Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE Insiden


__ADS_3

“Yunda!”


Ayunda menoleh ke belakang ketika sebuah suara memanggilnya. Salsa berjalan ke arahnya. Ayunda menghela nafas, melihat Salsa sudah bisa ditebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


“Bisa kita bicara?”


“Soal”


“Ilan.”


“Ck.. masih ada yang dibicarakan soal bang Ilan? Bukannya kalian udah game over? Masih keukeuh pengen nge-restart?”


“Apa di rumahmu tidak ada cermin? Kenapa kamu percaya diri sekali kalau Ilan mencintaimu?”


“Lalu apa yang membuatmu percaya diri kalau bang Ilan masih mencintaimu? Berkacalah di depan cermin, apa kamu masih layak bersanding dengannya.”


Salsa mengepalkan tangannya erat, matanya menatap penuh kebencian pada Ayunda. Bisa-bisanya gadis itu membalikkan kata-katanya. Merasa tak ada yang perlu dibicarakan lagi, Ayunda pun berlalu meninggalkan Salsa tanpa mempedulikan teriakan wanita itu.


“Tunggu saja Yunda! Aku akan membuatmu menyesal! Kalau aku tidak bisa memiliki Ilan, maka kamu juga tidak bisa!”


Salsa segera berlalu dari tempatnya setelah mengeluarkan ancamannya. Sedang Ayunda nampak tak peduli. Gadis itu meneruskan langkahnya seolah tak mendengar apa pun. Dia harus bergegas karena Firlan telah menunggunya untuk makan siang.


Ayunda berdiri di sisi trotoar menunggu berkurangnya lalu lalang mobil. Di seberang sana terlihat Firlan telah menunggunya. Ayunda melangkahkan kakinya menyebrangi jalan yang sudah sepi kendaraan. Namun baru saja langkahnya mencapai pertengahan jalan, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya.


“Yunda!!”


Ayunda terpaku melihat mobil yang begitu kencang. Tubuhnya tiba-tiba terasa tidak dapat digerakkan. Mobil semakin mendekat, Ayunda memejamkan matanya. Sedetik kemudian dia merasakan tubuhnya terhuyung jatuh ke belakang.


BRUK


Ayunda meringis merasakan sakit di punggungnya. Tubuhnya jatuh terjengkang ke belakang, beruntung kepalanya tidak sampai membentur trotoar karena sebuah tangan menahannya. Ayunda membuka matanya, dia terkesiap melihat Firlan berbaring di sampingnya dengan kepala bersimbah darah.


“Bang Ilan!!”


Orang-orang yang berada di dekat mereka langsung memberikan pertolongan. Seorang ibu membantu Ayunda berdiri dan beberapa pria menggotong tubuh Firlan yang tak sadarkan diri. Ayunda segera berlari ke arah Firlan.


“Bang Ilan.. bang..”


“Sepertinya dia pingsan dek. Tadi kepalanya terbentur trotoar, lebih baik kita bawa ke rumah sakit sekarang.”


Ayunda mengangguk dengan cepat. Seorang pria dengan cepat membukakan pintu mobil, tubuh Firlan dibaringkan di jok belakang. Ayunda menyusul duduk sambil memangku kepala Firlan. Tak lama mobil melaju menuju rumah sakit.


🍁🍁🍁


Ayunda terus saja menangis sambil menunggu dokter dan beberapa perawat menangani Firlan. Sedari tadi dia tak berhenti menghubungi orang-orang untuk mengabarkan keadaan Firlan. Reyhan yang mendengar kabar tentang kecelakaan yang dialami kembali memutar kendaraannya menuju rumah sakit. Padahal dia baru saja pulang sehabis memantau pasiennya semalaman.


“Ay..”

__ADS_1


“Kak Rey.. tolong bang Ilan hiks.. hiks..”


Reyhan segera menuju ruang tindakan. Dokter yang menangani Firlan segera menjelaskan kondisi yang dialami pemuda itu. Reyhan kembali memeriksa beberapa luka di bagian tubuh Firlan.


“Obati dulu luka-luka di tubuhnya, aku akan menjahit kepalanya yang terluka. Setelah itu lakukan CT Scan.”


“Baik dok.”


Ayunda berjalan mondar-mandir, hatinya semakin cemas karena Reyhan tak kunjung kembali. Alea beserta Firly datang menghampiri. Ayunda langsung menghambur ke arah Alea. Dia menangis tersedu dalam pelukan perempuan yang kerap dipanggilnya mami.


“Hiks.. hiks.. bang Ilan mi. Bang Ilan celaka karena aku mi, hiks.. hiks..”


“Tenang sayang.. tenang.. ceritakan apa yang terjadi.”


“Sayang.. bagaimana Ilan?” Ega yang juga mendapat kabar dari Ayunda sudah sampai di rumah sakit.


“Masih ditangani Rey.”


“Bagaimana kejadiannya Yun?”


Ega membelai puncak kepala Ayunda. Dengan terbata-bata Ayunda menceritakan kecelakaan yang menimpa Firlan. Gadis itu kembali terisak mengingat bagaimana Firlan mengorbankan diri untuk menyelamatkannya.


“Ini semua salah Yunda pi hiks.. hiks.. maafin Yunda.”


“Ini bukan salahmu nak.. tenanglah.. kita berdoa saja semoga tidak terjadi yang buruk pada Ilan.”


Reyhan keluar dari ruang tindakan lalu menghampiri Ayunda dan yang lainnya. Di belakangnya dua orang suster mendorong blankar Firlan untuk melakukan CT Scan.


