Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE DP


__ADS_3

Hai² Four Seasons lovers... maaf ya kemarin mamake ngga bisa up karena kesehatan sedikit terganggu. Untuk hari ini mamake usahakan up lebih dari satu. Tapi ngga janji ya. Makasih buat yang udah setia nungguin cerita ini.


Happy Reading🤗


********************************************


Irzal, Poppy bahkan Sarah cukup tercengang mendengar penuturan Elang tentang apa yang dilakukan Reyhan untuk membuat sang begal membuka suaranya. Ayunda yang ikut mendengarkan juga tak menyangka suaminya yang selalu bersikap tenang, sabar bisa sekejam itu. Hanya Regan yang tidak terkejut mendengarnya. Dia sudah hafal betul bagaimana perilaku anaknya itu.


“Ya begitulah Rey. Kalau ada yang mengusik orang-orang yang dia sayang, ya begitu reaksinya. Dulu ada orang yang coba lecehin Rain, dibuat koma di rumah sakit. Waktu kasus Yunda dulu, bukan cuma dibuat babak belur tapi pelakunya dibuat keluar kampus. Kalau sekarang aku ngga aneh. Justru yang buat aku khawatir itu, bagaimana nasib dokter Burhan.”


“Ngapain juga mas khawatir. Ngga denger tadi apa yang Burhan suruh ke para begal itu. kalau Rey ngga dateng tepat waktu, gimana nasib menantu kita. Kalau dari kemarin mas mau bertindak, dokter Burhan ngga akan berbuat nekad kaya gitu.”


“Jadi aku lagi yang salah?”


“Ya iyalah, mas yang salah.”


“Terima aja mas. Perempuan itu selalu benar,” Irzal terkekeh namun langsung terdiam begitu mendapat pelototan dari Poppy.


Pintu ruangan terbuka, Reyhan masuk ke dalam ruangan. Langsung dihampirinya Ayunda, kemudian mendaratkan kecupan di keningnya.


“Udah bangun sayang.”


“Mas kemana aja?”


“Abis basmi serangga.”


“Aku laper mas, tapi ngga mau makanan rumah sakit. Aku boleh kan makan makanan dari luar?”


“Boleh sayang. Kamu mau makan apa?”


“Hmm... nasi padang boleh?”


“Boleh. Sebentar mas beli dulu ya.”


“Biar aku aja Rey,” Elang berdiri kemudian segera keluar ruangan.


“Rey.. tuh si dokter Burhan kamu apain? Apapun itu, mama dukung kamu seratus persen.”


“Sebentar ya sayang.”


Reyhan bangun dari duduknya kemudian menghampiri Sarah yang duduk di sofa. Poppy juga terlihat penasaran, dia mencondongkan tubuhnya ke arah Reyhan.


“Aku cuma suruh pilih, karir dia atau Sammy yang berakhir. Dia juga harus mengundurkan diri, mengembalikan uang hasil korupsinya, mengakui perbuatan mala prakteknya dan memberikan kerugian finansial pada korban. Aku juga udah kasih petunjuk Sammy siapa ayah kandungnya.”

__ADS_1


“Kalau sampai istrinya tahu Sammy anak Burhan, rumah tangga mereka bisa hancur nak.”


“Aku ngga peduli pa. Itu resiko yang harus dia tanggung karena berani selingkuh sama adik iparnya sendiri. Masih untung aku ngga kasih semua bukti perselingkuhan sama istrinya. Papa masih kasihan sama dia setelah apa yang dia coba lakuin ke Yunda, menantu papa. Maaf pa, aku ngga sebaik dan sesabar papa. Dia sudah berani mencelakai Yunda, dia harus tanggung akibatnya.”


“Ngga usah dengerin papamu. Mama setuju apa yang kamu lakukan. Itu shock therapy juga buat Sammy biar ke depannya dia ngga macam-macam lagi sama kamu. Terkadang ada orang yang ngelunjak kalau disabarin, salah satunya si Burhan itu. Udah kamu mandi sana, ini mama udah bawain baju ganti. Muka kamu kucel gitu.”


Reyhan mengambil paper bag dari tangan Sarah lalu berdiri. Sebelum masuk ke kamar mandi, dia melihat ke arah Ayunda.


“Yang, mau mandi bareng ngga?”


“Mas Rey!!”


Wajah Ayunda merona mendengar pertanyaan frontal dari suaminya. Reyhan hanya tergelak saja melihatnya, setelah itu dengan santainya masuk ke kamar mandi. Semua yang ada di ruangan tak bisa menahan senyum melihat tingkah pasutri yang usia pernikahannya belum genap dua bulan.


“Set dah si Rey, kaga lihat apa ada jomblo di sini,” sewot Farel.


“Makanya bang buruan lamar....”


“Rey!! Si Yunda minta diajakin mandi bareng!!”


“Bang Farel rese!!”


Farel tergelak seraya memegangi perutnya. Ketika menyadari keempat orang tua melihatnya dengan tatapan penuh tanya, serta merta dia bangun dari duduknya.


