Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE Anak Durhaka


__ADS_3

Jari lentik itu terus memutar-mutar cangkir kopi di depannya. Matanya menatap intens pada lelaki di depannya. Helga Amaira Bobic, gadis keturunan Jerman-Indonesia itu adalah seorang dokter bedah di salah satu rumah sakit di Munich. Dia sengaja datang ke Bandung untuk mengunjungi keluarga ibunya yang asli Sunda. Selain itu, dia juga ingin memberikan penawaran langsung pada salah satu dokter bedah yang bertugas di rumah sakit Ibnu Sina untuk mengikuti program beasiswa fellowship di universitas almamaternya.


Reyhan membaca dengan seksama berkas-berkas di tangannya. mempelajari dengan seksama penawaran beasiswa dari salah satu universitas ternama di Munich, Jerman. Dan itu adalah universitas di mana Regan menyelesaikan program fellowship-nya dulu. Selain penawaran beasiswa, Reyhan juga mendapat penawaran bekerja di rumah sakit yang ditunjuk selama menyelesaikan program fellowship.


“Bagaimana dokter Rey? Apa dokter tertarik?”


“Boleh saya pikirkan dulu? Saya memang ada rencana mengambil program fellowship tapi saya butuh waktu untuk memutuskan semuanya.”


“Tidak masalah. Ini kartu nama saya. Kalau dokter Rey berminat, dokter bisa mengirimkan surat pengajuan dan biodata dokter melalui e-mail saya.”


Helga mengeluarkan selembar kartu nama lalu memberikannya pada Reyhan. Sejenak Reyhan melihat kartu nama tersebut lalu mengangguk. Ponsel Reyhan yang tergeletak di atas meja bergetar, melihat panggilan dari dokter seniornya dia segera menjawabnya.


“Halo dok.”


“Dokter Rey, saya tunggu di ruang operasi 2 sekarang. Saya butuh bantuan dokter.”


“Baik dok.”


Reyhan mengakhiri panggilannya kemudian membereskan besrkas-berkas yang tadi dibacanya.


“Maaf dokter Helga, saya pergi dulu.”


“Baik dok, saya tunggu kabar baiknya.”


Helga mengulurkan tangannya yang langsung dibalas oleh Reyhan. Setelah itu Reyhan bergegas menuju ruang operasi 2. Helga memandangi kepergian Reyhan dengan senyum terkulum. Terlihat jelas kalau dokter cantik itu menaruh hati pada Reyhan.


🍁🍁🍁


Setelah berganti pakaian dan mencuci tangannya, Reyhan masuk ke dalam ruang operasi 2. Di sana sudah nampak dokter Fares beserta tim yang akan mengoperasi. Reyhan cukup bingung, bukankah operasi ini ditangani oleh Regan. Dia mencari-cari keberadaan papanya namun nihil.


“Bisa kita mulai operasinya dokter Rey?” suara dokter Fares membuyarkan lamunannya.


Reyhan hanya mengangguk saja lalu memulai jalannya operasi dengan dokter Fares sebagai dokter utamanya.


Dua jam berlalu, operasi yang dilakukan selesai sudah. Setelah melepaskan kelengkapan operasi yang melekat di tubuhnya, Reyhan keluar dari ruang operasi bersama dengan dokter Fares.


“Kerja bagus dokter Rey. Saya sangat berharap ke depannya dokter bisa menjadi pengganti dokter Regan dan dokter Wisnu yang sebentar lagi pensiun. Dokter tahu sendiri, rumah sakit kita masih kekurangan dokter spesialis kegawatan dan kedaruratan. Apalagi tahun depan, rencananya rumah sakit kita akan menjadi Trauma Center. Pastinya kita akan sangat membutuhkan banyak tenaga ahli seperti mereka.”


“In Syaa Allah dok.”


Dokter Fares menepuk pundak Reyhan kemudian bergegas pergi meninggalkannya. Reyhan sendiri memilih kembali ke ruang istirahat khusus dokter bedah. Baru saja membuka pintu, dia sudah disapa oleh dokter Sammy dengan sinis.


“Bagaimana dok? Bagaimana rasanya menggeser posisi seseorang?”


Kening Reyhan berkerut, dia sama sekali tak mengerti dengan apa yang dibicarakan rekannya ini. Aldi yang juga berada di sana bersiap untuk melerai jika terjadi keributan. Sudah menjadi rahasia umum kalau dokter Sammy yang sama-sama berprofesi sebagai dokter bedah kerap iri kepada Reyhan.


“Apa maksud dokter?”


