
Lewat ijin Irzal, Bara memerintahkan empat anak buahnya untuk membantu Akhtar. Dua orang ditugaskan untuk menjaga Rain, satu orang untuk mengawasi Chalissa dan satu orang untuk mengawasi Didi, pria yang membantu Vanya. Sudah dua minggu lamanya, keempat pengawal itu selalu melaporkan hasil pantauannya pada Akhtar. Calon bapak itu sedang menunggu waktu yang tepat untuk meringkus Didi.
Dan selama dua minggu itu pula Akhtar memilih tinggal di apartemen. Terkadang keempat pengawal yang ditugaskannya datang melaporkan secara langsung padanya. Tak ingin membuat mertuanya cemas, dia memutuskan untuk pergi dari kediaman Regan. Selain itu, Akhtar juga memberikan ruang untuk Rain. Dia ingin Rain merasakan ketidakhadirannya. Apakah itu akan berpengaruh pada keputusan sang istri untuk berpisah atau tidak.
Akhtar baru saja menerima laporan kalau saat ini Chalissa sedang berada di cafe yang sama dengan dirinya. Tak lama sosok wanita yang pernah menjadi bagian hidupnya muncul lalu duduk di hadapannya. Akhtar nampak tak peduli, dia meneruskan makan siangnya tanpa terganggung sama sekali dengan kehadiran mantan kekasihnya itu.
“Apa kabarmu Tar?”
“Baik.”
“Di mana Rain? Kenapa akhir-akhir ini aku tidak pernah melihat kalian bersama.”
“Rain sedang hamil muda. Dia lebih banyak istirahat di rumah.”
“Istirahat di rumah atau dia tidak mau bersamamu lagi?”
Akhtar menghentikan makannya lalu menatap Chalissa dengan tajam. Dijatuhkannya sendok begitu saja hingga menimbulkan dentingan yang cukup keras. Chalissa tersenyum padanya, tangannya bergerak mengusap punggung tangan Akhtar. Dengan kasar Akhtar menarik tangannya. Setelah meletakkan beberapa lembar uang di meja, Akhtar bergegas pergi. Chalissa tak tinggal diam, dia segera menyusulnya.
“Akhtar tunggu, maaf kalau aku sudah menyinggungmu. Bagaimana kalau kita minum kopi dulu, please.”
Akhtar tak menanggapi, dia terus berjalan dengan langkah panjang. Tak sedikit pun matanya menatap ke arah Chalissa. Tapi bukan Chalissa namanya kalau menyerah. Dia terus mensejajari langkah Akhtar dan terus berusaha mengajaknya bicara. Wanita itu tahu betul kalau Akhtar sosok yang mudah luluh.
“Akhtar, ayo kita bicara dulu. Aku janji ngga akan membahas soal Rain. Aku hanya ingin berbicara berdua denganmu, bicara tentang kita.”
“Akhtar, aku masih sangat mencintaimu dan aku yakin perasaanmu padaku masih belum berubah. Tinggalkan Rain yang tidak mempedulikanmu, ayo kita lanjutkan hubungan kita. Aku janji akan berubah lebih baik untukmu,” lanjut Chalisa tapi Akhtar bergeming.
Langkah Chalissa terhenti ketika mendapatkan pesan di ponselnya. Tak lama kemudian dia berlari lalu memeluk Akhtar dari belakang. Saat yang bersamaan, Rain muncul bersama dengan Firly. Akhtar segera melepaskan diri dari pelukan Chalissa, namun terlambat, Rain sudah melihat adegan pelukan tersebut.
“Rain...” lirih Akhtar.
Rain langsung balik badan dan pergi menjauh dari Akhtar. Firly yang juga cukup kaget dengan apa yang dilihatnya barusan bergegas menyusul sahabatnya. Begitu pula dengan Akhtar, secepat kilat dia menyusul sang istri. Chalissa hanya tersenyum licik, senang rencananya berjalan dengan baik.
Akhtar berlari mengejar Rain yang sudah sampai di pelataran parkir lalu menangkap tangannya. Rain berusaha menepis tangan Akhtar, namun pegangan Akhtar lebih kuat. Dengan cepat Akhtar memeluk tubuh istrinya dari belakang.
__ADS_1
-
“Please jangan marah Rain. Apa yang terjadi ngga seperti yang kamu lihat dan pikirkan.”
“Lepas mas! Aku ngga sudi dipeluk sama tubuh yang sudah dipeluk wanita lain!”
Rain memberontak, berusaha melepaskan diri. Tak ingin membuat istrinya tersakiti, Akhtar melepaskan pelukannya. Rain membalikkan tubuhnya lalu menatap sengit ke arah Akhtar.
“Sudah cukup mas, aku muak denganmu. Setelah anak ini lahir, kita bercerai!”
Akhtar seperti tersambar petir mendengar ucapan Rain. Tanpa mempedulikan Akhtar, Rain segera masuk ke dalam mobil disusul oleh Firly. Tak lama mobil yang mereka kendarai melaju, melewati Akhtar yang masih diam terpaku.
Dengan langkah gontai Akhtar berjalan menuju mobilnya. Cukup lama dia terdiam di belakang kemudi. Perkataan Rain terus terngiang di telinganya. Perceraian adalah hal yang sangat dihindarinya. Dengan kesal dipukulnya pinggiran setir beberapa kali demi melepaskan rasa sesak yang menderanya.
