Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE Ay...ang


__ADS_3

Ayunda sedang mengerjakan laporan magang di kamarnya. Namun dia tak bisa berkonsentrasi. Pikirannya terus saja tertuju pada kejadian tadi sore. Adegan Bilqis memeluk Reyhan dari belakang terus terbayang. Setiap membayangkan, maka perasaan kesal dan marah langsung menguasainya.


Kenapa juga gue harus marah ya. Kan gue bukan siapa-siapanya kak Rey. Ah tapi tetep gedeg aja, sebel gue lihat kak Rey diem aja dipeluk sama kak Iqis. Kak Rey nyebelin, bilangnya cinta ama Yunda tapi main sama kak Iqis di belakang, hiks.. hiks..


Ayunda terlonjak ketika ponselnya berdering. Bukan saja volume ponselnya yang berada di dering maksimal tapi nada deringnya berubah, entah lagu apa, Ayunda juga tidak tahu. Yang pasti bukan selera gadis itu. Sepertinya Aslan tadi bermain dengan ponselnya dan tak sengaja mengganti nada dering. Diliriknya ponsel yang ada di sampingnya. Ada panggilan tak terjawab dari Reyhan. Kemudian sebuah pesan whats app muncul.


From Kak Rey :


Aku tunggu di luar sekarang.


Ayunda tak menggubris pesan Reyhan. Dia terus saja mengetik. Sebuah pesan kembali masuk ke ponselnya berturut-turut.


From Kak Rey :


Ay...


Marah ya..


Ayo keluar, kita bicara


Aku bawa cheese cake nih buat Ay...ang😘


Ayunda tersenyum membaca pesan terakhir Reyhan. Bukan karena cheese cake-nya tapi sebutan Ayang untuknya. Ayunda menyambar hijab instannya kemudian bergegas keluar dari kamarnya.


Terlihat Reyhan sedang mondar-mandir di depan rumah. Di tangannya terdapat dus kue yang diyakininya adalah cheese cake. Senyum Reyhan merekah ketika melihat wanita pujaannya datang mendekat. Dia langsung menyodorkan kotak kue di tangannya.


“Apaan nih?”


“Cheese cake.”


“Iya tahu. Tapi buat apa ngasih ini? Buat sogokan?”


“Bukan.”


“Permintaan maaf?”


“Bukan.”


“Terus apa?”


“Tanda cinta.”


BLUSH


Wajah Ayunda merona. Untung saja hari sudah malam, jadi pipinya yang sudah seperti kepiting rebus tidak bisa terlihat jelas oleh Reyhan. Ayunda mengajak Reyhan duduk di teras rumahnya.


“Tadi kenapa ninggalin aku?” Reyhan membuka percakapan.


“Ngga mau ganggu aja.”


“Ganggu siapa?”


“Ganggu yang lagi pelukan.”

__ADS_1


“Kamu cemburu?” Reyhan memiringkan kepalanya ke arah Ayunda.


“Ngga,” Ayunda membuang wajahnya ke arah lain.


Bukan Reyhan namanya kalau tidak bisa membuat Ayunda salah tingkah. Dia terus memiringkan kepalanya dengan dagu ditopang oleh tangannya. Ayunda berdehem untuk menghilangkan kegugupannya.


Gawat ini kalau kak Rey terus-terusan kaya gini, bisa meleleh hati adek bang. Ish apaan sih Yun.. lebay banget deh.


“Aku cuma anggap Bilqis adik aja Yun.”


“Adik ketemu gede maksudnya? Cih.. modus.. alasan klise juga.”


“Beneran.”


“Okelah kak Rey nganggep kak Iqis adik. Tapi kak Rey ngga nyadar kalau kak Iqis baper sama kak Rey. Ngga mungkin juga kak Iqis baper kalau ngga dibaperin sama kak Rey. Atau jangan-jangan kak Rey PHP-in kak Iqis ya.”


Reyhan tertawa, Ayunda melirik sekilas ke arah Reyhan. Jantung Ayunda langsung berdetak kencang, sungguh Reyhan terlihat begitu tampan ketika sedang tertawa. Ayunda ikutan tertawa walau terdengar sumbang, demi menutupi debaran jantungnya.


“Kamu tuh Ay, kalau nyerocos ngga pernah kasih kesempatan orang buat ngomong. Berhenti sebentar napa, dengerin dulu penjelasanku jangan baceo terus kaya kaleng rombeng. Aku kasih nafas buatan lagi baru tahu rasa kamu.”


Ayunda mencebikkan bibirnya ke arah Reyhan. Kalau dokter bedah itu bukan tipe pria yang kuat iman, mungkin sudah disosornya bibir mungil Ayunda yang kerap membuatnya gemas. Dia harus banyak-banyak istighfar kalau berdekatan dengan gadis itu.


