
Selesai bertemu dengan tuan Ali terkait pembatalan proyek kerjasama dengan Artha Boga, Ega bergegas pulang ke rumah. Tuan Ali bersedia menarik tuntutannya pada Artha Boga setelah mendapat kejelasan tentang laporan yang dipalsukan. Dan masalah di kantor sudah diurus oleh Adit.
Ega menghentikan kendaraannya tepat di depan rumahnya. Di saat yang bersamaan Poppy tiba di rumahnya. Dia langsung menghampiri Ega.
“Kak.”
“Katakan pada istrimu berhenti mengganggu adikku atau aku akan benar-benar mengirimnya ke penjara. Aku kecewa padamu Ga. Mungkin di matamu Dimas tak layak bersanding dengan anakmu. Tapi dia tetap adikku, dan dia sangat berharga untukku. Kalian boleh menolak Dimas tapi tidak dengan menghinanya apalagi menghancurkan usaha yang sudah dibangunnya dengan susah payah. Ini, berikan pada istrimu supaya dia sadar dengan siapa dia berteman.”
Poppy menyerahkan alat perekam mini pada Ega, setelah itu pergi meninggalkan lelaki yang sudah dianggapnya adik sendiri. Ega memandangi punggung Poppy tanpa berani memanggilnya lagi. Dia cukup sadar telah melukai hati wanita itu. Ega memutar alat perekam di tangannya. Tangannya mengepal mendengar percakapan dua orang wanita di dalamnya. Dengan langkah panjang dia masuk ke dalam rumah.
“Assalamu’alaikum.”
“Walaikumsalam,” jawab ketiga anaknya yang sedang menonton televisi bersamaan.
“Mana mami?”
“Di kamar pi.”
Ega segera menuju kamarnya. Ketiga anaknya saling berpandangan. Mereka merasakan sesuatu yang tidak beres begitu melihat wajah sang papi yang jauh dari kata ramah. Ziel yang paling kepo berinisiatif mendekat ke kamar. Dia ingin menguping pembicaraan kedua orang tuanya.
Di dalam kamar Alea yang sedang membersihkan wajah terkejut dengan kepulangan Ega. Tak biasanya suaminya kembali ke rumah sebelum jam lima sore. Ega melemparkan amplop coklat dan alat perekam ke atas kasur.
“Kenapa kamu melakukannya Al?” tak ada panggilan sayang dalam ucapannya, menandakan pria itu benar-benar marah pada istrinya.
“Apa?”
“Apa yang kamu lakukan pada perusahaan Dimas?”
“Apa dia merengek padamu?”
“Jawab Al!!” Alea terkejut mendengar teriakan suaminya.
“Kamu berteriak padaku hanya karena orang itu?!”
“Orang itu adalah Dimas. Dia orang yang sudah banyak berjasa dalam kehidupan kita Al. Aku ngga nyangka kamu bakal melakukan perbuatan sehina itu.”
“Perbuatan hina? Lebih hina mana? Perbuatanku atau dirinya yang sudah berani mencintai putri kita?”
“Itu dua hal yang berbeda Al. Jangan campur adukkan urusan bisnis dengan urusan pribadi. Apa kamu sadar apa yang kamu lakukan sudah membuat hubunganku dengan kak Poppy juga mas Irzal memanas?”
__ADS_1
“Terus saja bela mereka Ga! Aku adalah istrimu tapi kamu lebih membela orang lain!!”
Ega mengirup oksigen banyak-banyak untuk meredakan dadanya yang terasa sesak. Sebisa mungkin dia menahan emosi yang hampir meledak. Sikap Alea yang seperti ini semakin membuatnya gila.
“Al, aku tahu kamu tidak menyetujui hubungan Dimas dengan Ily, begitu juga dengan aku. Tapi bukan berarti kita menentangnya dengan cara seperti ini,” Ega menurunkan nada bicaranya.
“Lalu harus dengan cara apa? Dengan cara baik-baik pun dia tidak akan menyerah dengan niatnya.”
“Apa kamu pernah berbicara baik-baik dengannya? Sejak awal kamu langsung menolaknya dengan menghinanya dan menjatuhkan harga dirinya.
“Itu supaya dia sadar di mana tempatnya.”
“Tapi tidak dengan cara seperti itu. Aku akan bicara baik-baik dengan Dimas. Dia anak yang baik dan kita sudah mengenalnya bertahun-tahun. Tolong jangan rusak hubungan baik ini dengan sikapmu yang seperti ini sayang.”
“Aku tetap dengan keputusanku. Dan soal caraku memisahkan mereka aku tidak menyesalinya. Bahkan kalau perlu aku akan menghabisi Dimas sampai dia hidup menggembel. Kamu harus memilih bi, berada di sisiku atau di belakang Dimas. Kalau kamu lebih memilih Dimas, lebih baik kita berpisah.”
“ALEA!!!”
“APA?!! Aku juga sudah muak melihatmu yang terus membelanya. Sekarang tentukan sikapmu, pilih aku atau Dimas!!”
“Aku ngga percaya kamu bisa berubah seperti ini. Setan apa yang sudah merasukimu!! Kalau ummi masih hidup dia pasti kecewa melihatmu seperti ini.”
