Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 3 : YOU ARE MY DESTINY Genderang Perang


__ADS_3

Selesai meeting dengan seluruh kepala divisi, Irzal meminta Elang dan Farel ke ruangannya. Kedua pemuda itu bergegas menuju lantai 12. Zico langsung mempersilahkan keduanya masuk. Irzal menunggu mereka dengan beberapa berkas yang tertumpuk di meja, Elang dan Farel duduk berhadapan dengan sang ayah.


“Besok kamu harus bertemu dengan Zidan, dia presdir PT. Adhijaya Reka Cipta. Untuk proyek di Sinjay, kita akan bekerja sama dengan mereka.”


“Ayah batalin kerjama dengan Citra Wijaya?”


“Mereka sudah melanggar kontrak lebih dulu.”


“Baguslah yah. Aku juga kurang sreg dengan kinerja mereka. Kalau PT. Adhijaya sudah tidak diragukan lagi reputasinya.”


“Besok pastikan kamu mengurus perjanjian itu dengan baik. Sekalian membahas soal proyek di Sinjay, kalian juga akan membahas proyek di Belitung bersama dengan Deski.”


Wajah Elang berubah ketika mendengar nama itu. Walaupun sekilas namun Irzal dapat menangkap perubahan mimik sang anak.


“Kamu harus tetap bersikap profesional El.”


“Baik yah.”


Setelah seleasi menerima masukan dari Irzal, Elang dan Farel segera meninggalkan ruangan sang ayah. Farel dan Virza langsung menyiapkan berkas yang dibutuhkan esok hari, sedang Elang mengurus hal lain dengan Jayden.


🍁🍁🍁


Kedatangan Elang ke kantor PT. Adhijaya disambut oleh sekretaris Zidan. Wanita paruh baya itu segera membukakan pintu untuknya. Di dalam, Zidan, Zahran dan Deski sudah menunggunya. Setelah saling memperkenalkan diri, Zidan mempersilahkan Elang untuk duduk. Untuk sesaat Elang dan Deski saling bertatapan karena mereka duduk berhadapan. Tak ada pembicaraan hangat di antara keduanya seperti dulu, yang ada hanyalah saling melemparkan tatapan dingin.


Karena satu pemikiran, pembicaraan kesepakatan kerja sama antara Elang dan Zidan berjalan dengan baik dan tanpa memakan waktu lama mereka telah mencapai kata sepakat. Deski lebih banyak diam dan hanya memberikan pendapatnya sesekali saja. Berbeda dengan Zahran yang hanya diam sambil otaknya berpikir secara serius di mana dia pernah melihat Elang sebelumnya.


“Tapi lahan yang akan digunakan nanti aman kan? Bukan tanah sengketa? Atau milik orang lain yang kita paksa untuk jual?”


Zidan tertawa kecil mendengar rentetan pertanyaan Elang. Rekan bisnisnya ini benar-benar teliti akan banyak hal.


“Tenang aja, semua sudah sesuai prosedur.”


“Memang kenapa kalau masih milik orang lain dan kita ambil secara paksa?” ujar Deski.


“Saat memulai sesuatu yang baik alangkah baiknya dengan cara yang baik pula. Mengambil paksa milik orang lain itu sangat tidak etis.”


“Bagaimana kalau pemilik sebelumnya tidak layak? Lebih baik jika diambil alih bukan?”


“Harus ada indikator untuk menilai kelayakannya. Karena penilaian harus bersifat objetif, bukan subjektif. Lalu apa yang menjadi dasar jika yang mengambil alih atau merebut lebih baik dari sang pemilik?”


Deski terdiam, dia kesal karena Elang selalu saja bisa membalas perkataannya. Suasana menjadi sedikit tegang. Zidan menatap curiga ke arah dua lelaki ini. Tiba-tiba terdengar jentikan jari Zahran memecah ketegangan. Dia sudah berhasil mengingat Elang.


“Elang... kamu vocalis Soul Castle kan? Pantas aku seperti pernah melihatmu.”


“Pak Zahran tahu band saya?”


“Jangan panggil pak, berasa tua. Panggil Za aja, oke El atau Lang nih hahaha..”


“El aja.”

__ADS_1


“Kita pernah satu panggung di acara Jabar Fest, empat tahun lalu.”


“Sebentar... Jabar Fest.. band Alfa One bukan?”


“Bener banget.”


“Dan sekarang udah bubar jalan,” tukas Zidan.


Zahran mendengus kesal pada kakaknya. Elang cukup terkejut, karena Alfa One cukup terkenal di kalangan musikus Bandung.


“Kok bisa bubar? Sayang, padahal penampilan kalian keren banget.”


“Bisalah, semua personilnya udah nikah kecuali vocalisnya yang ngga laku-laku.”


“Bang... astaga punya kakak satu demen banget jatuhin harga diri adiknya.”


"Umurmu berapa El?" tanya Zidan.


"23 pak."


"Hmm... Masih muda ya. Ngga usah formal lah, panggil Abang aja. Kamu tuh kaya adik kita."


"Kamu ngga nyesel nikah muda?" Zahran penasaran.


"Ngga, dengan nikah kita bisa belajar bertanggung jawab dan terhindar dari maksiat juga."


"Denger tuh, nikah Za, nikah. Elang aja berani nikah muda, kamu yang udah tua ngga nikah-nikah" sembur Zidan yang kesal karena sampai sekarang adiknya masih enggan menikah.


