Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 3 : YOU ARE MY DESTINY Alert


__ADS_3

Azkia memeluk lengan Elang mesra ketika memasuki ballroom Cleopatra hotel. Beberapa tamu undangan yang merupakan rekan bisnis dari Mahameru Group sudah mulai berdatangan. Elang menyapa satu per satu tamu yang ditemuinya, sambil mengenalkan sang istri. Terdengar decak kagum dari beberapa orang yang melihat kecantikan Azkia.


Keduanya terus berjalan menghampiri tuan rumah yang berada di dekat panggung. Terlihat Erik dan Iqbal di sana. Mata Iqbal tak henti memandangi Azkia, wajah Azkia mengingatkannya akan seseorang di masa lalu.


“Selamat malam pak Erik. Selamat ulang tahun, semoga berkah selalu, dimudahkan segala urusannya dan sehat selalu,” Elang menyapa Erik seraya mengulurkan tangannya.


“Terima kasih nak Elang. Saya sudah sering mendengar tentangmu tapi baru sekarang bisa bertatap muka. Sebuah kehormatan untuk saya.”


“Pak Erik terlalu memuji. Mohon maaf, ayah saya berhalangan hadir. Beliau menitipkan salam untuk bapak.”


“Tidak apa, saya mengerti. Ayahmu pasti sibuk sekali.”


“Oh iya, kenalkan ini istri saya, Azkia.”


Azkia tersenyum ke arah Erik seraya menangkupkan kedua tangannya. Sejenak Erik tertegun memandang wajah Azkia lalu dia menoleh ke arah Iqbal.


“Istri nak Elang cantik sekali,” puji Iqbal sambil terus menelisik wajah Azkia.


“Alhamdulillah, terima kasih atas pujiannya,” jawab Azkia.


“Silahkan mencicipi hidangannya.”


Erik mempersilahkan Elang juga Azkia untuk duduk di salah satu meja yang telah disiapkan. Elang menarik kursi untuk istrinya, baru saja dia akan duduk, ponselnya bergetar. Elang membaca sebentar pesan yang diterimanya.


“Sayang mas ke depan dulu ya, Firlan sama Gara sudah datang.”


“Iya mas.”


Elang bergegas keluar dari ballroom. Di lobi hotel, Firlan dan Gara sudah menunggunya. Ketiganya segera masuk ke dalam ballroom. Tanpa membuang waktu, Elang langsung mengenalkan Firlan kepada Erik. Semuanya mulai terlibat percakapan serius, tak terkecuali Elang.


Deski memasuki ballroom dengan tergesa. Karena kemacetan dia terlambat datang ke pesta ulang tahun ayahnya. Baru saja Deski akan menghampiri Erik, matanya menangkap sosok Azkia tengah duduk sendirian di salah satu meja.


Senyum Deski mengembang, dengan langkah panjang dihampirinya meja Azkia. Cukup lama Deski memandangi wanita cantik itu dari arah samping. Azkia yang belum menyadari kedatangan Deski, terlihat asik memainkan ponselnya.


“Sekarang aku benar-benar percaya kalau kita berjodoh.”


Azkia terkejut mendengar suara dari arah sampingnya. Ponsel di tangannya hampir saja terjatuh. Deski menarik kursi di sebelah wanita itu. Azkia terlihat panik, serta merta diedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan, mencari keberadaan suaminya.


“Bagaimana kamu bisa datang ke mari cantik? Jangan bilang kalau kamu diam-diam mencari tahu tentang aku?”


Azkia tak menjawab pertanyaan Deski, dia memilih berdiri untuk segera pergi dari tempat itu. Melihat Azkia berdiri, Deski juga ikut berdiri. Ditariknya tangan wanita itu saat akan meninggalkan meja.


“Lepas!!” Azkia menarik tangannya namun Deski menahannya.


“Deski..” Iqbal berjalan mendekati Deski.


“Lepaskan dia.”


Deski terpaksa melepaskan cekalan tangannya. Selain ayahnya, Iqbal adalah orang yang cukup diseganinya. Azkia menghembuskan nafas lega atas kedatangan Iqbal. Dia merapat ke arah Iqbal untuk mencari perlindungan.

__ADS_1


“Sejak kapan kamu berbuat tidak sopan pada seorang wanita?”


“Maaf om, dia ini perempuan yang pernah aku ceritakan pada om. Kebetulan dia berada di sini, aku akan mengenalkannya pada papa. Secepatnya aku akan menikahinya.”


“Dasar gila!” Azkia sedikit meninggikan suaranya saking kesalnya.


