Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 3 : YOU ARE MY DESTINY Ledakan Amarah


__ADS_3

Reyhan membukakan pintu belakang mobilnya. Elang mendudukkan Azkia di jok. Tangan Azkia menahan tangan Elang, kepalanya menggeleng, dia tak ingin berpisah dari suaminya.


“Kamu pulang sama Rey dan bang Akhtar ya. Mas masih ada urusan di sini.”


“Aku nunggu mas aja.”


“Jangan sayang, mending kamu pulang duluan ya. Mas ngga akan lama.”


Azkia kembali menangis, Elang memeluknya. Diusapnya punggung istrinya itu. Sebenarnya dia tak tega, tapi Elang masih harus menemui Deski. Belum puas rasanya kalau belum memberi pelajaran pada pria itu. Elang mengurai pelukannya, kemudian menghapus airmata istrinya.


“Kamu pulang sekarang, bunda sama Yunda cemas dengan keadaan kamu. Mas janji ngga akan lama hmm..”


Akhirnya Azkia mengangguk. Elang mencium kening Azkia cukup lama kemudian bibirnya turun memagut bibir yang begitu dirindukannya. Cukup lama keduanya saling memagut sebelum akhirnya Elang mengakhiri ciumannya. Dipasangkan seat belt ke tubuh Azkia lalu menutup pintu mobil.


“Aku titip Kia, Rey, bang.”


“Iya El tenang aja,” jawab Akhtar seraya menepuk bahu sahabatnya itu.


Akhtar dan Reyhan masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian kendaraan tersebut melaju pergi. Elang kembali ke dalam vila. Dia segera menuju control room, ingin memeriksa apa saja yang sudah Deski perbuat pada istrinya. Tangan Elang mengepal keras melihat Deski mencium kening istrinya. Diambilnya kursi lalu melemparkannya ke arah layar.


“Deski brengsek!!!”


Elang kembali mengambil kursi, lagi-lagi dilemparkannya ke arah layar. Farel dan Virza mencoba menenangkannya. Meta sedikit bergidik melihat kemarahan lelaki itu, dia beringsut mundur hingga tubuhnya menabrak Jayden.


“Kenapa? serem ya lihat raja hutan ngamuk?” bisik Jayden sambil terkekeh.


“Vir, kumpulkan semua bukti kejahatan Deski. Gue bakal bikin dia mendekam di penjara dalam waktu lama.”


Elang keluar dari ruangan disusul oleh Farel. Virza segera melakukan semua yang diperintahkan oleh Elang. Meta dan Jayden segera membantu.


“Eh lo kenapa ngga bilang kalau adiknya pak Elang pinter bela diri?” sembur Meta pada Jayden.


“Kenapa? Kewalahan lo? Atau jangan-jangan lo kalah ya.”


Meta hanya berdehem saja. Melihat itu Jayden hanya tertawa karena tebakannya benar. Meta mendelik kesal. Dia melingkarkan tangannya ke leher Jayden lalu menariknya dengan kencang hingga leher lelaki itu tercekik oleh lengannya.


“Lepas Met... lepas Memet.. sakit tau!”


“Lo panggil apa barusan?”


Meta mengeratkan lengannya di leher Jayden hingga wajah bule songong itu memerah. Meta dan Jayden memang seperti kucing dan anjing jika bertemu. Sikap tengil Jayden kerap membuatnya emosi jiwa. Walaupun Meta lebih tua empat tahun darinya, namun Jayden selalu memperlakukannya seperti teman sebaya saja.

__ADS_1


“Bang.. bantuin napa.. uhuk.. uhuk..” mohon Jayden pada Virza.


Bukannya membantu Virza malah menikmati penyiksaan Meta pada Jayden. Dia meneruskan pekerjaannya tanpa ada keinginan membantu bule songong itu. Meta melepaskan lengannya, Jayden mengusap lehernya yang terasa sakit sambil mulutnya tak henti komat-kamit.


🍁🍁🍁


Setelah menenangkan dirinya, Deski memacu mobilnya kembali ke vila. Syifa baru saja menghubunginya. Rencana wanita itu sudah berhasil, kini tinggal dirinya yang harus menuntaskan permainan mereka. Deski sudah memantapkan hatinya. Tak akan membiarkan dirinya luluh oleh tangisan Azkia. Bagamana pun juga, dia harus bisa mendapatkan Azkia.


Kening Deski berkerut melihat dua mobil terparkir di depan vilanya. Mendadak perasaannya tidak enak. Bergegas dia turun dari mobil lalu berlari masuk ke dalam. Betapa terkejutnya Deski melihat semua anak buahnya telah terikat tak berdaya, termasuk Paul. Dengan cepat dia menuju tangga, namun suara seseorang menahannya.


“Halo Des.”


Deski menoleh, Elang tampak duduk tenang di sofa single dengan mata menatap tajam ke arahnya. Deski mengurungkan niatnya menuju lantai dua. Elang berdiri lalu berjalan menuju Deski seraya menarik lengan sweaternya hingga ke siku.


