Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE Mantan Nyebelin


__ADS_3

Setelah seminggu beristirahat, akhirnya Reyhan mengizinkan Ayunda untuk beraktivitas seperti biasa dengan catatan harus lebih hati-hati dan tidak mengangkat beban berat untuk sementara waktu.


Kehadiran Ayunda di kantor langsung disambut dengan beragam pertanyaan. Mulai dari sakit apa yang dialaminya sampai dengan sosok Reyhan. Pertanyaan yang lebih mendominasi tentu saja soal Reyhan. Tidak hanya teman magangnya saja, namun hampir semua karyawan di divisi PR yang berstatus jomblo menanyakan dokter bedah itu.


“Oh jadi namanya Reyhan. Ya ampun namanya sesuai dengan wajah gantengnya.”


“Dia dokter apa Yun?”


“Udah punya pacar belum?”


Rentetan pertanyaan terus berdatangan menyapa gendang telinga Ayunda. Dia sampai jengah sendiri. Pembicaraan tentang Reyhan terus berlanjut hingga jam makan siang. Untuk makan siang kali ini, Ayunda memilih makan bersama dengan rekan-rekannya, karena Firlan sedang ada pertemuan makan siang dengan salah satu kliennya.


“Yun... Reyhan dokter apa sih?” sekali lagi Anggi melontarkan pertanyaan.


“Dokter bedah umum mba.”


“Ya ampun, mau dong hatiku dibedah sama dokter Rey.”


Ucapan Anggi disambut gelak tawa oleh teman-temannya. Ayunda memutar bola matanya malas melihat kelebayan staf PR tersebut.


“Udah punya pacar belum?”


“Belum.”


“Yess.. berarti aku masih punya peluang buat jadi pacarnya. Minta nomernya dong Yun.”


“Belum punya pacar bukan berarti dia belum punya cewek yang dia suka ya.”


“Emang siapa sih cewek yang dia suka? Cantik ngga? Cantik mana sama aku,” seru Wina, salah satu staf yang dandanannya paling cetar dengan percaya dirinya.


Gue cewek yang dia suka! Mau apa lo?


Ingin rasanya Ayunda meneriakkan kata-kata itu agar pertanyaan seputar Reyhan berhenti. Entah mengapa dia menjadi sangat kesal para perempuan itu tak henti menanyakan Reyhan. Hatinya seakan tak rela melihat tetangganya itu menjadi bahan rebutan para perempuan jomblo.


🍁🍁🍁


Tak terasa masa magang satu bulan Ayunda di Gala Corp usai sudah. Namun dia masih harus bolak-balik ke perusahaan untuk mengambil data untuk keperluan penyusunan laporan magangnya. Hubungannya dengan Firlan semakin lama semakin dekat. Lelaki itu tak sungkan-sungkan menunjukkan rasa suka dan perhatiannya pada Ayunda. Membuat hati gadis itu semakin berbunga-bunga.


Berbeda dengan sikapnya pada Reyhan yang berusaha untuk menjaga jarak. Sejak menyatakan perasaannya, Reyhan memang lebih sering menemui Ayunda di sela-sela waktu luangnya. Namun Ayunda lebih banyak menghindar karena masih malu dengan pengakuan cinta Reyhan. Selain itu dia juga belum yakin dengan perasaannya sendiri. Saat ini hatinya masih condong kepada Firlan.


Hari ini Ayunda kembali menjejakkan kakinya ke gedung Gala Corp. Ada data yang dibutuhkan untuk keperluan laporannya. Awalnya Gara yang menjadi pembimbingnya, namun Firlan mengambil alih tugas itu dengan alasan Gara sedang sibuk dengan proyek terbaru mereka.


Ketika sedang menunggu lift, Ayunda merasakan bahunya dicolek seseorang. Dia menoleh lalu melihat Firlan sudah berada di sampingnya. Firlan yang mengetahui tujuan kedatangan gadis itu segera mengajaknya naik lift khusus petinggi.


Lift berhenti di lantai 16, keduanya berjalan sambil terus berbincang. Firlan menanyakan perkembangan laporan Ayunda dan menawarkan diri untuk membantu. Firlan langsung membuka pintu ruangannya, tak mempedulikan Amelia, sekretarisnya yang mencoba menghentikannya.


