Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 1 : DEAR UNCLE The Proposal


__ADS_3

Semua keluarga Ramadhan sudah bersiap di kediaman Irzal untuk mengantar Dimas melamar kekasihnya. Debby dan Sarah ikutan heboh ingin mengantar adik kecil mereka melamar. Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai ke kediaman Ega yang jaraknya hanya lima langkah. Terdengar suara rombeng Rena menyanyikan salah satu lagu dangdut terkenal mengiringi langkah mereka.


Pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah.


Tak perlu kirim surat, SMS juga ngga usah


“Rumah gue lebih jauh pea!” sembur Dimas yang cukup terganggu dengan suara rombeng Rena.


“Bodo amat, kan lo ngelamarnya dari rumah sebelah noh.”


“Berisik! Udah pada tua, ribut terus,” hardik Irzal.


“Biarin. Dari pada kakak, udah tua tambah bucin,” ledek Rena yang langsung dihadiahi sentilan di dahinya dari Irzal. Kedua anaknya hanya terkikik geli melihat kelakuan ibunya.


“Assalamu’alaikum.”


“Waalaikumsalam.”


Kedatangan keluarga Ramadhan disambut baik oleh Ega dan keluarga. Andra juga ikut datang ke acara lamaran keponakannya ini. Dimas dan pasukannya dipersilahkan duduk di tempat yang memang sudah disiapkan untuk menerima lamaran.


“Sebelumnya kami ucapkan terima kasih untuk Ega sekeluarga yang sudah menerima kedatangan kami dengan tangan terbuka.”


“Sama-sama mas. Kami sekeluarga juga senang dengan kedatangan mas sekeluarga.”


“Tujuan kami datang kemari untuk mengantar adik kami menyampaikan niat baiknya,” Irzal memberi isyarat pada Dimas untuk mengutarakan maksudnya.


“Bismillahirrahmanirrahiim. Bang Ega, kak Alea kedatanganku hari ini untuk mengutarakan niatku melamar Ily untuk menjadi istriku. Aku sadar memiliki banyak kekurangan, tapi aku akan berusaha menjadi suami dan imam yang baik untuknya kelak. Kiranya bang Ega dan kak Al bersedia menerima lamaranku.”


“Terima kasih atas niat baikmu Dim. Aku maupun Alea sudah lama mengenalmu. Kami tahu betul bagaimana kepribadianmu. Kalau kami tidak ada masalah dengan lamaran ini. Tapi semuanya kami kembalikan pada Ily. Ily...”


Ega memanggil anaknya yang masih berada di ruangan lain bersama para sahabatnya. Tak lama Firly muncul ditemani oleh Rain. Dimas menatap tak berkedip pada Firly yang nampak cantik dengan balutan dress selutut berwarna pink dusty. Alea meraih tangan Firly kemudian mendudukkannya di antaranya dan Ega.


“Nak, ayah Irzal beserta keluarganya datang ke sini untuk mengantar Dimas melamar kamu. Bagaimana, apa kamu bersedia menerima lamarannya?”


Firly menatap ke arah Dimas yang sedari terus memandanginya. Wajah Firly merona ketika bersitatap dengan lelaki yang sudah mengasuhnya sejak kecil.


“Gimana nak?” Alea memegang tangan putrinya.


“I.. iya mi, Ily mau.”


“Alhamdulillah. Terima kasih ya sayang, Ily mau menerima lamaran adik bunda yang sudah lapuk ini,” goda Poppy. Dimas hanya mendelik sebal ke arahnya.


“Kamu mau mahar apa nak?” tanya Irzal.


“Batu akik!!” teriak Azriel, Firly langsung melotot ke arah adiknya yang minim akhlak itu.


“Oppa Korea aja di air keras!” seru Gara. Firly mengepalkan tangannya ke arah Gara.

__ADS_1


“Maharnya suruh mas Elang ngerayu cewek!” teriak Ayunda. Tatapan membunuh langsung Elang layangkan pada sang adik yang tak kalah somplak dengan Azriel.


