Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 3 : YOU ARE MY DESTINY Dia Adikmu


__ADS_3

Flashback On


Yonas baru saja melaporkan hasil penyelidikannya pada Erik. Iqbal yang menunggu di luar segera menarik Yonas masuk ke ruangannya.


“Apa kamu sudah menemukannya?”


“Siapa om? Azkia atau Kiki?”


Iqbal mengesah mendengar nama Kiki. Anaknya itu sudah hampir sebulan kabur dari rumah hanya karena Iqbal tak menyetujui hubungannya dengan pacarnya yang playboy.


“Di mana anak nakal itu?”


“Di Surabaya. Dia selama ini tinggal di apartemen temannya, Lusi.”


“Lalu laki-laki itu?”


“Bolak balik Jakarta-Surabaya.”


“Awasi terus Kiki. Kumpulkan bukti-bukti soal si brengsek itu lalu bawa Kiki pulang. Bagaimana dengan Azkia?”


“Azkia sudah menikah dengan Elang anak dari Irzal Ramadhan. Agus dimasukkan Irzal ke dalam penjara tapi sudah dibebaskan lagi oleh Aditya karena Aditya ingin mengadopsi Hanin, adik Azkia.”


“Lalu Daniar?”


“Ibu Daniar sudah meninggal dunia om.”


Iqbal terkejut, lalu menatap cemas ke arah Yonas. Wanita yang selama ini dicari oleh sahabatnya ternyata telah meninggalkan dunia ini. Yonas yang mengerti ketakutan pamannya ini segera menenangkannya.


“Tenang aja om, aku belum bilang soal ibu Daniar. Aku bilang dia pulang ke kampung halamannya setelah Azkia menikah.”


“Syukurlah, jangan katakan apapun soal Daniar, setidaknya sampai Erik melakukan operasi. Om takut kalau dia tahu soal Daniar, dia kehilangan semangat hidupnya.”


“Iya om.”


Flashback Off


“Kia adalah adikmu, dia adalah anak Daniar. Ternyata wanita itu hamil anak papa. Kalian adalah adik kakak.”


Deski seperti tersambar petir mendengar ucapan Erik. Dia menatap tak percaya kepada ayahnya lalu melihat ke arah Iqbal. Pria yang sudah dianggap paman olehnya hanya menganggukkan kepalanya. Tubuh Deski jatuh terkulai. Kini dia mengerti mengapa tadi dia merasakan keraguan terhadap Azkia. Ketika dia mencium kening wanita itu, ada perasaan lain yang menyusupi hatinya. Tangis Deski seketika pecah. Erik berjongkok lalu memeluk anaknya erat.


“Maafkan papa nak. Maafkan papa, seharusnya papa menceritakan soal Kia sejak awal padamu. Tapi papa menundanya, karena papa ingin mendekatinya dulu baru mengenalkannya padamu.”


Deski menangis tersedu dalam pelukan sang ayah. Tiga tahun lalu setelah kepergian Medina, Erik telah menceritakan tentang Daniar dan meminta ijin anaknya untuk mencari wanita yang bernama Daniar. Dia ingin menebus kesalahannya dengan mencarinya, jika memungkinkan ingin menikahinya dan memberinya kehidupan yang layak. Deski tidak keberatan dengan keinginan sang ayah bahkan ikut mencari keberadaan Daniar.


“Apa yang sudah kulakukan pa? Apa yang sudah kulakukan?”


Deski terus menangis menyesali semua perbuatannya. Sebagai anak tunggal terkadang dia ingin merasakan mempunyai adik yang bisa diajaknya bermain, bertukar pikiran atau berjalan-jalan. Tapi kini dia telah menyakiti adiknya sendiri. Tubuh Deski jatuh terkulai dalam dekapan Erik.


Iqbal membebaskan Paul beserta anak buahnya lalu mereka menggotong tubuh Deski masuk ke dalam mobil. Paul secepat kilat mengendarai mobil menuju rumah sakit. Selain shock, Deski juga mengalami luka yang cukup parah di sekujur tubuhnya.


🍁🍁🍁


Mendengar kabar dari Akhtar kalau Azkia sudah ditemukan dan sedang menuju pulang, semua orang berkumpul di kediaman Irzal. Mobil yang dikendarai Reyhan akhirnya sampai juga. Irzal yang menunggu di depan rumah langsung membuka pintu mobil. Dibopongnya tubuh Azkia lalu membawa ke lantai tiga. Regan yang telah mendengar apa yang terjadi pada Azkia mengikuti Irzal dengan membawa peralatannya.


