Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE Sisi Lain Rey


__ADS_3

Tampak sebuah rumah berukuran cukup besar. Bagian depan tertera tulisan Klinik 24 Jam Sehati. Rumah ini adalah tempat Irzal, Ega atau Regan menahan orang-orang yang mencoba mengganggu keluarga mereka sebelum diserahkan kepada Polisi. Selain itu, Regan juga membuka Klinik 24 Jam yang diperuntukkan bagi orang-orang tidak mampu.


Kedatangan Reyhan langsung disambut oleh para penjaga. Orang yang tadi ditugaskan Reyhan mengamankan para begal segera mendatanginya.


“Bagaimana?”


“Maaf mas, mereka tidak mau mengaku. Sepertinya mereka benar-benar begal yang mengincar korbannya secara acak.”


“Tidak becus! Bawa mereka semua ke ruang operasi di lantai dua lalu panggilkan dokter Irwan.”


“Baik mas.”


Reyhan masuk ke dalam rumah lalu langsung menuju lantai dua. Elang dan Farel baru saja sampai ketika dua orang pengawal menggiring lima orang yang sudah babak dengan tangan terikat menuju lantai dua. Mereka segera menuju ke lantai dua disusul oleh dokter Irwan.


Begitu masuk ke ruang operasi, kelima orang tersebut dijajarkan di depan Reyhan. Diperhatikannya kelima pria tersebut, lalu tangannya menunjuk pada satu pria yang diyakini sebagai ketua begal tersebut.


“Dia! Buka pakaiannya lalu baringkan di blankar. Ikat badan, tangan dan kakinya ke blankar.”


Tanpa banyak bertanya empat orang pengawal menyeret pria bertato naga itu. Dengan paksa dibukanya kaos juga celana panjangnya kemudian dibaringkan di atas blankar. Pria tersebut meronta-ronta, namun perlawanannya tidak berarti. Dua orang memegangi pria tersebut, dua sisanya mengikat pria itu sesuai perintah.


“Dokter Irwan siapkan peralatan bedah.”


“A.. apa dok?”


“Apa kamu tuli??!!”


“Ba.. baik dok.”


Dokter Irwan segera menyiapkan peralatan bedah. Ketua begal yang memiliki tato naga di daanya berusaha untuk melepaskan diri namun sia-sia. Elang dan Farel memperhatikan apa yang dilakukan Reyhan tanpa berniat untuk mencegahnya.


Setelah dokter Irwan menyiapkan peralatan bedah, Reyhan berjalan mendekati blankar. Dia berdiri di samping blankar. Matanya menunjukkan kilatan amarah. Sosok Reyhan saat ini sangat berbeda dengan sikapnya sehari-hari yang tenang.


“Siapa yang menyuruhmu menyelakai istriku?”


“Anak dan istriku. Mereka yang menyuruhku, karena mereka butuh uang untuk makan. Orang kaya seperti kalian terlalu pelit untuk berbagi pada kami.”

__ADS_1


Reyhan tersenyum miring. Sungguh siapa pun yang melihat senyum pria itu akan bergidik ngeri. Reyhan memakai surgical glove di depan pria bertato naga, membuat pria itu terkejut.


“Apa yang mau kamu lakukan?!!”


“Aku akan mengeluarkan organ-organ di tubuhmu lalu memberikannya kepada yang lebih membutuhkan. Setidaknya dengan cara itu kamu bisa berguna untuk orang lain. Jangan takut, aku akan mengirimkan sebagian uang penjualan organmu kepada anak dan istrimu juga kepada para korbanmu yang lain. Dokter Irwan, bersiaplah untuk mengoperasi. Dan kalian, bersiaplah menunggu giliran.”


Dokter Irwan langsung memakai surgical gloves lalu bersiap di dekat peralatan bedah. Keempat begal yang lain langsung pucat melihat aksi Reyhan. Bukan hanya mereka, Farel pun dibuat bergidik. Elang sendiri cukup terkejut, namun dia masih ingin melihat sejauh mana Reyhan akan bertindak.


“Mess!”


“Dok..”


“MESS!!”


Dengan tangan bergetar dokter Irwan menyerahkan pisau bedah kepada Reyhan.


“Dok, apa tidak dibius dulu?”


“Tidak perlu. Dia pasti kuat menjalani operasi ini tanpa bius. Biar dia merasakan bagaimana sakitnya orang-orang yang telah menjadi korbannya.”


“Aaaaggghhh...”


“Diamlah.. kamu mengganggu konsentrasiku. Kalau pisau ini mengenai salah satu pembuluh darahmu, maka nyawamu akan hilang seketika,” Reyhan mengarahkan kembali pisau bedah ke perut.


“Tu... tunggu dulu. Burhan... Burhan yang menyuruh kami untuk membegal istrimu. Dia meminta kami membegal, memperkosa dan merusak wajah istrimu.”


