Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 4 : BIZZARE LOVE TRIANGLE Stop or Move


__ADS_3

Sesuai ultimatum Reyhan, Burhan mengundurkan diri dari rumah sakit Ibnu Sina. Dia juga mengembalikan uang gratifikasi yang diterimanya dari salah satu perusahaan farmasi. Sebagian dikembalikan ke rumah sakit, sebagian diberikan pada korban mala prakteknya. Dia juga sudah meminta maaf pada Ayunda juga keluarga besar Ramadhan.


Pasca terkuak identitas Sammy sebenanya, Burhan bercerai dengan sang istri. Bahkan anak-anaknya pun menjauh darinya, termasuk Sammy. Anak yang mati-matian dibelanya ternyata meninggalkannya. Sammy memilih keluar dari rumah sakit dan melanjutkan studi ke Jepang bersama ibunya. Keluarga Sammy juga berantakan, papa Sammy memilih bercerai pasca mengetahui perselingkuhan istrinya dengan kakak tirinya, Burhan.


Burhan sendiri memilih kembali ke kampung halamannya. Mendedikasikan dirinya untuk orang-orang yang membutuhkan keahliannya. Dia membantu tenaga medis di puskesmas di kampung halamannya. Mungkin dengan cara itu dia bisa menebus semua dosa-dosanya.


Apa yang dilakukan Reyhan juga telah sampai ke telinga Adit, Nino juga Ega. Mereka cukup terkejut, keponakan yang terkenal dengan ketenangannya bisa berbuat sesadis itu. Tapi mereka juga memaklumi perbuatan Reyhan. Siapa yang tak emosi melihat orang yang disayanginya dilukai.


Ega sedang berbincang dengan Alea ketika Firlan sampai ke rumah. Ega sengaja meminta anak sulungnya itu pulang untuk membicarakan hal yang serius. Firlan langsung menghampiri kedua orang tuanya.


“Masih inget punya rumah kamu Lan?” sindir Ega.


“Biasa aja kali pi ngomongnya.”


“Eh kamu udah denger soal Rey?” sela Alea.


“Udah mi. Wajarlah Rey kaya gitu.”


“Hilih kalau kamu belum tentu bisa buka mulut si begal.”


“Kalau Yunda nikah sama aku, ngga mungkin dia kena begal.”


“Masa?”


“Iyalah. Aku kan ngga kenal dokter Burhan,” Firlan tergelak, dengan kesal Ega menoyor kepala anaknya ini.


“Terus kamu sendiri gimana?”


“Gimana apanya?”


“Soal kamu sama Hanin.”


“Emang ada apa sama Hanin?”


“Kamu kan ngaku-ngaku ke teman dan kolega kita kalau Hanin calon kamu.”


Firlan terbatuk, bagaimana bisa kedua orang tuanya mengetahui soal status palsunya dengan Hanin. Padahal dia hanya mengatakan pada teman sekampusnya dulu. Kolega yang diberi tahu juga hanya kolega jauh yang jarang berhubungan dengan Ega.


“Kamu jangan macem-macem ya Lan. Kamu tahu kalau Hanin itu anak papa Adit dan mama Debby. Kalau mereka sampai tahu anaknya cuma dijadiin bahan mainan sama kamu, gimana perasaan mereka hah? Belum lagi Gara. Kamu kan tahu gimana sayangnya Gara sama Hanin. Dan satu lagi, Hanin itu adik iparnya El. Jangan cari gara-gara Lan.”


“Maaf pi, tapi aku ngelakuin semua buat Yunda. Aku ngga mau ada berita miring soal Yunda.”


“Ya tapi jangan jadiin Hanin korban. Pokoknya papi ngga mau, beresin masalah ini.”


“Iya pi. Aku bakal klarifikasi semuanya.”

__ADS_1


Firlan bangun dari duduknya lalu keluar dari rumah. Tujuannya saat ini adalah kediaman Adit. Dia ingin menemui Hanin dan mengakhiri semua permainan status palsu dengan gadis itu sebelum semuanya terlambat. Sepeninggal Firlan, Alea dengan kesal memukul lengan suaminya.


“Kamu tuh gimana sih bi. Lihat tuh, si Ilan pasti mau ketemu Hanin buat mengakhiri hubungan mereka.”


“Kamu tenang aja. Ini baru permulaan. Aku pastiin Ilan ngga akan bisa lepas dari Hanin. Aku udah pasang banyak jebakan buat dia.”


“Yakin?”


“Iyalah. Aku juga udah konsultasi sama Rena.”


Alea menghembuskan nafas lega setelah mendengar nama Rena disebut oleh suaminya. Sudah tak dipungkiri lagi kepiawaian Rena sebagai mak comblang. Ibu dua anak itu selalu saja mempunyai seribu macam cara yang di luar dugaan. Alea berharap Rena kali ini juga berhasil menyatukan Firlan dengan Hanin.


Sementara itu di kediaman Adit, Hanin dengan suka cita menyambut kedatangan Firlan. Gadis itu bahkan memoles wajahnya dengan bedak tipis dan lip gloss. Dengan hati berdebar Hanin menghampiri Firlan di teras.


“Eh ada si bos. Tumben malem-malem ke sini bos.”


Hanin mendudukkan diri di kursi sebelah Firlan. Sejenak Firlan memandangi wajah Hanin yang terlihat segar. Harus Firlan akui kalau Hanin gadis yang cantik, bahkan tanpa balutan make up, wajahnya sudah terlihat cantik.


“Hmm.. aku cuma mau bilang kalau mulai besok kamu ngga usah masak lagi di apartemen.”


