
“Terus nasibnya si Monalisa Davinci sama Fredy Mercury gimana?” seru Farel.
“Monalisa di DO dari kampus dan di blaclist masuk kampus negeri atau swasta yang ada di kota Besar. Fredy masih di rumah sakit, sebentar lagi korban pelecehan seksualnya bakal tuntut dia ditambah dengan kasus Yunda kemarin. Aku udah minta om Syehan urus semuanya. Kira-kira dia bakal di penjara sampai lima tahunan.”
“Ck... ck... ck... ngga nyangka Rey, kamu bisa kejam juga. By the way, thanks ya udah selametin Yunda,” Farel menepuk pundak Reyhan.
“Rey, nanti malem ke The Citizen. Kita manggung di sana bareng bang Za.”
“Wah boleh tuh. Nanti pulang dari rumah sakit aku langsung ke sana. Aku pamit ya bunda, ayah.”
Reyhan mencium punggung tangan Poppy dan Irzal lalu beranjak pergi. Elang mengantarkan Reyhan sampai ke teras.
“Rey, makasih ya soal Yunda.”
“Sama-sama mas. Kaya ke siapa aja.”
“Sampai kapan Rey?”
“Apanya mas?”
“Sampai kapan kamu mau mendam perasaan kamu ke Yunda?”
Reyhan berdehem seraya mengusap tengkuknya. Wajahnya bersemu merah mendapat pertanyaan to the point dari Elang. Tak menyangka lelaki itu tahu soal perasaannya.
“Kalau kamu suka sama Yunda, ungkapkan, jangan dipendam aja.”
“Nanti lah mas. Aku belum siap, belum siap kalau ditolak.”
Reyhan terkekeh, demikian juga Elang. Dokter muda itu segera menaiki motor kesayangannya kemudian melaju dengan kecepatan sedang.
🍁🍁🍁
Cafe The Citizen milik Farhan dan Agam yang kini dikelola Zayn sudah ramai oleh pengunjung. Para penggemar Alpha One, khususnya fans berat Zahran sengaja datang ke cafe ini. Mereka sudah lama menantikan penampilan Zahran. Dan kini keinginan mereka terkabul. Setelah setahun tak manggung, Zahran kembali dengan menggandeng Elang and the gank.
Semua personil Soul Castle sudah bersiap di tempatnya masing. Azkia yang juga ikut duduk di meja paling depan ditemani oleh Ayunda, Nara juga Bilqis. Mata Bilqis terus menatap ke arah pintu masuk. Menanti lelaki yang dicintainya datang.
Zahran naik ke atas panggung. Mengecek mic yang akan digunakannya. Sedang yang lain masih menyetel peralatan mereka. Setelah semua siap, Zahran tampil ke depan, berdiri sejajar dengan Elang yang juga telah siap di belakang stand mic dengan gitar tersampir di bahunya.
“Selamat malam semunya.”
Suara Zahran membahana membelah keramaian pengunjung. Mendengar suara Zahran, semua mata langsung tertuju ke arah panggung. Suasana yang tadi sedikit riuh, berubah menjadi tenang.
“Terima kasih untuk kehadiran teman-teman semua. Senang sekali rasanya saya bisa berdiri di sini di hadapan kalian semua. Kali ini saya membawa teman-teman baru yang akan menemani saya menghibur kalian semua. Please welcome Soul Castle!”
Gemuruh tepuk tangan langsung terdengar ke seluruh cafe, bersamaan dengan kedatangan Reyhan dan Virza. Bilqis mengembangkan senyumnya lalu melambaikan tangannya ke arah Reyhan. Kedua pria itu segera menghampiri meja yang diduduki Bilqis. Ayunda hanya menundukkan pandangannya, masih belum berani bersitatap dengan Reyhan. Virza mengajak Reyhan duduk di meja belakangnya.
“Sebelum mulai, saya perkenalkan dulu personil dari Soul Castle. Yang berada di belakang drum, Gara,” Gara memainkan drumnya sebagai tanda perkenalan.
“Jayden pada keyboard,” Jayden menekan tuts keyboard seraya melambaikan tangannya.
“Farel pada bass,” Farel membetot senar bass seraya melemparkan senyuman.
__ADS_1
“Firlan pada gitar,” Firlan memainkan gitar melodinya membuat para wanita bertepuk tangan.
