Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 1 : DEAR UNCLE Jebakan Batman


__ADS_3

Sejak kemarin Alea berusaha untuk menemui Dimas namun batang hidung lelaki itu tidak nampak sedikit pun. Berkali-kali Alea menghubunginya namun selalu berakhir di kotak suara. Bukan hanya Dimas, semua keluarga Ramadhan seakan raib ditelan bumi. Tak ada tanda-tanda kehidupan di rumah tetangganya itu. Alea sudah berusaha menemui Irzal di kantor, namun hasilnya nihil. CEO Humanity itu sedang cuti.


Alea juga mendatangi Regan dan Sarah, tapi keduanya tak tahu menahu keberadaan Dimas dan yang lainnya, begitu pula dengan Nino dan Kalila. Bahkan Adit dan Debby tidak bisa membantunya sama sekali. Kini harapannya satu-satunya adalah Rena. Alea memacu mobil menuju kediaman Rena.


“Assalamu’alaikum.”


“Waalaikusalam, eh ada mami Alea. Masuk mami, bentar ya Khayra panggilin mama dulu.”


Alea mengangguk lalu mendaratkan bokongnya di sofa. Pandangannya tertuju pada foto keluarga yang tergantung di dinding ruangan. Foto Irzal dan Rena dengan keluarganya masing-masing lengkap dengan ummi yang berada di tengah-tengah mereka. Mata Alea membasah mengingat sosok ummi. Ibu sambungnya yang begitu bijak dan penuh kasih. Alea mengingat kembali kenangannya bersama ummi di rumah ini.


“Kak Al,” suara Rena membuyarkan lamunannya. Alea menyeka sudut matanya yang tergenang.


“Kakak kenapa?”


“Ngga apa-apa Ren. Kakak cuma inget sama ummi.”


“In Syaa Allah ummi sudah tenang di sana kak Al. Oh iya, ada apa nih? Tumben kak Al main ke sini?”


“Ren, apa bener kalau Dimas mau nikah besok?”


“Iya.”


Mendengar jawaban Rena, hati Alea semakin kacau. Dia memegang tangan Rena erat lalu menatapnya dengan penuh permohonan.


“Tolong kakak Ren. Kakak mau ketemu Dimas, tapi kayanya susah sekali. Dari kemarin kakak mencarinya, tapi dia seperti hilang ditelan bumi. Kak Poppy sama kak Irzal juga ngga tau kemana. Tolong kakak Ren, kalau Dimas sampai menikah gimana dengan Ily?”


“Emang kakak udah ngerestuin hubungan Dimas sama Ily?”


“Iya, kakak sudah sadar kalau apa yang kakak lakukan itu salah. Kakak cuma ingin kebahagiaan Ily. Tolong Ren, tolong kakak.”


“Duh gimana ya kak. Sebenernya Dimas tuh emang masih cinta sama Ily. Tapi kak Poppy ngancem, kalau Dimas ngga mau nikah sama temannya itu, kak Poppy ngga bakal mau ketemu Dimas lagi.”


“Terus Ily gimana nasibnya Ren.”


Tangis Alea pecah, lagi-lagi wanita paruh baya itu menitikkan airmatanya. Rena memeluk Alea seraya mengusap punggungnya. Tanpa Alea sadari, dibaliknya Rena sedang tersenyum bahagia.


Nangis dulu aja kak Al. Ini balasan karena kakak udah nyakitin sahabat aku.


Rena mengurai pelukannya kemudian beranjak mengambilkan minum untuk tamunya itu. Alea mengambil gelas berisi air dingin sesaat setelah tangisnya mereda. Sesekali masih terdengar isaknya.


“Hmm.. kak, sebenarnya aku punya ide. Tapi ini beresiko kak, dan belum tentu juga berhasil.”


“Apa Ren? Apapun itu aku akan mencobanya.”


“Besok kakak datang sebelum akad nikah dimulai, bicara sama Dimas. Dia itu kan orangnya ngga tegaan, kakak nangis bombay aja pasti hatinya luluh deh. Cuma masalahnya kak Poppy sama kak Irzal nih. Kakak siap ngga ngadepin tuh pasangan si raja hutan, singa jantan dan singa betina?”


“Mau singa, mau setan, atau iblis sekalipun kakak bakal hadapin Ren, demi Ily.”


“Ok, jadi gini kak...”


Rena mulai mengatakan rencananya untuk membatalkan pernikahan Dimas. Awalnya Alea tidak setuju dengan rencana itu. Tapi berkat bujuk rayu Rena, akhirnya Alea bersedia menjalankan rencananya itu.


