Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 2 : BITTER SWEET ROMANCE Romansa


__ADS_3

“Assalamu’alaikum,” Akhtar melangkahkan kakinya memasuki kediaman Regan.


“Waalaikumsalam.”


Jawab Regan, pria bersahaja yang senantiasa bersikap ramah dan penuh kasih sayang pada Akhtar. Tapi sikapnya sedikit berubah setelah menjadi mertuanya. Akhtar mencium punggung tangan Regan kemudian duduk di sampingnya.


“Kenapa baru pulang?”


“Iya pa, banyak pekerjaan di kantor.”


“Banyak pekerjaan atau janji dengan seseorang di luar?”


Akhtar menghela nafasnya sejenak, sedikit jengah dengan pertanyaan sang mertua. Tapi apa daya, dia juga yang telah merusak kepercayaan Regan dengan sikapnya dulu menjelang pernikahan.


“Eh mas udah pulang? Ayo mandi dulu, habis itu kita makan bareng.”


Saved by the bell, mungkin itu yang dirasakan Akhtar ketika Rain menghampirinya. Setelah berpamitan dengan Regan, dia berjalan mengikuti Rain ke lantai atas. Rain bantu melepaskan dasi dan membuka kancing kemeja suaminya. Kemudian mengambil pakaian yang tadi dibelinya dadakan.


“Aku tunggu di bawah ya mas,” Rain mencium pipi suaminya kemudian bergegas keluar kamar.


Sepuluh menit kemudian Akhtar turun ke bawah. Di meja makan semua sudah berkumpul. Akhtar menarik kursi di samping sang istri. Dengan cekatan Rain mengambilkan makanan untuk suaminya. Acara makan malam diselingi pembicaraan ringan seperti kebiasaan mereka.


“Ma, apa kamu tahu kelakuan anak kamu tadi di restoran?”


“Kenapa pa? Dia buat ulah apalagi?” Sarah melirik pada Rain, yang dilirik hanya cengar-cengir saja.


“Dia ngerayu papa udah kaya ngerayu om-om senang aja.”


“Aaaaww.. ampun ma, ampun,” jeweran Sarah mendarat di telinga Rain.


“Abisnya aku kesel disangka sugar baby-nya papa. Emang mukaku ngga mirip apa sama papa?” Rain mengusap telinganya yang terasa panas.


“Muka kamu itu perpaduan mama dan papa. Tapi lebih banyak mama, makanya kamu cantik kaya mama,” hibur Regan.


“Untung aku lebih mirip mama. Coba kalau lebih mirip papa, yang ada aku ganteng. Kalah deh pesona Rey sama aku.”


Rey menendang kaki kakaknya yang malam ini mulutnya tak henti berkicau hal yang tak penting. Akhtar tersenyum mendengar celotehan sang istri, tanpa sadar punggung tangannya bergerak mengusap pipi Rain. Hal tersebut tertangkap oleh Regan dan Sarah.

__ADS_1


“Pa, kalau Rey lagi bareng sama papa di rumah sakit pada ngga nyadar apa kalian itu mirip banget?”


“Gimana pada mau nyadar orang dia kalau ketemu papa pake masker terus.”


“Hahaha.. niat banget si Rey. Lagian masa sih ngga ada yang ngeh lo anaknya dokter Regan yang ganteng itu.”


“Dokter sekelas papa jarang interaksi sama koas atau dokter residen, jadi gue aman.”


“Dan mereka percaya gitu kalau lo itu mahasiswa kere yang ngandelin beasiswa dan cuma punya si motor kutukan itu. Demi apa lo ngelakuin itu semua? Biar dapet cewek yang cinta elo apa adanya? Dih, kaga usah repot-repot, orang cewek yang lo suka....”


Rain tak dapat meneruskan ucapannya karena Reyhan langsung memasukkan potongan timun ke dalam mulutnya.


“Awas tuh mulut jangan lemes. Mau gue buka semua aib lo ke bang Akhtar?” ancam Rey.


“Aib apa Rey? Cerita dong,” Akhtar yang semula hanya menjadi pendengar mulai ikut menimbrung pembicaraan.


“Jangan dengerin Rey. Ayo mas kita ke atas aja.”


Rain segera menarik tangan Akhtar meninggalkan meja makan yang pembicaraannya sudah berubah haluan hendak merugikan dirinya. Tinggallah Rey yang mendapat tatapan tak biasa dari kedua orang tuanya.


