
Azkia berlari kecil menuruni tangga ketika melihat mobil yang menjemput suaminya sudah datang. Elang memasuki rumah dengan langkah lunglai. Tiga hari berada di Sinjay, memaksakan diri menyelesaikan pekerjaan dengan cepat ditambah perjalanan panjang membuat tubuhnya sedikit lelah. Dia menghampiri Poppy yang sedang duduk di ruang tengah. Diciumnya punggung tangan sang bunda lalu mendudukkan diri di sampingnya.
“Udah pulang mas El. Kerjaan di sana udah beres?”
“Udah bun, ngebut aku ngerjainnya.”
“Kangen istri ya.”
Elang tersenyum tipis lalu merebahkan kepalanya di pangkuan Poppy. Azkia yang sudah berada di lantai bawah menghentikan langkahnya ketika melihat suaminya sedang berbaring di sofa. Wajah Elang nampak lelah, dia pun memutuskan kembali ke atas untuk menyiapkan air hangat.
“Ck.. anak bunda udah jadi suami masih aja manja. Sana ke atas temui istrimu, dia dari tadi nungguin kamu.”
“Bentar bun, aku kalau deket Az suka khilaf bun.”
“Khilaf gimana?”
“Ya gitu deh, masa bunda ngga paham. Tapi sekarang Az-nya masih belum bisa disentuh.”
Poppy tertawa kecil. Kini dia mengerti kenapa Elang menerima tugas ke Sinjay setelah hari pernikahannya. Diusapnya puncak kepala sang anak.
“Ayah gimana tuh bun kalau lagi verboden?”
“Hmm.. uring-uringan pastinya. Tapi banyak jalan menuju Roma. Nanti bunda ajarin istri kamu. Udah sana naik.”
Elang bangun dari tidurnya kemudian masuk ke dalam lift seraya menggeret kopernya. Senyum sumringah sang istri segera menyambutnya ketika Elang masuk ke dalam kamar. Azkia mencium punggung tangan suaminya kemudian mengambil secangkir teh hangat yang telah disiapkan olehnya.
Elang duduk di sofa, melepaskan kepenatannya. Azkia menyerahkan cangkir teh di tangannya. Elang menyesap teh sampai habis lalu meletakkannya di atas meja.
“Cape ya mas. Mandi dulu biar seger badannya. Aku udah siapin air hangat di bath tub. Tapi berendamnya jangan lama-lama ya, sebentar lagi mau maghrib. Kita shalat bareng ya mas.”
__ADS_1
“Kamu udah selesai?”
Azkia mengangguk. Elang terdiam sebentar menghitung hari, rasanya belum genap enam hari tapi siklus bulanan istrinya sudah selesai.
“Kok cepet? Katanya enam hari.”
“Kan waktu kita nikah udah jalan tiga hari mas.”
“Ooh.”
Elang hanya ber’oh’ria, namun tak ayal bersorak girang dalam hati. Tak sia-sia pulang lebih cepat dari jadwal. Dengan penuh semangat dia berjalan menuju kamar mandi. Elang menanggalkan semua pakaian yang melekat di badannya lalu masuk ke dalam bath tub. Sentuhan air hangat berhasil merelaksasi tubuhnya. Ditambah setelah mengetahui masa bulanan istrinya sudah selesai, membuat staminanya kembali naik.
🍁🍁🍁
Selepas makan malam, Irzal meminta Elang datang ke ruang kerjanya untuk melaporkan pekerjaannya di Sinjay. Sedang Azkia memilih kembali ke kamar. Dia berdiri di depan lemari memandangi lingerie yang tergantung di depannya. Selama kepergian Elang, Debby sudah memberikan kursus private bagaimana menyenangkan suami di atas ranjang. Salah satunya dengan mengenakan pakaian yang menggoda iman.
Kemudian dia berjalan menuju meja rias. Setelah mengaplikasikan krim malam di wajahnya, dia merapihkan rambutnya lalu menyemprotkan parfum ke pergelangan tangannya dan menggesekkannya ke belakang telinga. Azkia menarik dan mengeluarkan nafas beberapa kali untuk mengusir kegugupannya. Malam ini akan menjadi malam pertama untuknya. Malam di mana dia akan menyerahkan miliknya yang paling berharga pada sang suami.
Pintu kamar terbuka, Elang masuk ke dalam kamar. Jantung Azkia berdetak semakin cepat. Lama Elang memandangi dirinya, membuatnya salah tingkah. Perlahan suaminya itu menghampirinya, menarik dirinya untuk berdiri berhadapan dengannya. Wangi parfum langsung menguar menerpa indra penciuman Elang. Elang menarik Azkia ke dalam pelukannya.
“I miss you,” bisiknya di telinga Azkia.
Elang menguraikan pelukannya. Menatap dalam pada netra Azkia lalu mulai menciumi seluruh wajahnya tanpa tertinggal seinci pun. Terakhir dia membenamkan bibirnya di bibir sang istri. Memberikan ciuman hangat penuh kelembutan. Setiap pagutannya seakan mengisyaratkan kerinduan yang dirasakannya saat mereka berjauhan. Azkia menutup matanya, menikmati ciuman itu dan membalasnya tak kalah lembut.
