Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 2 : BITTER SWEET ROMANCE Karma


__ADS_3

Regan dan Nino duduk berhadapan dengan Didi. Mereka sengaja mendatangi Didi demi memaksa pria itu menyebutkan nama Chalissa sebagai dalang penusukan Akhtar. Selama ini pria itu tak mau membuka mulutnya. Didi memandangi Regan dengan sorot mata penuh kebencian. Vanya sudah berhasil mencuci otak pria ini.


“Katakan siapa orang yang telah menyuruhmu untuk mencelakai Akhtar?”


“Kamu! Kamu adalah penyebab semua yang terjadi pada anak dan menantumu!”


“Apa aku pernah melakukan salah padamu hingga kamu begitu membenciku?”


“Karena kamu sudah menyakiti dokter Vanya! Bahkan kamu juga sudah membuatnya bunuh diri. Sedari dulu hanya penderitaan yang kamu berikan pada dokter Vanya!”


“Apa hubunganmu dengan dokter Vanya?” Nino yang sudah muak dengan sikap Didi mulai ikut bertanya.


“Dia adalah penyelamatku, cintaku! Dia menyelamatkan adikku yang hampir mati di tangan orang gila. Aku bersumpah mendedikasikan hati dan hidupku hanya untuknya seorang. Tapi karena kamu! Dokter Vanya tidak membalas perasaanku sedikit pun. Aku mengalah dan terus mencintainya dalam diam, berharap suatu hari hatinya terbuka untukku. Tapi lagi-lagi karena kamu, aku harus kehilangannya.”


Didi menutup wajah dengan kedua tangannya. Punggungnya tampak bergetar, pria itu menangis. Meratapi wanita yang sangat dicintainya mati dengan cara mengenaskan. Didi menghapus airmatanya dengan kasar, lalu kembali menatap Regan penuh amarah.


“Aku mau kamu merasakan seperti yang kurasakan. Kehilangan orang yang sangat kamu cintai. Tapi ternyata menantu bodohmu itu justru mengorbankan diri untuk menyelamatkan istrinya.”


“Brengsek!!”


Nino yang sudah tak tahan melayangkan bogemnya ke arah Didi hingga pria itu terjungkal dari kursinya. Petugas yang berjaga segera mendekat untuk melerai perkelahian. Didi menyeka ujung bibirnya yang mengeluarkan darah, dengan wajah penuh seringaian dia berkata pada petugas.


“Urusanku dengan mereka sudah selesai. Jika mereka ingin bertemu lagi, suruh saja mereka pergi. Aku tak sudi melihat wajah mereka, cuih.”


Didi meludah tepat di dekat kaki Regan, kemudian melenggang pergi, kembali menuju selnya. Tak berhasil membuat Didi buka mulut, Regan dan Nino memilih untuk pergi.


🍁🍁🍁


Tombak melemparkan vas bunga ke tembok dengan kencang, membuat Kanaya dan Chalissa menjerit. Hampir saja keduanya terkena serpihan vas. Mata Tombak nampak memerah menahan amarah. Mengingat kata-kata yang Ega ucapkan saat mengantar Chalissa pulang ke kediamannya, membuatnya geram setengah mati.


“Dasar anak tak berguna!! Apa kamu senang sudah membuat papamu ini terlihat seperti pecundang di hadapan om-mu itu?!!”


“Apa hanya Akhtar laki-laki di dunia ini sampai kamu melakukan hal gila?!! Kalau pria itu membuka mulutnya maka kamu akan masuk penjara!!!”


“Aku ngga peduli pa! Aku hanya menginginkan Akhtar!!”


PLAK!!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Chalissa. Kanaya terhenyak menyaksikan Tombak tega menampar anak perempuan satu-satunya.


“Mas!!!”

__ADS_1


“Apa?!!! Dia harus diberi pelajaran supaya tidak melakukan hal sembrono lagi. kalau dia sampai masuk penjara, bagaimana dengan nama baikku?!! Anak CEO Golden Chains seorang kriminal, apa itu yang kamu inginkan hah??!!”


“CUKUP!!! Dari dulu hanya nama baik dan perusahaan yang ada dalam pikiran mas. mas tidak pernah memikirkan perasaan anak kita! Kalau dulu mas tidak membatalkan pernikahan mereka, hal seperti ini tidak akan terjadi!!”