“Sayang...”


Azkia menoleh, Elang sudah ada di dekatnya. Serta merta dia menghambur ke arah suaminya, memeluk lengannya seraya menyandarkan wajahnya ke lengan Elang. Deski terkejut melihat pemandangan di depannya. Matanya menatap ke arah Azkia dan Elang tanpa berkedip.


“Apa dia adik pak Elang?”


“Dia istri saya pak Deski. Namanya Azkia.”


Deski seperti tersambar petir mendengarnya, tubuhnya sedikit limbung hingga harus berpegangan pada kursi. Iqbal berinisiatif membawa Deski pergi sebelum Elang curiga dengan gerak-gerik keponakannya ini.


“Mas kemana aja sih? Seneng banget ninggalin aku sendirian,” sembur Azkia.


“Maaf sayang. Tadi mas ngenalin Ilan sama pak Erik dulu, eh malah ikutan ngobrol.”


“Emang aku tuh ngga penting buat mas. Udah sana gabung lagi sama mereka.”


Elang tersenyum melihat istrinya merajuk. Dia menarik tangan Azkia lalu mengajaknya menuju balkon. Azkia yang masih dalam mode ngambek, hanya diam membelakangi Elang sambil menatap ke arah luar. Elang memeluknya dari belakang.


“Masih ngambek?”


Elang membalikkan tubuh Azkia lalu mendorongnya pelan sampai ke pintu. perlahan dia membenamkan bibirnya ke bibir Azkia. Memagutnya dengan penuh kelembutan. Tangan Azkia meremas tuxedo yang dikenakan Elang, namun kemudian tangannya bergerak melingkar di leher suaminya. Balkon yang letaknya di bagian sisi kanan ballroom memang cukup sepi karena cukup jauh dari area tempat pesta berlangsung. Namun begitu ada seseorang yang melihat adegan itu dengan tangan terkepal.


Deski terjengit ketika seseorang menepuk bahunya. Dia menatap kesal ke arah perempuan cantik yang berdiri di depannya. Syifa tersenyum ke arah Deski kemudian mengulurkan tangannya seraya mengenalkan diri.


“Kenalin, aku Syifa anaknya Ramlan Adipura.”


Deski memandang malas ke arah Syifa. Tanpa membalas uluran tangannya dia bergegas meninggalkan Syifa. Tak menyerah, Syifa segera menyusul Deski.


“Aku bisa membantumu mendapatkan Azkia.”


Langkah Deski terhenti lalu dengan cepat membalikkan tubuhnya ke arah Syifa. Senyum mengembang di wajah wanita itu lalu dengan isyarat dia mengajak Deski menuju salah satu meja yang berada paling ujung. Deski menyandarkan punggungnya pada kursi dengan tangan menyilang di dada.


“Bagaimana caramu membantuku?” tanya Deski tanpa basa-basi.


“Aku punya caranya. Jujur saja aku juga tidak suka perempuan itu menikah dengan Elang. Jadi aku pikir tidak ada salahnya kita bekerja sama untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Aku ingin mendapatkan Elang dan kamu Azkia. Bagaimana?”


“Tidak usah basa-basi, apa rencanamu?”


Syifa lagi-lagi tersenyum, sepertinya dia sudah menemukan partner yang tepat untuk mendapatkan keinginannya. Syifa mulai mengatakan apa yang menjadi rencananya. Deski mendengarkan dengan seksama. Tak menyangka wanita di hadapanya bisa berpikir selicik itu berbanding dengan penampilannya yang anggun. Tanpa pikir panjang Deski menerima tawaran Syifa dengan senang hati. Sejak awal bertemu, dia memang sudah jatuh hati pada istri dari Elang itu. Apapun akan dilakukannya untuk menjadikan Azkia miliknya.


🍁🍁🍁


Elang membuka tuxedonya, melemparkannya ke arah sofa lalu berjalan menuju balkon. Kedua tangannya bertumpu pada pagar balkon memandang ke arah kegelapan malam. Masih terngiang ucapan Gara tentang Deski. Begitu melihat pandangan Deski pada Azkia, dia sudah bisa menebak apa yang dirasakan pria itu terhadap istrinya.

__ADS_1


Flashback On


Elang membalikkan tubuh Azkia lalu mendorongnya pelan sampai ke pintu. Perlahan dia membenamkan bibirnya ke bibir Azkia. Memagutnya dengan penuh kelembutan. Tangan Azkia meremas tuxedo yang dikenakan Elang, namun kemudian tangannya bergerak melingkar di leher suaminya.


