Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 2 : BITTER SWEET ROMANCE Kabar Mengejutkan


__ADS_3

Rain memasuki gedung berlantai empat, kantor L’amour sekarang. Sudah delapan tahun lamanya L’amour tidak bernanung lagi di kantor Gala Corp. Di bawah kepemimpinan Damar, L’amour berkembang semakin pesat. Berkat dukungan finansial dari Regan, akhirnya mereka dapat memiliki gedung sendiri. Kini Rain sedang dipersiapkan Damar untuk memegang kepemimpinan L’amour menggantikan dirinya, karena Gara sudah dipersiapkan mendampingi Firlan nantinya memegang Gala Corp.


Dari susunan personil, sudah banyak wajah baru yang menghuni kantor ini. Namun pegawai lama masih setia bekerja di sana seperti Idham, Ikha dan Naima. Awalnya Gina juga kembali bekerja di L’amour setelah Alea mengundurkan diri dari dunia entertainment. Namun setelah menikah dengan Andri dan memiliki anak, dia memilih menjadi ibu rumah tangga. Berbeda dengan Ikha dan Naima yang masih tetap bekerja walaupun sudah menikah.


Rain masuk ke ruangannya yang terletak di lantai 4. Semua kegiatan manajemen memang dikhususkan di lantai ini, agar tidak terganggu dengan kedatangan klien atau partner bisnis mereka. Rain langsung tenggelam dengan pekerjaannya mempersiapkan pernikahan Akhtar dengan Chalissa. Persiapan sudah berjalan tiga minggu, Chalissa mempercayakan semua padanya karena kesibukan wanita itu. Hanya lima minggu lagi tersisa sebelum pernikahan mereka digelar. Di tengah kesakitannya, Rain harus tetap bersikap profesional demi memberikan pelayanan maksimal pada kliennya.


TOK


TOK


TOK


“Masuk!”


Lita masuk ke dalam ruangan Rain. Wanita berusia dua puluh delapan tahun itu duduk di depan meja kerja Rain.


“Rain, ini data anak yang kerja part time untuk pagar ayu dan pagar bagus.”


Rain menerima map dari tangan Lita. Satu per satu dilihatnya foto beserta data diri mereka. Sebagian masih dihuni oleh muka lama, hanya beberapa orang saja yang merupakan pendatang baru.


“Mba.. kenapa ngga ada nama Azkia? Apa dia udah ngga kerja di kita lagi?”


“Nah itu Rain. Kata Bella, sudah dua bulan dia lost contact sama Azkia. Didatangi ke rumahnya, kata para tetangganya mereka udah pindah begitu Azkia lulus sekolah.”


“Oh gitu, sayang banget ya mba. Padahal Azkia itu cantik dan kerjanya juga rajin. Tadinya aku mau narik dia jadi staf di sini karena anaknya pintar dan cepat belajar.”


“Iya, aku juga seneng sama tuh anak. Rajin, ramah, pinter dan ngga neko-neko. Kalau aku punya adik laki-laki udah aku jodohin dia sama adikku,” Lita terkekeh sendiri.


“Kok kita sepemikiran ya mba,” Rain ikut tertawa.


Tawa Rain terhenti ketika Hari mengatakan kalau Akhtar dan Chalissa sudah menunggunya di ruang meeting. Rain menarik nafas panjang sebelum keluar ruangan. Lita yang tahu perasaan Rain pada Akhtar berusaha menyemangatinya.


“Sabar Rain, mba temani ya. In Syaa Allah kamu akan menemukan laki-laki pengganti yang lebih baik darinya.”


“Makasih mba.”


Bersama Lita, Rain turun ke lantai dua, tempat di mana ruang meeting berada. Begitu membuka pintu nampak Akhtar dan Chalissa sedang duduk di sofa sambil berangkulan mesra. Dada Rain berdenyut menyaksikan pemandangan di depan matanya. Tanpa banyak bicara, dia dan Lita segera duduk di meja meeting yang berbentuk oval itu. akhtar dan Chalissa menyusul duduk di sana.


“Sejauh ini persiapan sudah rampung 50%. Minggu depan kartu undangan sudah selesai dicetak. Begitu pula dengan gedung dan catering. Tapi kak Lissa beneran mau adain acaranya di Bandung, bukan di Jakarta?”

__ADS_1


Acara pernikahan yang awalnya akan diadakan di Jakarta dibatalkan oleh Chalissa. Mendadak wanita itu ingin pernikahannya dilaksanakan di Bandung. Membuat Rain harus mereserve ulang untuk gedung juga catering.


“Iya Rain, aku udah bilang sama papa dan udah setuju juga. Lagian ada om Ega sama tante Al yang bakal bantu kalau butuh sesuatu. Kamu juga ngga harus bolak balik Jakarta-Bandung kan.”


“Ya kalau aku sih ngga masalah kak. Yang utama itu kan pelayanan untuk klien kami.”


Rain kembali melaporkan sejauh mana persiapan yang dilakukan. Dengan sigap Lita mencatat apa saja yang ingin Chalissa rubah atau tambah. Sepanjang meeting, Akhtar hanya diam menyimak. Sesekali dia mencuri pandang ke arah Rain. Namun gadis itu nampak tak terusik dengan pandangannya.


Rain terpaksa menjeda pembicaraannya ketika ponselnya berdering. Sekilas dia melihat ID pemanggil. Segurat senyum terhias di wajahnya. Dia meminta ijin pada yang lain untuk menjawab panggilan.


“Permisi sebentar ya kak.”