Elang mengakhiri ciumannya. Tangannya bergerak mengusap telinga Azkia dengan lembut lalu mendaratkan kecupan di sana. Tubuh Azkia seperti tersengat aliran listrik, menghantarkan gelanyar-gelanyar aneh nan memabukkan. Bibir Elang terus bergerak menelusuri leher hingga ke bahu, membuat sang empu mengeluarkan desahannya.
Elang menarik tali outer kemudian melepaskannya dari tubuh sang istri. Dia menelan salivanya kelat ketika melihat tubuh Azkia hanya terbalut lingerie tipis. Suhu tubuhnya naik dengan cepat, hormon testisnya mulai bekerja. Elang menarik pinggang Azkia hingga tubuh mereka tak berjarak lalu kembali menciumi tubuh bagian atas istrinya. ******* Azkia kembali terdengar, tangannya mencengkeram kaos suaminya.
Elang menyambar bibir Azkia, kali ini ciumannya lebih dalam dan menuntut. Tanpa melepaskan pagutannya, dia membimbing istrinya ke atas kasur. Perlahan direbahkannya Azkia dengan tubuhnya berada di atasnya. Tangan Azkia melingkar di lehernya, istrinya itu sudah mulai terbuai dengan semua sentuhannya.
__ADS_1
Tangan Elang menelusup ke dalam lingerie, mengusap perut rata itu perlahan. Azkia mendongakkan kepalanya, seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitiki perutnya. Tangan Elang terus naik ke atas hingga sampai ke bulatan kenyal miliknya. Sebuah lenguhan lolos begitu saja saat merasakan rematan di sana. Elang semakin bersemangat, bibirnya terus memagut sedang tangannya tak henti bermain di bukit kembar istrinya.
Elang menghentikan aktivitasnya sebentar. Membuka lingerie sang istri disusul dengan kaos miliknya lalu membuangnya ke sembarang arah. Azkia refleks menutupi bukit kembarnya dengan kedua tangan. Elang menarik tangan Azkia lalu meletakkan ke atas kepala. Dengan gerakan lembut dia mulai men**lum dan me*"mat bulatan kenyal itu.
Elang benar-benar mempraktekkan semua yang diajarkan Dimas padanya. Bagaimana melakukan pemanasan sebelum menjebol gawang sang istri. Termasuk bagaimana cara meminimalisir rasa sakit yang dirasakannya nanti. Tubuh Azkia bergelinjang tak tentu arah saat merasakan ran**an**n demi r**gs**gan yang diberikan suaminya. Nafasnya nampak tersengal saat merasakan pelepasan pertamanya.
Elang merangkak naik ke atas setelah bermain cukup lama di bawah sana. Memberikan kembali kecupan-kecupan di area sensitifnya.
“Siap sayang? Mas masuk sekarang. Kalau sakit, gigit atau cakar saja mas.”
Azkia hanya mengangguk, pikirannya sudah tak fokus lagi akibat ulah suaminya. Elang mulai bersiap. Dia kembali me**mat bibir sang istri, membuatnya terbuai. Tak lama dia memulai penyatuannya. Azkia menjerit tertahan saat merasakan sesuatu menerobos inti tubuhnya. Tangannya mencengkeram erat punggung suaminya, airmatanya mengalir seiring dengan rasa sakit yang menderanya.
Elang berhenti sejenak, memberi waktu istrinya untuk menyesuaikan diri. Jarinya bergerak menghapus airmata di pipi Azkia. Kemudian membenamkan bibirnya pada bibir Azkia. Setelah keadaan sang istri sedikit rileks, Elang mulai menggerakkan tubuhnya. Azkia memejamkan matanya mencoba menahan rasa sakit. Perlahan rasa sakit itu mulai berkurang dan berganti dengan kenikmatan yang baru dirasakannya.
Azkia memeluk erat punggung Elang ketika gelombang hangat kembali menghantam dirinya. Untuk kedua kalinya dia merasakan pelepasan. Elang mempercepat gerakannya, dia juga ingin segera menyusul. Erangan, ******* dan lenguhan Azkia kembali terdengar ketika merasakan tubuh di atasnya bergerak dengan cepat. Tak lama kemudian Elang sampai ke puncaknya. Dia mengerang sambil menyesap bahu Azkia kencang saat berhasil menumpahkan lahar panasnya ke dalam rahim sang istri.
“Terima kasih sayang. I love you, love you much,” Elang menciumi wajah Azkia yang dibasahi keringat.
🍁🍁🍁
**Fiiiuuhhh akhirnya mas El bisa unboxing neng Az juga ya. Ngga sia² les privat sama om Dimas😁
Masih banyak keuwuan mas El selanjutnya ya dan usaha Deski jadi pebinor😁
Yang penasaran sama ayah kandungnya Azkia, sabar nanti juga terkuak.
Yang belum punya pasangan tapi udh terlanjur baca, banyak² istighfar ya. Mamake ngga tanggung jawab karena di cover usah ada warning 21++😂
Lanjut abis baca seperti biasa, like, comment and vote nya😉**
__ADS_1