Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 2 : BITTER SWEET ROMANCE Berondong Simpanan


__ADS_3

Empat bulan kemudian


Kandungan Rain sudah memasuki usia delapan bulan. Hubungannya dengan Akhtar juga sudah membaik dan semakin harmonis. Selama kehamilan, mereka tinggal berpindah-pindah, kadang di rumah Regan, kadang di rumah Nino, kadang di apartemen. Ketika mereka ingin menghabiskan waktu berdua, maka keduanya memilih tinggal di apartemen.


Seperti saat ini, keduanya tengah menikmati waktu berdua di apartemen. Rain merebahkan kepalanya di dada Akhtar setelah pergulatan panas mereka. Tangannya mengelus perut suaminya yang rata. Akhtar menciumi puncak kepala Rain beberapa kali. Telapak tangannya terus mengusap punggung mulus istrinya yang tak tertutup apapun.


“Mas, aku dengar Lissa kehilangan ingatannya secara permanen.”


“Hmm..”


“Kasihan dia ngga bisa ingat apapun soal dirinya.”


“Itu hukuman buat dia. Sudah ngga usah bahas dia lagi,” Akhtar mencium bibir istrinya mesra. Kemarahannya pada Chalissa masih belum hilang. Mengingat wanita itu beberapa kali mencoba menyakiti Rain.


“Mas, soal mini marketnya pak Darwin gimana?”


“Udah beres, bangunan sebelah yang dijadiin salon juga sekalian mas beli.”


Akhtar memang menginvestasikan uangnya dengan membeli sebuah mini market yang terletak di depan kompleks perumahan tempat Regan tinggal.


“Itu tetap dijadiin salon atau gimana?”


“Ngga, mas mau perluas mini market. Rencananya mas kan mau jual bakery juga di sana. Makanya perlu area yang lebih luas lagi.”


“Berarti nambah pegawai dong.”


“Pastinya. Makanya mas lagi cari-cari pegawai tambahan nih.”


Rain hanya manggut-manggut saja. Dia mengeratkan pelukannya pada Akhtar. Di masa kehamilannya ini Rain begitu manja pada Akhtar, mungkin karena calon anak mereka adalah perempuan.


“Mas, apa kita akan seterusnya tinggal di apartemen?”


“Ngga sayang. Mas udah beli kavling dan papa Nino lagi desain buat rumah kita.”


“Yang bener? Wah kalau papa Nino yang desain pasti keren deh.”


“Iya, papa tuh keren-keren desainnya. Kayanya bakat papa nurun sama Fikry. Kalau mas, gambar ayam aja ngga jelas bentukannya,” Akhtar tergelak.


“Tapi mas pinter bisnis. Tapi apapun itu, aku bangga sama mas. You are the best husband I ever have.”


“You too honey.”


Akhtar memagut bibir Rain, ciuman keduanya langsung tercipta. Rain naik ke atas tubuh suaminya. Kini bibirnya sudah menciumi dada Akhtar yang tak tertutup apapun, menyesapnya sedikit kencang hingga menimbulkan bercak kemerahan.


“Ronde kedua sayang?”


Rain tersenyum, dia melanjutkan aksinya. Akhtar pun tak tinggal diam, tangannya sudah bermain di bulatan kenyal yang semakin membesar bentuknya. Keduanya telah siap melanjutkan pergumulan mereka.


🍁🍁🍁


Wajah Rain dan Akhtar nampak sumringah menatap layar yang menunjukkan perkembangan calon anaknya. Dari hasil pemeriksaan semuanya nampak normal dan HPL akan jatuh tiga minggu yang akan datang.

__ADS_1


“Minggu depan jangan lupa kontrol lagi ya bu.”


“Siap dok. Oh iya, saya bisa melahirkan normal kan dok?”


“In Syaa Allah bu, kalau posisi janin tidak ada masalah, ibu bisa melahirkan secara normal.”


Setelah mendapatkan resep vitamin, keduanya keluar dari ruangan praktek dokter kandungan tersebut. Akhtar meminta Rain duduk di kursi tunggu yang berada di lobi, sementara dirinya menuju apotik untuk menebus resep.


Reyhan yang melintas di dekat lobi melihat Rain yang sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Segera dihampiri kakaknya itu. Reyhan duduk di samping Rain.


“Abis periksa kandungan kak?”


“Iya.”


“Terus gimana?”


“Alhamdulillah semua baik-baik aja. Perkiraan HPL tiga minggu lagi.”


“Syukur deh. Lo pulang ke rumah ya kak. Gue ngeri ngelihat perut lo yang udah gede gini. Kalau bang Akhtar kerja lo sendirian di apartemen.”


“Ada bi Juju yang nemenin gue.”


“Ya tetep aja lebih aman di rumah atau di rumah mama Kalila. Mama khawatir tuh, pokoknya lo pulang ke rumah.”


“Gue tuh lagi quality time sama suami gue Rey. Nanti kalau anak gue lahir, jarang banget kita punya waktu berdua. Lo mah belum nikah jadi ngga akan ngerti.”


“Quality time mulu, udah dua minggu lo tinggal di apartemen. Mama sama mama Kalila tiap hari khawatir mulu sama elo. Yang dikhawatirin malah enak-enak berduaan.”