“Dari siapa?” tanya Lita setengah berbisik.


“Singa London,” jawabnya pelan tapi masih bisa terdengar oleh Akhtar.


Mata Akhtar terus memandangi Rain yang menerima panggilan dari singa London yang dia tahu pasti kalau yang dimaksud adalah Elang. Terdengar tawa Rain beberapa kali saat menerima panggilan tersebut. Tak lama kemudian gadis itu kembali ke tempatnya.


“Seneng banget abis ditelpon si raja hutan,” goda Lita.


“Gimana ngga seneng, dia kasih dua klien buat kita.”


“Masa? Alhamdulillah.. aku doain kamu jodoh sama dia, Rain,” Lita melirik sekilas pada Akhtar. Lelaki itu nampak sedikit jengah mendengar ucapannya.


“Itu burung pemangsa,” Lita tergelak seraya menutup mulut dengan tangannya.


Rain hanya geleng-geleng melihat tingkah Lita. Dia kembali melanjutkan pembicaraannya tanpa menjelaskan siapa yang dimaksud dengan raja hutan atau burung pemangsa itu.


🍁🍁🍁


Hari berlalu dengan cepat, persiapan pernikahan Chalissa dan Akhtar hampir selesai. Sementara itu Chalissa justru semakin sibuk dengan pekerjaannya. Semua urusan diserahkan pada Rain. Bahkan saat Akhtar fitting baju, Rain yang menemaninya. Rain memandangi kartu undangan di tangannya. Hatinya miris melihat nama Lissa yang tercetak di sana, bukan namanya.


“Rain, ini undangannya mau dikirim kemana?”


Suara Lita membuyarkan lamunan Rain. Wanita berhijab itu sudah berada di dekatnya sejak dua menit yang lalu.


“Eh.. mba Lita. Aku antar ke rumah kak Akhtar aja. Kak Lissa ngga bisa dihubungi, kayanya lagi sibuk banget.”


“Lissa tuh kaya yang ngga niat nikah gitu. Ini tinggal sepuluh hari lagi loh pernikahan mereka. Harusnya dia udah mulai fokus bukannya ngurus kerjaan terus.”

__ADS_1


“Biarin aja lah mba, bukan urusan kita juga. Yang penting kita udah mengurus semua persiapan sebaik mungkin.”


“Iya, eh sini aku bantu beresin. Selain undangan, apalagi yang mau dibawa?”


“Hmm.. kayanya itu dulu aja mba.”


Lita mengangguk, keduanya membawa undangan yang jumlahnya dua ribu eksemplar untuk dimasukkan ke dalam mobil Rain.


🍁🍁🍁


Di sebuah restoran bintang lima, Akhtar duduk gelisah menunggu kedatangan calon mertuanya. Mendadak Tombak ingin bertemu dengannya, ada hal penting yang akan dibicarakan padanya. Lima menit berlalu dari waktu yang dijanjikan ketika Tombak muncul ditemani Ganjar, asistennya. Tombak menarik kursi di depan Akhtar sedang Ganjar memilih duduk di meja lain.


Akhtar baru saja akan berdiri untuk mencium punggung tangan pria paruh baya itu, tapi dengan gerakan tangan Tombak memintanya duduk kembali. Sejenak suasana menjadi hening, kegugupan melanda Akhtar. Tatapan Tombak padanya begitu dingin. Lalu tangan calon mertuanya itu menyerahkan sebuah amplop coklat padanya. Dengan bingung Akhtar mengambilnya.


Akhtar menatap bingung lembaran foto dan biodata pria yang tak dikenalnya. Berkali-kali dia menatap foto pria itu namun tak memberikan petunjuk apapun. Akhtar benar-benar tak mengenalnya.


“Kamu tidak mengenalnya?”


“Ngga om. Dia siapa?”


“Kalau begitu Nino belum memberitahumu.”


“Memberitahu soal apa om?”


“Pria di foto itu adalah ayah kandungmu.”


Satu kalimat pendek itu sukses membuat Akhtar terhenyak. Wajahnya menegang, tangannya mengepal keras.


“Maksud om apa?”


“Nino bukanlah ayah biologis kamu. Sebelum menikah dengan ayahmu, ibumu sudah mengandung dirimu. Dan lelaki di foto itu adalah ayah kandungmu yang sebenarnya. Tanyakan kebenaran ini pada papamu dan temui juga pria di foto itu. Saat ini dia sedang menjalani hukuman di lapas Sukamiskin.


Sebelum anakku menikah denganmu, aku harus memastikan dulu semua tentangmu. Karena aku tidak mau nama keluargaku tercemar hanya karena latar belakangmu.”


Selesai melontarkan kata-kata menyakitkan itu Tombak berdiri lalu berlalu pergi, disusul oleh Ganjar. Akhtar memandangi foto berikut informasi tentang pria yang dikatakan sebagai ayah kandungnya dengan nanar. Dunianya seakan runtuh saat itu juga. Bergegas dia pulang untuk mencari tahu kebenarannya.


🍁🍁🍁


**OMG identitas Akhtar akhirnya terbongkar juga. Kira2 apa yang akan terjadi dengan pernikahan Akhtar dan Lissa?

__ADS_1


Itu maksud Akhtar curi2 pandang ke Rain apa ya? Sudah ada rasakah Akhtar sama Rain?


Yuk kasih dulu dukungannya buat mamake kalau mau tau terus kelanjutannya. Mamake butuh vitamin like, comment n vote dari kalian. nih... so don't forget ya😉**


__ADS_2