Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
BONCHAP : ILAN & HANIN Manuver Stevi


__ADS_3

Sudah banyak tamu yang datang ketika Firlan dan Hanin menjejakkan kakinya di ballroom hotel Cleopatra. Acara ulang tahun salah satu kolega Ega memang digelar cukup meriah, maklum saja sang empu acara adalah pemilik swalayan besar yang memiliki banyak cabang di kota-kota besar di Indonesia.


Firlan memeluk pinggang Hanin kemudian membawa istrinya itu menemui sang pemilik acara. Bergantian dengan Hanin, dia memberikan ucapan selamat ulang tahun. Untuk beberapa saat mereka terlibat percakapan sebelum akhirnya Firlan menyudahinya. Dia mengajak Hanin mencicipi hidangan yang tersedia.


Saat sedang menikmati hidangan di salah satu meja, salah seorang rekan bisnis Firlan menghampiri. Firlan meminta ijin Hanin untuk pergi sebentar menemui rekannya yang lain. Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya.


Hanin memandang sekeliling ballroom. Tamu yang berdatangan hampir semua berasal dari kalangan atas. Para wanita berlomba-lomba tampil cantik entah untuk siapa. Kemudian pandangan Hanin berhenti pada sosok yang dikenalnya. Gadis itu berdiri kemudian menghampiri Disa yang sedang me-refill makanan.


“Dis,” Hanin menepuk pundak Disa.


“Eh Han, lo di sini?”


“Iya, nemenin bang Ilan. Yang ulang tahun kan salah satu koleganya. Lo sendiri lagi DW?”


“Iya Han, lumayanlah honornya.”


Disa meneruskan pekerjaannya me-refill makanan yang ada di meja prasmanan. Hanin berdiri di sampingnya seraya memperhatikan apa yang dilakukan sahabatnya. Dulu juga dia sering melakukan DW seperti Disa. Namun semenjak berstatus sebagai istri Firlan, Hanin harus berhenti melakukan itu semua demi menjaga nama baik suaminya.


“Han.. gue balik ke kitchen ya.”


“Iya Dis.”


Hanin memperhatikan Disa yang berlalu meninggalkannya. Mata Hanin kemudian berkeliling mencari sosok Firlan. Perasaan Hanin seperti diremas ketika melihat Firlan sedang asik bercengkerama dengan Ayunda. Rupanya mantan terindah suaminya itu datang juga beserta Reyhan.


Perasaan Hanin campur aduk melihat senyum Firlan ketika berbicara dengan Ayunda. Tak bisa dipungkiri hatinya cemburu. Kebahagiaan yang sempat dirasakannya tadi menguap begitu saja. Ternyata sikap manis Firlan tidak benar-benar tulus. Pria itu melakukannya demi menjaga nama baik di tempat umum. Hanin berdecih mengasihani diri sendiri yang begitu bodoh mempercayai kebahagiaan semu.


Hanin tak sanggup melihat pemandangan menyakitkan itu. Dia memilih untuk pergi dari tempat ini. Masa bodoh jika nanti Firlan memarahinya. Hanin hanya tak ingin hatinya bertambah sakit.


“Kamu pasti Hanin, istri dari Firlan.”


Langkah Hanin tertahan ketika seorang wanita menghadangnya. Hanin memperhatikan wanita di depannya. Wajah cantik, bodi aduhai, pakaian branded yang melekat di tubuhnya semakin menambah pesona wanita itu. Namun sayang sekali, Hanin tidak mengenalnya.


“Kenalkan, namaku Stevi, wakil direktur Miracle Group. Seharusnya aku yang menjadi nyonya Firlan, bukan kamu.”


“Oh ya? Kenapa bang Ilan ngga pernah cerita ya.”


Jawaban santai Hanin cukup menohok perasaan wanita itu. Senyuman sumbang menghiasi wajahnya.


“Apa mertuamu tidak pernah menceritakan tentang keinginan orang tuaku dan mereka untuk menjodohkanku dengan Firlan? Kalau bukan keputusan gegabah Firlan melamar Ayunda, mungkin aku yang bersanding dengannya.”

__ADS_1


“Udah curhatnya? Aku permisi dulu.”


Hanin merasa tak perlu meladeni ucapan Stevi. Hatinya sudah cukup sakit melihat kebersamaan Firlan dan Ayunda. Kini ditambah kehadiran Stevi, memperburuk suasana hatinya. Saat akan melangkah pergi, Stevi kembali menghalangi.


“Jangan sombong kamu. Aku masih bisa mengalah ketika Yunda yang akan menjadi pendamping Firlan. Latar belakang keluarga dan kualitas wanita itu aku akui cocok untuk mendampingi Firlan. Tapi dirimu.. cih.. kalau bukan keluarga Afrizal mengadopsimu, dirimu itu bukan siapa-siapa.”


“Aku ngga peduli.. terserah kamu mau bilang apa. Yang penting bang Ilan sekarang menjadi suamiku. Dan kamu jangan pernah berpikir untuk merebutnya. Ngga lucu kan kalau orang-orang menyebut wakil direktur Miracle Group adalah pelakor.”


Tangan Stevi terkepal mendengar ucapan sarkas Hanin. Sepertinya dia salah sudah menganggap sepele gadis di depannya ini. Hanin kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda namun lagi-lagi Stevi menahannya.


“Dasar wanita tidak tahu diri! Kamu itu hanya anak seorang penipu dan pemabuk!!”


Teriakan Stevi sontak menarik perhatian orang-orang di sekitar mereka, tak terkecuali Firlan, Ayunda dan Reyhan yang tengah berbincang. Mata beberapa tamu langsung melihat ke arah Hanin dan Stevi.


