Four Seasons Of Love

Four Seasons Of Love
BONCHAP : IRZAL & POPPY Cinta Sejati


__ADS_3

Poppy berbaring di sofa ruang tengah. Tubuhnya terasa lelah setelah membantu Kalila menyiapkan acara tujuh hari Nino. Azkia masuk ke dalam rumah setelah menjemput Aslan dari sekolah. Melihat Poppy yang sedang tiduran di sofa, Aslan segera menghampiri.


“Nenek..”


Mata Poppy tetap terpejam, hingga tak mendengar panggilan sang cucu. Aslan baru saja akan memanggilnya lagi, Azkia yang telah berada di dekatnya langsung melarangnya.


“Ssstt.. nenek lagi tidur, jangan diganggu. Abang ganti baju aja dulu.”


Aslan mengangguk kemudian mengikuti Azkia menuju lift. Sebelum masuk ke dalam lift, Azkia mengambil Yumna dari gendongan Neni. Anak keduanya itu kini sudah berumur empat tahun dan sedang aktif-aktifnya. Sifat Aslan dan Yumna bertolak belakang. Jika Aslan lebih pendiam, tidak dengan Yumna. Ada saja yang anak itu tanyakan. Aslan sering kesal karena pertanyaan sang adik tak ada habisnya.


Irzal keluar dari ruang kerja pribadinya dan mendapati sang istri sedang tertidur lelap. Dihampirinya Poppy kemudian membangunkan istrinya itu dengan lembut. Mata Poppy terbuka merasakan usapan hangat di pipinya.


“Tidurnya di kamar sayang.”


“Hmm.. aku ketiduran kayanya, padahal tadi cuma istirahat aja.”


“Kamu kayanya cape banget. Ayo istirahat di kamar aja.”


Irzal membantu Poppy bangun lalu membimbingnya masuk ke dalam kamar. Akhir-akhir ini Poppy sering kali cepat merasa lelah. Dia juga sering mengeluhkan rasa nyeri di otot tubuhnya. Rencananya besok Irzal akan membawanya ke rumah sakit, takut ada yang serius dengan kondisi sang istri.


Poppy berbaring di kasur, disusul oleh Irzal. Ditariknya tubuh Poppy ke dalam pelukannya. Istrinya itu merebahkan kepala di dadanya, posisi favorit Poppy jika tidur bersamanya.


“Sayang.. besok kita ke rumah sakit ya. Periksa keadaan kamu. Akhir-akhir ini kamu cepat sekali lelah.”


“Mungkin karena umur a. Tapi kalau udah istirahat, aku seger lagi kok.”


“Ngga ada salahnya kan periksa ke dokter, buat jaga-jaga.”


Poppy hanya menganggukkan kepalanya. Percuma saja berdebat dengan suaminya itu, karena ujung-ujungnya pasti akan kalah. Irzal itu tidak mau dibantah kalau berkaitan dengan kesehatan atau keselamatan sang istri.


“Sekalian periksa kesehatan aa juga ya.”


“Iya.”


“Aa jangan pergi tinggalin aku duluan ya. Aku ngga sanggup ngebayangin berpisah dari aa lagi. Kalau boleh aku meminta, aku ingin dipanggil lebih dulu.”


“Kalau begitu aa akan meminta dipanggil sesaat setelah kamu pergi. Karena aa juga ngga sanggup kalau harus berpisah lagi darimu.”


Irzal memeluk tubuh Poppy erat lalu mendaratkan kecupan di puncak kepalanya. Dalam hati dia benar-benar berharap keinginannya dikabulkan. Rasanya tak sanggup membayangkan menjadi Ega atau Dimas yang ditinggalkan istri tercinta.


🍁🍁🍁


Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan Poppy, Irzal terkejut istrinya itu mengidap penyakit myasthenia gravis, salah satu jenis penyakit autoimun. Penyakit ini juga yang dulu diderita Sissy. Poppy meminta Irzal menyembunyikan tentang penyakitnya ini dari anak-anaknya, terutama menyembunyikannya dari Dimas. Poppy tak mau adiknya itu kembali merasakan kesedihan yang sama.


Irzal menolaknya, menurutnya semua anaknya juga Dimas berhak tahu tentang penyakit Poppy. Dengan begitu, mereka bisa bergantian menjaga Poppy. Pada malam harinya Irzal mengumpulkan semua anggota keluarganya, termasuk Dimas dan Rena. Dia menjelaskan tentang penyakit yang diderita Poppy saat ini. Dimas dan Rena cukup terkejut, penyakit yang telah merenggut nyawa sahabat dan istrinya juga menghinggapi sang kakak.


