Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
SEASON 2 : BITTER SWEET ROMANCE Perjuangan Dimulai


__ADS_3

Elang dan Farel memilih berangkat ke kampus lebih awal. Sebenarnya Elang tak ada jadwal kuliah hari ini, tapi dia memilih tetap pergi ke kampus. Seperti biasa selepas Diandra pergi, Rain akan ke unitnya. Elang memutuskan untuk menyingkir demi memberi waktu berdua bagi pasangan suami istri yang tengah bersitegang ini.


Rain keluar dari unit Diandra bersamaan dengan gadis itu. Dia segera menuju unit Elang. Langsung saja dia membuka pintu dengan kode yang telah diketahuinya. Tanpa curiga Rain masuk ke dalam dan menuju meja makan. Di sana sudah tersedia susu hamil juga sarapan untuknya. Rain menarik kursi makan lalu duduk. Tangannya meraih gelas susu kemudian meneguknya sampai habis. Setelah itu dia meraih mangkok berisi salad buah.


Akhtar mengintip dari balik kamar Farel. Elang sudah memberitahu apa saja yang biasa istrinya lakukan. Sebelum Rain datang, dia sudah menyiapkan semuanya di atas meja. Begitu Rain menghabiskan salad buahnya, barulah Akhtar muncul. Perlahan dia berjalan mendekati Rain.


“Sudah selesai sarapannya sayang?”


Rain yang sedang meneguk air putih hampir saja tersedak mendengar suara Akhtar dari arah belakangnya. Akhtar menarik kursi di samping sang istri. Rain terlihat tak peduli, dia berdiri lalu membawa mangkok dan gelas kotor ke dapur. Akhtar mengikutinya, berdiri di belakangnya, mengawasi sang istri yang sedang mencuci peralatan bekas makannya.


Akhtar menyodorkan lap pada Rain begitu ibu hamil itu selesai mencuci. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Rain mengambilnya. Baru saja Akhtar akan berbicara, Rain sudah lebih dulu pergi. Dia menuju ruang tengah untuk menonton televisi. Lagi-lagi Akhtar mengikutinya. Pria itu duduk di samping istrinya yang sedang mengganti-ganti chanel.


“Sayang... bisa kita bicara?”


“Ngga ada lagi yang perlu dibicarakan. Kata-kata mas waktu itu sudah jelas, begitu pula keputusanku untuk berpisah darimu.”


“Rain, mas mohon jangan seperti ini.”


“Lalu harus seperti apa? Aku masih menerima perlakuan apapun mas padaku tapi tidak dengan mengabaikan anak yang kukandung. Mas tidak mempercayaiku dan menuduhku berselingkuh lalu hamil anaknya.”


“Maafkan aku Rain. Aku sadar sudah melakukan kesalahan besar. Tapi tolong ijinkan aku untuk menebusnya. Aku ingin berada di sisimu di saat tersulit. Kudengar dari El, kamu sering mengalami morning sick.”


Rain terdiam, dia baru ingat kalau pagi ini tak ada rasa mual atau pening yang biasa dirasakannya. Bahkan tadi saat makan pun, dia dapat mencernanya dengan baik. Perutnya tak bergejolak seperti yang sudah-sudah.


Apa karena ada mas Akhtar, aku tidak merasakan morning sick.


“Sayang..”


Akhtar memberanikan diri memegang tangan Rain. Secepat kilat Rain menarik tangannya, lalu meletakkan ke mulutnya. Rain menutup mulutnya seolah-olah hendak memuntahkan sesuatu.


“Kamu mual sayang?”


“Tolong jangan dekat-dekat mas. Aku mual.”


Refleks Akhtar beringsut menjauh. Rain masih berakting seperti menahan sesuatu, membuat Akhtar kembali memberi jarak padanya. Rain menatap suaminya dengan pandangan yang sulit diartikan.


“Sepertinya anakku tidak ingin berdekatan denganmu mas. Tolong jangan berada dekat denganku.”


Hati Akhtar mencelos mendengar Rain menyebut kata anakku. Dia memilih duduk di kursi makan, memandangi Rain yang mulai serius menonton tayangan televisi. Sementara dalam hatinya, Rain berusaha menguatkan diri agar tidak mudah luluh dengan sikap suaminya. Dia sudah bertekad untuk memberi pelajaran pada Akhtar. Membuat pria itu merasakan penderitaan seperti yang dirasakannya.