🍁🍁🍁


Alea sudah sampai di tempat diselenggarakannya prosesi akad nikah Dimas. Dia menunggu di dalam mobil yang terparkir di dekat masjid Baiturrahman. Menurut Rena, waktu yang pas untuk menggagalkan pernikahan adalah saat menjelang akad. Alea terus memandangi orang-orang yang berdatangan ke tempat acara. Kemudian pendangannya tertuju pada dua orang petugas KUA yang akan menjadi penghulu pernikahan. Kini dia tinggal menunggu aba-aba dari Rena.

__ADS_1


Alea menunggu dengan harap-harap cemas. Acara akad nikah masih belum berlangsung. Berkali-kali Alea mengecek ponselnya, berharap ada pesan dari Rena. Setelah menunggu hampir dua puluh menit lamanya, akhirnya ada telepon dari Rena. bergegas Alea turun dari mobil lalu berlari masuk ke arah masjid.


“Baiklah, sebelum akad dimulai apa ada yang keberatan dengan pernikahan ini?”


“Tidak ada.”


“Baik, silahkan dimulai.”


Ayah dari mempelai wanita menggenggam tangan mempelai pria. Setelah mengucapkan basmallah, pria itu memulai ijabnya.


“Saudara...”


“Tunggu!!! Jangan teruskan pernikahan ini! Saya tidak setuju!!”


Alea datang dan langsung berteriak kencang menginterupsi proses ijab kabul yang baru saja dimulai. Semua mata langsung tertuju padanya.


“Maaf ibu siapa?”


“Saya ibu dari perempuan yang dihamili oleh laki-laki itu! Dia tidak boleh menikah! Dia harus bertanggung jawab pada anak saya!!”


Kehebohan langsung terjadi di dalam masjid. Sang penghulu berpandangan dengan ayah mempelai wanita. Dimas bergegas bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Alea.


“Kak, kakak ngapain di sini?”


“Dimas, tolong jangan nikahi perempuan itu. kalau kamu menikah bagaimana nasib Ily? Kakak minta maaf, benar-benar minta maaf karena sudah berbuat salah padamu. Tapi tolong jangan hukum Ily. Ily sangat mencintaimu, kakak mohon batalkan pernikahan ini. Kalau perlu kakak akan bersujud padamu.”


Alea akan menundukkan dirinya, bersiap untuk bersujud tapi Dimas segera menahannya. Mata Alea berkaca-kaca, dengan wajah penuh permohonan dia melihat ke arah Dimas. Ringgo dengan tergopoh menghampiri Dimas dan Alea.


“Maaf bu, saya punya salah apa sama ibu? Kapan saya menghamili anak ibu? Yang punya hubungan dengan Ily itu Dimas, bukan saya.”


“Lah kan yang mau nikah saya bu. Terus kenapa ibu tiba-tiba datang minta pernikahan ini dibatalkan?”


“Loh, bukannya Dimas yang nikah?” Dimas menghela nafasnya, matanya langsung melirik tajam pada sahabatnya yang sedang cengar-cengir tanpa dosa.


“Bukan bu, saya yang mau nikah,” geram Ringgo.


Alea melihat pada Rena, ibu dua anak itu hanya mengacungkan dua jarinya ke arah Alea sambil tersenyum manis. Lalu dia melihat anak dan suaminya juga ada di barisan tamu, mereka memandangnya dengan wajah menahan tawa.


“Bagaimana? Apa acara bisa dilanjutkan?” terdengar suara sang penghulu.


“Bisa pak,” Ringgo bergegas kembali ke tempatnya.


Alea menarik jas Dimas lalu menyembunyikan wajahnya di dada pria itu. Hampir semua yang hadir tak dapat menahan tawanya. Suasana menjadi riuh sejenak, sebelum penghulu menenangkan. Dengan langkah panjang Firly menghampiri Alea dan Dimas.


“Mami ih ngapain peluk-peluk calon aku? Tuh peluk aja papi.”


Alea mengangkat wajahnya lalu melihat pada Firly yang sudah memasang wajah cemberut. Lalu pandangannya beralih pada Dimas.


“Kakak segitu ngebetnya pengen jadiin aku menantu sampai ngacauin pernikahan orang lain,” Dimas terkekeh.


“Dim! Buruan sini! lo kan jadi saksi gue!”


