Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 3 : YOU ARE MY DESTINY At My Worst


__ADS_3

Pasca operasi, keadaan Erik berangsur-angsur mulai membaik. Setiap hari Azkia selalu menyempatkan diri untuk datang dan menemani papanya. Deski memilih pergi setiap kali adiknya datang berkunjung. Masih terlihat jika Azkia masih belum nyaman dengan keberadaannya.


Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, Erik diperbolehkan untuk pulang. Semangatnya untuk sembuh semakin berkobar setiap harinya melihat sikap Azkia yang semakin melunak padanya. Walaupun Azkia masih belum mau berkunjung ke rumahnya, namun dia tak keberatan. Dia akan sabar menunggu sampai Azkia siap menerima dirinya juga Deski sepenuh hati.


Hari Minggu ini, Azkia memilih diam di rumah untuk mengerjakan skripsi yang terbengkalai karena mengurus Erik. Dia memilih mengerjakan tugas akhir di ruang kerja pribadi suaminya. Azkia duduk di lantai dengan laptop di atas meja. Sementara itu, Elang juga tengah menyelesaikan pekerjaan di meja kerjanya. Keduanya tenggelam dalam aktivitasnya masing-masing.


Elang meregangkan kedua tangannya. Selesai sudah pekerjaannya, tumpukan e-mail yang harus dibaca dan dibalas akhirnya beres juga. Kemudian pandangannya beralih pada sang istri yang masih berkutat dengan laptopnya. Elang menopang kepala dengan tangannya sambil memperhatikan Azkia.




Merasa diperhatikan, Azkia menolehkan kepalanya. Sejenak dia tertegun melihat wajah suaminya yang entah mengapa hari ini terlihat begitu tampan di matanya. Dia ikut tenggelam menatap wajah Elang. Untuk beberapa saat mereka saling bertatapan dalam diam.


“Mas.. bantuin aku dong.”


Suara Azkia akhirnya memecah kebisuan di antara mereka. Elang bangun dari duduknya lalu berjalan menghampiri sang istri. Dia duduk di samping Azkia, melihat sejenak ke layar laptop.


“Bagusnya pake teori apa ya mas?”


Elang mengangkat tubuh Azkia lalu mendudukkan di pangkuannya. Dia mulai memberikan arahan tentang teori yang harus digunakan. Azkia kembali mengetik sesuai arahan suaminya. Elang memeluk perut Azkia seraya meletakkan dagunya di bahu sang istri. Tak butuh waktu lama, bagian yang dikerjakan selesai sudah. Azkia menyandarkan kepalanya ke dada Elang.


“Beres sayang?”


“Hmm.. tinggal bimbingan, kalau acc aku langsung survey ke lapangan.”


“Kamu kan tempat penelitiannya di kantor, jadi sekalian temenin aku kerja ya nanti.”


Elang mengecup leher Azkia dan memberi gigitan kecil di telinga, membuat bulu kuduk Azkia meremang. Lalu tangannya mengusap perut sang istri yang masih rata.


“Kapan ya mas, aku hamil.”


“Kita serahin aja sama Allah. Kita manfaatkan saja waktu sekarang untuk kita berdua.”


“Mas maunya anak perempuan atau laki-laki, kalau aku hamil nanti.”


“Perempuan atau laki-laki sama saja, asal jangan makhluk jadi-jadian kaya si Endes.”


Azkia tergelak mengingat sosok Andi, lelaki gemulai yang ingin bertransformasi menjadi wanita dan sangat tergila-gila pada suaminya.


“Mas, aku mau denger kamu nyanyi dong tapi sambil main gitar.”


“Boleh, kamu mau lagu apa sayang?”


“Apa aja asal liriknya romantis.”


Azkia beranjak dari pangkuan suaminya. Elang berdiri lalu mengambil gitar yang diletakkan di dekat nakas. Dia duduk di sofa, di samping sang istri yang sudah lebih dulu mendudukkan dirinya di sana. Elang menyetem gitarnya, mengatur senar-senarnya terlebih dulu, kemudian mencoba memetiknya beberapa kali. Azkia memandanginya tanpa berkedip.

__ADS_1


“Dengerin liriknya baik-baik ya sayang. Ini lagu spesial buat kamu.”


Suara petikan gitar mulai terdengar. Azkia memandang suaminya tanpa berkedip. Elang menatap istrinya saat mulai bernyanyi.


