Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE How Dare You!


__ADS_3

CIIIIITTTT


Kepala Ayunda hampir saja terantuk kemudi. Dia menatap kesal mobil di depannya. Kemudian dari mobil tersebut turun tiga orang laki-laki berwajah seram. Tangan mereka dipenuhi tato. Salah satu di antara mereka memegang kapak dengan gagang berwarna merah. Ketiga pria itu berjalan mendekati mobilnya.


Sadar akan bahaya yang mengintainya, Ayunda mengambil ponsel lalu mengetuk icon panggilan kemudian menekan angka satu cukup lama. Seketika ponselnya mengirimkan sinyal bahaya dan lokasi dirinya ke ponsel Reyhan. Seorang pria yang membawa kapak mendekat ke jendela mobil lalu mengayunkan kapaknya.


BUGH!!


BUGH!!


PRANG!!


Kaca jendela pecah. Ayunda menghalangi wajahnya dari serpihan kaca. Tangan pria yang memegang kapak hendak membuka kunci mobil namun Ayunda memukulnya kencang menggunakan ponsel, membuat pria itu meringis seraya menarik tangannya. Ayunda membuka pintu lalu menendangnya membuat pria tadi jatuh terjungkal.


Ayunda turun dari mobil, mau tidak mau dia harus menghadapi para begal ini karena tidak memungkingkan dirinya melarikan diri. Mobilnya sudah dihalangi depan belakang. Total ada empat pria yang mengepungnya, tambahan dari pengendara mobil di belakangnya. Sedang seorang lagi yang diyakini sebagai pimpinan komplotan begal duduk santai di atas kap mobil Ayunda.


Salah satu dari mereka maju hendak menangkap Ayunda namun wanita itu berkelit lalu melayangkan tendangan. Terkejut dengan perlawanan Ayunda, ketiga temannya datang membantu. Kini Ayunda menghadapi empat orang sekaligus.


🍁🍁🍁


Reyhan yang sedang mengemudikan mobil dikejutkan dengan bunyi bip di ponselnya. Itu adalah sinyal darurat yang berasal dari ponsel Ayunda. Reyhan menghentikan mobil lalu melihat ponselnya. Nomor Ayunda mengirimkan lokasi di mana dia berada sekarang. Perasaan Reyhan langsung tidak enak. Dia kembali melajukan kendaraannya. Ditekannya pedal gas dalam-dalam membuat mobilnya melesat cepat. Reyhan juga mengirimkan lokasi Ayunda pada tim keamanan yang dibentuk Regan untuk melindungi keluarganya.


Sementara itu, Ayunda masih berjibaku dengan keempat penyerangnya. Ketua begal mulai kesal karena anak buahnya masih belum bisa meringkus Ayunda. Dia bangun dari duduknya lalu mendekati Ayunda. Dengan cepat pria itu menendang perut Ayunda yang tak siap dengan kehadirannya. Tubuh Ayunda terpental beberapa meter ke belakang lalu jatuh ke aspal.


Ayunda meringis menahan rasa sakit di perut dan punggungnya. Belum hilang rasa sakit itu, datang seorang pria menghampiri lalu menampar pipinya berkali-kali hingga kedua sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan darah. Dia berjongkok kemudian memegang rahang Ayunda dengan kencang.


“Berhenti melawan, kami ingin menikmati tubuhmu dalam keadaan hidup.”


CUH


Ayunda meludah ke arah wajah pria itu. Dengan kasar pria itu mengusap wajahnya yang terkena ludah bercampur darah milik Ayunda. Amarahnya menjadi-jadi, dia mencengkeram wajah Ayunda dengan kencang, memaksa gadis itu berdiri. Tangannya mengepal dengan kencang lalu mengayunkannya ke arah Ayunda.


BUGH


Tubuh pria yang hendak memukul Ayunda terpental mendapat tendangan dari Reyhan.


“Mas Rey..”

__ADS_1


“Kamu ngga apa-apa sayang?”


“Awas mas!”


Ayunda berteriak saat melihat satu orang mencoba menyerang Reyhan dari belakang. Reyhan berkelit kemudian balas memukul. Dia mendudukkan Ayunda di trotoar kemudian berdiri melihat kelima orang begal tersebut. Mata Reyhan menatap nyalang ke arah mereka semua.


“Beraninya kalian menyentuh istriku!! Maju kalian semua!!”


“Punya nyali juga dia. Hajar dia!! Kalau perlu potong tangannya!!”


Kelima orang tersebut maju bersamaan ke arah Reyhan. Perkelahian tak seimbang segera terjadi. Namun ternyata kelima orang tersebut bukan lawan yang sulit untuk Reyhan. Dokter bedah itu dengan mudahnya berkelit dari serangan, bahkan balas melayangkan pukulan serta tendangan pada kelima orang tersebut.


Ayunda menatap ngeri melihat suaminya dikeroyok lima orang sekaligus. Terlebih ketika salah satu diantara mereka mengayunkan sebuah pisau lipat ke perut suaminya. Reyhan mengelak lalu merebut pisau tersebut. Sadar kalau Reyhan bukan lawan yang mudah, salah seorang mendekati Ayunda untuk menjadikannya tawanan agar Reyhan menyerah.


Dari sudut matanya Reyhan melihat pergerakan pria tersebut. Serta merta dia melemparkan pisau di tangannya hingga tepat mengenai telapak tangan pria tersebut bahkan tembus hingga ke punggung tangannya. Pria itu menjerit kesakitan.