“Aku sama Bilqis emang saudara Ay, saudara sesusu. Jadi kalau pun ada perasaan di antara kami, hubungan kita tidak akan pernah terjadi. Aku sendiri memang sudah menganggap Bilqis adik, ngga kurang, ngga lebih.”


“Kak Iqis saudara sesusu kak Rey? Kok aku ngga tahu sih.”


“Anak kecil mana tau. Kalau ngga percaya tanya aja sama ayah atau bunda.”


“Kalau aku anak kecil kenapa mau sama aku? Sana cari aja perempuan dewasa.”


“Dasar omes..” tak ayal Ayunda mengulum senyum.


“Aku pikir tuh kak Rey kalem, jaim, apalagi sebagai dokter bedah, kesannya berwibawa. Eh taunya somplak juga.”


“Ketularan kamu kayanya Ay...”


“Mana ada,” sewot Ayunda.


“Ehem!!”


Baik Reyhan maupun Ayunda terlonjak begitu mendengar deheman Irzal. Saking asiknya ngobrol, keduanya tidak tahu kalau Irzal sudah ada di dekat mereka.


“Tumben malam-malam ke sini Rey. Kamu ngga dinas? Emang ngga ada orang yang bisa dioperasi gitu?”


“Ya ampun ngusir nih ceritanya yah.. tega bener sama bakal calon mantu.”


“Kak Rey!!!” pekik Ayunda sambil menahan malu.


Wajah Ayunda sudah seperti udang rebus mendengar ucapan frontal Reyhan. Berbeda dengan Irzal yang hanya tertawa mendengarnya.


“Kak Rey nih yah.. speak-speak bullshit mulu sama aku. Dasar tukang gombal.”


“Kan buah jatuh ngga jauh dari pohonnya. Like fahter like son.”

__ADS_1


“Emang papa suka gombal juga ya yah?”


“Tanya sama mama kamu. Dia itu kenyang digombalin papa kamu hahaha...”


“Nah terus Yunda nurun dari siapa bawelnya yah? Perasaan bunda ngga cerewet.”


“Kata siapa? Bunda tuh kalau udah ngomel panjang dan lama. Kalau kuliah jatuhnya bisa enam sks.”


“Terus kalau bunda udah ngomel panjang kali lebar, gimana cara ayah buat bikin diem bunda.”


“Pake bibir.”


Jawaban frontal Irzal langsung membuat diam Reyhan dan Ayunda. Sedang sang pelaku dengan santai masuk kembali ke dalam rumah. Tinggalah Ayunda dan Reyhan yang salah tingkah sendiri.


“Ehem.. Ay, aku pulang dulu ya. Jangan lupa cheese cake-nya dimakan. Assalamu’alaikum.”


“Waalaikumsalam.”


Ayunda masuk ke dalam rumah dengan kotak kue di tangannya. Kedatangannya langsung disambut suara batuk dari Poppy dan deheman Irzal. Ayunda memanyunkan bibirnya, kemudian duduk di antara Irzal dan Poppy.


“Udah selesai ngapelnya?” goda Irzal.


“Ish siapa juga yang ngapel. Kak Rey cuma ngasih ini aja kok.”


“Sekarang Rey rajin ya kasih kamu makanan, perhatian banget,” Poppy ikut menggoda.


“Apaan sih bunda... eh iya bun, emang bener kak Rey sama kak Iqis saudara sesusu?”


“Iya, emangnya kenapa?”


“Kok bisa? Terus kenapa aku ngga tahu?”


“Ya bisalah. Anak kecil ngga usah kepo.”


“Ish bunda mah. Tapi bun, kak Iqis tuh suka loh sama kak Rey.”


“Masa sih?”


“Iya bun. Tadi di taman aku lihat kak Iqis meluk kak Rey. Pelukannya tuh kaya pelukan cewek sama cowoknya. Udah ah malah gosip, Yunda mau ke kamar dulu. Bye ayah, bunda.”


Ayunda mencium pipi Irzal dan Poppy kemudian kembali ke kamarnya. Irzal dan Poppy saling berpandangan. Mereka terkejut mendengar ucapan anak perempuannya barusan.


“A.. gimana ini kalau yang dibilang Yunda bener.”


“Nanti aa bicara sama Nino juga Kalila.”


“Mas Regan sama kak Sarah juga kasih tahu. Biar mereka bisa cari solusi bareng-bareng.”


Irzal mengangguk seraya memijit pelipisnya pelan. Dulu ummi pernah membicarakan masalah ini. Ummi takut kalau antara Reyhan dan Bilqis tumbuh perasaan suka sebagai lawan jenis.


🍁🍁🍁


**Aaiihh kak Rey bisa ae ngerayunya, tanda cinta beeuuhh..

__ADS_1


Gimana? Baper ngga? Minimal senyum² sendiri lah ya😁


Ini up yang 3 loh.. so jangan lupa dukungannya ya, like, comment and vote😉**


__ADS_2