“Apa hubunganmu dengan dokter Wisnu? Kenapa dia merekomendasikanmu untuk menggantikan dokter Regan di ruang operasi 2? Bukan hanya dokter Wisnu tapi dokter Fares juga merekomendasikanmu. Cih.. tidak kusangka ternyata kamu bisa juga menjilat pada dokter senior itu.”


Mendengar tuduhan tak berdasar itu seketika amarah Reyhan tersulut. Ditariknya kerah baju Sammy kemudian mendorong tubuh itu ke tembok. Aldi terkesiap, tak biasanya Reyhan bersikap seemosional ini.


“Apa maksudmu hah??!! Selama ini aku bekerja keras sampai ke titik ini karena usahaku sendiri bukan seperti kamu yang sibuk menjilat ke sana dan sini. Berkacalah!!”


“Rey.. udah Rey.. ada hal yang lebih penting yang harus lo tahu.”


Aldi mencoba meredam emosi Reyhan. Lelaki itu menarik tubuh Reyhan menjauh dari Sammy. Dengan sedikit hentakan Reyhan melepaskan cengkeramannya.


“Rey.. dokter Regan tadi pingsan di ruang operasi makanya elo yang disuruh gantiin dia.”

__ADS_1


“Apa??!!! Kenapa lo ngga bilang dari tadi!!”


Reyhan membuka pintu dengan kasar lalu berlari keluar ruangan. Dia merogoh saku celana untuk menghubungi dokter Wisnu. Sammy ikut berlari mengejar Reyhan. Dia masih belum terima perlakuan Reyhan padanya tadi. Dan bermaksud menjatuhkannya di hadapan para dokter senior.


Reyhan membuka dengan kasar ruang perawatan VVIP mengejutkan semua orang yang ada di dalamnya. Terlihat Regan sedang duduk di atas bed. Di kanan kirinya berdiri rekan-rekan dokternya yang lain. Tak lama Sammy menyusul di belakang Reyhan. Melihat kedatangan Reyhan yang tiba-tiba, dokter Burhan sontak menegurnya.


“Dokter Rey.. apa-apaan ini. Kenapa kamu tidak sopan sekali.”


Reyhan tak mempedulikan Burhan, dia terus berjalan menuju bed Regan melewati Burhan begitu saja. Matanya melirik ke arah dokter Wiguna yang baru selesai memeriksa papanya.


“Dokter, bagaimana keadaannya? Apa ada masalah serius?” tanya Reyhan tanpa basa-basi.


“Dokter Reyhan! Sopanlah sedikit,” tegur Burhan.


“Sudah-sudah dokter Burhan, tolong dimaklumi. Dia mungkin cemas. Sudah Rey, papa ngga apa-apa.”


“Ngga apa-apa gimana? Papa pingsan di ruang operasi! Aku sudah bilang kalau papa jangan banyak mengambil jadwal operasi,” cetus Reyhan sengit.


Semua yang ada di ruangan tersentak ketika mendengar Reyhan memanggil papa pada Reyhan, kecuali dokter Wisnu, dokter Wiguna, dokter Fahri dan dokter Ahmad. Sammy juga ikut tercengang.


“Sudah.. sudah.. malu dilihat yang lain.”


Regan berusaha menenangkan anaknya yang terlihat cemas. Sadar tengah menjadi bahan tontonan, Reyhan pun memilih untuk diam. Dia berdiri di samping bed Regan.


“Perkenalkan, ini anak saya Reyhan. Dia ini memang anak durhaka yang ngga mau mengakui ayahnya di rumah sakit,” kekeh Regan.


“Pa..”


“Oh jadi dokter Reyhan itu anaknya dokter Regan. Jadi itu alasan dokter Wisnu merekomendasikan dokter Rey menggantikan dokter Regan,” tugas dokter Burhan.


“Bukan, saya merekomendasikan dokter Rey karena kemampuannya. Lagi pula dokter Fares sendiri juga memintanya langsung kepada saya,” jawaban lugas dokter Wisnu menohok dokter Burhan sekaligus Sammy.


Semua yang ada di ruangan berpamitan, meninggalkan Regan dan Reyhan berdua di dalam ruangan. Sebelumnya Reyhan meminta dokter Wiguna memberikan hasil pemeriksaan Regan padanya.


Tak lama kemudian pintu ruangan kembali terbuka. Rain masuk dengan tergesa lalu langsung memeluk Regan.


“Papa ngga apa-apa?”


“Ngga sayang, papa ngga apa-apa.”


“Rey! Kerja lo apaan sih papa sampe sakit kaya gini.”


Rain menepak belakang kepala Reyhan dengan kesal. Kadung saja Reyhan kesal dibuatnya.