Irzal membaringkan tubuh Azkia di kasur. Poppy menghambur ke arah menantunya itu lalu memeluknya erat. Tangis Azkia pecah dalam pelukan mertuanya. Begitu pula Poppy tak dapat menahan airmatanya. Poppy mengurai pelukannya lalu bergeser, memberikan tempat untuk Regan memeriksanya.


Regan memasangkan infusan ke tubuh Azkia. Setelah itu memeriksa luka di pergelangan dan telapak tangannya. Dibalutnya kembali luka tersebut. Dia mengambil botol kecil berisi vitamin lalu menyuntikkannya ke dalam infusan.

__ADS_1


“Kondisinya tidak parah. Kia mengalami dehidrasi ringan dan juga shock. Luka di tangannya juga tidak dalam.”


“Syukurlah mas.”


“Apa kamu yang menjahit luka di telapak tangannya?” tanya Regan pada Reyhan.


“Iya pa.”


“Hmm.. sudah bagus tapi kamu harus banyak berlatih lagi biar jahitanmu bertambah rapih.”


“Iya pa.”


“Hanin mana Rey?” tanya Debby.


“Hanin masuk rumah sakit ma, tapi Gara lagi ngurus kepindahannya ke Ibnu Sina.”


Debby dapat bernafas lega, kedua anaknya sudah ditemukan. Melihat Azkia sudah tertidur, semua orang keluar dari kamar, kecuali Ayunda dan Bilqis. Mereka berkumpul di ruang tengah menunggu Elang dan yang lainnya kembali.


Satu jam berselang Elang beserta Farel, Virza, Jayden dan Meta sampai ke rumah. Mereka segera bergabung di ruang tengah.


“Kia mana bunda?”


“Kia lagi istirahat ditemani Yunda sama Bilqis. Bagaimana dengan Deski?”


Elang tak menjawab, mendengar nama Deski, amarahnya kembali tersulut. Poppy melihat pada Farel, namun lelaki itu juga bungkam. Suasana hening sejenak.


“Aku sudah kumpulkan semua bukti. Besok aku akan melaporkan Deski ke polisi.”


“Ayah harap kamu tidak melaporkan Deski ke polisi. Masalah ini sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan saja.”


“Apa kamu bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada Erik Yudhistira, papanya Deski.”


“Aku ngga peduli yah. Deski tetap harus bertanggung jawab atas perbuatannya.”


“Erik Yudhistira adalah ayah kandung Kia.”


Bukan hanya Elang, tapi semua yang ada di ruangan terkejut mendengarnya. Poppy seketika lemas mendengarnya. Jika Azkia anak dari Erik, berarti Deski adalah kakak menantunya itu.


“Ayah bercanda kan?”


“Untuk apa ayah bercanda di situasi seperti ini. Iqbal sendiri yang datang menemui ayah dan mengatakan semuanya.”


“Kalau Kia anaknya pak Erik berarti Deski kakaknya Kia?” timpal Farel, Irzal hanya mengangguk.


Elang terdiam, fakta yang baru didengarnya sungguh mengejutkan. Dia tak bisa membayangkan kalau Deski berhasil meniduri Azkia. Elang meremat rambutnya dengan kasar. Irzal merangkul bahu anaknya.


“Ayah tahu kamu marah, begitu pula dengan ayah. Tapi siapa sangka kalau kenyataannya seperti ini. Pak Erik harusnya menjalani operasi pemasangan ring jantung di Jerman hari ini. Tapi karena ulah Deski, dia membatalkannya dan cepat-cepat pulang. Ayah minta tahanlah emosimu kali ini. Biarkan suasana mereda dulu, baru kita pikirkan tindakan apa yang harus diambil. Untuk sementara jangan katakan apa-apa dulu pada istrimu. Kejadian penculikan sudah membuatnya shock, jangan tambah beban pikirannya soal ayah kandungnya. Apa sebelumnya Kia pernah bicara padamu soal ayah kandungnya?”


“Ngga yah. Waktu dulu dia tahu Agus bukan ayah kandungnya, dia shock. Tapi ngga bilang apa-apa lagi soal itu.”


“Coba pelan-pelan kamu tanya. Ayah yakin, cepat atau lambat pak Erik akan menemui Kia dan mengakui kebenarannya.”


“Iya yah.”


“Ambil cuti beberapa hari, ajak istrimu berlibur untuk menenangkan diri.”


