tersenyum dengan pertanyaan yang dilontarkan Hana.


"Awal-awal sering sih Non saya kesasar, tapi sekarang udah enggak lagi. Saya sudah cukup hafal denah rumah ini karena seringnya kesasar", jawab Dewi jujur. Hana yang mendengar jawaban Dewi itu tak ayal tertawa.


"Sudah sampai Non Musholanya. Ambil wudhunya sebelah sana ya Non, di dalam ada beberapa mukena, Non Hana tinggal pilih saja. Nanti saya tunggu di bangku itu ya.


"Mbak Dewi gak sholat? Sholat bareng yuk!", ajak Hana.

__ADS_1


"Saya sedang berhalangan Non", jawab Dewi, ia kemudian duduk dibangku yang tadi dia tunjuk. Hana pun mengambil wudhu kemudian masuk ke dalam mushola dan mulai melaksanakan kewajibannya.


__ADS_2