🍁🍁🍁
Rain membuka pintu ketika terdengar ketukan. Nampak Akhtar berdiri di hadapannya. Penampilannya cukup acak-acakan. Dengan malas Rain mempersilahkan Akhtar untuk masuk. Akhtar duduk di sisi ranjang dengan kepala menunduk. Beberapa kali diambilnya nafas panjang sebelum dirinya mulai berbicara. Setelah lebih tenang, Akhtar mengangkat kepalanya. Dengan sorot mata sendu, dia melihat ke arah Rain yang menatapnya dengan dingin.
“Apa kamu serius dengan ucapanmu tadi sayang?”
“Aku tidak akan pernah mengucapkan satu kata itu untukmu. Tapi kalau kamu bersikeras, silahkan ajukan gugatan, aku tidak akan mempersulit dan menyerahkan semuanya sesuai prosedur yang berlaku. Jika itu membuatmu bahagia, lakukan saja.”
Tubuh Rain membeku mendengar jawaban Akhtar. Disangkanya Akhtar akan mati-matian menentang keputusannya. Akhtar berdiri lalu menghampiri Rain. Diusapnya dengan lembut puncak kepala sang istri yang sangat dicintainya. Kemudian mendaratkan kecupan hangat di kening.
“Kalau ada sesuatu yang kamu inginkan, katakan saja. Jam berapa pun aku akan selalu siap untukmu. Sampai anak kita lahir, kalian berdua adalah tanggung jawabku. Jaga kesehatanmu, jangan lupa minum vitamin, makan yang banyak dan diminum susu hamilnya. Walau mas ngga ada di dekatmu, mas akan berusaha untuk tidak mengabaikan kalian. I love you.”
Akhtar kembali mencium kening Rain, kali ini cukup lama. Matanya berkaca-kaca menatap wajah cantik Rain. Kemudian tanpa berkata-kata dia keluar dari kamar. Rain jatuh terduduk di lantai seperginya Akhtar. Airmatanya juga menetes, menangisi keputusan gila yang baru saja diambilnya.
🍁🍁🍁
Seorang OB yang melintas hampir saja tertabrak Akhtar yang terburu-buru keluar dari ruangannya. Dia bahkan tak menghiraukan panggilan Agni padanya. Para pengawalnya mengatakan kalau semua orang yang diawasinya menuju satu titik. Perasaan Akhtar mulai tak enak. Secepat kilat dia menyusul keberadaan Rain.
Sementara itu, Rain sedang dalam perjalanan menuju sebuah restoran. Regan juga Sarah mengajaknya makan siang di luar. Kondisi jalan sedikit mengalami kemacetan, padahal jarak restoran yang ditujunya sudah dekat. Rain memutuskan berjalan kaki menuju restoran. Pak Sadeli, supir yang dipekerjakan Regan untuknya hanya bisa pasrah ketika majikannya bersikeras turun.
__ADS_1
Akhtar yang mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan telah sampai di dekat restoran. Matanya mencari-cari sosok istrinya, namun Akhtar hanya melihat Regan dan Sarah yang duduk di bagian luar restoran. Mengetahui istrinya belum sampai, Akhtar berjalan menyusuri trotoar.
Di seberang restoran, nampak Chalissa duduk tenang di belakang kemudinya. Ponselnya bergetar, sebuah panggilan masuk dari nomor tak dikenal.
“Halo..”
“...”
“Habisi dia sekarang!”
“...”
Chalissa memutuskan panggilan. Sebuah seringaian menghiasi wajahnya. Jemarinya mengetuk-ngetuk pinggiran kemudi.
“Kalau aku tidak bisa memiliki Akhtar, maka kamu juga tidak akan bisa Rain,” gumamnya pelan. Matanya terus mengikuti pergerakan target yang diincarnya dari balik kaca jendela mobil.
Rain berjalan menuju restoran, sekitar dua ratus meter lagi dia akan tiba di tempat yang dituju. Tanpa disadarinya, Akhtar mengikutinya dari belakang. Dari arah depan nampak Didi berjalan menuju Rain. Ketika jarak mereka semakin dekat, Didi menyusupkan tangannya ke jaket. Diambilnya pisau lipat yang disembunyikan di saku jaket. Sambil menggenggam erat pisau tersebut, Didi mempercepat langkahnya menuju Rain.
Mata Akhtar menyipit melihat sosok mencurigakan yang berjalan menuju istrinya. Sekilas dia menangkap kilatan dari tangan pria tersebut. Menyadari bahaya yang akan menimpa Rain, Akhtar berlari. Jarak Rain dengan Didi semakin dekat, dengan satu gerakan cepat Didi mengarahkan pisau ke arah perut Rain.
JLEB
“Aaaghhh..”
🍁🍁🍁
**Siapa yg ketusuk???😱
Hai.. sesuai janji, mamake up lagi sore ini. Jadi kalian jangan pelit2 juga ya tinggalin jejaknya di karya ini. Dan kalau berkenan promosikan juga ya ke teman2 yang lain🤗
Like..
Comment..
__ADS_1
Vote**..