Reyhan menggenggam erat pisau bedah di tangannya lalu dengan gerakan cepat dan kuat menusukkan pisau tersebut ke blakar, hanya berjarak beberapa mili saja dari tubuh pembegal itu. Semua yang ada di ruangan sampai menahan nafas melihatnya.


“Jahit kembali lukanya. Kumpulkan semua bukti kejahatan mereka lalu bawa mereka semua ke kantor polisi.”


Reyhan melepas sarung tangannya lalu pergi meninggalkan ruang operasi. Ingin rasanya Elang membunuh pria bernama Burhan itu karena beraninya merencanakan hal yang begitu keji pada adiknya. Tapi dia berusaha menenangkan diri. Elang yakin Reyhan akan mengatasinya dengan baik. Melihat aksinya tadi, sepertinya Burhan akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dari adik iparnya itu.


🍁🍁🍁


BRAK!!

__ADS_1


Pintu ruangan Burhan dibuka dengan kasar oleh Reyhan, mengejutkan Burhan dan Sammy yang sedang berbincang di sofa.


“Dokter Rey! Kurang ajar sekali kamu!!” hardik dokter Burhan.


Reyhan melemparkan berkas di tangannya ke meja. Burhan mengambil berkas tersebut lalu membukanya. Mata Burhan membelalak melihat isi di dalamnya. Semua bukti dirinya menerima gratifikasi dari perusahaan farmasi ada di dalamnya. Termasuk perselingkuhannya dengan beberapa wanita serta kasus mala prakteknya beberapa tahun silam. Ditambah bukti pelecehan seksual Sammy terhadap salah satu pasiennya.


Wajah Burhan dan Sammy sama-sama pucat. Jika semua bukti ini terkuak, dipastikan karir keduanya berada di ujung tanduk bahkan mungkin akan berakhir. Reyhan mendudukkan dirinya di sofa. Dia perlu melakukan itu saat emosinya sudah berada di puncak.


“Dokter Rey... tolong jangan seperti ini. Katakan apa yang kamu inginkan, saya akan memberikannya.”


“Saya ingin melihat anda membusuk di penjara.”


“Dokter Rey tolong kasihani saya.”


“Apa anda merasa iba saat menyuruh para pembegal untuk merampok, memperkosa dan merusak wajah istri saya?”


Burhan menelan ludahnya kelat. Dia tak menyangka para pembegal itu membocorkan identitasnya. Setahunya pembegal kapak merah adalah kelompok begal paling sadis dan loyal. Mereka tidak akan membuka mulut tentang orang yang sudah menyewa jasanya untuk menyakiti atau menghabisi nyawa seseorang.


“Saya tidak peduli kalau anda mengusik saya. Tapi anda sudah berani untuk menyakiti istri saya. Apa yang istri saya lakukan pada anda sampai anda tega berbuat sekejam itu!!”


“Tolong ampuni saya dokter Rey.”


“Saya hanya bisa menyelamatkan salah satu dari kalian. Pilih karirmu atau karir Sammy yang akan diselamatkan. Lalu meminta maaflah pada istriku, juga keluarga istriku. Buat surat pengunduran dirimu dan kembalikan semua uang yang telah kamu terima dari hasil gratifikasi. Berikan semua itu untuk korban mala praktekmu. Dan Sammy, minta maaflah pada korban pelecehanmu kalau kamu tidak mau kehilangan lisensi doktermu. Lalu tanyakan pada pamanmu siapa ayah kandungmu.”


Wajah Burhan bertambah pucat mendengar penuturan Reyhan. Dia tak menyangka dokter itu mengetahui semua rahasia dirinya. Sepertinya dia sudah bermain-main dengan orang yang salah. Reyhan berdiri dari duduknya, saat akan beranjak pergi, terdengar suara Burhan.


“Apa anda ingin menghancurkan keluarga saya dokter Rey?”


“Itu balasan untukmu karena berani mengganggu istri saya. Lagi pula tidak selamanya kebusukan akan tersimpan. Lambat laun, baunya pasti akan tercium. Apakah anda tahu kalau adik tiri anda sedang menyelidiki identitas Sammy? Bersiaplah menuai apa yang sudah anda tabur.”


Dengan langkah tenang, Reyhan keluar dari ruangan Burhan. Tangan Sammy bergetar saat membuka amplop putih yang terselip di antara tumpukan kertas yang diberikan Reyhan. Dia menatap nanar Burhan yang selama ini dianggapnya paman. Ternyata pria di hadapannya adalah ayah biologisnya.


🍁🍁🍁


**Hiiii.. syerem juga kalau Rey marah. Setegar dan seloyalnya si Begal, ciut juga mau diambil organnya tanpa dibius.

__ADS_1


Like and comment please**..


__ADS_2