“Oh.. kenapa bang?”


“Aku bakal pulang ke rumah.”


“Oh.. bagus dong. Ngga apa-apa bang, lagian kuliah aku udah mulai sibuk juga.”


“Hmm.. tapi buat acara gathering minggu depan bang Ilan bisa kan temenin aku?”


“Maaf Han, itu juga ngga bisa. Mulai sekarang lebih baik kita jaga jarak, kalau ada yang lihat kita jalan berdua nantinya ada yang salah paham.”


Hanin terdiam, jujur dia sangat kecewa dengan keputusan sepihak Firlan. Dia seperti habis manis sepah dibuang. Namun Hanin tak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya, memang tidak ada ikatan apapun antara dirinya juga Firlan.


“Aku pulang ya Han. Sekali lagi terima kasih.”


Firlan bangun dari duduknya. Diusaknya puncak kepala Hanin sebelum pergi meninggalkannya. Dada Hanin terasa sesak melihat kepergian Firlan. Cintanya yang baru tumbuh sudah layu sebelum berkembang.


🍁🍁🍁


Irzal, Elang, Farel, Andri dan Virzha baru saja menyelesaikan meeting singkatnya. Mereka membicarakan perihal restrukturisasi jabatan di Humanity yang akan terjadi dalam waktu dekat. Rencananya pada saat ulang tahun Humanity Corp, Irzal akan mengumumkan pengunduran dirinya. Posisinya akan digantikan oleh Elang.


Andri sendiri masih akan mendampingi Elang sebagai asisten, Virzha juga masih di posisi sama sebagai sekretaris. Farel dipercaya sebagai wakil CEO dengan Fitria sebagai sekretarisnya. Kini dia harus mencari orang yang handal dan bisa dipercaya sebagai asistennya.


Semua orang meninggalkan ruangan kerja Irzal, kecuali Farel yang diminta tetap tinggal oleh Irzal. Ayah dan anak itu duduk berhadapan. Farel masih belum bisa menebak apa yang ayahnya itu akan bicarakan.


“Bagaimana dengan Ara?” Irzal membuka pembicaraan.

__ADS_1


“Untuk sementara masih diawasi sama salah satu anak buahku yah.”


“Anak itu sudah terlalu jauh keluar jalur Rel. Kamu harus memberi tahu ommu.”


“Aku masih mencari waktu yang tepat yah.”


“Jangan terlalu lama mengulur waktu. Jangan sampai El kehabisan kesabarannya. Kamu tahu, anak itu sudah cukup gemas melihat tingkah laku Ara. Om Dimas harus tahu bagaimana kelakuan anaknya. Dia juga mengenal orang tua Yama, jadi ayah yakin om Dimas mempunyai solusi yang baik untuk Ara.”


“Iya yah.”


“Jangan lupa katakan juga soal perasaanmu pada om Dimas.”


Kepala Farel yang tertunduk sontak terangkat mendengar ucapan Irzal. Dia memandangi Irzal beberapa saat. Dari tatapan sang ayah, bisa diketahui kalau Irzal mengetahui perasaannya pada Ara.


“Ayah tahu? Apa Yunda yang kasih tahu?”


“Tanpa Yunda kasih tahu, ayah sudah tahu kalau kamu mempunyai perasaan pada Ara.”


“Sejak kapan ayah tahu?”


“Sejak kejadian di Night Club. Wajah kamu tuh yang paling panik begitu tahu anak itu ada di Night Club. Kamu juga melarang om Dimas ke sana. Itu karena kamu mau melindungi Ara kan?”


“Maaf yah.”


“Kenapa harus minta maaf? Kalau kamu memang mencintai Ara, katakan pada papanya. Ngga ada laki-laki lain yang lebih baik untuk mendampingi Ara selain kamu.”


“Tapi Ara masih kecil yah, baru mau 18 tahun. Sedangkan umurku sudah 28 tahun. Jarak usia kami terlalu jauh. Om Dimas mungkin ngga akan setuju.”


“Kalau dia menolakmu, suruh dia bercermin,” Irzal terkekeh.


“Mungkin saja om Dimas mau menerimaku tapi Ara, dia tidak mencintaiku yah.”


“Apa kamu tidak bisa menaklukkannya? Semua yang dibutuhkan Ara ada padamu, apa yang kamu takutkan? Ok kalau kamu tidak mau, ayah akan meminta anak om Farhan, Zayn untuk melamar Ara.”


“Jangan yah.”


“Kalau begitu bergeraklah. Ara bukan anak yang harus ditunggu. Dengan tingkah liarnya saat ini perlu tali untuk bisa mengekang dan membuatnya kembali ke jalan yang benar. Dan kamu adalah tali yang tepat untuk mengendalikan Ara. Temui om Dimas secepatnya.”


Farel mengangguk pelan. Dorongan dari Irzal membuat semangatnya untuk memiliki Ara bangkit. Hatinya bertekad menemui Dimas secepatnya dan mengakui perasaannya. Semoga saja semesta menjodohkan dirinya dengan gadis cantik yang kerap membuatnya sakit kepala.


🍁🍁🍁


**Ilan minta stop, Farel mulai bergerak.. piye Iki..


Gimana menurut kalian? Kira² Rena rencanain apa ya buat nyatuin Ilan and Hanin. Terus Ara mau ngga dinikahin Farel?

__ADS_1


Di tengah² acara masak memasak bersama tetangga, mamake sempatin up nih buat kalian.


Like, Comment and vote nya jangan lupa ya**.


__ADS_2