
"Kangen..!" Rengek Abi ketika baru sampai di suite room hotel di Bandung saat menghubungi Hana.
"Gombal amat Ka, belum sehari udah bilang kangen!" Meski begitu Hana tetap tersipu.
"Gue tuh biasa ngelonin lo Hana, hampa rasanya gak ada lo di kamar ini!" Keluh Abi dengan wajah sedih.
"Sama Ka, kamar sepi gak ada yang bawel, gak ada yang resek, gak ada yang jahil. Gak ada yang berisik juga di balkon!" Sindir Hana.
"Emang di balkon ada apa biasanya?" Tanya Abi pura-pura polos.
"Cihh, yang berisik sama yayangnya siapa kalo malem di balkon? Yang bahas hal-hal mesum siapa? Geli ih!" Sindir Hana dengan mimik jijik menbuat Abi tak bisa menahan tawanya.
"Kayaknya ada yang jealous nih. Hehehehe.. Ternyata ada yang diem-diem nguping yaa??" Balas Abi tersenyum puas.
"Idihhh siapa yang nguping, orang suara kalian kenceng gitu. Ka, emhh.. jadi gimana masalah kalian berdua?" Tanya Hana ragu-ragu.
"Maunya lo gimana?" Bukan menjawab, Abi justru malah balik bertanya.
"Kalo mau aku sih, dia beneran selingkuh terus kalian putus!" Jawab Hana blak-blakan membuat Abi terkekeh.
"Ada gitu orang doanya jelek banget!" Sindir Abi sambil terus menatap wajah cantik istrinya di layar ponsel, bahkan beberapa kali ia men-screen shot ponselnya untuk menyimpan foto sang istri yang malam itu terlihat begitu menggemaskan menurutnya.
"Jelek mananya sih? Doa aku bagus itu Ka, menghindari Kaka dari hubungan gelap dan perzinahan!" Ucap Hana tegas dan menggebu-gebu.
"Jadi maunya gue putus nih sama Raya?" Goda Abi, membuat Hana mengangguk semangat.
__ADS_1
"Oke, kalo gitu gue putusin dia yaa. Lo harus tanggung jawab yaa nyembuhin patah hati gue!" Ucap Abi dengan mimik dibuat sedih.
"Gampang itu mah, serahin aja sama Hana!" Tantang Hana.
"Tapi beneran apa PHP in aku aja nih Ka?" Lanjut Hana langsung terlihat lesu.
"Besok gue kabarin! Ya udah tidur sana, udah malem! Gue juga mau tidur, besok jadwal gue padat banget. Pengen nyiapin tenaga!" Perintah Abi, Hana pun mengangguk menurut.
"Kaka jangan lupa sholat ya di sana!" Pesan Hana.
"Masih ajaa, iya Insya Allah kalo gak males. Hehhehee..!" Sahut Abi asal.
"Tidur yaa..!" Lanjut Abi lembut, Hana pun mengangguk. Mereka kemudian mengakhiri video call mereka.
Selang beberapa saat menunggu akhirnya panggilan teleponnya diangkat oleh sang kekasih.
"Tumben gak video call?" Raya langsung mempertanyakan prilaku aneh kekasihnya.
"Siapa yang selama ini menggantikan posisiku di sana? Apa Nico?" Tanpa menjawab pertanyaan sang kekasih, Abi langsung menodongkan kecurigaannya pada Raya.
"Kenapa masih ini juga sih yang dibahas? Kamu fikir aku perempuan apa yang bisa tidur dengan setiap laki-laki? Kamu nyakitin aku tau gak?" Soraya benar-benar dibuat tertekan dengan tuduhan Abi, bukan karena tuduhan itu salah, tapi semuanya benar. Ia takut jika Abi akan meninggalkannya jika semua terbongkar.
"Udahlah Ray, gak usah pura-pura lagi. Aku udah tau semuanya! Nico kan yang selama ini tinggal sama kamu? Luar biasa kamu Raya, aku kagum sama cara kamu mempermainkan aku? Inget Ray, aku paling benci pengkhianatan. Buat aku gak ada maaf untuk seorang pengkhianat!" Ungkap Abi penuh kemarahan dan penekanan di setiap kata-katanya.
"Kamu punya bukti apa kalo aku selingkuh dengan Nico? Tunjukan buktinya baru kamu bicara Bi, jangan asal nuduh aku begitu!" Geram Raya, terselip ketakutan di setiap ucapannya.