“Dan terakhir Elang, the lead vocal,” Elang hanya mengangkat sebelah tangannya dengan wajah datarnya.
Terdengar pekikan dari para wanita melihat gaya cool Elang lengkap dengan wajah tampannya. Azkia mendelik ke arah tiga orang gadis yang ada di meja sebelahnya. Mata ketiga gadis itu menatap penuh puja pada Elang, membuat ibu hamil itu berdecak kesal.
“Oke, untuk lagu pertama kita akan membawakan lagu dari Rauf and Faik.”
Elang mulai memetik gitarnya, Zahran bersiap di depan mic. Suara Elang mulai terdengar menyanyikan part Rauf, disusul bait kedua oleh Zahran menyanyikan part Faik. Mereka berdua bergantian menyanyikan lagu kemudian menyanyi bersama di part reffrain.
Semua yang hadir menikmati penampilan Zahran dan Elang. Walaupun mereka tidak mengerti lirik yang dinyanyikan, tapi tetap bisa menikmati musik dan suara merdu kedua vocalis itu.
Tanpa sadar kepala dan jari Azkia bergerak mengikuti musik yang berirama sedang. Ditambah dengan suara merdu sang suami, membuat ibu hamil itu begitu menikmati lagu yang baru didengarnya. Azkia berbisik di telinga Ayunda.
“Itu bahasa Rusia ya?”
“Iya kak.”
“Lagunya enak tapi bikin sedih.”
“Kenapa?”
“Ngga bisa ikut nyanyi soalnya.”
Ayunda terkikik mendengar ucapan kakak iparnya. Pandangan Azkia kembali tertuju ke panggung. Elang terlihat semakin keren di matanya. Selain fasih berbahasa Inggris dan Jerman, ternyata suaminya juga bisa menyanyikan lagu berbahasa Rusia dengan lancar.
Satu lagu selesai dibawakan, gemuruh tepuk tangan langsung terdengar. Tak berselang lama lagu kedua menyusul. Kini mereka membawakan lagu dengan irama menghentak. Para pengunjung yang hafal dengan lagu yang mereka nyanyikan ikut bernyanyi bersama. Tak sedikit yang ikut bergoyang mengikuti irama musik.
“Gila, personil Soul Castle ganteng-ganteng.”
“Tapi tetep dong vocalisnya yang paling oke.”
“Dua vocalis dengan gaya berbeda. Yang satu dengan gaya playboy-nya yang satu lagi dengan gaya cool-nya. Kalian pilih yang mana? Kalau aku masih setia sama kak Zahran.”
“Yang cool gue sih. Tar mau foto bareng ah.”
“Gue juga yang cool dong. Gila ganteng banget, terus suaranya juga laki banget. Tapi gue lupa siapa ya namanya.”
“Elang,” sambar Azkia. Ketiga gadis itu sontak menoleh ke arahnya.
“Iya Elang. Kakak kenal sama dia,” tanya salah satu gadis antusias. Terlihat dari matanya dia begitu memuja Elang. Membuat Azkia semakin kesal saja.
“Kenal, kenal banget malah.”
“Kakak siapanya? Teman apa adiknya?”
“Saya istrinya.”
Jawaban Azkia yang penuh penekanan membuat ketiga gadis itu terbengong. Awalnya mereka mengira Azkia hanya bergurau. Tapi begitu melihat sorot tajam Azkia, ketiga gadis itu percaya.
“Mengagumi boleh aja asal jangan coba-coba jadi pelakor kalau kalian masih ingin hidup tenang, ok. Dan satu lagi, ngga ada acara foto bareng apalagi peluk-peluk!”
Ketiga gadis itu menelan ludah kelat. Mereka cukup terintimidasi dengan kata-kata dan sikap Azkia. Ayunda hanya terkikik geli melihat sang kakak ipar sudah mengeluarkan tanduknya. Sepertinya kebuasan Elang sudah menular pada ibu hamil itu.
Pandangan Azkia dan Ayunda kembali menghadap ke panggung ketika suara Elang kembali terdengar menyanyikan lagu Rauf dan Faik lagi. Kali ini irama lagunya lebih cepat dari yang pertama. Beberapa pengunjung terlihat bergoyang. Sambil bernyanyi, mata Zahran menatap ke arah meja yang diduduki Ayunda, Nara dan Bilqis, menatap ke salah satu dari mereka dengan intens.
