Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 2 : BITTER SWEET ROMANCE Akan Melepasmu


__ADS_3

Setelah melewati masa krisisnya, Akhtar dipindahkan ke ruang perawatan. Regan sudah menyiapkan ruangan VVIP untuk menantunya itu. Rain duduk di sisi bed, tangannya terus menggenggam tangan Akhtar, berharap sang suami segera sadar dari tidur panjangnya. Airmatanya mengalir mengingat semua sikap buruknya akhir-akhir ini.


“Maafin aku mas.. maaf kalau aku selalu menyakiti hatimu. Terima kasih karena sudah menyelamatkanku. Tolong cepat sadar mas, aku merindukanmu,” Rain mencium punggung tangan suaminya.


Pintu ruangan terbuka, Sarah dan Regan masuk ke dalam. Sarah menghampiri putrinya yang hampir seharian duduk menunggui suaminya.


“Sayang, ayo makan dulu. Dari pagi kamu belum makan nak.”


“Aku mau di sini aja ma. Nanti kalau mas Akhtar bangun gimana?”


“Papa yang akan menungguinya. Kamu lebih baik makan dulu sama mama. Kasihan anak kamu, dia butuh asupan makanan Rain. Kamu pikir Akhtar senang melihatmu seperti ini? Dia berkorban menyelamatkanmu dan anak kalian. Jadi kamu juga harus menjaga anak dalam kandunganmu.”


Rain menurut saja ketika Sarah membantunya berdiri. Mereka keluar dari ruangan rawat tersebut. Sarah sengaja mengajak Rain makan di luar. Ibu hamil ini perlu menghirup udara di luar rumah sakit. Sejak Akhtar masuk rumah sakit, Rain tak pernah keluar dari gedung yang dominan dengan warna putih tersebut.


Regan sedang memeriksa laporan yang diberikan oleh Ridho melalui e-mail ketika menyadari ada pergerakan dari Akhtar. Dia meletakkan ponselnya lalu melangkah mendekati bed Akhtar. Kelopak mata Akhtar nampak bergerak-gerak dan tak lama kemudian mulai terbuka.


Akhtar memandangi sekeliling kamar ketika matanya sudah terbuka sempurna. Ingatannya kembali pada saat dia melihat Didi mencoba mencelakai istrinya. Akhtar berlari menuju Rain ketika Didi hendak menusukkan pisaunya. Sampai akhirnya pisau itu berakhir di perutnya. Akhtar meringis saat mencoba untuk bangun. Luka tusukan di perutnya masih menyisakan rasa sakit untuknya.


“Jangan banyak bergerak dulu. Lukamu masih belum sepenuhnya sembuh.”


“Rain mana pa? Apa Rain baik-baik aja?”


“Dia baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir. Kamu jangan banyak bergerak dulu, lukamu belum kering.”


Akhtar kembali berbaring. Regan menaikkan ranjang hingga posisi Akhtar bisa sedikit tegak kemudian mengambilkan minum untuk menantunya itu. Regan duduk di sisi bed, memandangi Akhtar yang sedang meneguk segelas air putih.


“Bagaimana dengan Didi pa? Apa kalian sudah berhasil menangkapnya?”


“Dia sudah ditahan oleh polisi. Kamu tenang aja.”


“Lissa pa. Tolong jaga Rain dari Lissa. Dia berbahaya pa, dia bisa berbuat apa saja kalau nekad. Aku takut dia menyakiti Rain dan saat ini aku belum bisa berbuat apa-apa.”


“Kamu tenang aja, jangan pikirkan macam-macam. Fokus pada kesembuhanmu dulu. Terima kasih Tar, kamu sudah menyelamatkan Rain. Papa benar-benar berterima kasih padamu.”

__ADS_1


Rain yang baru saja membuka sedikit pintu menghentikan pergerakannya saat mendengar percakapan papa dan suaminya.


“Rain itu istriku pa. Apapun akan lakukan untuk melindunginya, walau nyawaku taruhannya. Dan aku juga udah mutusin akan mengabulkan permintaannya untuk berpisah. Kalau dengan berpisah bisa membuatnya bahagia, aku akan melepaskannya. Aku minta maaf pa, selama menjadi suaminya aku belum bisa membahagiakannya. Aku berharap dia akan bertemu dengan seseorang yang bisa membuatnya bahagia dan selalu tersenyum.”


Dada Rain terasa sesak mendengar penuturan suaminya. Sekuat tenaga ditahan tangisnya yang hendak pecah. Dia masih ingin mendengar pembicaraan mereka berdua. Rain berseder di tembok, dibiarkan pintu tetap terbuka agar dia bisa mendengar semuanya.


“Dulu papa juga berpikir yang sama sepertimu. Papa melepaskan mamamu karena ingin melihatnya bahagia. Tapi ternyata keputusan papa salah. Kami hidup menderita selama bertahun-tahun karena perpisahan. Alhamdulillah Allah masih menjodohkan kami, hingga kami bisa bersatu kembali. Rain itu sama seperti mamanya, keras kepala dan suka mengambil keputusan tergesa-gesa. Papa minta kamu pikirkan lagi soal ini. Percayalah Rain masih mencintaimu, hanya kini ego dan gengsi yang lebih menguasainya. Kamu harus lebih bersabar untuknya.”