“Kamu tidak perlu repot-repot mencari istriku. Dia sudah kembali ke rumah dengan selamat.”


“Brengsek!!”


Farel, Virza, Jayden dan Meta sudah kembali dari ruang kontrol. Mereka berdiri tak jauh dari dua lelaki yang sedang berhadapan dengan amarahnya masing-masing. Melihat Meta di antara mereka, Deski menyadari kalau gadis itu adalah mata-mata Elang. Dia tersenyum kecut.


“Jadi dia mata-matamu,” Deski menunjuk ke arah Meta.


“Brengsek!!!”


Kesal dengan ucapan Elang, Deski merangsek maju dan langsung menyerangnya. Elang mengelak kemudian melayangkan pukulannya ke wajah Deski hingga tubuhnya terhuyung ke belakang. Deski menyeka sudut bibirnya yang berdarah akibat pukulan Elang lalu kembali menyerang.


Jual beli pukulan langsung terjadi. Farel memperhatikan keduanya dengan perasaan was-was. Bukan cemas jika Elang kalah, tapi takut kalau adiknya tidak bisa mengendalikan dirinya mengingat betapa emosinya Elang tadi.


Deski yang menguasai ilmu bela diri awalnya bisa mengimbangi Elang. Namun lama-lama dia mulai keteteran, kemampuan Elang jelas di atasnya. Pukulan dan tendangan Elang berkali-kali mengenai tubuhnya. Tubuh Deski terhempas ketika sebuah tendangan mengenai perutnya. Punggungnya membentur dinding di belakangnya.


Deski mengerang, namun sekuat tenaga dia berusaha berdiri. Melihat lawannya sudah hampir tak berdaya tak menyurutkan Elang. Dia kembali menyerang Deski, kini sebuah pukulan bersarang di wajahnya. Pria itu kembali terkapar. Elang mendekat lalu melayangkan pukulan bertubi-tubi.


Farel dan Virza segera berlari ke arah Elang. Dengan cepat keduanya menarik tubuh Elang menjauh dari Deski. Pria itu sudah tak berdaya, darah memenuhi seluruh wajahnya. Terdengar erangan dari mulutnya saat merasakan sakit di sekujur tubuhnya.


“Lepas!!! Lepasin gue!!!” Elang berusaha melepaskan diri, dia masih belum puas menghajar Deski.


“El sadar El!! Dia bisa mati!!”


“Gue ngga peduli, mending sekalian gue bunuh aja tuh orang. Lepas!!!”


“Sadar El!! Kia pasti ngga mau jadi pembunuh!!”

__ADS_1


“Dia harus mati supaya ngga ganggu Kia lagi!!!”


Elang mengerahkan seluruh tenaganya untuk lepas dari pegangan Farel dan Virza, amarah benar-benar telah menguasai dirinya. Elang berhasil melepaskan diri lalu kembali menuju Deski. Saat jaraknya hanya tinggal selangkah lagi, tiba-tiba Erik datang menghalanginya.


“Jangan!!!”


Elang menghentikan langkahnya begitu melihat Erik berdiri di hadapannya. Iqbal membantu Deski untuk bangun. Wajah keponakannya sudah tak berbentuk lagi.


“Tolong maafkan anak om. Ini semua salah om yang tidak bisa mendidiknya dengan baik. Tolong maafkan dia. Biar om yang akan menghukumnya.”


Erik menangkupkan kedua tangannya. Melihat Elang bergeming, Erik menjatuhkan dirinya, dia bersimpuh di depan pemuda itu. Elang terkejut, seketika amarahnya surut melihat pria seumuran ayahnya bersimpuh di hadapannya. Tanpa mengatakan apapun dia pergi meninggalkan Erik.


Iqbal menarik tubuh Erik yang masih bersimpuh di lantai. Sesak dada Deski melihat sang ayah harus memohon seperti itu. Erik membalikkan tubuhnya lalu melihat ke arah anaknya dengan tatapan nanar.


“Apa yang sudah kamu lakukan??!!”


“Kenapa papa menghalanginya? Kenapa papa harus bersimpuh di hadapannya? Biarkan saja dia memukuliku sampai mati. Aku juga sudah tidak ingin hidup lagi!”


“Deski!!!” teriak Iqbal.


“Kia adalah cintaku pa!! Lebih baik aku mati jika tidak bisa bersamanya!”


“Kamu tidak bisa bersamanya!!”


“Kenapa? Karena dia istri Elang? Aku tidak peduli pa!!”


“DIA ADIKMU!!!”


🍁🍁🍁


😱😱😱


Mas El syerem beud🙈


Yang kangen part mas El ngamuk sudah terobati kan??🤭


**Ternyata Azkia anaknya Erik, adiknya Deski.


Bingung??? Tenang, next episode ada penjelasannya.


Sekarang tinggalkan jejaknya aja dulu. Like, comment and vote. Berhubung sekarang hari Senin, boleh dong vote nya kasih buat mamake😉**

__ADS_1


__ADS_2