Ayunda langsung memeluk sang bunda. Takut kalau Poppy akan pergi meninggalkannya seperti Regan juga Nino.


“Mulai malam ini aku mau tinggal di sini, aku mau ngerawat bunda.”


“Jangan Yun, kamu tetap harus tinggal di rumahmu. Kasihan mama Sarah sendirian. Di sini ada ayah, mas El juga Kia. Tapi mama Sarah sendirian, kalau bukan kamu yang menemani, siapa lagi?”


“Tapi aku kan mau ngerawat bunda.”


“Kamu tuh kaya yang tinggalnya di luar kota. Orang cuma kehalang satu rumah aja.”


“Iya deh. Tapi tiap hari aku bakal ke sini.”

__ADS_1


“Aku juga teh. Mulai besok semua makanan teteh aku yang buat.”


“Jangan Dim, repot ke kamunya.”


“Aku udah pengalaman ngerawat Sissy, teh. Aku paham betul makanan apa saja yang baik dan tidak untuk teteh. Ngga usah banyak protes. Teteh juga jangan terlalu cape, jangan melakukan aktivitas yang berat-berat. Soal yayasan teteh bisa percayain ke kak Lila, biar dia punya aktivitas dan ngga kepikiran mas Nino terus.”


“Benar bun. Tiap hari aku juga pakai cek keadaan bunda,” sahut Reyhan.


Irzal tersenyum melihat respon semuanya. Memang seharusnya tidak ada yang disembunyikan, terlebih jika salah satu anggota keluarga sakit. Agar tidak ada penyesalan nantinya.


🍁🍁🍁


Setiap hari Dimas datang ke rumah Poppy untuk membuatkan makanan. Bukan hanya untuk Poppy, Dimas juga membuatkan menu sehat untuk Irzal. Dia ingin kedua kakaknya mulai menjaga pola makan. Kejadian ditinggal oleh Regan dan Nino secara mendadak, membuat Dimas ketakutan akan mengalami hal yang sama lagi. Walaupun hidup tak ada yang abadi. Namun sebisa mungkin dia ingin menghabiskan waktu lebih dengan kakak-kakaknya.


Di tengah perjuangan Poppy berjuang melawan penyakitnya, dia mendapat kabar gembira dari sang menantu. Azkia kini tengah hamil anak ketiga. Elang cukup terkejut dengan kehamilan sang istri. Setahunya dia sudah bermain aman. Tapi tak ada yang bisa melawan kehendak yang maha Kuasa bukan. Jika harus terjadi maka terjadilah.


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Hingga tak terasa Poppy telah menjalani perawatan setahun lamanya. Memakan makanan yang bergizi, mengurangi aktivitas berat, meminum obat dan yang pasti berdoa. Namun karena usia, penyakit yang diidapnya berkembang lebih cepat. Dia merasa kondisinya semakin menurun saja setiap harinya. Kini Poppy mulai kesulitan menelan makanan, dan kerap merasakan sesak.


Bukan hanya Poppy, Irzal pun merasakan kondisi istrinya terus mengalami penurunan. Walau tak menampakkannya, namun Irzal cukup takut ditinggalkan sang istri. Tak ada sehari pun dilewatkan untuk mendampingi Poppy. Bahkan untuk ke kamar mandi, dia selalu mengantar. Poppy sempat protes, tapi Irzal beralasan takut istrinya itu jatuh di kamar mandi.


Irzal menghampiri Poppy yang sedang berjemur di bawah matahari di halaman belakang rumah. Pria itu duduk di sisi sang istri. Poppy merebahkan kepalanya di bahu Irzal. Tangan keduanya saling menaut, persis seperti ABG yang sedang pacaran.


“Sayang.. weekend ini kita ke vila yuk. Ajak anak-anak juga. Udah lama kan kita ngga liburan sama-sama.”


“Tapi kasihan Kia, kan sekarang sudah mendekati HPL.”


“Justru biar dia rileks. Bisa jalan-jalan sambil menghirup udara pegunungan. Mau ya? Aa mau mengenang masa-masa indah kita di sana.”


Poppy mengangguk. Irzal tersenyum seraya merangkul bahu sang istri kemudian mendekapnya dengan erat.


🍁🍁🍁


Udara sejuk terasa ketika Poppy turun dari mobil. Vila yang dibangun Irzal khusus untuk dirinya tak berubah sedikit pun. Keasrian tamannya pun tetap terawat dan terjaga hingga sekarang.