“Jangan bawa-bawa ummi! Dia sudah tidak ada di dunia ini!! Dan dia bukan ibuku!!”
Alea terkejut saat Ega menampar pipinya dengan keras. Dengan mata menyalang dia memandangi wajah suaminya seraya memegangi pipinya yang terkena tamparan.
“Aku masih bisa menahan diri saat kamu menghina Dimas, kak Poppy atau mas Irzal. Tapi jangan pernah menghina ummi!! Mungkin dia bukan ibumu tapi dia ibuku!! Walau aku tidak lahir dari rahimnya tapi sampai mati dia tetap ibuku!! Dengarkan rekaman itu dan buka pikiranmu!! Aku akan membawa pergi anak-anak, dan jangan harap aku kembali sebelum kamu berubah!!”
Ega keluar dari kamar lalu membanting pintu kamar dengan sangat kencang. Dinding ruangan sampai bergetar saking kerasnya bantingan tersebut.
BLAM!!!
Firlan, Firly dan Azriel terkesiap mendengar pintu yang terbanting keras. Mereka yang sedang menguping langsung mematung melihat papinya sudah keluar kamar. Wajah Ega merah padam. Terlihat jelas kemarahan di wajah itu.
“Firlan, Firly, Ziel.. kemasi pakaian kalian. Mulai hari kita tinggal di apartemen. Cepat!”
“I.. Iya pi,” jawab ketiganya.
Mereka bergegas naik ke lantai atas membereskan baju dan buku-buku seperlunya kemudian kembali ke bawah dengan membawa koper masing-masing. Mereka kemudian berjalan menuju ke mobil. Ega sudah menunggu di dalamnya. Tanpa berpamitan dengan Alea, ketiganya ikut sang papi untuk tinggal di apartemen.
__ADS_1
Debby yang sedang berkunjung ke rumah Poppy melihat kepergian Ega beserta ketiga anaknya dengan membawa koper. Karena penasaran dia masuk ke dalam rumah. Debby dan Sarah baru saja mendengar curhatan Poppy tentang kelakuan Alea. Dia mendengar teriakan Alea dari dalam kamar. Perlahan dibukanh pintu kamar. Nampak Alea sedang terduduk di lantai.
Debby masuk ke dalam kamar. kondisi kamar sudah seperti kapal pecah. Barang berserakan di mana-mana. Lalu matanya melihat ke alat perekam yang tergeletak di atas kasur. Diambilnya alat itu.
“Mau apa kak Debby ke sini? Apa mau menertawakanku?”
“Tidak, aku hanya ingin menikmati keterpurukanmu. Karena kebodohanmu kamu telah menyakiti orang-orang yang menyayangimu. Dan sekarang nikmati saja. Saat semua orang meninggalkanmu, kamu menangis darah pun tidak akan ada gunanya.
Dengar Al, sebelum kamu datang, Dimas sudah lebih dulu menjadi adikku. Kamu beruntung aku tidak mendengar secara langsung hinaanmu pada Dimas. Kalau aku mendengarnya, aku akan membuatmu menyesalinya. Dengarkanlah rekaman ini, mungkin ini bisa sedikit menghibur hatimu.”
Debby menekan tombol on pada alat perekam tersebut kemudian melenggang pergi. Terdengar suara yang sangat dikenal Alea dalam rekaman tersebut.
“Apa kamu punya bukti kalau aku yang melakukan semua itu?”
“Kamu memang melakukannya secara tidak langsung. Kamu meminjam tangan Alea untuk menghancurkan adikku. Apa salah Dimas padamu sampai kamu berusaha menghancurkannya?”
“Adikmu hanyalah korban tidak terduga. Dia ibarat kelinci yang masuk dalam perkelahian singa dan buaya. Kehadiran adikmu mempermudah diriku untuk menghancurkan Alea.”
“Kenapa kamu mau menghancurkan Alea? Apa salahnya?”
“Apa salahnya?? Karena dia keluargaku berantakan. Andika menceraikanku, anak-anakku meninggalkanku. Dia harus merasakan apa yang kurasakan, kehilangan suami, ditinggalkan anak-anaknya dan dimusuhi para sahabatnya. Dan sepertinya usahaku akan membuahkan hasil sebentar lagi hahahaha.”
Tangan Alea mengepal keras, ternyata selama ini dia telah termakan hasutan Tamara. Dia seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Menuruti apa saja yang perempuan itu katakan. Alea terbuai mulut manis dan pujian Tamara untuknya hingga tanpa sadar sedikit demi sedikit wanita itu mulai mempengaruhinya. Dan kini apa yang diinginkan wanita itu tercapai, suami dan anak-anaknya meninggalkannya.
🍁🍁🍁
**Hmmm.. kira2 setelah ditampar dan ditinggalkan keluarganya Alea sadar ngga ya??
Gimana nih boleh ngga om Dimas pindah ke Milan?
Mohon maaf kemarin mamake ngga bisa up karena oleng sama tugas sekolah anak🙏🙏🙏
Mudah2an hari ini bisa up banyak ya. Doakan juga supaya bonchap babang Ri lolos review. Makasih yang udah setia ikuti karyaku mmmuuaaacchh..
Jangan lupa ya
Like..
Comment..
__ADS_1
Vote..
Love.. love.. love..😍😍😍**