Kanaya yang biasanya hanya menurut pada semua perkataan Tombak, mulai berontak. Dia meluapkan semua kekesalan yang mengganjal di hatinya. Dipeluknya Chalissa yang tak berhenti menangis.


“Aku melakukannya demi kita!! Apa kamu mau hidup miskin jika terjadi sesuatu dengan perusahaan kita? Sudah sulit bagiku bertahan di tengah persaingan yang semakin sengit tapi anak bodoh itu masih saja menambah masalah dengan kelakuan konyolnya!!”


“Iya aku memang bodoh!! Aku akan pergi supaya tidak menjadi beban untuk papa!!”


Chalissa tak kuat lagi mendengar cacian demi cacian yang keluar dari mulut Tombak. Dia bangun lalu berlari keluar rumah tanpa mempedulikan panggilan Kanaya. Chalissa masuk ke dalam mobil lalu melaju pergi.


Sambil sesekali mengusap airmatanya, Chalissa memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia bermaksud kembali ke Bandung, apapun caranya dia sudah bertekad untuk mendapatkan Akhtar kembali. Chalissa semakin menambah kecepatan mobilnya ketika sudah memasuki jalan bebas hambatan. Tiba-tiba terdengar letusan dari arah belakang mobilnya.


DUAR!!


Seketika mobil yang dikendarai Chalissa oleng, ban belakangnya pecah. Chalissa tidak bisa mengendalikan kendaraan yang tengah melaju dengan kecepatan tinggi itu. Seketika mobil tersebut menghantam pembatas jalan dengan kencang lalu terguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti dengan posisi terbalik.


🍁🍁🍁


Kanaya, Tombak, Adam dan Liam bergegas menuju rumah sakit ketika mendengar kabar kecelakaan yang menimpa Chalissa. Dengan cemas mereka menunggu di ruang tunggu operasi. Liam menenangkan mamanya yang terus saja menangis. Ega yang mendengar kecelakaan Chalissa dari Liam bergegas menuju Jakarta bersama Alea dan Adit.


Setelah melalui operasi panjang, akhirnya nyawa Chalissa berhasil diselamatkan. Dia mengalami luka parah di bagian kepala. Dua orang yang mendorong blankarnya segera menuju ruang ICU. Tombak segera menghampiri dokter yang menangani operasi putrinya.


“Alhamdulillah operasinya berhasil, namun pasien dalam keadaan koma. Saya tidak tahu kapan dia akan tersadar. Kami akan terus memantaunya, banyak-banyak berdoa saja pak. Semoga ada keajaiban.”


Adit menghampiri Tombak yang nampak shock. Dia tahu betul bagaimana perasaan Tombak saat ini. Dulu juga hal yang sama pernah dialaminya, ketika Ega harus terbaring koma pasca kecelakaan.


“Sabar Tom. In Syaa Allah Lissa akan sadar secepatnya. Kita harus terus menyemangatinya agar dia cepat bangun dari komanya.”


Tombak tertunduk lemas, separuh nyawanya serasa melayang melihat kondisi putrinya yang terbaring tak berdaya. Beberapa alat medis terpasang di tubuhnya. Adit dengan setia mendampingi pria yang dulu pernah berteman dekat dengannya. Begitu pula dengan Ega, walaupun hubungan mereka tidak harmonis. Sebisa mungkin dia memberikan dukungan pada kakaknya.


🍁🍁🍁


Hari terus berlalu, tanpa terasa sudah sebulan lamanya Chalissa terbaring koma. Setiap harinya Tombak selalu menyempatkan diri untuk menemui putrinya. Kanaya pun lebih sering menghabiskan waktunya di rumah sakit menemani Chalissa.


Kanaya baru saja selesai membasuh tubuh sang putri ketika melihat pergerakan tangan dan mata Chalissa. Dengan cepat dia memanggil dokter dan menghubungi Tombak. Secepat kilat Tombak menuju rumah sakit begitu mendengar kabar dari istrinya. Dengan nafas terengah-engah dia masuk ke ruang perawatan. Nampak Chalissa sedang duduk dengan tatapan kosong ke depan.