Elang terkekeh melihat perdebatan Zidan dan Zahran, seperti dirinya dengan Farel. Deski hanya memandang malas ke arah mereka. Karena pertemuan telah selesai, Zidan mengajak Elang untuk menikmati kopi di cafe. Mereka keluar dari ruangan bersama.


“Band kamu masih jalan El?” tanya Zidan.


“Alhamdulillah masih bang.”


“Istri kamu ngijinin buat nge-band? Personilku yang lain pada takut istri semua. Mereka berhenti ngeband karena dilarang istri.”


“Alhamdulillah dia sih ngga ada masalah. Kadang dia ikut kalau aku lagi latihan.”


Wajah Deski tampak mengeras ketika mendengar Elang menyebutkan kata istri. Sudah pasti itu ditujukan untuk Azkia, wanita pujaannya.


“Coba kamu ajak istrimu ke sini, aku jadi bisa minta dia kasih wejangan sama istri teman-temanku supaya ngijinin suaminya nge-band lagi.”


“Hahaha.. abang bisa aja. Sebenarnya dia ikut tapi milih nunggu di cafe depan kantor.”


“Menunggu di cafe karena keinginan sendiri atau dipaksa olehmu?” sambar Deski begitu mereka memasuki lift.


“Tentu saja keinginan sendiri. Mungkin karena ada yang membuatnya ngga nyaman.”


“Apa kamu sedang menyindirku El?” Deski sudah kadung kesal pada Elang. Tak ada lagi embel-embel pak di depan namanya.

__ADS_1


“Semua tergantung dari persepsimu. Apa kamu merasa tersindir? Kalau iya, berarti kamu yang telah membuatnya tak nyaman.”


Deski tertawa kecut, tangannya mengepal menahan marah. Kalau tidak ada Zidan dan Zahran bersamanya mungkin dia sudah adu jotos dengan Elang.


“Bagaimana reaksimu kalau ada seseorang yang berusaha merebut istrimu?”


“Apa masih harus bertanya? Tentu saja aku akan mempertahankannya. Hanya lelaki bodoh yang ngotot menginginkan milik orang lain.”


“Bukan bodoh tapi memacu adrenalin, karena merebut sesuatu itu sangat menyenangkan.”


“Tapi mempertahankan sesuatu lebih menantang. Dan aku menyukai tantangan.”


“Jika aku sudah menginginkan sesuatu, maka aku akan melakukan apapun untuk mendapatkannya.”


“Sesuatu yang sudah menjadi milikku tidak akan kulepaskan apapun yang terjadi. Aku bisa berubah menjadi iblis atau malaikat pencabut nyawa kalau perlu.”


Zidan dan Zahran saling memandang melihat dan mendengar perdebatan kedua lelaki itu. Suasana di dalam lift mendadak terasa panas. Elang dan Deski saling melemparkan tatapan tajam.


TING


Lift telah sampai di tempat tujuan. Ketika pintu lift terbuka, terlihat Azkia, wanita yang menjadi perdebatan Elang dan Deski. Azkia tersenyum melihat suaminya lalu bergegas menghampiri. Elang menyambut Azkia dengan senyum sumringah.


“Sudah selesai mas?”


“Sudah sayang. Oh iya, kenalkan ini istri saya, Azkia.”


Elang memperkenalkan Azkia pada Zidan juga Zahran. Azkia menangkupkan kedua tangannya pada dua pria di hadapannya. Deski menatap penuh kerinduan pada Azkia tapi wanita itu mengacuhkannya.


“Maaf, sepertinya saya tidak bisa ikut bersama kalian. Saya pamit dulu.”


Zidan mempersilahkan Elang dan Azkia pergi. Mata ketiganya terus mengikuti pergerakan suami istri itu sampai menghilang keluar dari gedung.


“Gimana Za? Kia cantik kan?”


“Hmm... cantik pada padangan pertama tapi selanjutnya kecantikannya berkurang 90%.”


“Kenapa begitu?”


“Karena dia sudah menjadi milik orang lain. Dosa kalau kita menginginkan milik orang lain. Jadi, lupain dia Des.”


“Berhenti memikirkannya Des. Masih banyak perempuan lain di luar sana. Elang juga tidak akan tinggal diam kalau kamu mengusik istrinya.”


Zidan menepuk bahu Deski kemudian berjalan meninggalkannya, begitu pula dengan Zahran. Kedua kakak beradik itu memilih menuju cafe untuk menyesap minuman kesukaan mereka. Deski masih terdiam di tempatnya, tangannya tampak mengepal keras.


Aku pastikan untuk mendapatkanmu Kia. Akan kusingkirkan siapa pun yang menghalangiku, termasuk dirimu Elang. Nikmati saja kebersamaanmu saat ini sebelum aku merebut Kia darimu.


🍁🍁🍁


**Wah udah mulai perang terbuka nih antara Elang dan Deski. Walau masih sindir²an🤭

__ADS_1


Yang kangen dengan keluarga Ri-Ri Couple, itu udah mamake masukin mas Zidan sama mas Zahran. Zi and Za anaknya Fahri & Putri, masih inget kan???


Jangan lupa loh ritualnya, teken like, tulis komen and kasih vote kalau masih ada😉**


__ADS_2