Seperti biasa, Poppy dan Irzal akan menempati kamar utama. Elang dan Azkia menempati kamar yang ada di bawah karena kehamilannya yang sudah membesar. Ayunda, Dimas dan Farel menempati kamar atas. Sedang anak-anak memilih tidur di ruang tengah lantai bawah.


Gavin ingin merasakan kemping seperti yang sedang dilakukan kakaknya. Alhasil, dia ingin memasang tenda di ruang tengah malam nanti. Ada-ada saja ide anak itu. Gibran, Aslan dan Rakan tentu saja senang mendengarnya.


Sore harinya Irzal mengajak Poppy jalan-jalan di sekitar perkebunan. Irzal menggenggam erat tangan sang istri. Ingatannya kembali saat bulan madu setelah mereka rujuk. Ingin rasanya dia kembali ke masa itu.


“Jadi inget waktu bulan madu ya a.”


“Iya.. tapi sekarang kita ngga bisa jalan ke saung.”


“Kenapa? Saungnya udah ngga ada?”


“Saungnya masih ada. Tapi kamu sudah tidak kuat berjalan ke sana.”


Poppy tertawa kecil. Berada di tempat ini membuatnya melupakan penyakitnya. Jika tak ingat Azkia akan melahirkan, ingin rasanya tinggal di sini lebih lama. Berada di daerah pedesaan seperti ini membuatnya lebih tenang.


“Kita sudah jalan terlalu jauh. Pulang yuk.”


Irzal membalikkan badannya kemudian berjalan kembali ke vila. Baru saja beberapa meter, Poppy mulai merasakan kelelahan. Dia beristirahat duduk di sebuah batu besar.


“Mau aa gendong?”


“Inget umur a.”

__ADS_1


“Kalau gendong kamu aja, aa masih sanggup.”


“Nanti ngeluh sakit pingganglah, pegel punggunglah. Ujung-ujungnya minta pijat plus-plus.”


Irzal terkekeh, dia memang sering menggunakan modus seperti itu. Tapi semenjak Poppy sakit, Irzal sudah jarang menyentuh Poppy. Alasannya karena tak ingin membuat sang istri kelelahan. Setelah cukup beristirahat, Poppy kembali berjalan.


Sesampainya di vila, Dimas sudah menyiapkan minuman segar dan camilan sehat. Keduanya duduk di ruang tengah menikmati hidangan. Terdengar suara mobil memasuki halaman. Tak lama Reyhan masuk. Dia segera menghampiri mertuanya itu kemudian mencium punggung tangannya.


Melihat kedatangan papanya, Aqeel berlari mendekat disusul oleh Rakan. Reyhan berjongkok menyambut kedatangan kedua anaknya.


“Papa...”


“Wah anak papa udah wangi gini. Habis mandi ya?”


“Iya.”


“Mas Rakan udah mandi?”


“Udah.”


“Sekarang papa yang mau mandi.”


“Ikut”


Aqeel segera memeluk Reyhan, tanda ingin digendong. Rakan tak mau kalah, dia juga mendekati sang papa. Akhirnya Reyhan menggendong kedua anaknya lalu naik ke lantai atas. Irzal dan Poppy memandangi interaksi ketiganya. Senyum tak pernah lepas dari keduanya.


“Rey mirip banget mas Regan ya.”


“Iya, bener-bener duplikatnya mas Regan. Kak Sarah ngga akan terlalu kehilangan karena ada Reyhan.”


“Iya. Aa juga, kalau kangen aku bisa lihat Yunda.”


“Emang kamu mau kemana? Kamu ngga boleh pergi kemana pun tanpa seijinku.”


“Kalau aku pergi dulu...”


Irzal meletakkan telunjuknya di bibir Poppy. Di saat bahagia ini, dia tak ingin mendengar kata-kata perpisahan.


“Kamu akan selalu mendampingku. Kalau harus pergi, kita akan pergi bersama.”


Irzal mencium kening Poppy kemudian membawa wanita itu dalam pelukannya. Samar-samar dari lantai atas terdengar lagu cinta sejati milik Bunga Citra Lestari.


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh suka cita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


🍁🍁🍁


**Mereka tuh pasangan favorit mamake sejak zaman CLBK.. aaiihh.. jadi sedih🤧


Makasih buat semua dukungannya. Makasih masih ngikutin kehaluan mamake dengan alur yang banyak bombaynya. Tapi buat ending nanti mamake akan berusaha membuat sebahagia dan seindah mungkin.


Kalau kata pepatah, ada pelangi sesudah hujan. Kalau di sini sesudah tangisan akan ada tisu bertebaran buat ngelap ingus🤭😂

__ADS_1


Sehat semua ya, lope lope for all of you😘😘**


__ADS_2