Keadaan masih tetap sama beberapa jam kemudian. Akhtar tak berani mendekat, takut kehadirannya membuat Rain merasa tak nyaman. Waktu telah menunjukkan saatnya makan siang. Akhtar memberanikan diri bertanya pada istrinya.


“Sayang... kamu mau makan apa? Sekarang waktunya makan siang.”

__ADS_1


“Pinjem hp mas. Taruh di meja aja.”


Akhtar bangun dari duduknya, menaruh ponsel ke atas meja lalu kembali ke tempatnya. Rain mengambil ponsel suaminya, dia mengirimkan pesan pada Elang untuk membawakan makan siang dari restoran om Dimas. Siang ini dia ingin sekali memakan chicken cordon bleu. Setelah Elang meyanggupi, Rain mengembalikan ponsel ke tempatnya.


Setengah jam kemudian pesanan Rain tiba. Salah seorang pegawai restauran yang mengantarkannya. Rain memandangi chicken cordon blue di hadapannya. Ingin rasanya disuapi oleh suaminya, namun dia merasa gengsi untuk meminta. Akhtar yang melihat itu segera mendekat. Dipotong-potongnya daging steak ayam tersebut.


“Mas suapi ya,” Akhtar mengarahkan garpu dengan potongan steak ke arah Rain.


“Ngga usah!”


“Kamu kan senang makan disuapi mas. Tolong Rain, demi anak kita.”


“Ehem!”


Mau tak mau Rain membuka mulutnya. Perutnya memang keroncongan, terlebih dia sangat merindukan momen seperti ini. Akhtar tersenyum senang melihat sang istri mau menerima suapannya. Ini pertama kalinya Rain makan begitu lahap sejak datang ke London. Dalam waktu cepat, piring berisi steak ayam tersebut tandas dimakannya. Akhtar memberikan segelas air putih padanya.


“Ada lagi yang mau kamu makan sayang?”


“Ngga ada. Udah sana mas jauh-jauh, nanti aku mual lagi. Mas mau semua makanan tadi aku keluarin lagi?”


Akhtar mengalah, dia mengambil piring kotor lalu membawanya ke dapur. Setelah mencucinya, Akhtar kembali ke tempatnya tadi. Mengawasi sang istri dari kursi makan. Nampak Rain meneguk ludahnya kasar ketika melihat salah satu iklan di televisi. Sebuah iklan kue olahan dari keju yang terlihat begitu menggiurkan. Akhtar memberanikan diri mendekati istrinya.


“Kamu mau kue itu sayang?”


“Ngga!”


Tanpa menunggu jawaban Rain, Akhtar menyambar ponselnya lalu menelpon Elang. Setelah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, Akhtar bergegas pergi. Sepeninggal Akhtar, Rain tersenyum. Jauh dalam hatinya berbahagia melihat perhatian Akhtar padanya.


Ternyata mendapatkan kue yang sangat diidamkan sang istri tidak semudah yang dibayangkan. Kue tersebut adalah keluaran terbaru salah satu toko kue ternama. Pembeli harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. Dengan penuh permohonan, Akhtar meminta pada sang manajer untuk memberikan kue tersebut padanya. Akhirnya sang manajer luluh mendengar kue tersebut untuk istrinya yang hamil muda. Sebagai tanda terima kasih, Akhtar membayar tiga kali lipat dari harga aslinya.


Menunggu Akhtar yang tak kunjung datang, Rain tertidur di sofa. Tak lama Akhtar datang. Melihat sang istri tertidur, dia menggunakan kesempatan ini untuk mendekat. Setelah menaruh kotak kue di meja, Akhtar berjongkok di dekat Rain. Dengan lembut Akhtar membelai puncak kepala Rain, mengecup keningnya dan mencium perutnya yang masih rata.


“Maafkan mas sayang. Mas akan berusaha untuk meluluhkan hatimu. Mas janji ngga akan menyakiti lagi hatimu. Mas sangat merindukanmu. Tolong bantu papa nak, luluhkan hati mama untuk papa, I love you baby.”