“Sudah.. sudah.. yang belum cukup umur diam saja. Nanti ada gilirannya kalian melamar dan dilamar,” Regan menenangkan dengan bijak.


“Kalau Ily terserah om Dimas aja,” jawabnya malu-malu.


“Jangan terserah Dimas. Nanti kalau maharnya tteoboki emangnya kamu mau?” mulut lemes Adit mulai bekerja.


“Boleh tapi tteobokinya dari emas,” sahut Firly kesal karena sedari tadi selalu menjadi bahan bully-an. Semua tergelak mendengarnya.


“Intinya kami menyerahkan sepenuhnya masalah mahar pada Dimas, asal tidak memberatkan dan bermanfaat,” jawab Ega bijak.


“Lalu kapan rencana pernikahannya,” kini Alea yang bertanya.


“In Syaa Allah satu bulan dari sekarang kak.”


“Baguslah, lebih cepat lebih baik. Kami setuju.”


Semua merasa lega karena acara lamaran berlangsung aman, lancar dan terkendali walau tadi sempat diselingi celotehan-celotehan unfaedah dari sahabat-sahabat Firly. Ega mempersilahkan semua untuk menikmati hidangan yang sudah susah payah disiapkan Alea. Ralat, disiapkan oleh koki Emerald restoran yang kemudian ditata dengan cantik oleh Alea dibantu oleh bi Ina.


Rain sedang menikmati makanan ketika Akhtar tiba-tiba duduk di sampingnya. Dada Rain langsung bergemuruh hebat berdekatan dengan lelaki yang disukainya. Sesekali dia melirik Akhtar yang sedang menikmati makanannya.


“Rain, kata Bilqis kamu udah mulai bantu-bantu di WO,” Akhtar membuka percakapan.


“I.. iya kak.”


TING


Sendok yang dipegang Rain terjatuh hingga menimbulkan benda berdenting ketika beradu dengan pinggiran piring.


“Kak Akhtar mau nikah?”


“Setiap orang pasti mau nikah Rain. Tapi ngga tau kapan. Aku kan juga belum punya calon, lagian baru beres kuliah juga. Mau kerja dululah baru mikirin nikah.”


Rain tersenyum lega mendengar ucapan Akhtar. Hampir saja kisah cintanya layu sebelum berkembang kalau benar Akhtar akan menikah. Perbincangan terus mengalir di antara keduanya. Wajah Rain nampak berbinar selama proses komunikasi dua arah itu. dalam hatinya berdoa, semoga saja si dia memiliki perasaan yang sama dengannya.


🍁🍁🍁


Beberapa hari ini Firly tampak uring-uringan, pasalnya semenjak lamaran dia tidak pernah bertemu dengan Dimas. Calon imamnya itu terus saja sibuk dengan pekerjaannya. Selain sibuk di kantor, dia juga sibuk pulang pergi ke luar kota bahkan sempat beberapa hari terbang ke Milan dan London.


Semua urusan pernikahan diserahkan sepenuhnya kepada Firly. Mulai dari pemilihan kartu undangan, dekorasi pernikahan, baju pengantin, katering sampai pada merchandise juga gadis itu yang memilihnya. Untung saja Rain dengan setia menemani. Hitung-hitung latihan sebelum dia benar-benar terjun mengurus bisnis WO mamanya.


Waktu menjelang pernikahan tinggal satu minggu lagi, tapi kedua calon pengantin itu belum sempat bertemu. Keduanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Bahkan untuk fitting baju mereka lakukan dalam waktu terpisah. Bukan tanpa alasan Dimas menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Dia ingin mengambil cuti panjang saat bulan madu nanti tanpa dibebani urusan pekerjaan. Bahkan tawaran menjadi juri di ajang pencarian bakat koki profesional terpaksa ditolaknya.