“Berhenti mempermalukan dirimu.”


“Aku mempermalukan diriku? Kamu yang seharusnya merasa malu. Lihat sekelilingmu, semua orang yang hadir di sini berasal dari kalangan terhormat. Tidak seperti dirimu, dalam darahmu mengalir darah seorang narapidana! Bahkan kakakmu adalah anak haram yang hadir di luar penikahan. Keluarga menjijikkan.”


PLAK!!


Sebuah tamparan kencang mendarat di wajah cantik Stevi. Ayunda menatap nyalang ke arah wanita di depannya. Tangannya hampir terangkat lagi untuk melayangkan tamparan kedua kalau Reyhan tak segera menahannya.


“Yunda... aku ngga ada urusan denganmu.”


“Perempuan yang kamu sebut anak haram itu kakak iparku brengsek! Kamu beruntung kakakku tidak ada di sini.”


“Ayang sudah.. ayo kita pergi saja.”


Reyhan segera membawa Ayunda pergi. Dia tak ingin kemarahan Ayunda berdampak pada kehamilannya. Firlan yang juga mendengar apa yang Stevi katakan melihat wanita itu penuh amarah.


“Berani sekali kamu menghina istriku. Tunggu saja, aku akan membuatmu menyesal!!”


Firlan memeluk pinggang Hanin kemudian membawanya pergi. Harianto, ayah dari Stevi segera menghampiri anaknya. Kegusaran nampak di wajahnya.


“Dasar anak bodoh! Apa yang sudah kamu lakukan? Apa kamu tahu yang barusan kamu hina adalah menantu dari Ega Prakarsa, pemilik Gala Corp. Lalu kamu juga membawa kakak Hanin yang merupakan menantu Irzal Ramadhan. Belum lagi dia adalah anak kandung Erik Yudhistira, pemilik Mahameru Group. Apa kamu mau membuat perusahaan kita bangkrut? Di mana otakmu itu?!”


Harianto menunjuk kening Stevi dengan telunjuknya. Dia sungguh geram dengan kelakuan gegabah anaknya. Perusahaannya bisa berada di ujung tanduk. Di tengah kegusarannya terdengar suara tepukan tangan. Liam, anak bungsu Tombak yang juga datang menghampiri Stevi.


“Bravo! Bravo! Kamu punya nyali juga menghina istri sepupuku.”

__ADS_1


“Pak Liam, tolong maafkan anak saya.”


“Maaf? Apa kata maafmu bisa mengobati sakit hati kakak iparku? Tambahkan Golden Chains dalam daftar perusahaan yang akan memutuskan kerjasama denganmu. Dan jangan lupakan Rakan Putra Group. Apa menurutmu Reyhan akan tinggal diam melihat keluarga istrinya dihina? Apalagi jika om Andra sampai tahu istri keponakannya dipermalukan seperti tadi. Ck.. ck.. ck.. berdoalah agar mereka berlapang dada menerima kebodohan putrimu. Dan Stevi.. dari pada menghias wajahmu dengan make up, lebih baik kendalikan lidahmu agar tak mengatakan hal-hal yang merugikan diri sendiri.”


Setelah membuat Harianto bertambah pucat dengan ucapannya, Liam segera pergi meninggalkan ballroom tanpa mempedulikan pandangan tamu-tamu yang hadir. Sepupu dari Firlan ini terkenal cuek dan kejam. Jika ada yang berusaha mengganggu keluarga atau sahabatnya maka harus siap berhadapan dengan lelaki ini.


Sementara itu Ayunda yang masih kesal dengan Stevi, mengalihkan kemarahannya pada Reyhan. Harusnya dia menghadiahkan satu tamparan lagi tapi Reyhan malah menahannya. Mengetahui macan betinanya dalam emosi tingkat tinggi, Reyhan mengambil ponselnya. Dia menghubungi Kaisar, sepupu yang menjadi perpanjangan tangannya di perusahaan.


“Assalamu’alaikum.. ada apa bang?”


“Waalaikumsalam.. Batalkan semua kerja sama dengan Miracle Group.”


“Hmm.. bikin masalah apalagi mereka? Aku udah bilang kalau mereka itu ngga layak diajak kerjasama. Tapi papa masih aja kasih kesempatan.”


“Stevi sudah berani menganggu macan betinaku,” Reyhan mengedipkan matanya pada Ayunda.


“Ok boss.. siap laksanakan.”


“Makasih Kai. Assalamu’alaikum.”


“Waalaikumsalam.”


Reyhan mengakhiri panggilan. Dia mendekat pada Ayunda untuk memasangkan sabuk pengaman di tubuh wanita hamil itu.


“Gimana sayang, kamu puas sekarang?”


“Puas.. pake banget.”


“Kalau gitu mana hadiah mas?”


Ayunda menarik tengkuk Reyhan kemudian mendaratkan ciuman di bibir suaminya itu. Dengan cepat Reyhan membalas ciuman sang istri. Pertautan bibir mereka terjadi beberapa saat hingga membangkitkan hasrat keduanya. Reyhan mengakhiri ciumannya kemudian menjalankan kendaraannya. Dia ingin segera sampai di rumah untuk melanjutkan kegiatan mereka tadi.


🍁🍁🍁


Uuhh **Rey sama Ay mesra terus...


Kelanjutan hubungan Ilan Ama Hanin gimana ya kira²?


Malming hujan nih.. jadi mamake up buat nemenin kalian yang ngga bisa kemana²😘**

__ADS_1


__ADS_2