“Apaan sih lo main keplak aja. Gue juga baru tahu kalau papa sakit.”


“Papa sakit karena terlalu banyak operasi. Makanya lo cepetan ambil fellowship. Ayunda ngga dapet, gelar spesialis juga ngga diambil, mau jadi apa lo?”


“Kenapa bawa-bawa Yunda sih?”


“Lah alasan lo ngga mau ambil fellowship dulu kan karena mau ngejar Yunda. Makanya gercep, ini jalan kaya keong, disalip Ilan kan lo.”


“Lo bener-bener ya kalau lagi hamil bawaannya nyebelin.”


“Sudah.. sudah.. ini papa bisa tambah sakit dengar kalian ribut.”


Reyhan dan Rain mengatupkan mulutnya. Pintu ruangan kembali terbuka, kini Sarah yang datang. Sarah menghampiri Regan lalu langsung memeluknya.


“Mas ngga apa-apa?”

__ADS_1


“Ngga sayang..”


“Mas harus banyak istirahat, sudah waktunya mas pensiun. Kalau terjadi sesuatu sama mas, aku harus bagaimana? Kenapa sih mas selalu bikin aku cemas?” Sarah mulai terisak dalam pelukan Regan.


“Maaf sayang.. maafkan mas.. jangan menangis..”


Regan mengusap punggung Sarah kemudian mengurai pelukannya. Dengan jemarinya dihapus airmata yang membasahi pipi istrinya. Reyhan dan Rain hanya diam membisu menyaksikan kemesraan orang tuanya.


“Rey.. tolong gantikan papa untuk operasi nanti sore. Riwayat pasien bisa kamu minta pada suster Ana.”


“Iya pa.”


“Setelah infusan ini habis, papa mau pulang.”


“Papa di sini aja,” protes Reyhan.


“Papa cuma kecapean aja. Lebih baik papa istirahat di rumah. Lebih enak diurus sama mama dari pada sama suster,” kekeh Regan.


“Gimana ngga enak. Kalau diurus sama mama kan dapet pelayanan plus plus juga.”


“Otak lo ngeres aja bawaannya kak.”


“Makanya nikah Rey. Tar kalo udah ngerasain yang enak-enak ketagihan deh lo.”


“Astaga.”


Reyhan menepuk keningnya, Regan dan Sarah hanya senyum-senyum saja menyaksikan perdebatan kedua anaknya. Reyhan melihat jam di pergelangan tangannya, satu jam lagi dia akan mengoperasi.


“Aku pergi dulu pa, ma. Sejam lagi ada operasi.”


Reyhan mencium punggung Sarah dan Regan bergantian. Rain juga mengasongkan tangannya yang langsung ditepis oleh Reyhan lalu bergegas pergi. Baru saja membuka pintu, tampak Akhtar sedang berjalan menuju kamar. Reyhan membalikkan tubuhnya lalu berjalan menuju Rain.


“Aku pergi dulu ya kakakku sayang.”


CUP


CUP


CUP


Reyhan mencium kening dan kedua pipi Rain membuat kakaknya itu terjengit. Saat yang bersamaan Akhtar masuk ke dalam kamar. Rain langsung melotot ke arah Reyhan karena tahu maksud sang adik menciumnya tadi. Reyhan tersenyum penuh kemenangan lalu beranjak pergi melewati Akhtar yang berwajah masam.


Reyhan masuk ke dalam ruang istirahat dokter bedah. Di sana ada beberapa dokter yang sedang beristirahat juga, termasuk Sammy dan Aldi.


“Rey.. gimana keadaan dokter Regan?”


“Alhamdulillah udah baikan.”


“Rey.. beneran dokter Regan bokap lo? Tapi kalau dilihat-lihat muka lo emang mirip sih,” celetuk dokter Edwin.


Reyhan hanya menjawabnya dengan anggukan singkat. Berita tentang dirinya adalah anak Regan sudah menyebar cepat di rumah sakit ini. Reyhan melirik Sammy yang hanya diam saja sedari tadi. Dia juga tak ambil pusing sikap rekannya yang kerap berselisih dengannya.


🍁🍁🍁


**Akhirnya kebongkar juga ya status Reyhan, dasar anak durhakim🤭


Wah siapa nih Helga? Apa dia yang bakal gantiin posisi Ay di hati Rey?


Sebagai penebusan dosa karena mamake udh bikin kalian nangis Bombay kemarin. Hari ini mamake up 3x ya..

__ADS_1


Tapi jangan lupa dukungannya juga, like, comment and vote😘**


__ADS_2