Firly menyandarkan tubuhnya di sofa. Tubuhnya cukup lelah karena sedari pagi tak henti mengecek persiapan pernikahannya. Walaupun sudah dibantu oleh L’amour, namun tetap saja Firly ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri kalau semuanya berjalan sesuai rencana. Dia juga memaksa para sahabatnya untuk menjadi pengisi acara di resepsi pernikahannya nanti. Elang and the gank memang mempunyai band yang personilnya mereka sendiri.


Alea datang membawakan segelas orange juice lalu duduk di samping anaknya. Firly menyambar gelas itu dan langsung menyeruputnya hingga habis setengah. Lalu meletakkannya di atas meja.

__ADS_1


“Capek sayang?”


“Banget mi. Ily kesel ama om Dimas, udah kaya bang Toyib ngga nongol-nongol.”


“Kan dia lagi beresin kerjaan sayang. Biar nanti kalian ngga terganggu bulan madunya.”


“Ngga nongol ngga apa-apa mi, minimal kasih masukan kek. Ini setiap ditanya pendapatnya cuma ngomong terserah kamu aja baiknya gimana, om ikut aja. Kan ngeselin.”


“Hahaha.. wajar aja sayang. Laki-laki emang kaya gitu, mana mau mereka ribet sama urusan begituan. Dulu juga pas mami nikah sama papi, dia terima beresnya aja. Semua terserah mami.”


Firly merebahkan kepalanya di pangkuan Alea. Ternyata menyiapkan pernikahan tak semudah yang dibayangkan. Alea mengusap kepala anak perempuan satu-satunya ini.


“Udah.. kamu percayakan aja semuanya sama WO. Itu anak buahnya mama Sarah handal semua loh. Apalagi dibantu sama Rain juga. Mending kamu fokus perawatan aja. Mulai besok kamu udah ngga boleh kemana-mana. Mulai perawatan tubuh dan lainnya. Jangan sampai pas hari H kamu malah loyo.”


“Iya mi.”


“Ingat nanti kalau kamu sudah menjadi istri, prioritas utamamu adalah suamimu. Kemana pun kamu pergi harus seijinnya, dan jangan pernah menolak kalau suami kamu meminta hak-nya kapan saja.”


“Emang harus gitu ya mi? Tapi aku takut mi, katanya sakit kalau hubungan badan.”


“Awalnya pasti sakit tapi cuma sebentar kok. Selebihnya enak, enak banget malah. Nanti juga kamu ketagihan.”


“Iih mami mesum.”


“Bukan mesum tapi kamu memang harus sudah paham soal ini. Jangan sampai suami kamu mencari kepuasan di luar. Nah selagi kamu pingitan, kamu belajar deh bagaimana jadi istri yang baik. Bagaimana memuaskan suami kamu, bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga. Kesalahan yang pernah mami lakukan jangan kamu ulangi, cukup kamu jadikan pelajaran, mengerti?”


“Siap kanjeng mami.”


“Kamu tuh kalau dikasih tahu malah ngeledek.”


Alea memencet hidung Firly membuat gadis itu kesulitan bernafas sampai harus membuka mulutnya. Alhasil Firly persis ikan yang kekurangan air. Firly balas menggelitiki pinggang maminya, gelak tawa mereka terdengar sampai ke ruang kerja Ega, membuat pria itu penasaran. Ega keluar, diperhatikannya interaksi antara anak dan istrinya itu dengan wajah tersenyum bahagia.


🍁🍁🍁


**Badainya sudah berlalu ya om Dimas, Ily. Sekarang tinggal bahagianya aja ya. Ayo yang mau datang ke acara nikahannya mereka tinggal kasih tau di kolom komentar ya. Tar mamake infokan sama calon pengantin.


Jangan lupa ya buat tinggalkan jejak kalian habis baca para readers ku yang keceh..


Like..


Comment..


Vote..


Happy Saturday


Good Morning, selamat beraktivitas😎**

__ADS_1


__ADS_2