Alea melepaskan tangannya dari jas Dimas. Firly segera membawa Alea menuju Ega dan Dimas duduk kembali ke tempatnya. Acara ijab kabul yang sempat tertunda akhirnya terlaksana juga. Dengan lancar Ringgo mengucapkan kalimat sakral tersebut tanpa harus mengulang. Selesai akad, Alea langsung menggiring Rena keluar dari masjid.


“Rena, keteraluan ya kamu. Kamu udah bikin kakak malu tahu ngga?”

__ADS_1


“Malunya kamu ngga sebanding dengan rasa sakit yang sudah kamu berikan pada Dimas,” terdengar suara Poppy dari arah belakang.


Wanita yang masih terlihat cantik di usianya yang sudah tidak muda lagi itu berjalan ke arah Alea, di belakangnya menyusul Irzal dan yang lainnya.


“Kak, maafin aku. Maaf kalau selama ini aku sudah khilaf. Sikap aroganku sudah menyakiti banyak orang. Maaf... kalau kakak membenciku aku terima, tapi tolong jangan benci Ily. Dia tidak bersalah. Aku mohon restuilah Ily dengan Dimas,” Alea menangkupkan kedua tangannya di hadapan Poppy.


“Al, aku sayang kamu. Kamu sudah aku anggap seperti adikku sendiri. Aku kangen ngumpul bareng kamu, ngobrol bareng, belanja bareng. Melihat kamu berubah seperti kemarin, hatiku juga sakit Al.”


“Maafkan aku kak. Maaf aku ngga mendengar semua nasehatmu, aku khilaf,” Alea mulai menangis. Beberapa hari diasingkan oleh orang-orang yang disayanginya membuatnya tersiksa. Poppy menarik Alea dalam pelukannya, tangis keduanya pecah. Sarah dan Debby mendekat lalu ikutan memeluk.


“Foto dulu, pas tuh berempat kaya teletubbies,” seru Dimas.


Keempat wanita yang sedang berpelukan itu mengurai pelukannya lalu memandang Dimas dengan tatapan membunuh.


“Apa kamu bilang?” Debby menjewer telinga Dimas.


“Beraninya ngatain yang lebih tua,” Sarah menginjak kakinya.


“Mau kualat kamu,” Alea menarik rambutnya.


“Dasar adik durhakim,” Poppy mencubit lengannya.


“Aaaaaagghhh ampun!! Sakit-sakit!!”


“Mami! Bunda! Mama! Stop KDRT sama calon imam aku!” suara cempreng Firly membahana membuat keempat wanita itu mengakhiri siksaannya pada Dimas. Firly segera menghampiri Dimas.


“Ada yang sakit ngga om?”


“Sakit Ly, nih badan om sakit semua,” Dimas mengadu layaknya anak kecil.


“Lebay!!!” Irzal, Regan, Ega dan Adit kompak menoyor kepala pria yang diberi julukan duda karatan oleh sahabatnya.


“Jadi kapan kamu mau melamar Ily, Dim?”


“Besok bang.”


“Cieeee yang mau dilamar,” ledek Rain dan Yunda kompak membuat wajah Firly merona. Suasana seketika menjadi riuh. Kebersamaan yang sempat hilang akhirnya kembali lagi. Dan itu semua berkat ide konyol Rena. Sedari awal dialah yang merencanakan jebakan batman untuk Alea termasuk berita hoax pernikahan Dimas.


“Thank you ya Ren. Walaupun ide lo suka aneh bin nyeleneh tapi berkat elo semua bisa kembali seperti semula.”


“Makanya lo tuh dengerin sahabat soleha lo ini. Ngapain pake acara kabur ke Milan segala. Coba kalau lo mau sabar, ngga bakalan disalip lo sama si Ringgo.”


“Berisik lo.”


Rena mencebikkan bibirnya. Perdebatan mereka berhenti ketika pasangan pengantin mengingatkan mereka untuk segera menuju tempat resepsi. Semua bersiap menuju mobilnya masing-masing. Firly memilih pergi bersama Dimas dan Ara. Dia ingin mengulang kembali momen bahagia layaknya keluarga cemara.


🍁🍁🍁


**Rena kayanya kolaborasi sama Uya Kuya buat jebakan Batman. Cieee Ily mau dilamar sama om Dimas, mamake siap2 dulu ah biar bisa datang ke acara lamarannya💃💃💃


Jangan lupa ya dukungan buat mamake biar tetap semangat up 3x sehari sesuai resep dokter Regan😉


like.. comment.. vote..


hadiahnya juga kalau berkenan😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2