Akhtar mengusap perut Rain. Dia terduduk di dekat sofa, kepalanya diletakkan di pinggir sofa sambil tangannya terus mengusap perut sang istri. Tak butuh waktu lama bagi Akhtar menyusul sang istri untuk tertidur.


🍁🍁🍁


Menjelang malam Diandra masih belum pulang. Farel dan Elang tiba sesaat setelah waktu shalat Maghrib dimulai. Nampak Akhtar sedang berusaha membujuk Rain untuk makan. Melihat kedatangan Elang, Rain bergegas menghampirinya.


“Lo kemana aja sih El?”


“Kuliah terus ke restauran.”

__ADS_1


“Lo ngga inget gue ya? Gue kan pengen ngemil, gue juga belum makan malem.”


“Dih kenapa sewot ama gue. Noh ada laki lo.”


“Males!”


Rain menghentakkan kakinya lalu melangkah ke arah balkon. Bohong kalau Akhtar tak merasa marah dan cemburu melihat sikap Rain barusan, tapi sebisa mungkin ditahannya. Elang menepuk pelan bahu Akhtar.


“Sabar bang,” Elang langsung masuk ke dalam kamarnya.


“Biar gue yang ngomong sama Rain.”


Farel melangkahkan kakinya menuju balkon. Rain berdiri di dekat pagar dengan pandangan menatap lurus ke arah kelap kelip lampu kota. Farel berdiri bersisian dengannya.


“Rain, gue ngerti kalau lo masih marah sama bang Akhtar. Tapi please jangan gunakan Elang untuk melampiaskan kemarahan elo sama suami lo. Gue tahu lo berusaha membuat bang Akhtar cemburu kan? Lo pengen dia tersiksa, tapi ngga gini caranya Rain. Lo ngga inget perkelahian mereka kemarin? Lebih dewasalah Rain. Elang juga manusia biasa, dia bukan samsak yang kuat menerima pukulan demi pukulan.”


“Maksud kak Farel apa?”


“Lo ngga usah ngerti apa maksud gue. Please lakuin aja permintaan gue. Kalau lo sayang sama Elang sebagai sahabat sekaligus kakak buat lo, berhenti melibatkan dia di tengah-tengah permasalahan kalian.”


Farel tak berminat menjelaskan ucapannya pada Rain. Dia berlalu meninggalkan Rain yang masih bingung dengan ucapannya tadi. Seperginya Farel, Akhtar datang mendekat. Melihat Akhtar, Rain memilih untuk pergi namun Akhtar segera menahannya.


“Rain, sebentar,” Akhtar memegang lengan Rain.


“Kita pulang besok.”


“Aku ngga mau! Aku mau di sini sampai melahirkan.”


“Siapa yang bakal bantuin kamu kalau melahirkan di sini? Elang? Farel atau Diandra? Mereka juga punya kesibukan lain. Jangan merepotkan mereka lagi. Ayo kita selesaikan masalah ini bersama-sama. Kita pulang, mama dan papa sudah merindukanmu. Begitu juga dengan mama Kalila dan papa Nino.”


“Mas pulang aja, aku masih mau di sini.”


“Apa kamu ngga mau tahu keadaan papa?”


“Papa kenapa? Papa sakit?”


“Bukan secara fisik. Papa masih dilanda perasaan bersalah karena kematian Vanya, papa merasa bersalah sudah membuat perempuan itu bunuh diri. Apa kamu mau menambah beban pikiran papa dengan sikap kamu yang seperti ini? Ayo kita pulang, kamu boleh tinggal di rumah papa kalau kamu masih belum mau tinggal bersama mas. Tapi mas mohon, pulanglah Rain.”


Mendengar keadaan Regan, Rain mulai melunak. Dia setuju untuk pulang besok. Akhtar menghembuskan nafas lega. Walaupun Rain masih belum memaafkan dan menerima dirinya, namun sudah berhasil membujuk istrinya pulang itu sudah cukup.


🍁🍁🍁


**Yang sabar ya Akhtar, menghadapi ibu yang lagi hamil muda apalagi dipenuhi dendam itu ngga mudah loh😁

__ADS_1


Kalau buat readers sih gampang aja ya, abis baca tinggal like, comment and vote. Itu udah buat mamake senang😉


Love you all😘😘😘**


__ADS_2