__ADS_1
Di meja paling belakang nampak Zidan dan Deski duduk bersama. Keduanya juga sedang menikmati pertunjukan Zahran dan yang lain. Tak lama Zayn datang bergabung.
“Lihat tuh si Za, bahagia banget kayanya,” celetuk Deski.
“Gimana ngga seneng, udah setahun bang Za ngga manggung.”
“Iya juga ya. Bakal panjang nih urusannya sama Soul Castle. Pasti tuh anak bakal terus ngerengek sama si El, minta diajakin manggung,” ucapan Zidan langsung disambut gelak tawa Deski dan Zayn.
Sudah empat lagu dimainkan oleh Soul Castle. Mereka pun turun dari panggung untuk beristirahat. Semua langsung menuju meja yang ditempati oleh Azkia dan yang lain. Deski juga Zidan beranjak dari duduknya untuk bergabung di meja depan. Begitu pula dengan Reyhan dan Virza.
Elang langsung menghampiri sang istri. Azkia mengambil tisu lalu mengelap kening Elang yang dibasahi keringat. Ketiga gadis yang tadi ditegurnya mencuri-curi pandang ke arah pasangan itu.
“Minum dulu mas, pasti haus.”
“Makasih sayang.”
Elang meraih gelas yang disodorkan oleh istrinya. Kemudian tangannya melingkar di pinggang Azkia. Tanpa malu dia mencium puncak kepala sang istri. Membuat ketiga gadis di meja sebelah baper parah.
“Tuh Za, enak kan kalau udah punya istri. Beres manggung ada yang ngelapin keringat, ngasih minum. Yakin ngga mau nikah cepet-cepet?” sindir Zidan. Yang disindir hanya cuek saja sambil sesekali mencuri pandang pada salah satu gadis yang duduk bersama mereka.
“Eh kalian ngga mau pake vocalis cewek gitu sesekali,” Zahran mengalihkan pembicaraan.
“Dulu pernah, tuh si Yunda, adeknya El. Tapi udah ngga lagi sekarang,” jawab Gara.
“Kenapa?”
“Habis manggung, banyak yang minta foto bareng sama no hp-nya Yunda. Nah ngamuklah para bodyguard-nya. Langsung tuh raja hutan keluarin ultimatum, Yunda ngga boleh manggung lagi.”
“Hahaha... posesif banget sih El.”
“Hilih bisanya lo ngeledek El. Lo sendiri sama Zi apa kabarnya? Ngintilin mulu kemana si Anya pergi. Sekarang aja udah kaga diintilin soalnya udah ada Faiz. Untung si Anya dapet suami yang kaga posesif akut kaya kakaknya.”
Ucapan Deski disambut gelak tawa Zidan dan Zahran. Keduanya mengingat bagaimana posesifnya mereka sebelum Anya menikah dengan Faiz.
“Kali-kali kamu ikut aja latihan Yun,” ucap Firlan seraya mengusak puncak kepala gadis itu.
DEG
Ayunda merasakan jantungnya berdegup kencang ketika Firlan mengusak puncak kepalanya. Tanpa dapat ditahan, wajahnya memerah. Reyhan menangkap perubahan wajah Ayunda. Ada gemuruh di dadanya, melihat gadis yang dicintainya tampak salah tingkah oleh sikap Firlan.
🍁🍁🍁
**Duh mas El kalau lagi nyanyi emang keren banget, mamake bayangin mas El sama Zahran nyanyi lagu Rauf & Faik. Sayang ngga bisa ikutan nyanyi karena ngga bisa bahasanya😭
Reyhan udah mulai panas nih. Kira² Ayunda bakal naksir Firlan apa Reyhan?
Terus cewek yang dari tadi dilihatin Zahran siapa ya? Ayunda, Nara atau Bilqis?
By the way, just info, Anya atau Zivanya itu anak bungsunya Ri-Ri Couple dan nikah sama Faiz, anak sulungnya Rendi**.
**Selamat hari Minggu, selamat bersantai bersama keluarga atau pasangannya. Buat yg masih jomblo, berdoa aja ya moga Minggu depan udah ngga jomblo lagi🤭
Like..
Comment..
Vote..
Please😘😘😘**
__ADS_1