“Alhamdulillah, bang Ilan hanya luka luar saja. Kepalanya terluka karena benturan, tapi aku sudah menjahitnya, hanya sobekan kecil saja. Tapi sekarang sedang di CT Scan, takut ada darah menggumpal di kepalanya. Doakan saja tidak terjadi hal seperti itu.”


Irzal dan Poppy berlari masuk ke ruang IGD, mereka langsung menghampiri Ayunda yang masih dalam pelukan Alea. Melihat kedua orang tuanya, Ayunda segera menghambur ke arahnya. Tangis Ayunda kembali pecah dalam pelukan Irzal. Reyhan memandangi Ayunda yang masih menangis dengan pandangan yang sulit diartikan.


Apa arti tangisanmu Ay? Apa rasa bersalah karena dia sudah menyelamatkanmu atau karena kamu takut kehilangannya?


🍁🍁🍁


Firlan membuka matanya, pemandangan serba putih dan bau obat-obatan langsung menyapa panca indranya. Dia melihat ke arah Reyhan yang berdiri di sampingnya.


“Rey.. aku di mana?”


“Abang di rumah sakit. Abang ingat kejadian yang menimpa abang?”


“Iya... aku.. aku.. bagaimana dengan Yunda? Apa dia baik-baik saja?”


Sesaat setelah mengingat kejadian yang menimpanya Firlan langsung menanyakan keadaan Ayunda. Reyhan tersenyum tipis, ternyata cinta Firlan pada Ayunda begitu besar. Dia rela berkorban demi gadis itu, seketika Reyhan merasa kecil di hadapan lelaki itu.


“Yunda baik-baik aja. Tapi dia masih nangis bombay karena khawatir sama abang.”

__ADS_1


“Dasar cengeng,” Firlan terkekeh tapi dalam hatinya merasa bahagia karena gadis itu mencemaskannya.


Pintu ruangan terbuka, kedua orang tua Firlan disusul Firly, Irzal, Poppy dan Ayunda masuk ke dalam. Ayunda mendekat ke arah bed. firlan memandangi wajah Ayunda yang tampak bengkak. Gadis itu tak berhenti menangis sedari tadi.


“Bang Ilan ngga apa-apa? Maafin aku ya bang hiks.. hiks..”


“Aku ngga apa-apa Yun. Udah dong jangan nangis terus, lihat muka kamu bengkak gitu kaya abis digebukin orang sekampung.”


“Bang Ilan mah.. aku kan takut tahu..”


“Tenang aja Yun, demi kamu bang Ilan akan berubah jadi superman, ironman atau spiderman hihihi..” Firly terkikik geli.


“Lebay..” gerutu Firlan.


Semua yang ada di ruangan dapat bernafas lega karena kondisi Firlan yang tidak parah. Bahkan pemuda itu sudah bisa menggoda Ayunda, mengganti tangis gadis itu dengan senyuman. Reyhan mengulas senyum tipis, ada sedikit nyeri di hatinya melihat pemandangan di depannya. Mata Ayunda hanya tertuju pada Firlan, sedang dirinya seakan tak terlihat. Tanpa berpamitan, Reyhan keluar dari ruang perawatan.


“Pi, tolong suruh Gara cek semua CCTV, sepertinya ada yang berusaha mencelakai Yunda. Karena sasaran mobil itu adalah Yunda, bukan aku.”


“Gara dan Jayden sedang menyelidikinya,” sahut Irzal.


“Aduh...”


“Kenapa bang? Apa yang sakit bang? Yang mana? Kak Rey mana sih.”


“Perut aku sakit Yun.”


“Perut? Tapi tadi ka Rey ngga bilang kalau perut abang luka.”


“Perut aku sakit karena laper Yun. Kan tadi kita ngga sempet makan siang.”


Dengan kesal Ayunda menepuk lengak Firlan karena hampir membuatnya panik. Ega tersenyum melihat interaksi anak-anaknya. Kemudian dia beringsut ke arah Irzal, membisikkan sesuatu di telinga pria itu.


“Mas.. sebentar lagi kayanya kita bakal besanan nih.”


Irzal hanya menggelengkan kepalanya saja. Sudah terlalu sering Ega mengucapkan kata besanan padanya. Ega mendengus sebal karena Irzal hanya menanggapinya dengan santai.


🍁🍁🍁


Di ruangan Jayden, Elang, Farel, Gara dan tak ketinggalan Virzha sedang menunggu hasil penyelidikan si bule tengil. Rekaman CCTV tempat kejadian perkara tidak dapat menampilkan wajah pelaku dengan jelas. Jayden terpaksa mengikuti jejak mobil yang mencoba menabrak Ayunda.


Setelah satu jam berkutat mencari jejak Mitsubishi Lancer hitam yang digunakan tersangka. Akhirnya Jayden berhasil menemukan sang pelaku. Pengendara mobil tersebut berhenti di sebuah SPBU lalu keluar dari dalamnya. Terlihat sang pelaku bertukar kunci mobil dengan seseorang. Wajah pelaku terlihat jelas di kamera CCTV mini market yang ada di tempat pengisian bahan bakar tersebut.


Semua yang ada di ruangan terkejut. Wajah Elang tampak memerah, tangannya meremas minuman kaleng di tangannya hingga tak berbentuk lagi. Farel pun tak kalah terkejut, namun dia berusaha menahan kemarahannya karena lebih penting untuk menenangkan Elang lebih dulu.


🍁🍁🍁


**Hmm.. kira² siapa ya yang udah berusaha celakai Ayunda?

__ADS_1


Hai.. kemarin mamake sibuk sangat jadi cuma bisa up satu. Mudah²an hari ini bisa up 2 bab. Aku masih di luar kota nih, semoga sempat ya.


Tinggalin jejaknya dulu dong biar mamake semangat, like, comment and vote**.


__ADS_2