“Iya pa, terima kasih. Aku bukannya menyerah atau tidak mau berjuang untuknya. Tapi aku juga ngga mau memaksa Rain berada terus di sampingku kalau itu membuatnya tersiksa dan terluka. Aku mencintainya pa, aku hanya ingin yang terbaik untuknya. Hatiku sakit kalau melihatnya menangis karena aku.”


Regan menggeleng pelan. Melihat Akhtar sekarang mengingatkannya pada masa lalunya dulu. Pemikiran menantunya itu sama persis seperti dirinya.


“Sudah.. sudah... jangan pikirkan masalah itu sekarang. Kamu harus fokus pada kesembuhanmu. Papa tinggal dulu sebentar.”


“Iya pa.”


Regan menepuk pundak Akhtar pelan kemudian melangkah keluar. Dia terkejut melihat Rain ada di dekat pintu.


“Iya pa.”


Rain masuk ke dalam ruangan. Matanya langsung tertuju pada Akhtar yang tengah berbaring seraya memejamkan matanya. Sebelah tangannya memegangi perut yang terkena tusukan. Rain mendekat lalu duduk di sisi bed. Akhtar membuka matanya.


“Rain.. kamu baik-baik aja kan? Ngga ada yang terluka kan? Anak kita bagaimana?”


“Aku baik-baik aja mas. Kenapa mas nekad berbuat itu kemarin?”


“Lalu aku harus bagaimana Rain? Apa aku harus diam melihat istri dan calon anakku dalam bahaya? Bahkan kalau aku harus mati saat itu, tak ada penyesalan dalam hatiku. Menjaga kalian berdua adalah prioritas utama dalam hidupku. Kalian segalanya untukku.”


Airmata yang sedari tadi ditahan akhirnya luruh juga. Tangan Akhtar bergerak menghapus buliran bening yang terus membasahi pipi istrinya.


“Maaf sudah membuatmu menangis lagi. Maafkan mas, kalau selama kita menikah hanya kesedihan dan luka yang mas berikan untukmu. Mas akan kabulkan keinginanmu. Jika kamu lebih bahagia hidup tanpa mas, mas ikhlas melepasmu. Satu yang mas minta, ijinkan mas untuk bertemu dengan anak kita dan ikut merawatnya juga.”


“Berhenti mas, jangan bicarakan itu lagi.”

__ADS_1


“Mas serius sayang. Jangan karena kejadian ini menghalangimu untuk meraih kebahagiaanmu. Apa yang mas lakukan adalah tanggung jawab mas sebagai suami. Kejarlah kebahagiaanmu, mas tidak akan menghalangi. Mas ikhlas...”


Tak sanggup mendengar perkataan sang suami, Rain langsung menyambar bibir Akhtar. Dipagutnya bibir yang baru saja mengucapkan kata-kata yang membuatnya semakin menyesal. Rain melepaskan pagutannya, ditangkupkan kedua tangannya di wajah Akhtar.


“Aku ngga akan kemana-mana. Aku akan tetap di samping mas sampai kapan pun. Anak kita membutuhkan papanya. Aku juga membutuhkan mas. Maafkan aku yang sudah bersikap egois. Aku mencintaimu mas.”


“Aku juga mencintaimu, sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku sayang.”


Rain menggeleng lalu memeluk Akhtar. Tak bisa dibayangkan betapa bahagianya perasaan Akhtar saat ini. Usaha dan kesabarannya membuahkan hasil. Saking eratnya memeluk sang suami, tanpa sadar tubuh Rain menekan bagian perut yang terluka. Akhtar meringis menahan sakit.


“Aduh maaf mas, maaf. Pasti sakit ya, maaf.”


“Obatin.”


“Aku panggil suster ya.”


“Jangan. Kamu cium aku lagi aja, pasti sakitnya langsung hilang.”


“Dasar modus.”


Akhtar tergelak melihat bibir Rain yang mengerucut. Namun tak ayal istrinya itu mendaratkan ciuman di bibirnya. Dengar cepat Akhtar menarik tengkuk Rain lalu ******* bibir ranum itu dengan rakus. Pagutan keduanya semakin dalam, lidah mereka saling menaut dan membelit. Ciuman panas mereka berakhir ketika mendengar deheman dari arah belakang.


“Sudah selesai?”


Wajah Rain dan Akhtar memerah karena terpergok Regan dan Sarah yang sudah ada di dalam ruangan. Tak lama seorang suster masuk membawa peralatan untuk mengganti perban Akhtar. Regan mengambil peralatan tersebut, dia sendiri yang akan mengganti perban menantunya.


🍁🍁🍁


**Damai juga akhirnya Akhtar sama Rain. Menurut kalian masalah udah selesai apa belum nih? Hmm.. enaknya Lissa diapain yah, kan masih gentayangan tuh dia🤭


Kalau mamake sih enaknya dapet like, comment n vote kalian. Sedih deh banyak yg baca tapi cuma sedikit yang kasih like😔


Bantu mamake dengan dukungan kalian supaya mamake tetep semangat up dan bertahan di NT🤗**

__ADS_1


__ADS_2