Can I call you baby?


Can you be my friend?


Can you be my lover up until the very end?


Let me show you love, oh, I no pretend


Stick by my side even when the world is givin’ in, yeah


Oh, oh, oh, don’t


Don’t you worry


I’ll be there whenever you want me


I need somebody who can love me at my worst


No, I’m not perfect but I hope you see my worth


‘Cause it’s only you, nobody knew, I put you first


And for you girl, I swear I’ll do the worst


If you stay forever, let me hold your hand


I can fill those places in your heart no else can


Let me show you love, oh, I don’t pretend, yeah


I’ll be right here, baby, you know I’ll sink or swim


Oh, oh, oh, don’t


Don’t you worry


I’ll be there whenever you want me


I need somebody who can love me at my worst


No, I’m not perfect but I hope you see my worth


‘Cause it’s only you, nobody knew, I put you first (put you first)

__ADS_1


And for you girl, I swear I’ll do the worst


I need somebody who can love me at my worst


No, I’m not perfect but I hope you see my worth


‘Cause it’s only you, nobody knew, I put you first


And for you girl, I swear I’ll do the worst


Elang mengakhiri lagunya. Sebuah kecupan mendarat di bibirnya, Azkia yang melakukannya. Elang meletakkan gitarnya lalu mengangkat sang istri duduk di pangkuannya. Tangan Azkia melingkar di lehernya.


“Makasih buat lagunya mas, aku suka. You are a perfect husband for me.”


"Kamulah penyempurna hidupku sayang."


"Terima kasih mas, sudah menjadi kekuatan untukku di saat banyak hal berat menghantamku."


"I love you sweetheart."


Azkia menyatukan bibir mereka, menyesap pelan bibir suaminya yang terlihat seksi di matanya. Elang menahan tengkuk Azkia untuk memperdalam ciuman mereka. Kemudian tangannya mulai menelusup masuk, menyentuh perut terus naik ke atas lalu berhenti di bulatan kenyal yang masih terbungkus rapih.


Tangan Azkia pun tak kalah diam. Kedua tangannya mengangkat kaos Elang lalu melepaskannya, membuat ciuman mereka terjeda. Keduanya saling menatap dengan nafas terengah akibat ciuman panas mereka. Kini giliran Elang yang melepaskan pakaian Azkia. Elang menciumi seluruh wajah sang istri, kemudian turun ke telinga, memberikan sedikit gigitan kecil di sana.


Azkia mendongakkan kepala, memberikan ruang untuk Elang mencium dan menyesap leher putihnya. Azkia mendesis pelan seraya meremat rambut Elang ketika merasakan sesapan di lehernya. Beberapa tanda merah sudah tercetak di sana. Tangan Elang mengusap lembut punggung Azkia lalu melepaskan pengait kain penutup bukit kembar milik istrinya.


Sejenak dipandanginya bukit kembar yang bentuknya semakin membesar kemudian meraupnya, membuat sang empu m**de**h. Lenguhan Azkia terdengar ketika tangan dan mulut Elang bermain-main di sana dengan gemasnya.


Elang membaringkan Azkia di sofa, dilepaskannya pakaian yang masih menempel di tubuh mereka kemudian merangkak naik ke atasnya. Tubuh Azkia menggelinjang merasakan sentuhan suaminya. Tangan Elang tak bisa diam, jari-jarinya menelusuri semua lekuk tubuh sang istri, bibirnya terus mencium dan menjilati semua area tubuhnya.


Beberapa kali terdengar lenguhan Azkia saat Elang bermain-main di area bawahnya hingga akhirnya dia merasakan pelepasan pertamanya. Elang menjeda kegiatannya, memberikan waktu untuk sang istri beristirahat. Di luar dugaan, Azkia bangun lalu mendorong Elang duduk menyandar di sofa. Dia berjongkok di depan suaminya untuk melakukan serangan balasan.


🍁🍁🍁


**Ya ampun mamake khilaf🙊🙈


Kira² neng Az ngasih serangan balasan apa ya sama mas El🙈


Sebelum pisah Ama pasangan uwu ini mamake penasaran pengen bikin adegan hareudang mereka lagi🤭


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya gaaeess


Like..


Comment..


Vote**..

__ADS_1


__ADS_2