“Lissa...”


Chalissa menoleh ke arah Tombak, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke depan. Kanaya tak dapat menahan airmatanya melihat kondisi sang putri.

__ADS_1


“Pak Tombak, bisa kita bicara di luar?”


Tombak mengikuti langkah dokter spesialis syaraf yang selama ini menangani Chalissa. Dokter tersebut membawa Tombak ke ruangannya. Dengan dada berdebar, Tombak menunggu penjelasan darinya.


“Pak Tombak, secara fisik putri anda sudah pulih. Namun benturan keras di kepala menyebabkan luka yang cukup serius di kepalanya. Saat ini nona Chalissa mengalami amnesia. Dia tidak bisa mengingat siapa dirinya.”


“Amnesia dok? Sampai kapan dok?”


“Saya tidak tahu pak. Melihat luka yang dideritanya, kemungkinan besar ingatannya tidak akan pernah kembali. Bisa dikatakan keadaan nona Chalissa saat ini layaknya bayi yang baru lahir. Tidak ada ingatan sedikit pun tentang masa lalunya.”


Tombak nampak shock mendengar penuturan sang dokter. Merasa tak ada yang perlu ditanyakan lagi, dia memilih untuk pergi menemui putrinya. Chalissa sudah dipindahkan ke ruang perawatan, kondisinya masih belum berubah. Beberapa kali Kanaya mengajaknya berbicara namun tak ada tanggapan darinya.


“Mas.. Lissa mas.. dia ngga ingat sama sekali tentang kita.”


“Iya sayang. Mas akan hubungi Adit. Dia pasti tahu dokter yang bisa menyembuhkan Lissa, seperti dulu Ega.”


“Lakukan mas, lakukan apapun demi anak kita.”


Begitu mendapat kabar tentang Chalissa, Adit dan Ega segera berangkat ke Jakarta. Mereka langsung menuju rumah sakit. Adit menghela nafas panjang melihat keadaan Chalissa, mengingatkannya akan kondisi Ega dulu. Tombak mengajak Ega dan Adit berbicara di cafe yang terletak di depan rumah sakit.


“Tolong aku Dit, Ga. Apa kalian tahu dokter syaraf yang bisa menyembuhkan Lissa. Kamu juga dulu pernah amnesia Ga, kamu pasti tahu apa yang harus aku lakukan.”


“Chalissa harus terapi kak untuk mengembalikan ingatannya.”


“Bagaimana dengan dokter Lim, dokter yang menanganimu dulu.”


“Dokter Lim sudah pensiun kang. Tapi aku dengar anaknya yang kini menjalankan kliniknya. Kalau kakak mau, nanti aku coba hubungi dokter Lim. Kalau kakak bermaksud melanjutkan pengobatan Lissa di Singapura, aku sarankan kakak dan kak Kanaya mendampinginya. Karena kasih sayang dan dukungan keluarga sangat mendukung dalam pemulihan kondisi Lissa.”


“Apapun akan aku lakukan untuk Lissa. Terima kasih Ga, setelah apa yang kulakukan kamu masih mau membantuku.”


“Lissa keponakanku kak, bagiku dia seperti Ily. Aku akan mengabari kakak secepatnya. Sekarang terus dampingi Lissa, berikan Lissa pengertian kalau kalian adalah keluarganya dan berikan kenyamanan untuknya. Itu yang terpenting kak.”


Tombak mengangguk, segala kesombongan, keangkuhan dan kebencian pada adiknya kini menguap seiring peristiwa tragis yang menimpa anaknya. Dalam hati dia berjanji akan menjadi orang yang lebih baik lagi ke depannya.


Setelah melalui pertimbangan matang, Tombak memutuskan melanjutkan perawatan Chalissa ke Singapura. Dia akan ditangani oleh anak dokter Lim yang mengikuti jejak sang ayah yang kini menangani kliniknya.


🍁🍁🍁


**Gimana sudah puas atau masih mau kasih hukuman lagi buat Lissa?


Kisah Rain dan Akhtar udah mau beres ya. Siap2 ke kisah mas El yang kalian sayangi itu😘😘😘

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya. Hari ini mamake up 2 episode jadi jangan pelit2 ya gaess😉**


__ADS_2