__ADS_1
"Aku emang gak punya bukti apa-apa Ray, tapi seseorang yang aku percaya udah beberapa kali mergokin kamu. Gak perlu bukti apa-apa lagi!" Tegas Abi dengan suara lantang penuh kekecewaan.
"Siapa Bi?" Tanya Raya penuh kekhawatiran.
"Siapa pun itu gak perlu kamu tau! Yang jelas aku mau denger sendiri pengakuan dari mulut kamu kalo kamu emang ada main di belakangku!" Gertak Abi.
"Aku curiga kalo ini cuma akal-akalan kamu aja kan buat mutusin aku, kamu udah jatuh cinta kan sama cewek barbar sialan itu?" Tuduh Raya.
"Kenapa kamu jadi bawa-bawa Hana ke masalah kita hah? Dia gak ada sangkut pautnya dengan masalah kamu dan aku Ray, jangan masukan dia ke masalah antara kita berdua! Dia itu korban keegoisan kita berdua, jangan tuduh dia macem-macem lagi Ray!" Geram Abi tak terima tuduhan kekasihnya untuk sang istri.
"Segitu ngebelanya kamu Bi sama dia, sekarang terbukti kan ketakutan aku kalo kamu bakal tertarik sama perempuan sialan itu!" Raya makin menyudutkan Hana.
"Cukup Ray, cukup!! Jangan libatkan Hana lagi dalam masalah kita, dia itu korban Ray. Kalo emang aku jatuh cinta sama dia itu wajar karena dia istri ku!" Tegas Abi membuat hati Raya berdenyut sakit mendengar pengakuan kekasihnya.
"Lihat kan Bi, kamu yang gak bisa pegang janji kamu tapi justru kamu yang nuduh aku macam-macam. Hiks.. aku sakit hati Bi, di sini aku nungguin kamu, mengharapkan kamu. Tapi apa yang baru aja kamu bilang, kamu jatuh cinta sama dia? Keterlaluan kamu Bi. Hikss..! Kamu mau tau, yaa aku selingkuh dari kamu, aku tidur sama Nico selama ini. Tapi kamu tau kenapa aku ngelakuin itu semua Bi, aku lakuin itu semua karena aku marah Bi, marah setiap kali aku harus ngebayangin kalian bersama, aku marah setiap kali kamu update foto dia dengan kata-kata romantis. Dimana posisi aku saat itu hah? Setega itu kamu memperlakukan aku layaknya aku gak pernah ada! Kamu tau gimana perihnya aku ngebayangin kamu dan Hana bercumbu, maka jangan salahkan aku kalo aku pun melakukan hal yang sama dengan laki-laki lain. Meskipun tanpa rasa cinta, aku cuma ingin melampiaskan kekecewaanku Bi. Tapi sungguh aku cuma sayang sama kamu, aku cuma cinta sama kamu Bi. Maafin aku.. Hiks..Hiks..!" Sahut Raya dengan derai air mata, kekecewaan, ketakutan, dan rasa bersalah. Sungguh saat ini ia benar-benar takut kehilangan kekasihnya.
"Akhirnya kamu akuin pengkhianatan kamu Ray dan aku gak bisa mentolerir pengkhianatan kamu itu. Kita selesai Ray, mulai saat ini kita jalani kehidupan kita masing-masing. Dan asal kamu tau sampai detik ini aku belum sama sekali bercumbu dengan istri ku!" Kini Abi benar-benar telah mengambil keputusan yang sebenarnya berat dan menyakitkan. Tapi dia memang tak bisa menerima pengkhianatan kekasihnya.
"Apa? Enggak Bi, jangan kayak gini. Iya aku salah, aku khilaf Bi, jangan putusin aku, aku cinta Bi sama kamu. Kita perbaiki lagi hubungan kita, kamu mau aku balik ke Indonesia, aku akan balik Bi. Tapi jangan begini, kasih aku kesempatan lagi, aku mohon!" Pinta Raya dengan suara putus asa.
Tapi Abi adalah Abi, lelaki dengan watak keras kepala. Ia tak sedikit pun iba dengan ucapan penuh penyesalan kekasihnya.
Meski sakit, namun jujur hatinya terasa lebih ringan. Ia seakan tak menyesali keputusannya meskipun berat bahkan ia tak marah dengan perselingkuhan kekasihnya, ia hanya tak terima cara Raya mempermainkannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1