Sudut mata Elang melihat ke arah Deski yang memperhatikan mereka. Elang menarik tengkuk Azkia dan memperdalam ciumannya, membuat sang istri terbuai dengan aksinya. Tak sanggup melihat pandangan di depannya, Deski memilih pergi dengan perasaan marah. Elang mengakhiri ciumannya begitu melihat Deski telah menjauh.


Flashback Off


Azkia yang baru selesai berganti pakaian segera menghampiri suaminya yang berdiam di balkon. Tangannya dengan cepat melingkari pinggang hingga perut Elang lalu menyandarkan kepalanya di punggung kokoh suaminya. Untuk beberapa saat Elang menikmati pelukan hangat sang istri, kemudian melepaskan tangan mungil itu dari perutnya. Elang membalikkan tubuhnya, menatap netra Azkia dalam.


“Apa kamu mencintaiku Az?”


Azkia terkejut mendengar pertanyaan sang suaminya. Ditelisiknya wajah Elang, wajahnya terlihat serius. Azkia mengusap rahang Elang lalu melingkarkan kedua tangannya ke leher sang suami. Dia berjinjit kemudian mendaratkan bibirnya di bibir Elang. Tak ada reaksi dari Elang, Azkia tak menyerah, dilumatnya bibir itu. Elang melepaskan pertautan bibir mereka.


“Apa kamu mencintaiku?”


“Apa mas masih harus bertanya?”


“Apa hubunganmu dengan Deski?”


Azkia terkesiap tapi sedetik kemudian bisa menguasai dirinya kembali. Dia tahu persis Elang adalah orang yang cukup peka dengan keadaan sekeliling, bukan sesuatu yang mengejutkan jika suaminya itu bisa menebak apa yang tengah terjadi antara dirinya dengan Deski tadi.


“Kami bertemu di kampus. Dia adalah salah satu sponsor program beasiswa di kampusku. Dia memintaku menjadi duta kampus untuk program beasiswanya tapi aku sudah menolaknya.”


"Kenapa kamu ngga pernah cerita sebelumnya?"


"Aku pikir bukan sesuatu yang penting juga. Lagi pula aku udah nolak tawarannya."


“Dia menyukaimu.”


“Aku ngga peduli mas. Bagiku ngga ada laki-laki lain dalam hidupku kecuali kamu, dulu, sekarang dan selamanya.”


“Mas akan mempertahankanmu dari siapapun yang mencoba merebutmu dari mas.”


“Aku juga akan menyingkirkan perempuan manapun yang berusaha merebutmu dariku.”


Azkia kembali berjinjit, menabrakkan bibir mereka sekali lagi. Kali ini Elang langsung menyambutnya. Lidahnya melesak masuk ke dalam rongga mulut Azkia, menarik dan membelit lidah sang istri, membuat ciuman mereka bertambah dalam.


Elang mengangkat tubuh Azkia, menggendongnya seperti bayi koala lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Elang merebahkan tubuh Azkia di kasur. Keduanya masih asik memagut dan me**mat. Jemari Azkia bergerak membuka kancing kemeja Elang.


Elang melepaskan kemejanya lalu membuang ke sembarang arah. Tangan Azkia merayap ke bagian celana Elang lalu membukakan pengaitnya perlahan. Dia merubah posisinya menjadi di atas, menarik celana bahan berwarna hitam itu dari tubuh suaminya. Selanjutnya dengan sekali gerakan ditariknya pakaian tidur yang membalut tubuhnya. Elang tersenyum senang melihat sang istri yang terlihat agresif. Dia membiarkan Azkia memimpin permainan malam ini.


🍁🍁🍁


**Hmmm.. kira² apa yang bakal dilakuin Elang ya??? Kolaborasi Pebinor dan pelakor bakalan berhasil ngga ya?


Buat yang udah baca The Heart Chooses pasti tahu tokoh Erik dan asistennya Iqbal. Masih inget ngga sama babang Erik yang maksa pengen sama Putri? Nah Erik bapaknya Deski tuh Erik yang sama di cerita Ri-Ri Couple. Iqbal sekarang udah bukan asistennya lagi. Dia dipercaya megang salah satu anak perusahaan Mahameru Group. Buat yang kangen Dirga nanti juga bakalan nongol di sini sebagai cameo😁


Hari Senin waktunya vote. Jangan sungkan buat kasih vote-nya buat mamake. Jangan lupa juga buat like and comment. Tanpa komen kalian seperti sayur tanpa garam🤗**

__ADS_1


__ADS_2