Farel cepat-cepat mencium punggung tangan keempat orang tua tersebut kemudian ngacir keluar kamar. Dia tak mempedulikan pertanyaan Elang yang baru saja datang. Mata Ayunda berbinar melihat dua kotak nasi padang di tangan Elang.


“Mau mas suapin?”


“Ngga.. aku mau makan bareng mas Rey aja.”


“Iya deh yang udah punya Rey, udah ngga butuh mas-nya lagi,” Elang merajuk.


“Kan mas El juga udah punya kak Kia wlee,” Ayunda menjulurkan lidahnya ke arah Elang.


“Mama, papa, ayah sama bunda masih mau di sini? Bentar lagi bakal ada adegan romantis. Kalian emang mau jadi obat nyamuk ngga berasap?”


“Ayah mau pulang, ayo Yang. Kita bikin adegan romantis juga di kamar,” Irzal bangun seraya menarik tangan sang istri.


“Papa juga mau pulang. si Rey suka ngga lihat sikon kalau mau mesaraan.”


“Hilih sama aja kaya bapaknya,” sembur Sarah.


Akhirnya semua yang ada di ruangan pamit pulang sebelum Reyhan selesai mandi. Beberapa menit kemudian Reyhan selesai dengan ritual mandinya. Dia cukup terkejut melihat keadaan kamar sudah lengang.

__ADS_1


“Loh.. yang lain pada kemana?”


“Pulang mas. Makan yuk, aku udah laper.”


Reyhan menghampiri Ayunda lalu menarik kursi yang ada di samping bed. Dibukanya kotak makanan yang tadi dibawa Elang. Aroma rempah khas masakan Padang langsung tercium begitu kotak dibuka. Karena perut mereka sudah keroncongan, maka acara makan pun dimulai. Mereka makan dengan cara suap-suapan.


Sehabis makan, mereka menunaikan shalat isya berjamaah. Ayunda yang mulai mengantuk meminta Reyhan menemaninya tidur di ranjang. Pria itu pun segera naik ke atas bed. Ayunda langsung memeluk pinggang suaminya.


“Mas.. kapan aku pulang? Aku udah ngga apa-apa kok.”


“Besok pagi ya sayang. Malam ini kamu nginap dulu di rumah sakit. Besok jam enam, mas ada operasi. Selesai operasi kita pulang.”


“Janji ya, besok pulang. Aku ngga suka rumah sakit. Aku ngga suka baunya, ngga suka makanannya, di rumah sakit juga mas Rey ngga bisa bikin aku enak.”


Ayunda menutup wajah dengan kedua tangannya. Senyum Reyhan terkulum mendengar ucapan istrinya. Ditariknya kedua tangan Ayunda lalu memandang wajah cantik itu lekat-lekat.


“Apanya yang mau dibikin enak hmm..”


“Semuanya.”


“Tenang aja, pulang dari rumah sakit mas bakal kasih yang enak-enak, kalau perlu sampai kamu ngga bisa jalan. Sekarang DP dulu aja ya.”


Reyhan menarik tengkuk Ayunda lalu membenamkan bibirnya di bibi Ayunda. ******* lembut penuh cinta dirasakan oleh Ayunda. Keduanya tenggelam dalam ciuman yang sarat akan cinta dan kasih sayang.


Suster Rika yang baru saja masuk hendak memeriksa Ayunda terpaku sesaat melihat dua orang yang sedang bermesraan. Pelan-pelan ditutupnya kembali pintu ruangan. Dadanya berdebar kencang menyaksikan adegan ciuman langsung di depan matanya. Biasanya dia hanya melihat dalam film romantis saja.


“Ya ampun dokter Rey hot banget sih. Hush.. istighfar Rika, dia itu suami orang,” gumamnya pelan.


Rika memilih kembali ke mejanya. Rasanya tak perlu memeriksa Ayunda karena sudah ada dokter Reyhan di sana. Melihat aksi keduanya, dia yakin kalau keadaan Ayunda baik-baik saja.


Di dalam ruangan, adegan 17 tahun ke atas masih berlangsung. Kedua insan yang saling mencinta itu masih belum selesai beradu bibir. Reyhan menyesap bibir bawah Ayunda lebih lama lalu mengakhiri ciumannya.


"Makasih mas sudah menyelamatkanku."


"Kamu istriku, mas akan lakukan apapun untuk menjagamu. Kamu tidur ya sekarang," Reyhan membelai puncak kepala Ayunda.


Reyhan menarik Ayunda ke dalam dekapannya. Nyaman dan aman yang dirasakan Ayunda saat ini. Nafas keduanya terdengar teratur tanda mereka sudah tertidur pulas.


🍁🍁🍁


**Orang tenang itu kalau marah emang nyeremin ya, begitu juga dengan Reyhan. Tapi kalau doi udah tenang, kelakuan romantis dan somplaknya ya balik lagi. Abis ini kisah Rey and Ay tinggal yang manis² aja kok. Sebelum end, mamake mau selipin intro kisah Farel-Ara dan Ilan-Hanin. Harap bersabar ya...


Dukungannya dulu boleh kan, like, comment and vote nya jangan lupa😉**

__ADS_1


__ADS_2