Satu orang tak berdaya akibat luka di tangannya. Tanpa ampun Reyhan menghajar empat orang lainnya. Ayunda menatap tak percaya ke arah suaminya. Sepertinya dia lupa kalau kemampuan bela diri Reyhan hampir setara dengan Elang. Ditambah amarah yang meliputi pria itu, kekuatan Reyhan seakan berkali-kali lipat dari biasanya.


Sebuah pukulan mendarat di wajah pria kedua. Dua giginya terlepas lalu tubuhnya jatuh tersungkur ke aspal. Pria ketiga mendapat tendangan keras hingga punggungnya menabrak pohon di belakangnya. Pria keempat terkapar tak berdaya saat Reyhan menarik rambutnya lalu membenturkan kepala pria itu ke bodi mobil. Pria kelima alias sang ketua mendapat pukulan dan tendangan bertubi-tubi dari Reyhan hingga terkapar tak berdaya dengan wajah berlumuran darah.


Dari arah kejauhan sebuah Avanza hitam datang mendekat lalu berhenti di dekat lokasi perkelahian. Seorang berpakaian serba hitam langsung menghampiri Reyhan.


“Bawa mereka semua ke tempat biasa. Buat mereka mengaku siapa yang sudah menyuruh mereka.”


“Baik mas.”


Keempat pengawal yang datang segera menggiring kelima orang tersebut ke dalam mobil. Kendaraan yang dibawa para begal itu juga ikut dibawa ke markas tempat mereka menahan orang untuk sementara sebelum kasus diserahkan pada yang berwajib. Mobil Ayunda juga dibawa oleh mereka ke bengkel.


Reyhan mendekati Ayunda yang terduduk lemas di trotorar. Rahangnya mengeras melihat kondisi sang istri. Perlahan dibopongnya tubuh Ayunda kemudian memasukkannya ke dalam mobil. Reyhan melajukan kendaraannya menuju rumah sakit.


🍁🍁🍁


Reyhan memegangi tangan Ayunda, sesekali dia mendaratkan ciuman di punggung tangan itu. Setelah mendapatkan pertolongan, Ayunda segera dimasukkan ke ruang perawatan.


“Mas..”


“Tidurlah sayang.”

__ADS_1


“Temani aku mas.”


Reyhan naik ke atas bed lalu membaringkan diri di samping bed dengan tangannya sebagai penopang kepala. Diusapnya sudut bibir Ayunda yang terluka lalu memberikan kecupan di sana.


“Peluk aku mas.”


Reyhan merebahkan kepalanya di bantal lalu merengkuh tubuh Ayunda ke dalam pelukannya. Tangan Ayunda melingkar di pinggang Reyhan. Setelah kejadian mengangkan sekaligus menakutkan yang menimpanya tadi, dia ingin tidur dalam pelukan suaminya. Melihat bagaimana tadi Reyhan melindungi dirinya, membuatnya merasa aman dalam dekapan sang suami. Tak lama Ayunda memejamkan matanya.


Pintu ruangan terbuka, berturut-turut masuk Regan, Sarah, Poppy, Elang, Azkia, Farel, bahkan Irzal yang sedang tidak sehat ikut datang begitu mendengar putrinya menjadi korban pembegalan. Perlahan Reyhan melepaskan pelukannya kemudian turun dari bed.


“Bagaimana keadaan Yunda, Rey?”


“Alhamdulillah, Yunda hanya menderita luka luar. Tadi aku sudah USG dan rontgen rahangnya karena beberapa kali Yunda terkena tamparan,” Reyhan berusaha menahan emosinya saat menerangkan keadaan istrinya.


“Brengsek!! Sekarang di mana mereka Rey?” geram Farel.


“Tempat biasa,” Reyhan berdiri dari duduknya. Kemudian mendekat pada Ayunda.


“Mas pergi sebentar sayang.”


Reyhan berbisik di telinga istrinya kemudian mengecup keningnya cukup lama. Setelah itu dia beralih pada Poppy juga Sarah.


“Ma, bun... aku titip Yunda sebentar.”


“Iya.”


Reyhan bergegas keluar dari ruangan. Dia perlu bertemu dengan para begal itu untuk memastikan sesuatu.


“El, tolong susul Rey. Sekarang dia benar-benar emosi, papa takut dia kehilangan kendali.”


Elang dan Farel bergegas menyusul Reyhan. Mereka berlari memasuki lift yang hampir tertutup. Reyhan berdiri menyender di dinding lift sambil menyilangkan tangan di dada. Tak ada niat sama sekali berbicara dengan Elang ataupun Farel.


Sekeluarnya dari lift, Reyhan bergegas menuju mobilnya kemudian memacu kendaraan tersebut dengan kecepatan tinggi. Elang dan Farel mengikuti dari belakang. Selang dua puluh menit, Reyhan sampai di tempat tujuan.


🍁🍁🍁


**Lega deh, mas Rey sampai tepat waktu. Kira² para begal bakal diapain sama Rey?

__ADS_1


Met pagi semua, buat nemenin aktivitas kalian, nih mamake up pagi². Season 4 tinggal beberapa episode lagi bakal tamat nih. Tapi tenang, mamake bakal siapin bonchap buat kalian yg kepo hubungan Farel-Ara dan Ilan-Hanin. Tar juga mamake kasih bocoran siapa bakal calon jodohnya Ziel.


Tapi.... seperti biasa tinggalkan jejak kalian ya. Like, comment and vote please😉**


__ADS_2