Rain tak menanggapi ucapan adiknya. Reyhan menundukkan kepalanya ke arah perut Rain. Tangannya bergerak mengusap perut buncit sang kakak. Senyumnya merekah saat elusannya dibalas dengan gerakan dari calon keponakannya ini.


“Percuma ganteng kalau jomblo,” cibir Rain.


Reyhan tak mempedulikan ledekan Rain. Dia terus saja mengelus perut Rain sambil berbicara tak tentu arah. Sepertinya keponakannya itu begitu senang mendengar suara om-nya hingga beberapa kali terasa gerakannya. Reyhan tak menyadari, tak jauh darinya Aldi sedang memperhatikannya.


“Lo ngga ada kerjaan apa?”


“Lagi istirahat.”


“Bentar lagi mas Akhtar balik.”


“Terus?”


“Nanti dia jealous lihat lo ngelusin mulu perut gue.”


“Dih lebay, gue kan adek lo bukan kekasih gelap lo yang gosipnya sekarang beredar di rumah sakit.”


Rain tergelak, tingkah konyolnya itu sukses membuat sang adik menjadi bahan gosip para koas di rumah sakit ini. Melihat tak ada penyesalan dari sang kakak, Reyhan bertambah keki saja.


“Emang gosip yang beredar kaya gimana?”


“Gue disangka berondong simpanan elo.”

__ADS_1


Rain kembali tergelak. Dia mengacak-acak rambut sang adik yang kepalanya masih berada di dekat perutnya.


“Berarti bagus dong, berarti lo bakalan aman. Ngga akan ada cewek yang ngejar-ngejar elo kalau elo disangka berondong simpenan gue. Secara kan gue cantik badai, jadi cewek-cewek pasti minder kalau bersaing sama gue.”


“Dih, gue baru tahu efek kehamilan itu bisa bikin orang narsis dan pede gila.”


“Udah sana, tuh mas Akhtar udah mau ke sini.”


“Tapi lo pulang ke rumah ya kak.”


“Iya bawel.”


Reyhan berdiri, sebelumnya dia mencium dulu perut sang kakak. Rain memperhatikan Akhtar yang berjalan ke arahnya. Kalau sampai suaminya itu melihat Reyhan baru saja mencium perutnya bisa-bisa dia terkena ceramah tujuh jamnya. Saat Reyhan akan pergi, Rain menangkap Aldi yang terus memperhatikan mereka.


“Rey,” Rain menggerakkan tangannya meminta Reyhan mendekat padanya, lalu


CUP


Rain mencium pipi Reyhan. Mata Aldi membulat melihat pemandangan di depannya. Dia juga nampak panik karena menyadari Akhtar sudah semakin mendekati mereka. buru-buru dia mendekati Reyhan.


“Rey, lo dicariin dokter Gilang,” ucapnya sesampainya di dekat Reyhan.


Melihat senyum Rain, Reyhan langsung tersadar maksud Rain menciumnya tadi karena melihat Aldi. Kesal terus dikerjai Rain, Reyhan pun bermaksud membalas. Ketika jarak Akhtar sudah dekat, dengan cepat Reyhan menangkup wajah Rain lalu mencium kening kakaknya itu. Tidak hanya Rain yang terkejut, Akhtar dan Aldi pun ikut terkejut dengan tingkah Reyhan.


“Aku pergi dulu ya honey, take care.”


Reyhan mengedipkan sebelah matanya pada Rain sambil terseyum tipis. Diliriknya Akhtar yang wajahnya sudah berubah masam. Dengan santai dia melenggang pergi, disusul oleh Aldi yang benaknya dipenuhi berbagai macam prasangka.


“Sayang.”


“Eh udah beres mas?” Rain kelabakan melihat wajah Akhtar yang masam.


“Itu Rey, ngapain cium-cium kamu?”


“Ya ampun mas cemburuan banget sih. Rey kan adik aku,” Rain berdiri lalu memeluk lengan suaminya. Keduanya berjalan keluar dari gedung rumah sakit.


“Aku ngga suka ada yang cium-cium kamu, walau itu Rey.”


“Ish mas tuh lebay deh. Kalau yang nyium aku laki-laki lain boleh ngambek, ini kan Rey mas. Masa cemburu sih sama adik ipar sendiri.”


Rain melirik Akhtar yang wajahnya sudah seperti kertas lipat. Jika sudah begini maka untuk mengembalikan moodnya hanya ada satu cara.


“Udah dong jangan ngambek. Nanti malem mau nengokin baby ngga?”


Mendengar acara tengok menengok, senyum di wajah Akhtar terbit. Dirangkulnya pinggang Rain dengan posesif. Mereka segera menuju mobil yang terparkir tak jauh dari pintu masuk.


🍁🍁🍁


**Akhtar kebangetan bucinnya, masa sama Reyhan cemburu😁


Maafkeun mamake baru bisa up karena lagi riweuh bin pabeulit di dunyat. Kisah Rain dan Akhtar kemungkinan sisa 2 episode lagi. Kita bakal lanjut dengan kisah Elang selanjutnya.

__ADS_1


Jangan lupa ya dukungannya, like, comment n vote buat mamake.


Love you all😍😍😍**


__ADS_2