Ketika pintu terbuka, betapa terkejutnya Firlan melihat Salsa sedang duduk manis di sofa menunggu kedatangannya. Melihat Firlan, gadis itu segera menghambur ke arah Firlan lalu memeluknya erat. Firlan yang terkejut, membeku untuk beberapa saat. Ayunda terpaku melihat pemandangan di depannya, tapi kemudian dia bergegas meninggalkan ruangan dengan hati hancur. Cinta lama Firlan telah kembali.

__ADS_1


Kesadaran Firlan kembali, kemudian dengan sekuat tenaga melepaskan diri dari pelukan Salsa. Matanya menatap penuh amarah pada mantan kekasihnya itu. Terlebih ketika dia mengetahui Ayunda telah pergi dari ruangan.


“Ngapain kamu ke sini Sa?”


“Aku kangen sama kamu Lan. Apa kamu ngga seneng ketemu aku?”


“Ini baru setahun, kenapa kamu sudah kembali? Bukankah kontrak kerjamu lima tahun?”


“Aku lagi cuti dan mau ketemu kamu. I miss you Lan.”


Salsa mendekat, meraih tengkuk Firlan, mencoba untuk mencium bibirnya. Namun Firlan menahan pergerakan gadis itu serta mendorong tubuhnya perlahan.


“Kita sudah putus Sa, apa kamu lupa? Aku sudah tegaskan ngga akan menunggu kamu lagi saat itu.”


“Aku menyesal Lan. Ayo kita bersama lagi, aku bersedia LDR sama kamu. Baru aku sadar kalau aku ngga bisa hidup tanpa kamu.”


“Bagaimana dengan pacarmu? Apa kamu sudah putus dengannya lalu kembali padaku?”


“Dia ngga sebaik dirimu Lan. Di samping itu, aku masih sangat mencintaimu.”


Firlan tertawa sumbang. Dia berjalan menuju meja kerja lalu duduk di kursi kebesarannya. Firlan sengaja melakukan itu untuk memberi jarak pada Salsa. Gadis itu mengikuti langkah Firlan lalu duduk di depan meja besar tempat mantan kekasihnya bekerja.


“Dia tidak sebaik diriku atau tidak sebodoh diriku yang selalu menunggumu bertahun-tahun?”


“Lan... aku sungguh menyesal. Aku akan turuti semua kemauanmu asal kamu mau kembali padaku. Kita LDR atau menikah agama dulu, ngga masalah buat aku sekarang.”


“Lan..”


“Pergi atau perlu kupanggil security untuk mengusirmu?”


Salsa terhenyak mendengarnya. Ucapan dingin Firlan, mata yang tak lagi menyorotkan cinta padanya membuat gadis itu kecewa. Tapi sebelum datang, Salsa sudah membulatkan tekadnya untuk kembali pada Firlan. Maka dia tidak akan menyerah dengan begitu mudahnya.


“Baik.. aku pergi sekarang tapi aku akan kembali Lan. Aku akan terus memohon padamu, memberikanku kesempatan kembali dan memperbaiki kesalahanku. Aku masih mencintaimu dan aku pun tahu kamu masih mencintaiku.”


Firlan tak merespon ucapan Salsa, dia menenggelamkan diri pada pekerjaannya. Dengan berat hati Salsa meninggalkan ruangan yang dulu kerap dikunjunginya. Firlan menghempaskan punggungnya ke sandaran kursi begitu Salsa keluar. Dia meraih ponselnya lalu menghubungi Ayunda, namun gadis itu tak kunjung menjawab panggilannya. Dengan kesal Firlan melempar ponsel ke atas meja lalu menghubungi sekretarisnya.


Dengan tergopoh Amelia masuk ke dalam ruangan. Ibu muda itu menelan ludahnya kelat melihat ekspresi Firlan yang penuh dengan kemarahan.


“Ada apa pak?”


“Siapa yang mengijinkan dia masuk ke ruangan tadi?”


“Maaf pak. Saya sudah mengatakan kalau bapak tidak ada di ruangan tapi nona Salsa bersikeras ingin menunggu di dalam.”


“Mulai hari ini jangan biarkan perempuan itu masuk ke ruangan ini lagi! Mengerti?!”


“I.. iya pak.”

__ADS_1


“Ya sudah.”


“Maaf pak, cuma mau mengingatkan, rapat dengan dewan direksi lima menit lagi.”


“Hmm..”