“Jangan katakan apa-apa dulu soal Erik atau Deski. Dia masih dalam kondisi shock. Kalau nanti infusnya sudah habis, kamu bisa bilang ke papa atau Rey untuk melepas infusnya,” tukas Regan.

__ADS_1


“Iya pa, makasih. Terima kasih buat semua yang udah bantu cari Kia.”


Terdengar suara pintu lift terbuka. Ayunda dan Bilqis keluar dari dalamnya. Melihat Elang, Ayunda segera menghambur ke arah kakaknya itu. Tapi pandangannya tertuju pada Meta yang duduk di samping Jayden.


“Eh ngapain lo di sini? Mas, tuh cewek yang kemarin nyulik kak Kia,” sewot Ayunda.


“Kalem aja keles. Dia tuh mata-mata yang dikirim kakak lo buat jagain Kia,” Jayden membela Meta.


“Oh begono. Ck.. mas El harusnya cari pengawal yang lebih hebat. Dia tuh ngga bisa ngalahin Yunda. Kemarin dia curang pake nodongin pistol.”


“Maaf, saya ngga punya cara lain waktu itu.”


Elang menarik tangan Ayunda, membuat gadis itu duduk terjatuh di dekatnya. Dirangkulnya bahu sang adik lalu mendaratkan ciuman di puncak kepalanya.


“Makasih ya dek, udah jagain Kia.”


“Dia kan kakak iparku tercinta yang bisa menaklukkan manusia kutub model kakak.”


PLETAK


Sebuah sentilan mendarat di kening Ayunda membuat gadis itu mengusap keningnya. Ayunda menyebikkan bibirnya ke arah Elang. Hati Reyhan cenat-cenut melihat wajah imut Ayunda. Matanya tak berkedip menatap makhluk cantik di depannya. Bilqis memandang ke arah Reyhan dan Ayunda bergantian. Hatinya mencelos melihat lelaki yang dicintainya memendam perasaan pada gadis lain.


“Kok lo bisa cepet sih nemuin Kia? Padahal kita pusing tujuh keliling waktu nyari jejaknya dia,” Farel yang penasaran mulai bertanya.


Jayden berinisiatif menjadi juru bicara menjawab pertanyaan Farel karena yakin Elang pasti tidak akan mau menjawabnya.


“Jangan-jangan aa tahu ya soal rencana El?” tanya Poppy.


“Ngga tahu sayang. Tapi waktu gps itu berhenti di Lembang dan ngga ada jejak lagi, aa tahu kalau anak kita ini sudah menyiapkan semuanya. Karena ngga sembarang orang tahu kalau ada pelacak yang ditaruh di kalung Kia, kecuali dia sendiri yang bocorin. Jadi ya aa cuma minta Bara cari lokasi yang kemungkinan dijadikan tempat penyekapan. Kebetulan di daerah Subang ada vila pribadi milik Erik. Buat jaga-jaga sampai El kembali, aa nempatin anak buah di sana buat mantau keadaan.”


“Oh jangan-jangan orang gila yang suka mondar-mandir depan vila itu suruhannya om?” timpal Meta.


Irzal tergelak mendengarnya seraya menganggukkan kepalanya. Poppy dengan gemas mencubit lengan suaminya yang tak memberitahu padanya soal itu.


“Aaauu sakit sayang.”


“Aa kenapa ngga bilang? Terus kalau udah tahu kenapa ngga langsung diselametin menantu kita. Aa tuh kebangetan banget sih,” Poppy kembali mencubit suaminya saking gemasnya.


“Tar si El cemburu lagi sama ayah kalau ayah yang nyelamatin dia.”


“Mana ada!” sewot Elang yang langsung disambut gelak tawa yang lain.


“Udah sana kamu temuin istri kamu,” saran Ega.


“Iya mas, udah sana naik. Kayanya kak Kia udah bangun deh.”


Elang bangun dari duduknya, saat akan pergi, langkahnya tertahan mendengar ucapan Dimas.


“Tapi inget El jangan langsung diterjang itu Kia-nya. Takutnya dia masih shock, *****-***** aja dulu.”


Ucapan Dimas sontak mengundang tawa yang lain. Wajah Elang memerah mendengarnya. Bergegas dia meninggalkan ruang keluarga agar tidak menjadi bahan bully-an yang lain.


🍁🍁🍁


**Beres ya masalah penculikan, tinggal masalah Syifa. Kira² ada kejadian apa ya waktu di Barcelona?🤔


Hari ini mamake up 2 bab nih, so jangan pelit² buat nge-like, comment and vote😉**

__ADS_1


__ADS_2