“Jadi, siapa perempuan yang kamu suka Rey?” goda Sarah.


Rey bergegas membebaskan diri dari meja makan sebelum interogasi berlanjut. Ujung-ujungnya bisa bocor rahasia yang selama ini disimpannya karena sang mama begitu lihai dalam mengorek informasi dari anak-anaknya.


Sementara itu sesampainya di kamar, Akhtar langsung menarik Rain dalam pelukannya. Didekapnya tubuh sang istri yang seharian ini begitu dirindukannya.


“Coba peragain gimana cara kamu tadi ngerayu papa.”


“Ngga mau.”


“Peragain.”


Dengan malu-malu Rain mereka ulang adegan di restoran tadi. Akhtar tertawa dibuatnya, tapi kemudian tawanya berubah menjadi kecemburuan.


“Jangan pernah ngelakuin hal seperti tadi lagi, walau sama papa sekalipun.”


“Kenapa? Mas cemburu? Masa sama papa cemburu.”

__ADS_1


“Dia memang papa kamu tapi tetap laki-laki. Mas ngga suka kamu ngerayu atau manja-manjaan sama laki-laki lain. Kamu itu milik mas, kamu cuma boleh ngelakuin itu sama mas, titik.”


“Dih, dasar bucin.”


“Biarin. Kamu yang bikin mas bucin, jadi kamu harus tanggung jawab.”


“Iya.. iya.. iya.. aku janji ngga akan ngerayu laki-laki lain selain mas, puas? Udah ah aku mau tidur, ngantuk.”


“Eits... enak aja. Mau coba-coba mangkir dari janji ya.”


“Janji apa?”


Tak ingin banyak bicara, Akhtar ******* bibir Rain. Kemudian dibawanya menuju ranjang. Cumbuan memabukkan langsung Akhtar lancarkan hingga sang istri mulai menikmati dan meminta lebih. Rain dibuat tak henti mendesah oleh Akhtar tanpa mempedulikan apakah Rey mendengar suara-suara laknat mereka. Yang pasti pergulatan malam ini akan panjang dan membara.


Di kamar bawah atmosfer yang tidak berbeda juga tengah berlangsung. Pasangan yang sudah tidak lagi muda itu juga tengah bergelut dengan olahraga malamnya. Sarah terkulai lemas setelah Regan berhasil mencapai puncaknya. Suaminya itu selalu bisa memuaskannya bahkan membuatnya tak berdaya.


Regan menyandarkan punggungnya ke head board ranjang. Sarah mensejajarkan diri kemudian merebahkan kepalanya di dada suaminya. Beberapa kali Regan mengecup kening Sarah seraya mengucapkan kata cinta yang tak pernah absen keluar dari mulutnya setiap habis bercinta.


“Sayang, apa menurutmu perasaan Akhtar sudah sepenuhnya menerima Rain?”


“In Syaa Allah mas. Kita berbaik sangka saja dan jangan putus mendoakan kebahagiaan anak kita. Mas lihat tadi bagaimana cara Akhtar melihat Rain. Sorot matanya berbeda mas, dan itu bukanlah sebuah kepura-puraan.”


“Hmm.. mudah-mudahan saja.”


“Aku tahu perasaan mas. Tapi cobalah untuk mulai menerima Akhtar. Ada pelangi setelah hujan. Dan aku lihat mereka tengah menikmati pelangi itu sekarang. Biarkan mereka menguatkan ikatan cinta mereka sebelum badai lain yang mungkin akan menerpa. Karena kehidupan rumah tangga tidak akan lepas dari masalah. Jika hati mereka sudah terikat kuat, maka masalah apapun akan bisa mereka hadapi, seperti kita.”


Sarah mendongakkan wajahnya ke arah Regan. Perlahan Regan mendekatkan wajahnya kemudian menyatukan bibir mereka. Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk hanyut lebih dalam hingga akhirnya kembali mengulang kegiatan malam yang penuh dengan keringat dan desahan.


🍁🍁🍁


**Pagi menjelang siang readersku tercinta. Alhamdulillah bisa up lagi hari ini. Bagian sekarang kita masih santai ya, biarkan Rain dan Akhtar bahagia dulu. Mamake juga ngga dimarahin terus karena bikin Rain menderita terus✌️


Jangan lupa ritualnya ya gaesss😎


Like..


Comment..

__ADS_1


Vote..


Love you all😍**


__ADS_2