Amelia buru-buru meninggalkan ruangan melihat aura gelap dari atasannya itu. Firlan kembali menghubungi Ayunda, namun kini panggilannya terhubung pada kotak suara. Firlan mengusap wajahnya kasar, menyesal tadi tak langsung menyusul Ayunda. Dia juga tidak bisa mencari gadis itu sekarang karena harus menghadiri rapat penting. Firlan hanya bisa menghela nafas panjang.


🍁🍁🍁


Ayunda termenung di kamarnya memandangi gamis beserta hijab yang sudah disiapkan Poppy untuknya. Rasanya malas sekali ikut menghadiri acara pertemuan para pengusaha sukses se-Bandung Raya. Setahun sekali mereka kerap mengadakan gathering, selain untuk saling bersilaturahmi, juga untuk menjalin kerjasama dan mengembangkan relasi. Setiap tahunnya peserta yang hadir selalu bertambah. Mereka juga kerap membawa anggota keluarga untuk diperkenalkan.


Ayunda menghempaskan tubuhnya ke kasur. Matanya menatap langit-langit kamar, pikirannya melanglang buana, mengingat kejadian tadi siang di kantor. Melihat bagaimana Salsa memeluk Firlan dan tak ada penolakan sama sekali dari laki-laki tersebut membuat Ayunda geram. Dia sengaja mengabaikan telepon Firlan karena masih kesal padanya.


Untuk saat ini Ayunda memilih untuk tidak bertemu dengan Firlan lebih dulu. Dia harus mempersiapkan hatinya jika ternyata lelaki itu memutuskan kembali pada cinta lamanya. Marah, kesal, kecewa, itu yang dirasakannya saat ini. Ketika lelaki itu mulai membuka hati untuknya, namun bayang-bayang mantan menyebalkan kembali secara tidak terduga.


Ayunda takut kisah cintanya akan sama seperti Rain dan Akhtar di masa awal pernikahan mereka. Ayunda tak sesabar Rain yang bersedia menerima semua perlakuan menyakitkan Akhtar hingga akhirnya berhasil membuat suaminya bucin parah. Nasehat Elang untuk tidak menyakiti diri sendiri dengan bertahan pada satu hati terus terngiang-ngiang di telinganya.


Huh ngapain sih tuh sambel Salsa pake balik. Bukannya anteng aja di sana. Dasar mantan nyebelin. Bang Ilan juga, seneng banget kayanya dipeluk mantan sampe ngga inget gue ada di sana. Udah gitu ngga langsung ngejar gue, bang Ilan nyebelin!!!


Ayunda terus bermonolog dengan hatinya. Kekecewaan sekaligus rasa tak percaya diri kini menghinggapinya. Rasanya dia tak sanggup kalau harus bersaing dengan sang mantan yang sudah bertahta di hati Firlan selama bertahun-tahun.


“Yunda!!”


Terdengar teriakan lima oktaf milik sang bunda, yang artinya alarm untuk gadis cantik itu segera mempersiapkan dirinya. Seketika lamunan Ayunda buyar. Gadis itu terlonjak dari tidurnya.


“Yunda!!”


“Iya bunda, bentar!!”


Jawab Ayunda sambil berteriak. Teriakan Ayunda bukan menunjukkan kekesalan atau rasa protesnya tapi demi suaranya bisa terdengar oleh sang bunda yang berada di lantai bawah. Dengan cepat dia mengenakan gamisnya, lalu memoles wajahnya dengan bedak tipis dan lipstik warna bibir. Terakhir mengenakan hijabnya dengan model mengurai kain tersebut hingga menutupi bagian dadanya.


Ayunda mematut dirinya sekali lagi di depan cermin. Lalu memberikan sentuhan akhir, menyemprotkan parfum beraroma permen karet ke tubuhnya. Ayunda mengambil sepatu model wedges kemudian memakainya. Sebelum pergi, disambarnya tas selempang yang hanya berisi dompet dan ponselnya kemudian bergegas turun ke bawah.


🍁🍁🍁


**Kira² Ilan bakal tergoda ngga balikan sama sambel Salsa?


Usaha pedekate Rey selanjutnya gimana ya?


Kalau mau tahu kelanjutannya, tinggalin jejak dulu ya.


Like..


Comment..


Vote..

__ADS_1


Met Malming😎**


__ADS_2